PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 298. AKSI NEKAT


__ADS_3

“Ya betul sekali! Jangan lupa ya Ed, kau harus sampai dirumah sakit dalam waktu setengah jam!”


“Apa? Dalam kondisi terjebak begini aku masih harus tetap memenuhi aturan waktu itu Dante? Kau ini ya semakin gila saja Dante!” ujar Eddie menaikkan intonasi suaranya.


“Iya! Mereka mengikutimu sampai kerumahku itu berarti mereka bukan orang sembarangan! Hanya ada dua kemungkinan yang mengikutimu itu Ed! Yang pertama adalah anak buah White dan yang kedua adalah anak buah Jeff! Tapi aku rasa Jeff tidak mungkin berani sedekat itu tanpa back up.”


“Baiklah. Aku paham! Orang yang mengikuti dibelakang itu semakin mendekat Dante!”


“Dimana posisimu sekarang?”


“Aku sudah ada dibelokan yang berada ditepi jurang. Jalan terburuk kalau menuju kearah mansionmu.”


“Bagus itu. Kalau ada disitu sebentar lagi mereka akan menyerangmu dari depan dan mereka juga akan menembakimu dari belakang.”


“Sial! Aku memberitahumu begini malah terdengar seperti kau mengharapkan aku mati Dante! Mereka bisa saja membuangku ke jurang!”


“Itu yang aku rencanakan Ed! Saat kau ada ditikungan paling akhir kau harus segera membanting setir dan luncurkan mobil ke jurang! Jangan tunggu sampai mereka menyerangmu!”


“Hah?Apa kau bilang Dante? Kau menyuruhku bunuh diri masuk ke jurang? Kau ini benar-benar sudah gila Dante! Aku tidak mau mati bunuh diri!” Eddie sangat kaget karena dia mendengar perkataan Dante yang tak masuk akal sehingga dia protes.


“Diamlah! Kau mau selamat atau tidak?” tanya Dante lagi.


“Oke, aku akan menuruti rencanamu, aku akan memasukkan mobil ini kedalam jurang! Sekarang tinggal beberapa kelokan lagi, mungkin dalam waktu kurang dari satu menit aku sudah sampai ditempat yang kau maksud! Mereka sekarang semakin dekat dan memang benar yang kau katakan Dante, mereka sedang bersiap menyerangku!”


Eddie berusaha untuk tetap percaya pada Dante meskipun kini dia sebenarnya sangat kesal. Siapa yang tidak akan kesal kalau diperintahkan masuk ke jurang? Sama saja dengan bunuh diri! Tapi mengingat bagaimana Dante sangat menyayangi sahabat-sahabatnya, Eddie tetap fokus mengikuti perintah Dante.


“Ed, jangan banyak bicara lagi. Dengarkan aku baik-baik, saat kau sudah sampai di belokan terakhir kau harus segera meluncurkan mobilmu kedalam jurang!”


“Terobos saja pagar pembatas jalan disaat mereka akan menghantamu dan menembakimu. Mereka tidak akan memprediksi ini dan mereka akan saling tembak karena sasaran mereka sudah terjun ke jurang. Kau mengerti?”


“Lalu apa yang harus kulakukan setelah terjun ke jurang?”

__ADS_1


“Apa kau lihat tombol di dashboard? Satu tombol warna kuning yang ada diatas audio dengan tekstur dan bentuk seperti setengah bola golf yang terpotong?”


“Ya, aku sudah lihat.” jawab Eddie.


“Setelah aku menjatuhkan mobil kedalam jurang dalam waktu sepersekian detik kau harus pencet tombol itu. Nanti akan muncul sayap dari mobil itu. Kau bisa menjalankan mobil itu seperti kau mengemudi mobil biasa. Apa kau paham Ed?”


“Aku paham Dante! Ya sudah aku akan bersiap sekarang.”


Eddie lalu mematikan teleponnya setelah Dante menjelaskan secara detail dan Eddie pun mulai bersiap-siap untuk melakukan aksi ekstremnya. “Tiga dua satu! Sekarang lakukan!”


BRRAAAAKKK……


Eddie menerobos pembatas jalan. “Huh ini sungguh gila! Aku benaran selamat! Yuhuuuu!” serunya langsung membelokkan mobilnya kearah jurang dan benar seperti prediksi Dante.


Doooorrrr Doooorrrr Doooorrr


Suara baku tembak terdengar oleh Eddie dan salah sasaran karena dia sudah meluncur kearah jurang sehingga musuh pun saling tembak mengenai temannya sendiri. Dan yang terjadi berikutnya adalah mereka semua mencoba memanuver untuk melindungi diri dari kecelakaan beruntun. Tapi---


Tabarkan hebat pun tak bisa terelakkan sehingga


DUUAARRRR


Beberapa kendaraan jatuh ke jurang. Kejadian itu terjadi begitu cepat hanya dalam sepersekian detik saja dan suara ledakan dari dasar jurang pun terdengar.


“Hahahahah!” Eddie tertawa melihat kejadian itu sambil memencet tombol kuning sesuai yang diperintahkan oleh Dante.


“Yuhuuu! Aku selamat! Haaa…..gila! Ini sungguh gila! Ini adalah pengalaman yang luar biasa. Mereka pasti tidak menduga kejadian ini, sama sepertiku yang tidak menduga kalau mobil yang aku kendarai bisa sekeren ini. Hahaha Dante….Dante….kau memang jenius dan ahli strategi! Kau berhasil membuatku masuk ke jurang dan keluar dari masalah. Bagus juga rencanamu Dante! Eh tapi aku juga harus berterima kasih pada Henry karena dia memberikan mobil ini padaku.”


Senang sekali hati Eddie dan dia pun mengemudikan mobilnya. ‘Eh tunggu dulu! Ini bagaimana cara naiknya? Kenapa makin lama justru makin turun?” ucap eddie karena baru pertama ini dia menggunakan mobil terbang. Dia tidak tahu bagaimana cara mengemudikannya dan sekarang dia punya masalah baru. “Aku tidak tahu cara menerbangkan mobil ini. Aduh!” ujarnya.


Dia pun berusaha mengendalikan mobil itu seperti helikopter dan tak sengaja mendorong kemudi mundur karena dia ingin melihat kearah jurang.”Wah, aku ngeri ternyata kalau sudah jadi helikopter! Ternyata kemudi ini bisa diangkat dan diturunkan. Kalau diangkat berarti naik dan kalau diturunkan berarti turun! Ohhhh jadi ini yang mempengaruhi ketinggiannya. ‘

__ADS_1


Eddie pun mulai mencoba mengangkat kemudi sehingga menjadi tinggi dan dia tertawa senang. “Wah asyik sekali ini. Aku harus cepat-cepat sampai kerumah sakit! Aku masih bisa mencoba mobil ini lain waktu. Sekarang fokus pada pekerjaan.” dia pun mengarahkan mobilnya ke jalan dan dia sudah memasuki jalur datar.


“Sekarang apa yang harus kulakukan untuk menghilangkan sayapnya?” tanya Eddie lalu mengambil ponselnya untuk menghubungi Dante.


“Apa lagi?”


“Aku sudah aman sekarang dan aku sudah mengendarai helikopter mobilmu. Tapi aku tidak tahu harus melakukan apa sekarang? Bagaimana caranya menghilangkan sayap mobil?”


“Begitu kau sampai dijalan, kau langsung pencet tombol kuning itu lagi maka sayapnya kan melipat sendiri. Bermanuverlah seperti kau mengendarai pesawat jet yang ingin mendarat di jalan. Gunakan rem dan pastikan kau berada dijalan lurus.”


“Baiklah. Berapa lama sayap akan tertutup?”


“Lima detik. Sayap akan menutup sempurna dan masuk kembali dan kau akan menggunakan tenaga dari mesin roket pendorong selama mendarat.”


“Keren sekali! Kapan-kapan aku pinjam mobilmu ini ya Dante.”


“Eh itu hanya bisa dipakai untuk satu kali terbang! Kau harus mengisi ulang lagi tenaga roketnya.”


“Jadi aku tidak bisa terbang lagi ini?”


“Tidak. Itu baru ku modifikasi dan baru diuji coba.” jawab Dante.


“Yeah, tetap saja keren! Kenapa kau beli mobil begini tidak bilang-bilang padaku? Aku juga mau beli.”


Tapi baru saja dia menyelesaikan ucapannya, Dante sudah mematikan telepon. Sementara diujung lain Dante tersenyum tipis.


“Fuuh! Kalian saja yang lupa tentang mobil itu. Aku sudah bilang aku akan membeli bugatti dan akan ku modifikasi. Tapi kalain menertawaiku karena setelah itu kalian minum dan bermain wanita.” Dante bicara sambil memasukkan ponselnya kedalam saku celananya.


“White! Ahli warismu belum ada dua puluh empat jam sudah berani mendatangi rumahku! Tapi sekarang Omero belum bisa membantuku.”


Dante bersandar disamping ruang ICU sambil memijat keningnya. Dia mencoba untuk berpikir apa yang bisa dia lakukan untuk menyelesaikan masalah ini. Pikirannya masih tertuju pada White dan dia yakin sekali kalau semua serangan itu berasal dari pihak White.

__ADS_1


“Aku sudah tahu ini tidak akan mudah. Barack! Apa sebenarnya yang kau inginkan? Kau benar-benar hilang ingatan dan kau jadi bodoh! Tapi aku rasa tidak. Kau mengambil foto kita di pintu bunker. Pasti ada maksud lain.” Dante benar-benar memikirkan semuanya.


__ADS_2