
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Little Star Island, Isola, Italy,
“Perasaan kamu, hampa bagaimana?...”
Adalah Varen yang bertanya pada Val, karena ingin memastikan apa yang ia pikirkan.
“Ham-pa?...“
Val menanggapi ucapan Varen dengan ekspresi wajah yang nampak bingung.
“Tadi kamu bilang perasaan kamu hampa. Apa...“ Varen berkata lagi.
“Me-mangnya, tadi, Val bilang begitu ya?...“
“Kan, waktu Abang tanya tadi bagaimana perasaanmu, lalu kamu jawab, jika perasaanmu hampa, lalu kamu terdiam...”
“Me-mangnya, kapan Abang bertanya soal perasaan Val?...“ Val bertanya sambil memandang kepada kakak kandungnya, yang sontak terdiam itu.
“Ya sudah. Lupakan saja...”
Varen lalu berkata seraya ia tersenyum pada Val.
“Abang yang melantur karena senang kamu sudah sadar. Sekarang, kamu hanya harus fokus pada pemulihan kondisi kamu, dan jangan dulu banyak bicara karena itu juga membutuhkan tenaga, hem?”
“I-ya, Abang... teng-gorokan Val juga masih terasa kering, walaupun sudah minum ta-di—“
“Kamu ingin minum lagi?” tukas Varen, memandang pada Val yang mengangguk.
Kemudian Varen menoleh pada Celine.
“Tidak apa kan, jika dia banyak minum, Cel?” lalu bertanya pada salah satu orang kepercayaannya itu.
“Tidak apa, Tuan...” jawab Celine.
🌷
Dibantu oleh Momma, Val kembali mendapatkan minum untuk membasahi kerongkongannya yang Val masih rasakan begitu kering kerontang.
“Te-rima kasih, Momma...”
Val berucap pelan setelah ia selesai minum dengan dibantu oleh Momma.
“Sama-sama, Sayang...”
Momma membalas ucapan terima kasih Val padanya.
Dimana Val kemudian menampakkan senyumnya pada Momma.
Dan senyum Val itu menular ke semua orang yang bersamanya.
Yang merasa lega, karena meski tipis dan lemah, pada akhirnya mereka bisa melihat senyum Val lagi setelah kurang lebih enam bulan lamanya senyum Val tidak terlihat.
“Tenggorokan Val masih dirasa kering kah?” adalah Mama Jihan yang bertanya, karena Val lalu terdiam dengan lehernya yang naik turun seperti sedang berusaha menelan sesuatu.
“Su-dah tidak sekering ta-di,” jawab Val masih dengan nada suaranya yang pelan.
“Alhamdulillah kalo gitu.”
Mami Prita yang bersuara.
“Tapi jangan dipaksain ngomong dulu kalo emang tenggorokan Val cepet lagi Val rasain kering.”
“I-ya, Mami...” sahut Val hanya dengan gerakan bibirnya saja, seraya ia tersenyum lagi. Kemudian fokus semua orang beralih pada Celine yang bicara.
🌷
“Nona Muda Valera, duduknya cukup dulu ya?... Sekarang Nona Muda berbaring dulu lagi, setelah nanti ingin duduk kembali, tinggal bilang saja. Tapi berhubung kondisi Nona masih lemah, jadi untuk sementara waktu jangan duduk terlalu lama...“ ucap Celine yang sudah lebih mendekat pada Val.
Val mengangguk dan menukas samar pada Celine. “I, ya,” jawab Val.
Setelahnya, percakapan antara Celine dengan anggota keluarga Val yang sedang bersama gadis itu tercipta dan Val hanya memperhatikan saja.
Sampai pada akhirnya Celine mengatakan lagi apabila saat sesudah Val makan, sebaiknya Val dibiarkan istirahat. Guna memulihkan kondisinya, selain gadis itu memang masig nampak terlihat seperti orang bingung.
Yang memang seperti itu kiranya yang sedang Val rasa dan pikirkan. Hanya saja tenggorokannya yang masih ia rasakan cepat kering dan berefek agak sakit jika bersuara, membuat Val urung jika tadinya ia ingin menyela untuk bertanya.
Lalu banyaknya percakapan yang saling menimpali dari orang-orang yang berada di depannya itu, dengan cepat bisa membuyarkan Val jika sebelumnya ada sesuatu yang ingin ia tanyakan. Jadi saat ini, ia memperhatikan saja mereka yang bersamanya itu saling bercakap.
Hingga kemudian Val di kembalikan lagi pada posisinya untuk berbaring oleh Varen yang kemudian undur diri dari hadapan Val. Dan mengkode pada Celine agar mengikutinya untuk keluar dari ruang rawat intensif Val. Dimana salah satu orang kepercayaan Varen itu langsung mengangguk paham, lalu mengekori Varen saat suami Drea itu melangkah menjauh dari tempat Val berada.
Sementara Val tetap terus berbaring hingga makanan untuknya datang dan kemudian dibantu lagi duduk oleh para Daddy berikut Gappa serta tiga saudara lelaki Val yang menunggu giliran untuk menjenguk pasca Val bangun dari koma.
🌷
“Kak Arya kalau mau masuk lihat Val, boleh kok...”
Drea yang sudah keluar dari ruangan Val itu kemudian menegur Arya yang sedang duduk-duduk bersama Mika dan The Kiddos lainnya.
Arya mengangguk dan tersenyum. “Santai ‘Ya. Biar kalian aja yang puas-puasin dulu ngabisin waktu sama Val... lagian Val juga masih butuh banyak istirahat biarpun baru bangun dari koma.”
“Iya sih—“
🌷
“Setelah ini Val sudah tidak memerlukan infusan, bukan?”
Adalah Poppa yang berkata pada Celine ketika Val telah selesai makan dengan menggunakan mulutnya setelah kurang lebih enam bulan Val makan melalui selang.
“Jika stabil, maka setelah infusan ini habis maka Nona Muda Valera tidak perlu lagi mendapatkan infusan, Tuan Andrew—“
“Masih ada obat yang perlu ia konsumsi?...” Dad R yang kemudian angkat suara.
“Saya baru saja meminta Aida dan Hana melakukan pengecekan pada sample darah Nona Muda Valera.”
Celine pun lugas menjawab.
“Jika memang hasilnya oke, berarti penawarnya bekerja dengan baik dan hanya vitamin saja yang akan saya berikan pada Nona Muda Valera.
‘Penawar?’
Adalah Val yang membatin setelah ia sayup-sayup mendengar suara Celine.
‘Penawar apa, ya?—‘
“Hey, Baby, apa ada sakit yang kamu rasa?” Papi John yang menegur Val ini, karena Val terdiam sambil memandang nanar ke arah Celine yang sedang berdiskusi dengan Poppa dan Dad R.
“Heu?”
Val yang terkesiap.
__ADS_1
“Apa kamu merasakan sakit?”
Papi John mengulang pertanyaannya.
Val menggeleng. “V-al merasa sedikit mengan-tuk—“
“Ya sudah, kalau begitu kamu beristirahat dulu ya?...” tukas Daddy Jeff dan Val langsung mengangguk seraya tersenyum.
Lalu melupakan dirinya yang ingin bertanya tadi.
🌷
Seluruh anggota keluarga The Adjieran Smith yang berada di Little Star Island telah mendapatkan giliran mereka untuk menjenguk Val pasca komanya. Dan kini, Val dibuat agar beristirahat lagi oleh Celine untuk pemulihan stamina tubuhnya selain Val sudah mendapat asupan makanan langsung setelah selama kurang lebih hampir enam bulan lamanya, Val hanya mendapatkan nutrisi melalui infusan.
Jadi setelah Val sadar sekarang, semua asupan makanan untuknya akan disiplin dikonsumsikan pada Val.
Selain vitamin yang juga diberikan Celine, guna membantu proses pemulihan Val lebih cepat. Serta kiranya agar Val cukup fit untuk melakukan serangkaian pemeriksaan untuk mengobservasi kondisi tubuhnya.
Bahkan Val yang sedikit mengantuk hingga gadis itu kemudian mengatakan jika dirinya benar-benar mengantuk, dibiarkan tidur oleh Celine karena rasa ngantuk yang Val rasa adalah proses yang natural. Setelah sempat para Daddy Val termasuk Mommy Ara yang terus setia di sisi Val mempertanyakan keamanan jika Val dibiarkan tidur lagi padahal baru bangun sebentar.
Namun Celine memberikan penjelasan yang menenangkan, hingga keluarga Val kemudian merasa lega dengan Val yang tertidur lagi setelah belum lama bangun dari ‘tidur panjangnya.’
Tapi tetap, kekhawatiran-kekhawatiran muncul dari para anggota keluarga Val, saat Val dirasa cukup lama tertidur.
Lalu mereka yang khawatir itu ditenangkan lagi oleh Celine dengan penjelasan yang wanita itu berikan.
Hingga kekhawatiran Val akan jatuh koma lagi setelah gadis itu tertidur kemudian patah, karena Val terbangun di pagi harinya dengan kondisi yang terlihat lebih baik dari hari sebelumnya.
🌷
“Ezra sama Nino katanya mau datang besok ya, Poppa D?”
Momma bertanya pada suaminya itu di ruang makan saat keduanya dan beberapa anggota keluarga lain mengambil bagian pada sesi kedua untuk makan siang.
Setelah pada saat sesi pertama maksi, mereka yang ikut makan siang di sesi kedua itu sedang mendapat giliran menemani Val, yang melakukan pemeriksaan di kepalanya.
“Iya...”
Poppa segera menjawab istri tercintanya itu.
“Mario juga akan datang bersama mereka,” ucap Poppa lagi dan Momma manggut-manggut kecil.
“Sini Mi, ’Ya. Makan dulu.”
Arya yang bicara, ketika melihat Mika masuk ke ruang makan bersama Drea.
Dimana keduanya langsung mengangguk lalu mengambil tempat duduk dan bergabung bersama lainnya yang sedang makan siang di sesi kedua.
“Abang sama Putra mana, Juleha?—“
“Abang lagi nemenin Val balik ke kamar rawatnya, nanti langsung nyusul ke sini. Drea disuruh duluan makan. Putra sama Gadis lagi disuapin sama Mama Fabi dan Oma. Sekaligus diajak main sama Papa dan dua engkong uyutnya —“
“Oh, ya udah... ambilin makan Abang juga aja sekalian kalo gitu,” tukas Momma.
Drea pun menggangguk.
“Sudah selesai semua pemeriksaan Val hari ini?” tanya Poppa.
“Sudah Pop... hanya fisioterapi sebentar, lalu MRI dan CT Scan—“
🌷
“Sudah keluar hasilnya, Cel?...” Varen yang sudah menyelesaikan makan siangnya lalu kini sedang berada di luar kastil untuk sekedar melakukan kebiasaannya sehabis makan bersama beberapa pria lain untuk menikmati sebatang nikotin dan beberapa diantaranya menghisap vape, bertanya pada Celine yang muncul di hadapannya dan mereka yang sedang mengepul ria bersamanya itu.
Celine pun langsung menjawab pertanyaan Varen.
“Ini saya mau memberikannya pada anda, karena para tuan besar tidak ada satupun yang ada di ruang rawat Nona Muda Valera.”
“Mereka mungkin lagi istirahat di kamar, Cel,” timpal Nathan, dan Celine pun mengangguk seraya tersenyum.
“Setelah ini kau pergilah makan bersama Aida dan Hana juga...”
“Santai, Tuan. Hana yang sudah saya suruh pergi beristirahat, karena ia jaga malam.”
Celine menyahut sopan namun santai. Dan Varen mengangguk menanggapinya. Sambil ia menerima beberapa lembar kertas dari tangan Celine yang kemudian Varen baca.
“Apa hasilnya baik?...” tanya Varen sebelum ia membaca selembar kertas yang Celine berikan.
“Terfokus pada otak dan tulang belakang Nona Muda Valera, semua hasilnya baik, Tuan. Semua organ dalam lainnya juga dalam kondisi yang baik. Secara medis, Nona Muda Valera dinyatakan sehat.”
Varen dan beberapa pria yang kurang lebih sebaya dengannya itu kemudian tersenyum setelah mendengar jawaban Celine, sambil juga membaca hasil pemeriksaan yang dibawa oleh wanita kepercayaan Varen untuk urusan kegiatan di Little Star Island itu.
“Lalu masalah Val yang masih ga fokus serta sering terlihat bingung itu, apa efek dari komanya?...” tanya Nathan pada Celine yang langsung mengangguk.
“Nona Muda Valera termasuk memiliki imun yang cukup bagus meskipun dia masih agak limbung untuk berjalan. Tapi untuk ukuran orang yang baru saja sadar dari koma, dalam masa dua hari ini beliau sudah cukup terlihat segar, itu luar biasa, Tuan.”
Kemudian Celine memberikan penjelasan.
“Karena biasanya, orang yang baru sadar dari koma setidaknya paling cepat itu butuh waktu satu minggu untuk memulihkan diri. Tapi Nona Valera sudah bisa duduk dan makan sendiri bahkan membersihkan diri meski masih agak sedikit terbatas geraknya. Diluar itu, masalah psikis yakni dirinya yang masih sering kurang fokus dan terlihat bingung, itu karena Nona Muda Valera masih menyesuaikan diri dengan keadaaan di sekelilingnya sekarang.”
Celine bicara panjang lebar.
“Hal itu normal, kok, Tuan. Baru dua hari, dan memori dalam otaknya pasti masih mengurutkan kejadian yang menimpanya sebelum ia koma—“
“Baiklah, Cel... terima kasih banyak ya?” tukas Varen. “Kau pergilah makan dan beristirahat sana...” ucap Varen lagi.
“Iya, Tuan—“
“Apa ada pemeriksaan lagi untuk hari ini?”
“Besok Tuan, untuk EEG dan fisioterapi jika Nona Muda Valera masih memiliki kesulitan untuk berdiri lama-lama tanpa bantuan—“
“Ya sudah kalau begitu.”
“Oh iya Tuan, satu lagi. Biarkan saja Nona Valera mengingat sendiri apa yang terjadi. Jangan dipaksa untuk berpikir keras dulu.”
Varen dan mereka yang bersamanya itu kemudian mengangguk, dan setelahnya Celine undur diri dari hadapan para pria matang itu.
🌷
“Val, sepertinya banyak tertidur ya?...”
Adalah Kafeel yang berujar,saat dia mendapatkan waktunya untuk melihat Val yang seperti kata Kafeel barusan, jika gadis kecil tercintanya itu cukup banyak tertidur.
Dalam artian----Val paling lama terjaga sekitar tiga jam pasca ia terbangun dari koma, lalu gadis itu akan tertidur dalam waktu selayaknya waktu tidur orang saat malam hari.
“Metabolisme tubuhnya belum normal.”
Varen yang kemudian menanggapi ucapan Kafeel, karena ia memang sedang berdiri bersama pria itu dibalik kaca ruang rawat intensif Val.
Kafeel pun mengangguk.
“Jadi kalau dia tertidur agak lama, Celine bilang itu ga apa.”
__ADS_1
Varen berucap lagi.
“Toh walaupun lama tidurnya, Val bergerak sesekali, bahkan berganti posisi. Tidak seperti ia yang bergeming saat koma.”
Kafeel lalu mengangguk mengiyakan. Setelahnya, memanfaatkan waktunya untuk memandangi Val yang sedang tertidur itu lama-lama. Sambil menunggu dirinya diperbolehkan untuk bertatap muka dengan Val.
“Tunggu semua proses pemeriksaan Val selesai baru lo akan gue persilahkan untuk muncul dihadapannya. Tapi inget satu hal, kalau saat dia melihat lo kemudian dia menyuruh lo pergi, lo baiknya pergi dulu sampai dia tenang.”
“Iya—“
“Sementara itu, daripada lo nganggur, mending lo cek tuh laporan keuangan yang dikirim Ammar karena gue ga sempat kroscek itu laporan.“
Kafeel mengulum senyum setelah mendengar ucapan Varen barusan.
“Gue kan udah mengundurkan diri, Va—“
“Ga gue terima pengunduran diri lo.”
🌷
“Abang...”
Val baru saja melakukan pemeriksaan lanjutan ditemani oleh Varen dan tiga anggota keluarganya yang lain, dan kini Val sedang melintasi area dalam kastil dengan duduk di kursi roda dan Varen yang mendorongnya.
“Ya?...” sahut Varen yang mendengar Val yang memanggilnya, karena suara Val sudah lebih jelas sekarang saat berbicara.
“Apa Val sakit parah?...”
“Tidak. Kamu dibawa ke sini karena kamu koma dan butuh perawatan intensif. Itu saja.”
“Kenapa Val tidak dibawa ke rumah sakit?...”
“Pertama, kami ingin menghindari wartawan di London yang pasti bertanya kenapa kau bisa koma. Kedua---“
“Oh iya, Val sudah mendengar beberapa kali jika Val ini koma. Memang, kenapa Val bisa koma?...”
“Kamu tidak ingat?”
“Tidak...”
Jawaban Val membuat Varen terdiam. Namun setelahnya ia kemudian ingat ucapan Celine jika Val masih mengadaptasikan memorinya.
🌷
“Abang...”
“Apa?”
Varen yang sedikit melamun itu kemudian terkesiap saat Rery berbisik di telinganya sambil menyentuh lengannya.
Sementara Val sedang di ajak bicara oleh Ann dan Drea setelah Varen melepaskan pegangangnya dari gagang kursi roda Val.
“Mau diambilkan bantal untuk alas duduk kamu, Val?...” Ann yang bertanya dan Val mengangguk mengiyakan, lalu Ann melangkah untuk mengambilkan Val bantal duduk, sementara Drea merapihkan kunciran rambut Val.
“Ada Kak Kaf di halaman depan...”
‘Kak Kaf?...’
Val membatin ketika ia mendengar ucapan Rery yang berbisik di telinga Varen, karena keduanya berdiri tepat di belakang Val.
“Kenapa, Val?” Drea yang bertanya, karena matanya menangkap Val yang sedang memegangi dada kirinya. “Dada kamu sakit?”
“Tidak, Kak Drea...”
Val lalu menjawab.
“Hanya tiba-tiba berdebar sedikit—“
“Oh, mungkin efek pemeriksaan—“
🌷
Sementara itu di halaman kastil,
“Hari ini Val menjalani pemeriksaan apa, Dad?”
Hubungan Kafeel dan para anggota keluarga Val, terutama dengan para prianya sudah kian baik dari sejak Kafeel sudah tinggal di Little Star Island kala ia diberitahukan fakta jika Val masih hidup setelah Kafeel mengira Val telah tiada karena bunuh diri.
“EEG dan Physiotherapy.”
Kafeel pun mengangguk setelah mendengar jawaban Dad R.
Yang mana memang sudah kian baik, karena Kafeel sudah sering berkumpul dengan para pria itu tanpa lagi sering menyendiri, atau berlama-lama berjaga di sisi Val saat gadis kecil tercintanya itu masih koma.
Dimana hubungan Kafeel dan para pria dalam keluarga Val yang sudah hampir seperti semula itu, dimulai oleh para Dad yang memang tidak pernah membenci Kafeel. Malahan mereka tak tega pada si AA setelah mendengar pria itu sempat depresi juga karena Val.
Atas dasar rasa iba itu pula, Varen yang mengetahui jika Kafeel sedang ada bersama beberapa anggota keluarganya di halaman depan kastil atas informasi dari Rery, memutuskan untuk mempertemukan Val dengan pria yang mencintai adiknya setengah mati itu. Karena Varen menilai, kondisi Val sudah cukup baik jika hanya dipertemukan dengan Kafeel.
Bahkan Varen berharap, kondisi Val akan semakin membaik setelah ia melihat Kafeel, lalu mendengar betapa pria itu selalu berada di sisinya selama dua bulan terakhir tanpa putus. Jadi Varen mendorong kursi roda Val hingga mencapai halaman depan kastil dimana ada Kafeel disana.
🌷
Hanya saja, reaksi Val saat dihadapkan dengan Kafeel, sungguh diluar dugaan semua orang.
Val tidak menampakkan rasa senang apalagi bahagia saat melihat Kafeel. Tapi juga, tidak menunjukkan kebencian pada pria itu.
Malah Val, nampak datar saja melihat Kafeel, tanpa ada bentuk emosi senang atau benci.
Dimana kedataran Val itu, “Memangnya, dia siapa?... Kenapa Val harus diberi ruang dengannya, Daddy?...”
Menunjukkan jika Val tidak mengenali Kafeel, yang wajahnya nampak terkejut seperti beberapa orang yang sedang bersamanya itu.
Yang mana beberapa orang pria keluarga Val yang bersama Kafeel itu langsung menelisik wajah Val, untuk menemukan indikasi jika dia berpura-pura.
Namun sayangnya, indikasi kepura-puraan itu tidak ditemukan dalam ekspresi wajah Val. Malah beberapa ucapan Val kemudian, jadi menimbulkan kekhawatiran baru.
“Apa... Val, menyetir sendiri lalu kecelakaan hingga Val koma, lalu dia yang menolong Val? Tapi seingat Val, kita sedang liburan besar dan Val sedang duduk bersama May di kapal pesiar kita, mengobrol sambil memakan camilan. Lalu kapan Val kecelakaannya, ya?—“
“Apa kamu bilang, Val?—“
“Iya, seingat Val terakhir kali, kita sedang berada di kapal pesiar bersama seluruh kerabat kita semua. Tapi tahu-tahu Val sudah terbangun di ruangan yang mirip kamar rawat rumah sakit itu—“
“Ya Tuhan—“
🌷
“Jadi bagaimana, Cel?”
“Nona Valera merasa dirinya masih di usia empat belas tahun.”
🌷🌷
To be continue....
__ADS_1