
“Kita akan melakukan pengambilan videonya sekarang kan?” tanya Anthony pada anak buahnya.
“Iya mayor! Semuanya sudah disiapkan.” ucap anak buah Anthony dengan hormat.
“Baguslah kalau begitu. Semuanya sesuai dengan perubahan rencana tadi. Matikan semua listrik didaerah sini.” perintah Anthony lagi.
“Baik Mayor!”
Blurb!
Setelah anak buah Anthony menghubungi pihak yang bertanggung jawab dalam pemadaman listrik didaerah tersebut, lampu pun akhirnya padam. Senyum merekah diwajah Anthony, dia menatap kearah bukit sambil tangannya menengadah pada bawahannya. “Berikan binocularnya.”
‘Bagus! Warga sudah mulai memenuhi jalan! Mereka tidak akan pernah mengalami pemadaman listrik sebelumnya dan ini sedikit menimbulkan kepanikan disana.’ senyum pun merekah diwajah Anthony. Dia menyerahkan kembali binocular sambil menatap anak buahnya.
“Kalau begitu ambil videonya sekarang! Dan siarkan juga secara live saat ini juga.”
Mereka berada diposisi yang sangat aman saat ini. Tapi tetap saja kekhawatiran masih ada walaupun Anthony berusaha menepisnya dengan memulai bicara. ‘Tuhan tolong lindungi kami! Aku tidak mau terjadi sesuatu pada sahabatku, Anna.’ sesaat sebelum mereka merekam video, Anthony berdoa.
“Dante! Aku tahu kau dan anak buahmu sedang melakukan transaksi sekarang!”
“Tapi harus kalian ketahui bahwa informaso transaksi yang kalian lakukan ini sudah dikepung! Kami dari keamanan federal sudah berada disekitar sini da kamu menunggumu untuk mneyerahkan diri!” Anthony diam sejenak dengan tangannya yang sudah menarik Anna mendekat.
“Aku tidak tahu seberapa penting wanita ini bagimu!”
“Tapi aku menemukannya diruangan bawah tanag rumahmu! Saaat kami pihak federal berusaha untuk mencari dan menangkapmu dirumahmu.”
“Lepaskan aku!” suara lengkingan Anna terdengar jelas pada pengeras suara.
“Apa kau tidak mau menyapaku Dante?” Anthony kembali bicara dengannya.
“Tidak! Lepaskan aku!” Anna yang sedang memerankan sebagai Bella kembali memohon.
__ADS_1
Dia meronta dan menunjukkan bahwa dirinya tidak suka dengan perlakuan Anthony dan pihak federal padanya. “Aku tidak akan melepaskanmu!” jawab Anthony serius pada Anna.
Lalu dia memalingkan wajahnya pada kamera lagi dan berkata, “Dante! Kau lihat siapa wanita yang ada disisiku ini? Apa kau masih ingin diam saja ditempatmu?”
“Jika kau menganggap wanita ini penting maka pilihannya cuma satu Dante, kau harus datang sendiri mengambil wanita ini kembali atau kau akan kehilangan dirinya selama-lamanya.”
Kata-kata itu bergema dan terus saja diulang-ulang oleh Anthony walaupun dirinya sudah tidak merekam video dan Anthony pun sudah menarik wanita dengan topeng wajah Bella kedalam mobil.
Tapi video ini memberikan dampak yang sangat besar bagi orang yang melihatya apalagi yang mengenal wanita yang sedang bersama Anthony itu.
“Jadi dia sudah tidak ada lagi ditangan Dante?” kata-kata terucap dari bibir Jeff yang berdiri disamping Barack. Sehingga membuat barack mengerutkan dahinya tapi dia tidak menjawab apapun.
“Benarkah kita kehilangan Bella? Bagaimana bisa terjadi begitu? Siapa orang tadi? Aku sepertinya tidak asing dengan wajahnya. Dimana aku pernah melihat orang itu ya?” Barack berusaha berpikir. Dia pernah bertemu dengan Anthony dan itu membuatnya merasa curiga. Tapi dia menyembunyikan rasa itu agar tidak membuat Jeff curiga.
‘Apa ini cara Dante untuk menjebak Jeff? Tapi aku sebaiknya diam saja. Karena tidak mungkin aku menarik perhatian Jeff dan menunjukkan kalau aku mengenal orang itu bukan? Aku hilang ingatan jadi aku tidak boleh bertindak gegabah!’ Barackbicara sambil mengingatkan dirinya sesuatu hal yang membuatnya kembali berdecak.
“Gabriella! Untung saja Manuel bertindak cekatan. Dia sudah membuatmu melupakan perekan suara yang kau ambil! Tapi aku tidak tahu seberapa efekif itu dan apakah ingatanmu akan kembali atau tidak!’ Barack terdiam sejenak memikirkan itu dan dia tersenyum tipis.
Setidaknya apa yang dilakukan Nick waktu itu bisa sedikit mengubah pola pikir Gabriella. Manuel juga berusaha untuk membuat perempuan itu lupa dengan kejadian yang menimpanya dan juga kejadian saat dia merekam pembicaraan Barack. Manuel sendiripun tidak tahu apakah Gabriella akan mengingat lagi nantinya atau tidak.
Karena itu mereka membuat wanita itu kehilangan kembali ingatannya sementara.
“Rodrigo?”
“Ah, iya. Ada apa?” Barack kaget karena dia tidak sedang mendengarkan apa yang dikatakan Jeff.
Barack hanya fokus pada pikirannya sendiri tentang Sarah dan masalah lain yang mengganggunya saat ini.
“Kau tidak mendengar apa yang barusan kukatakan? Cepat ambil wanita itu! Dia masih ada disekitar sini.” perintah Jeff terdengar tak sabaran.
“Wanita itu? Memangnya dia siapa?” tanya barack seolah-olah tidak paham apa yang dikatakan Jeff.
__ADS_1
“Bella! Wanita yang kuinginkan! Cepat pergi dan cari dia. Bawa dia segera padaku.”
“Tunggu dulu! Bukankah kita datang kesini untuk membunuh Dante?”
Barack menanyakan sekaligus memperjelas rencana mareka tapi Jeff langsung menggelengkan kepalanya. Pikirannya sudah tidak fokus lagi dan saat ini yang diinginkannya hanyalah Bella dan wanita itu sudah ada dihadapannya kini. Dia tidak perlu lagi datang kerumah Dante untuk mengambilnya bukan? Bukankah ini lebih mudah diambil?
Pikiran itupun terbersit dibenak Jeff.
“Apa kau yakin ingin mengambil wanita itu?” tanya Barack memastikan.
“Hmmmm! Dante sendiri pun tidak ada disana karena aku yakin saat ini dia pasti sedang mengejar wanita itu! Mungkin dia tidak kepikiran kalau pihak federal akan membawa Bella kesini!” Jeff memicingkan matanya.
“Yang datang hanyalah temannya dan aku tidak tertarik untuk membunuh temannya. Kalau kau ingin membunuhnya, bunuhlah! Tapi tidak sekarang! Dapatkan dulu Bella sebelum mereka membawanya pergi.” kata Jeff.
“Jadi kau mau semua anak buah kita hanya fokus pada pasukan federal saja?” tanya Barack panda intinya dan Jeff langsung menjawab dengan anggukan. “Lupakan dulu sejenak Dante! Aku ingin mereka.”
“Baiklah kalau begitu maumu.” kata Barack mengangkat bahunya. Barack pun hendak pergi saat itu tapi----
“Bella!” suara teriakan seseorang yang memanggil nama itu membuat Barack dan Jeff menoleh pada suara wanita yang sedang berlari. Warna pakaiannya putih cerah dan dia tidak mengganti baju setelah dari acara pernikahan Dante dan Bella tadi.
Sehingga tampak jelas dimalam yang gelap itu. Apalagi orang-orang disekitarnya hanya memakai pakaian biasa bukan pakaian mewah seperti yang dipakai Sarah.
‘Sarah! Apa-apaan kau bisa ada disini? Dante! Apa maksudnya kau membawa Sarah kesini?’ hati Barack langsung bertdetak kencang ketika dia melihat wanita yang sudah sangat dirindukannya itu.
“Sepertinya dia mengenal Bella. Tunggu dulu!” Jeff mencoba berpikir lalu tersenyum, “Dia adalah adiknya Bella! Berarti benar wanita yang terikat tadi adalah Bella! Aku ingin kau segera mendapatkan wanita itu dan mendapatkan Bella juga.”
“Aku?” Barack menunjuk pada dirinya sendiri.
“Aku tidak peduli apapun yang terjadi. Cepat dapatkan mereka berdua!” tegas Jeff.
‘Bella! Ada kesempatan aku mendapatkanmu sekarang dan aku tidak akan pernah melepaskanmu lagi. Sesuai janjiku padamu aku akan membawa adikmu.’ seperti mendapatkan keuntungan besar Jeff sangat senang sekali didalam hatinya dan dia sudah membayangkan bahwa dirinya akan segera mendapatkan Bella.
__ADS_1
“Kau dengar apa yang kukatakan kan?”