
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Kediaman Utama The Adjieran Smith, Jakarta, Indonesia......
Langit telah menggelap di atas sebuah bangunan luas dan mewah yang merupakan tempat tinggal utama dari satu keluarga yang memiliki banyak anggota di dalamnya, berikut latar belakang yang juga berbeda.
Hanya segelintir saja yang memiliki darah yang sama, namun hubungan yang terjalin diantara mereka yang memiliki hubungan darah atau tidak, justru dapat dikatakan melebihi dari mereka yang memiliki hubungan dalam perumpamaan ‘darah lebih kental daripada air’.
“Dad,” dia yang memiliki julukan sebagai gadis judes dalam keluarganya memanggil sambil memandang pada salah satu Dad angkatnya, yang sedang si gadis judes itu pinjam pahanya sebagai bantal kepalanya untuk merebah manja.
“Heeemm? ...”
Tanggap sang Dad angkat yang sedang ditanya Mika, dengan merendahkan pandangannya untuk memandang Mika yang mengajaknya bicara.
“Val menginap di rumah Bunda Magda?” tanya Mika.
“Memang kau tidak berkomunikasi dengannya? ...” sahut sang Dad yang sedang Mika ajak bicara.
“Terakhir sore tadi, selepas aku selesai spa ... tapi hanya dibaca, tidak dibalas.”
“Ya ilah Mi, orang lagi pacaran ngapain ditanyain sih? ...” sambar Isha. “Iseng amat ...”
Beberapa orang tua serta para saudara – saudari Isha dan Mika yang sedang ada bersama mereka pun mendengus geli saja.
“Ye aku kan hanya mau tanya apa Val akan ikut kita pergi duluan bareng Aro besok ke SIN?...”
“Oh kalian jadi mau berangkat duluan bareng Aro besok?”
Momma yang sedang ada bersama tiga orang yang bersuara itu menyela untuk bertanya.
Mika, Isha, dan para saudara – saudari keduanya yang lengkap ada kecuali Val, mengiyakan dengan serempak.
“Makanya aku tanya apa Val menginap di rumah Bunda Magda atau engga, soalnya dia belum bilang ikut dengan kami atau dengan kalian ....”
“Kayaknya sih Val akan memilih untuk ikut dengan The Dads and Moms serta The Grand Dads and Grand Moms.” Timpal Isha. “Val ga akan melewatkan sedikitpun kesempatan buat bersama Kak Kafeel selama bisa deketan sama itu Babang tamvan pujaan hatinya si Val .... apalagi mereka udah jadian gitu .... plus Val juga ga bakal lama bisa sama – sama Kak Kafeel, karena dari SIN kan katanya kalian mau langsung balik ke London? –“
“Betul itu!”
Aro dan beberapa lainnya menimpali cerocosan Isha.
♥♥
“Tanyakan saja lagi tentang apakah Val akan ikut dengan kalian duluan ke SIN jika dia pulang nanti. Jika tidak, dan kalian pergi saat pagi dan dia pun belum kembali, serta juga tidak mengatakan apa-apa, ya kalian pergi saja duluan ke SIN bersama Aro.”
Dad yang tadi ditanya Mika kemudian bersuara. Membuat Mika yang masih rebahan manja di atas pahanya, kembali memandang pada Dad yang dituakan dalam keluarga mereka. Dad R.
“Jadi Val menginap di rumah Bunda Magda?—“ ini Ann yang bertanya pada Daddy R yang langsung menggeleng, lalu langsung juga menjawab pertanyaan Ann barusan.
“Dia sedang di apartemen Kaka –“ kata Dad R.
Dan Ann berikut saudara-saudarinya yang lain sontak menoleh kepada Dad R. “Dengan siapa Val menginap disana?”
Rery yang bertanya kemudian.
“Hanya Val dan Kafeel saja.” jawab Dad R.
“Dan Dad berikan ijin?”
__ADS_1
Dad R manggut-manggut.
“Kaka sudah menghubungiku untuk mengatakan jika Val ada di apartemennya karena mereka sempat mengalami sedikit masalah, jadi Kaka membawa Val ke apartemennya untuk bicara berdua---“
“Masalah apa Dad?—“ tanya Rery, namun pertanyaannya langsung dipotong oleh Daddy R.
“Masalah internal mereka berdua—“
Daddy R segera menjawab pertanyaan kedua Rery, dimana pertanyaan Rery tersebut mewakili keingintahuan saudara-saudarinya yang lain.
Dimana para pewaris muda yang beragam usia, hanya menganguk-anggukkan kepala mereka saja kala Daddy R mengatakan ‘masalah internal’.
Yang mana para pewaris muda tersebut paham maksudnya.
♥♥
“Dad ga khawatir memang, membiarkan Val menginap berduaan dengan Kak Kafeel di apartemennya? ....”
Salah seorang anak angkat Dad R yang telah berada kembali dalam kediaman mereka setelah dua hari satu malam diajak ‘menyepi’ oleh suaminya itu, nyeletuk iseng.
“Nanti kalau ada setan nyempil ditengah-tengah Val dan Kak Kafeel, The Dads and The Moms bakal punya calon cucu dadakan loh.”
“Ih Kak Drea mulutnya jahara ih!” Celetukan pun langsung meluncur dari mulut si bontot yang ga jadi.
Aina.
“Sama adik merangkap adik iparnya sendiri juga.” Sambung Aina.
“Ye bukan gitu ‘Ain, Ghain, Fa’ --”
Celoteh Drea selepas ia terkekeh kecil, berikut mereka yang sedang bersamanya dan Aina, setelah mendengar celotehan adik kandungnya Nathan itu.
“Knooww---“
Tak hanya Aina yang menyahut geli.
“Tergantung orangnya itu mahhhh –“ Momma bersuara. “Kalian sudah paham konsenkuensi atas setiap perbuatan kan?. Jadi kalo yang buruk masih dilakukan, kalian harus sadar betul resikonya. Kan?”
Momma menyampaikan pendapatnya, sebagai korban godaan saiton botak dulu, yang diajak khilaf oleh Poppa sebelum mereka menjadi pasangan halal, akibat si Poppa yang ga mau Momma minta dibalikin ke orang tuanya.
“Momma benar—“
Mommy Ara kemudian menimpali ucapan Momma.
“Bukan kami membenarkan Val yang menginap di tempat seorang pria yang notabene hanya ada mereka disana, dan meskipun pria itu adalah kekasih Val ----“ sambung Mommy Ara. “Toh Kaka sudah menampakkan bahwa dia memang dia tidak ada niatan buruk pada Val, dengan menghubungi Dad R dan mengatakan jika Val ada bersama Kaka di apartemennya—“
Mommy Ara lanjut bicara.
“Kalau Kaka ada niatan buruk pada Val, ga mungkin kan dia sibuk menghubungi ayah kekasihnya untuk memberitahukan keberadaan putrinya?—“
Mommy Ara memandangi satu-satu para pewaris muda yang serius mendengarkan setiap ucapannya.
“Ibu Peri benar.” Tukas Daddy R. “Bahkan dalam agama pun hal itu tidak dibenarkan. Yah, aku paham. Tapi seketat-ketatnya orang tua, akan ada celah untuk para anak berbuat semaunya, sekalipun kami sudah melarang atau mengawasi kalian sebegitu ketatnya, jika kalian memang ingin melakukan hal yang bahkan sudah kami larang dengan keras sekalipun.”
“Contohnya----“ Daddy Jeff yang juga ada, bersuara. “Me, and you guys Papi (Aku, dan Papi kalian)”
Dan Daddy Jeff menunjuk dirinya sebagai contoh, termasuk juga Papi John yang merupakan boy terfucek dalam keluarga mereka dalam urusan wanita, walaupun keduanya sudah tobat sejak lama.
“Orang tuaku dan Papi kalian sudah benar mengajarkan kami, begitu juga Gappa dan Gamma. Tapi kami tetap melakukan banyak hal yang tidak benar. Urusan hubungan dengan lawan jenis dalam hal ini.”
__ADS_1
“Itu benar.”
Papi John menimpali.
“Semua kembali kepada pribadi masing-masing—“
“Dengan catatan, kalian berani mempertanggung jawabkan segala hal tidak benar yang kalian lakukan.”
Salah seorang Dad yang pernah merasa dirinya melakukan kesalahan dengan sang istri sebelum menikah, dimana kesalahan itu memang sebuah pemaksaan darinya ikut bersuara untuk berkomentar.
Poppa-yang walaupun bukan seorang eks fucek boy, namun Poppa juga tak segan mengakui kesalahannya dalam berhubungan dengan Momma dulu, selain-walaupun tidak sampai berhubungan ranjang dengan banyak perempuan, Cuma Poppa kan sempat obral bibir juga pada pacar-pacarnya.
“Selain, kalian paham resiko.”
Poppa menambahkan ucapannya.
"Karena rasanya kami sudah cukup menasehati kalian, memberitahukan segala hal yang baik dan buruk, dan aku pikir kalian sudah cukup mengerti hal itu, bukan?"
Dimana para pewaris muda itupun manggut-manggut.
"Semua hal kami kembalikan kepada kalian, bagaimana kalian menjaga kepercayaan kami."
"Iya Pop!"
“Dan aku percaya, jika saudari kalian itu tahu mana yang baik dan buruk untuknya, sekalipun dia sedang hanya berduaan dengan kekasihnya—“
Daddy R kembali berucap.
“Dan aku pun percaya pada Kaka... jika Kaka benar-benar mencintai Val, sekalipun hasratnya sudag di ubun-ubun, aku yakin dia akan sekuat tenaga untuk tidak membuat dirinya dan Val berakhir di ranjang.”
♥♥
Sebuah unit apartemen di bilangan Jakarta, Indonesia...
Bicara soal ranjang,
Ada seorang gadis, yang matanya mulai mengerjap-ngerjap perlahan, hingga kemudian terbuka.
Lalu nampak menarik nafasnya, sambil menyesuaikan pandangannya.
Hidungnya sedang menyesapi harum dari tempatnya berada sekarang.
Harum yang memanjakan indera penciumannya, hingga membuat gadis tersebut menarik sudut bibirnya.
“Eh tunggu. Ini ---“ gadis itu kemudian menggumam, setelah matanya terbuka lebar, dan kesadarannya telah tertarik, saat ia sudah dapat melihat sedikit tempatnya berada sekarang.
Didetik dimana matanya kemudian melebar saat telah benar-benar menyadari keberadaannya saat ini.
“Ini kan kamar Kak Kafeel? –“
Adalah Val, gadis yang barusan menggumam, kala telah menyadari dimana ia berada sekarang.
Val tahu betul jika saat ini ia sedang berada dalam kamar di apartemen kekasih setengah om-omnya itu.
Lalu matanya membola ketika lebih menyadari jika ia tengah berada di atas ranjang, ranjang pribadi Kak Kafeelnya.
Dimana si pemilik kamar...
♥♥♥♥
__ADS_1
To be continue...