
“Fuuuh! Mau kuterbangkan kemana helikopter ini? Aku tidak punya tujuan!” ujar Barack.
“Barack, ayolah! Jangan berpikir macam-macam. Kosongkan pikiranmu kalau kau tidak ingin berkomunikasi. Karena semua yang ada didalam pikiranmu itu akan masuk dalam pikiran kami.” protes Dante karena dia merasa terganggu dan konsentrasinya terpecah.
“Ya aku paham Dante. Tapi mau kemana kita sekarang, Dante?” ucap Baarck yang kebingungan.
“Tunggu sebentar aku cek dulu di peta.” Dante pun melihat ke peta dan berkata, “Berputar saja dulu agak jauh. Jangan membuatnya merasa curiga. Lakukan itu selama kita diatas seperti ini. Aku akan mencari tempat yang tidak berpenghuni tapi dia memiliki tanah lapang yang sangat luas.”
“Apa yang kau rencanakan sekarang Tuan Jeff?” tanya seorang ilmuwan lagi.
“Aku akan mengaktifkan kloningku. Satu persatu mereka akan hidup didunia ini.” Jeff menjawab.
“Bukankah itu akan berbahaya bagi anda? Karena cara pikir kloningan anda sama seperti anda? Mereka tidak suka didikte, Tuan.” ujar ilmuwan itu lagi.
“Aku tahu itu. Karena itu biar mereka merasa bahwa diri merekalah yang berkuasa ditempat tersebut. Kita butuh orang-orang yang bisa aku percaya! Aku tidak bisa mempercayai siapapun kecuali diriku.”
“Saya paham tuan.” hanya itu yang bisa dikatakan ilmuwan itu.
“Aku sudah memiliki visi yang sangat maju. Nanti disetiap negara didunia ini, kloninganku akan mengurus warga-warganya.”
“Dan hanya ada androdi yang bisa bekerja untuk mereka. Android itu akan menciptakan semua kebutuhan manusia yang tersisa. Kita akan hidup berlimpah karena aku akan membatasi jumlah manusia. Dan asal kau tahu saja, android itu tidak perlu lagi diberi makan. Mereka hanya butuh cairan dan kita bisa menggunakan infus.” Jeff menjelaskan rencananya dengan mendetail.
“Jadi anda berencana akan menghabiskan semua manusia diseluruh muka bumi ini Tuan?”
“Ya tentu saja aku akan melakukan itu. Karena mereka hanya akan menambah masalah saja! Terlalu banyak manusia maka terlalu banyak masalah dan pengeluaran dibumi ini. Mereka harus dimusnahkan semuanya. Cara satu-satunya yang membuat dunia stabil nantinya.”
“Aku tidak akan menghidupkan lebih dari seratus orang.” Jeff membuka semua rencananya tanpa merasa curiga jika ada orang lain disana.
“Tuan….kami….”
“Tenang saja! Kalian juga akan ku hidupkan. Aku masih membutuhkan kalian. Selama kalian bergunda dan tidak mengkhianatiku.” senyum Jeff terlihat seolah dia adalah seorang dewa yang bisa melakukan segalanya dan menentukan hidup mati seseorang.
“Kami mengerti Tuan.” jawab kedua ilmuwan itu dengan bodohnya. Mereka menundukkan kepala dengan ptauh seakan-akan mereka tidak bisa hidup tanpa adanya Jeff disamping mereka.
__ADS_1
“Bagus!” Jeff bicara lagi sambil fokus pada layar monitor laptopnya.
“Manuel! Apa kau bisa melihat sesuatu?” tanya Anthony karena Jeff sedang fokus pada laptopnya.
“Aku sedang memperhatikan apa yang dia lakukan. Nanti kalau sudah tahu juga aku akan memberitahumu. Tenang saja dan jangan banyak bertanya padaku. Biar aku bisa konsentrasi.” ucap Manuel. “Ya Tuhan! Bagaimana caranya aku menghubungi Henry?” pekik Manuel dengan suara panik dan membuat teman-temannya pun ikut menegang.
“Ada apa Manuel?” tanya Dante membalikkan wajahnya ke belakang mencari Manuel.
“Henry, dia harus menyuruh anak buahnya untuk segera pergi dari sana. Jeff ingin mengaktifkan bom ditempatnya. Dia akan menghancurkan tempat tinggalnya sendiri atau akan menghancurkan pasukan FBI. Aku belum jelas apa sebenarnya yang diiinginkannya.”
“Itu mengerikan sekali.” ucap Barack.
“Kau jangan banyak bicara dulu Barack! Kemudikan saja helikopter ini dengan benar. Jangan sampai kita menabrak sesuatu.” protes Dante yang tak ingin mengganggu konsentrasi Barack.
“Dante, sampai kapan kita akan berputar-putar seperti ini?”
“Sampai kita mendarat. Aku ingin mencari tempat yang tidak ada siapapun disana. Kau mengerti maksudku? Aku harus membereskannya. Tidak boleh ada yang tersisa.” ucap Dante dan Barack pun paham dan tidak mengatakan apapun lagi.
“Cepatlah. Kita harus melakukan sesuatu, buat keadaan tercekam supaya kita bisa punya alasan untuk berhenti. Aku sudah mendapatkan tempat yang ingin ku tuju.”
“Hei apa kalian bisa mengendarai pesawat ini?” protes Jeff tiba-tiba.
“Bisa Tuan! Tapi ada sedikit masalah dengan mesin. Kami akan berhenti dulu sebentar untuk mengeceknya.” jawab Dante dengan mengubah suaranya sehingga tidak dikenali oleh Jeff.
“Apa? Bagaimana bisa? Apa kalian tidak mengeceknya tadi?” Jeff kesal.
“Tidak Tuan. Sepertinya ini hanya sedikit kesalahan. Kami akan berhenti dipuncak disana.”
“Wah, kalian ini. Kenapa tidak mengecek dulu sebelum berangkat?” dengus Jeff kesal.
“Maaf Tuan. Tapi tidak ada orang disana yang bisa mengeceknya.” kali ini ilmuwan itu yang menjawab. Jeff lupa kalau semua anak buahnya sudah menjadi android.
“Apa maksudmu tidak ada orang yang mengeceknya?” Jeff bertanya lagi.
__ADS_1
“Anda sudah menjadikan semua anak buah anda menjadi manusia android! Mereka tidak bisa melakukan sesuatu jika tidak di program. Kalau mereka sudah kembali ke kehidupan mereka sendiri, mereka tidak bisa melakukan apapun. Anda harus memberikan perintah dulu Tuan.” jawab ilmuwan.
“Wah ini jadi masalah. Aku akan mengaktifkannya nanti.” jawab Jeff seraya menutup laptopnya.
“Jadi begitu cara dia membuka dan menutupnya.” celetuk Manuel.
“Kau sudah mengamatinya dan mengingat semuanya? Password dan semacamnya?” Barack bertanya karena dialah yang nanti akan bertugas untuk mengurus hal itu. Dan Manuel sudah mendapatkan semua informasi yang dibutuhkannya.
“Kau tidak perlu khawatir lagi. Aku sudah melihatnya dan laptopnya itulah yang mengatur semuanya. Jeff sudah menggantikan dari komputer utama ke laptopnya.” Manuel menegaskan.
“Wah, untung saja kita tidak jadi masuk kerumahnya. Benar yang dikatakan Dante, ada jebakan.”
“Entahlah, aku tidak tahu. Tapi setelah Jeff meninggal aku akan mengurusnya. Aku harus mengecek apa yang ada didalam sana. Itu adalah sesuatu yang penting.”
“Manuel, kau yakin ingin kembali kesana dan mengeceknya?” tanya Anthony.
“Ya, aku harus mengeceknya untuk memastikan semuanya sudah aman dan terkendali.”
“Aku paham. Aku akan memberitahukan hal ini kepada timku.” ucap Anthony.
“Hei Barack, Manuel berhentilah kalian berpikir sampai sejauh itu. Kita fokus saja dulu urusan sekarang. Kita akan segera mendarat.”
Dante sudah melihat tempat yang ditujunya dan tempat itu memang kosong seperti tidak berpenghuni dan tampak kalau daerah itu padang rumput liar. Area itu juga cukup untuk menurunkan helikopter.
“Kau yakin kita akan turun disana?” Barack bertanya sambil memperhatikan tempat yang ditunjuk Dante.
“Ya sepertinya tidak ada siapapun disana. Aku akan mengurusnya. Mengakhiri manusia biadab itu disana. Tempat itu sangat cocok untuk menguburnya.” Dante menjelaskan rencananya.
Barack pun mengikuti rencana Dante dan memberhentikan helikopter diatas bukit. Dante semakin tidak sabar untuk melakukan aksinya.
“Barack, kau ingat apa yang harus kau lakukan?” tanya Dante menoleh pada Barack.
“Ya, aku tahu Dante. Mengurus sistem robot dan mematikannya.” jawab Barack.
__ADS_1
“Anthony, kau tahu apa yang harus kau lakukan?” tanya Dante pada adiknya.