
“Semuanya sudah siap! Apalagi yang ingin anda tanyakan?” ujar Barack masih dengan tangan bersidekap. Dia menatap Jeff dengan tajam dan mengamati pria itu.
“Aku hanya ingin memastikan bahwa kau sudah melakukannya dengan baik!”
“Tentu saja aku melakukan semuanya dengan baik. Apa kau meragukanku sekarang?”
Jeff menggelengkan kepalanya, “Aku hanya lelah saja.”
“Apakah itu ada hubungannya dengan penyerangan ini?”
Jeff mengangguk, “Tentu saja! Berikan padaku, aku ingin segera menghabisinya.” Dia menatap serius pada Barack.
“Lalu kenapa kau memanggilku kesini?”
“Ada yang ingin aku bicarakan denganmu. Hal yang sangat penting.” jawab Jeff dengan senyum diwajahnya sambil menatap Barack.
‘Apa sebenarnya yang ingin dia bicarakan denganku? Apa adiknya itu sudah bicara dan mengatakan semua yang didengarnya padanya? Hahaha kalau memang seperti itu berarti dia sudah tahu tentang penyamaranku bukan? Baiklah, aku akan melayani apa yang dia mau? Duel atau apa? Tapi aku harus tetap berhati-hati.’ bisik hati Baraack.
Dia tidak takut pada Jeff dari dulu, tapi sekarang bukan dirinya sendiri saja yang dipikirkan oleh Barack tapi juga ada Manuel. Apalagi dia masih belum melihat Manuel sehingga membuatnya semakin khawatir pada temannya itu.
“Kenapa kau diam saja? Aku sudah katakan ada yang ingin kubicarakan denganmu!” Jeff mengulang pernyataannya.
“Aku diam karena aku ingin mendengar apa yang ingin kau katakan.” kata Barack karena memang dia juga tidak tahu apa yang akan dibicarakan sehingga dia menunggu Jeff yang bicara.
“Kau cukup pintar ternyata.” ucap Jeff merespon.
“Aku tidak akan hidup sampai sekarang kalau aku tidak cukup pintar bukan?” sahutnya.
Tidak ada kata yang keluar dari Jeff, dia hanya menatap dingin pada Barack ketika dia mendengar pernyataan Barack tadi. “Apa yang bisa menebak apa yang ingin kubicarakan?”
Jeff berdiri dan mendekat pada Barack dengan langkah kakinya yang berjalan dengan tenang tanpa terburu-buru. Tatapan matanya tetap tertuju pada Barack dan ekspresinya serius.
“Untuk apa main tebak-tebakan kalau kau bisa mengataka apa yang ingin kau katakan? Kenapa kau ingin membuang waktuku?” Barack menunjukkan jam tangannya, “Sebentar lagi waktu transaksi. Kau mau apa? Menggagalkan rencanaku?” ucap Barack tanpa ada rasa takut pada pria yang berdiri dihadapannya itu.
“Kau memang sangat pemberani!”
“Tentu saja! Apa yang kau inginkan sekarang?” Barack kembali mengulang pertanyaannya.
__ADS_1
“Inilah kesempatannya! Aku ingin merubah rencana!”
“Katakan!” jawab Barack tak kalah dingin dengan Jeff. Dia menunjukkan bahwa dirinya memang tidak paruh pada pria itu melalui sikapnya.
‘AKu rasa aku harus berhati-hati. Dia ingin merubah rencana, apa yang mau dilakukannya? Apa dia sudah bicara dengan Gabriella? Tapi aku jadi penasaran dimana Manuel berada sekarang?’ gumam Barack yang hampir saja meledak. ‘Aku harus bisa menahan emosiku. Aku tidak boleh terjebak denganny.’ Barack berusaha untuk tidak terkecoh dengan taktik Jeff.
“Perubahan rencana! Sudah kukatakan padamu kemarin kalau aku ingin kau datang ke tempat Dante dan mengaku bahwa kau sudah mengingat lagi semuanya. Kau ingat tentang hal itu kan?”
Barack mengangguk. “Aku mengambil Bella disana! Kau sudah memberitahukan aku dimana Bella berada bukan?”
Jeff tidak bicara tapi diajustru memandang Barack yang tampak serius berusaha menunjukkan pada awal, siapa sebenarnya bosnya disana.
“Aku memang menginginkan Bella! Dan aku mau kau yang mengambilnya!” ujar Jeff.
“Jadi kau mau aku yang pergi ketempat Dante?”
“Tidak!” Jeff menggelengkan kepalanya. “Kalau kau pergi sekarang justru kau akan membuatku repot karena itu aku ingin kau melakukannya ditempat ini.”
“Maksudmu?”
“Itu yang kau mau aku lakukan?”
“Iya! Aku ingin kau pergi bersama dengan Dante! Dan saat dia mendekat maka kau harus membunuhnya!”
“Hahahahaha!” Barack tertawa sambil menggelengkan kepalanya, dia tidak mengiyakan maupun menolak perintah Jeff.
“Kenapa Rodrigo? Apakah itu terlalu sulit untuk kau lakukan?”
“Bagaimana kalau aku tidak mau melakukannya?”
“Itu artinya kita kalah telak! Itu artinya kau bisa masuk penjara!” kata Jeff.
Dan ucapan Jeff itu membuat Barack berpikir, ‘Jadi dia belum tahu apa-apa! Gabriella belum mengatakan apapun padanya makanya dia menyuruhku untuk melakukan hal seperti itu. Tapi kemana perginya Manuel?’ bisik hati Barack yang masih belum mendapatkan jawabannya.
“Bagaimana Rodrigo? Kenapa kau tidak menjawab?” tanya Jeff lagi.
“Jeff! Rencana yang kau buat itu tidak menguntungkan untukku dan aku tidak akan pernah melakukan hal itu.” jawab Barack setelah dia memikirkannya sejenak. Dia menatap Jeff dengan tatapan serius.
__ADS_1
“Apa maksudmu?” wajah Jeff menegang setelah mendengar penolakan Barack. Bukan ini yang ingin didengarnya saat ini.
“Pertama, dengan melakukan itu aku akan terbunuh oleh pasukan Dante! Itu artinya aku akan mati. Dan kalau aku menolak itu artinya aku masuk penjara! Dan aku lebih memilih yang kedua. Kalau aku masuk penjara maka kau akan masuk penjara juga, iyakan? Kita bisa bersama-sama dipenjara selamanya dan masih bisa keluar. Aku tidak mau mati!” jawab Barack.
“Barack! Disini, kau harus mematuhi perintahku!” Jeff bersikeras dan semakin geram.
“Kenapa harus aku yang melakukannya? Berikan alasannya padaku.” sahut Barack dengan nada tinggi.
“Karena kau mencintai adikku bukan?”
“Apa hubungannya pekerjaan dengan cinta?”
********
Dante memijat keningnya sejenak setelah dia bicara dengan Barack tadi.
“Apa ada sesuatu yang mengganggu, Dante?”
Tanpa menunggu beberapa detik, mata Dante sudah melirik pada Noel yang ada disebelahnya.
“Kau lupa Noel dengan apa yang kuperintahkan?”
Noel mengatupkan bibirnya karena Dante tidak menunggunya bicara tapi sudah lebih dulu berjalan menuju ke mobil setelah pesawat mereka mendarat. Dante membawa mobilnya didalam bagasi pesawat sehingga mereka tidak perlu turun dari pesawat. Mereka menuruni tangga menujur kearah tempat mobil diparkir. “Dante, apa kau baik-baik saja?”
Noel kembali bertanya karena melihat Dante bebrapa kali memijat keningnya. Kepalanya sepertinya pusing. “Hmmm…” jawab Dante.
‘Apa yang harus kulakukan sekarang sebagai backup plan? Aku tidak mungkin meledakkan tempat itu! Anak dan istriku ada disana, itu artinya aku harus tetap hidup melindungi mereka. Bella, Alex…aku akan pulang untuk kalian! Aku tidak akan membiarkan apapun terjadi pada kalian.’
Saat ini yang hanya dipikirkan Dante adalah rencana cadangan yang lain. Dante tidak ingin terganggu dengan yang diucapkan Barack, tapi entah kenapa itu sulit sekali dilakukan! Ditambah lagi dengan rencana Barack, masalah meledakan markasJeff. Dante masih memikirkannya walaupun tadi dia sudah memberikan alasannya pada Barack.
Tapi tetap saja membuatnya jenuh, dia tetap masih mempertimbangkan baik buruknya. Ini membuatnya sangat gugup walaupun Dante berusaha untuk menutupinya tapi Noel cukup mampu melihatnya.
“Dante, apa ada yang mengganggumu?” tanya Noel lagi yang duduk disampingnya.
Dante sempat meliriknya sejenak dan menggelengkan kepala sambil memasang headsetnya.
Dia menyalakan map yang ada diponselnya ke mobilnya. “Auto drive active!” ucap Dante pada mobil yang membuat Noel mengerjapkan matanya, saat mobil itu melakukan akselerasi dan keluar dari dalam pesawat. Gerakannya sangat halus seperti dikendarai oleh seorang profesional. Noel ingin berkomentar sampai kehilangan kata-katanya dan begitu menikmati berkendara dengan mobil itu.
__ADS_1