
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Kediaman Utama The Adjieran Smith, Jakarta, Indonesia
Dikala para generasi muda kembali ke area kolam renang, para orang tua dan tetua membubarkan diri dari teras halaman belakang Kediaman Utama The Adjieran Smith yang berada di Jakarta tersebut.
Lalu para orang tua dan tetua itu, kemudian membagi lagi menjadi kelompok yang terpisah.
Para kakek dan nenek memisahkan diri dari para orang tua lalu melakukan kegiatan yang berbeda. Sementara para orang tua membagi lagi menjadi dua bagian yakni pria dan wanita. Para Dads termasuk Uncle Rico memilih untuk melipir ke ruang bermain billiard untuk bercengkrama membahas hal-hal yang berbau pria.
Sementara para Mom melipir ke area salon dan spa yang tersedia dalam Kediaman. Tak terlalu besar, namun nyaman dan mewah tentunya.
Hanya tempatnya saja, sementara staff salon dan spa yang diminta untuk melayani para anggota yang ingin memanjakan diri akan dihubungi untuk datang memberikan servis yang diinginkan oleh para anggota keluarga Sultan dan Sultanah itu-jika mereka sedang ingin merawat diri di rumah saja.
♥
“Poppa D sayang mau mandi?...”
Itu Momma yang bertanya pada Poppa, kala keduanya telah berada di area dalam Kediaman.
Sementara lainnya telah memisahkan diri.
“Nanti sajalah –“ jawab Poppa.
“Ga gerah emang?...”
“Sudah tidak lagi.”
“Ih tapi kan keringetan gitu badannya? Lengket kan?...”
“Mandi bareng kamu saja nanti.” Kata Poppa sambil memasang ekspresi konyol.
Membuat Momma terkekeh geli. “Ih udah tua ga ada bosen-bosennya?!” kata Momma kemudian.
“Umurku saja yang tua kan Momma Heart Sayang..”
Poppa berucap.
“Lihat dari ujung kepala sampai ujung kaki suamimu ini. Orang yang tak mengenalku tidak akan percaya jika aku sudah menjadi seorang Opa.”
“Iya, iya.. Poppa emang macho dari dulu sampe sekarang!”
“Oh pastinya!”
Poppa yang jumawa, dan Momma terkikik saja.
“Ya udah, kamu mau mandi sekarang apa engga?. Kalau mau sekarang aku siapin pakaian ganti kamu sekalian.”
“Nanti saja bareng kamu, Heart.” Jawab Poppa.
“Ih aku udah mandi tadi habis Shubuh!” Pungkas Momma.
“Ya kamu bukannya mau pijat dengan The Moms serta Shireen? ...”
“Iya sih –“
“Nah ya sudah, pasti mandi lagi kan?...”
“Ya iya emang, tapi kan habis pijat sekalian spa trus---“
“Habis pijat langsung panggil aku, biar aku saja yang memberikan perawatan spa untuk kamu di kamar mandi kita..”
Poppa menyambar ucapan Momma dan bercerocos ria.
“Ih tapi kan –“ Momma hendak menyergah.
“Sudah sana, pergi ke habitatmu—“
Poppa tak mau memberikan Momma kesempatan untuk menyergah ucapannya.
“Habitat ..” rungut Momma. “Emang aku anggota margasatwa?! ..”
Poppa sontak terkekeh melihat Momma yang merungut.
Cup!.
“I love you.”
Poppa mengucapkan sebaris kalimat cinta setelah mengecup salah satu pipi Momma.
“Aku ganti baju dulu.”Poppa berpamitan dan Momma mengangguk seraya tersenyum.
“Aku siapin kalau gitu---“
“Tidak usah aku bisa sendiri. Kamu bergabung saja dengan The Moms sana, hem?”
“Ya udah.”
Cup!.
Momma memberikan kecupan balasan di pipi Poppa yang orangnya tersenyum hangat.
“Love you more, D ..”
Sebaris kalimat cinta balasan juga keluar dari mulut Momma.
Berikut panggilan sayang Momma pada Poppa.
Begitu selalunya interaksi pasangan bebek nih dalam keseharian mereka.
Selalu mesra, macam seperti pasangan yang baru menikah. Hal yang Poppa dan Momma selalu usahakan selalu ada dalam hubungan pernikahan mereka.
♥
“Eh Poppa, The Dads yang lain mana?” Poppa segera menghentikan langkah, kala sebuah suara berikut sosoknya bertanya padanya.
Poppa berpapasan dengan Val yang baru masuk ke area dalam Kediaman saat ia hendak naik ke lantai dua melalui tangga utama.
“At the pool lounge ( Di ruang billiard )” jawab Poppa pada Val yang barusan bertanya padanya itu.
“Kak Kafeel ada bersama kalian?....”
“Bukannya dia bersamamu?”
“Tadi pamit ke toilet, tapi sudah lama perasaan Val Kak Kafeel ke tolietnya dan belum menyusul Val ke kolam renang juga sampai sekarang.”
“Hah kamu ini, Kak Kafeelmu hanya pergi ke toilet. Selama-lamanya dia di dalam toilet, tidak akan juga dia berada disana sampai besok. Kecuali ia tertidur di dalam bathtub.”
“Ih Poppa nih, macam tidak sering mencari-cari Momma saja kalau sebentar Poppa tidak melihat Momma..”
Poppa pun mendengus geli selepas mendengar celotehan salah satu putrinya itu.
__ADS_1
“Jadi Kak Kafeel tidak ada di Pool Lounge bersama The Dads?..”
Poppa menggeleng.
“Ya sudah kalau begitu Val cari Kak Kafeel dulu.”
Poppa pun mengangguk dan Val hengkang dari hadapannya yang kembali meneruskan langkah untuk pergi ke lantai dua-kamar pribadi Poppa dan Momma untuk berganti baju.
♥
Di Pool Lounge dalam Kediaman.
“Si Donald Bebek tua mana?...” itu Daddy Jeff yang bertanya.
“Tadi di belakang gue perasaan.”
Uncle Rico yang menjawab.
“Halah macam kalian ga tau Bebek Tua yang selalu mengusahakan kesempatan berduaan sama si Kajol di dalam kamar...” celetuk Daddy R sekaligus mencibir dalam candaan atas satu kelakuan Poppa yang Dad R sudah hafal di luar kepala.
Lalu mereka yang bersama Daddy R terkekeh geli saja.
“Mintakan maid untuk buatkan kopi John...” kata Daddy R kemudian.
“Okay.”
“Eh tapi ga usah lah, biar gue saja yang bilang, sekalian gue mau mandi dulu...”
Daddy R keburu menyambar saat Papi John baru saja hendak mengangkat gagang interkom yang ada di ruangan tempat mereka berada sekarang.
“Mending sekalian lo panggil aja si Kaka kesini buat ngomongin soal Lena, R.” Ucap Daddy Dewa sambil ia mengambil salah satu stik billiard yang terjejer rapih pada tempatnya.
“Nanti saja saat ia hendak pulang... Biarkan saja dulu Kaka bercengkrama dengan anak-anak—“
“Sungguh ayah mertua yang pengertian...” ledek Daddy Jeff yang membuat Daddy R mendengus geli, berikut yang lainnya.
“By the way John, kapan kita berangkat ke SIN?...”
Daddy R yang sudah berdiri namun menjeda langkahnya untuk mandi seperti katanya tadi, bertanya pada Papi John.
“Tournament lima hari lagi, tapi Day minus one ( H-1 ) Aro sudah harus berada disana... jadi lusa kita berangkat.”
“Sudah okay semua?”
Papi John langsung mengangguk selepas Daddy R bertanya.
“Sudah semua untuk kita. Hanya Aro saja yang terpisah, karena dia akan menginap di Hotel untuk para atlit yang bertanding nanti ....”
Lalu Papi John memberikan sedikit penjelasan pada Daddy R yang kemudian langsung manggut-manggut. “Lo ikut juga kan Co?” tanya Daddy R pada Uncle Rico.
“Kalau bareng kalian kayaknya gue sama Sony engga -” jawab Uncle Rico. “Shireen sama Arya aja yang ikut kalian.” sambungnya.
“Ada acara apa memang lo?..” tanya Daddy R lagi.
“Gue harus menghadiri acara pengukuhan tiga PATI yang jadi guru besar, trus si Sony lagi nanganin kasus besar yang bisa bantu promosinya.”
“Heemm...”
“Mungkin pas hari Aro tanding kalau memang memungkinkan, gue dan Sony akan menyusul ke SIN.”
“Ya sudah kalau begitu...” sahut Daddy R. “Kalian mau minuman apa?...”
Daddy R bertanya kemudian pada empat pria yang ada bersamanya, sebelum ia melangkah keluar dari ruang billiard.
Daddy Jeff dan Daddy Dewa pun mengiyakan ucapan Papi John.
“Lo, Co?”
Daddy R bertanya lagi pada Uncle Rico.
“Samain...” jawab Uncle Rico.
Daddy R pun mengangguk sebelum ia mengayunkan langkah untuk keluar dari ruang billiard.
"Oh iya R, Magda sama Lena mau diajak ga? ...."
Papi John melayangkan pertanyaan kala Daddy R telah berada di ambang pintu ruang billiard.
"Gue pikir sudah lo ajak.."
"Ya gue kan nanya pendapat leader dulu dong?! .."
"Heleh!"
Daddy R mencebik dan Papi John mendengus geli.
"Ajak ga?"
"Ya ajaklah. Fam cukup dekat dengan kita macam Rico dan Shireen, pakai tanya segala diajak atau engga!"
"Oke Boss!"
♥
“Pram.” Daddy R menyebut nama seorang asisten rumah tangga pria yang berpapasan dengannya, saat Daddy R sedang berjalan keluar dari lorong yang tersambung dengan ruang billiard.
“Iya, Tuan Reno.” Jawab si asisten rumah tangga bernama Pram itu. “Tuan perlu sesuatu?”
“Katakan pada Adis atau siapapun untuk membuatkan kopi untuk mereka yang berada di ruang billiard....”
“Inggih, Tuan Reno.” Jawab Pram lagi. “Kopi seperti biasa atau lainnya, Tuan?” Pram gantian bertanya.
“Yang seperti biasa saja, Pram....” jawab Daddy R. “Buatkan untuk Dua J, Dewa dan Rico saja terlebih dahulu karena aku ingin mandi....”
“Inggih, Tuan Reno.” Jawab Pram lagi dengan sopan sambil kepalanya ikut mengangguk setiap kali ia mengiyakan ucapan salah satu Tuan-nya itu.
“Ya sudah kalau begitu Pram, aku ke kamarku dulu.” Pamit Daddy R pada salah seorang asisten rumah tangga Kediaman tersebut. “Jika istriku mencari, katakan aku sedang mandi....”
“Inggih, Tuan Reno.” Jawab Pram lagi dan Daddy R segera berlalu dari hadapan Pram untuk pergi ke kamar pribadinya dan Mommy Ara yang berada di lantai dua Kediaman, tempat dimana kamar-kamar para tetua dan orang tua berada.
Tapi sebelum Daddy R sampai ke tangga utama yang aksesnya langsung ke lantai dua Kediaman, ia menjeda langkahnya, kala mendengar samar-samar jenis suara yang berbeda. Lalu Daddy R memundurkan dirinya, untuk melihat siapa yang suaranya ia dengar dari arah lorong paviliun tamu.
*
“I love you, Val....”
Kafeel mengucapkan sebaris kalimat cinta pada Val yang telah ia genggam tangannya, saat mereka berdua telah keluar dari kamar tamu dan kini berjalan bersisian.
Kafeel dan Val yang berjalan pelan bersisian itu saling menatap mesra, dengan saling melempar senyum cinta.
Cup.
Lalu Kafeel mengecup punggung tangan Val yang ia genggam, tanpa mengalihkan pandangannya dari Val yang masih tersenyum hangat pada Kafeel.
__ADS_1
“I love –“
Val hendak menjawab kalimat cinta Kafeel setelah kekasih setengah om-omnya itu mengecup punggung tangannya dengan mesra.
Tapi....
“Habis melakukan apa kalian di kamar tamu hah?!”
Sebuah suara bariton membuat keuwuan dua sejoli itu ambyar.
‘Gaswat ini urusan kalau sampai ini biangnya ‘naga’ salah paham!’
Hati Kafeel spontan waspada, selain ia sempat terkejut juga tadi saat mendengar suara bariton yang tak memekik namun lumayan tajam, setajam silet. ( Program TV kali ah ).
‘Kenapa sih gue selalu dapet momen apes asal berhubungan dengan Uncle R sejak gue jadian sama Val?!’
Kini hati Kafeel menggerutu.
‘Harus gue klarifikasi, sebelum ini ‘naga’ berpikir gue berbuat yang iya-iya sama anaknya!’
Hati Kafeel yang bermonolog lagi, lalu ia bersiap untuk berbicara dan menjelaskan pada Daddy R agar dia tidak salah paham.
“Be—“
“Jawab pertanyaanku!”
Namun Daddy R keburu menyambar.
‘Elah, baru gue mau ngomong ini!’
Kafeel menggerutu dalam hatinya.
“Ya ampun Hon, ada apa sih, sudah ngomel-ngomel aja lagi? ..”
Mommy Ara yang tadinya hendak pergi ke kamarnya dari arah sudut yang berbeda, sudah datang karena melihat sang suami berdiri di lorong lain sambil berdiri tegak dan berkacak pinggang.
“Itu lihat ..” Daddy R menyahut pada Mommy Ara, sambil menunjuk dua sejoli yang berada dihadapannya saat ini. “Mentang-mentang aku sudah mengijinkan hubungan mereka, tahu-tahu mereka habis berduaan di kamar tamu.”
Lalu Daddy R bercerocos ria.
Mommy Ara pun memandang pada dua sejoli yang tangannya masih bertautan itu.
“Ya tanya baik-baik aja dong Hon. Ga usah pakai mengomel dulu---“
‘Nah benar itu Ibu Peri...’
Kafeel mengiyakan ucapan Mommy Ara.
‘Bilangin itu suaminya jangan sering ngomel, darting nanti!’
Namun tentu saja Kafeel hanya memberi pendapat di dalam hatinya .
“Ya bagaimana aku tidak mengomel? .. bla .. bla ..” Daddy R mengabaikan dulu dua sejoli yang ada barusan ia omeli.
♥
Kafeel lagi hendak bersuara, ingin menyela dan menjelaskan kalau Val hanya sekedar menyusulnya saja.
“U---“
“Kak ..”
Namun jika tadi ayahnya yang keburu menyambar Kafeel sebelum ia sempat berbicara, kini anak perempuan kandungnya yang menyambar dan membuat Kafeel jadi tak melanjutkan lagi untuk bicara.
Mendengar Val yang berbisik memanggilnya dengan Val yang mencondongkan wajahnya ke arah Kafeel, mau tidak mau membuat Kafeel menoleh dan sedikit merundukkan kepalanya, lalu mendekatkan telinganya karena gelagat Val yang ingin membisikkan sesuatu padanya.
“Iya, Val? ..” sahut Kafeel dengan pelan.
“Nanti, kalau Dad R menyangka kita berbuat yang bukan-bukan, di iyakan saja Kak---“
Lalu Val lanjut bicara, dan kalimat Val barusan membuat Kafeel dengan segera mengernyit.
Bisa dibilang kalau kalimat Val barusan itu membuat Kafeel merasa ambigu. “Mak, sud, Val? ..”
“Maksud Val, jika Dad R menuduh kita melakukan sesuatu yang ratingnya dua puluh satu ke atas di dalam kamar tamu tadi, Kak Kafeel iyakan saja –“
“Heu? ..” Kafeel dibuat melongo oleh Val.
“Nah kita kan pasti akan dinikahkan cepat-cepat kalau seperti itu? ..”
‘Ya Ampun, Val .. Val .. ‘
Ah, Kafeel rasanya mau menepak jidatnya sendiri karena ucapan Val barusan.
“Ya? ..” Val meminta Kafeel mengiyakan permintaannya barusan dengan wajah tanpa dosa. “Pleasee? ..” bisik Val lagi, seraya membujuk Kafeel dengan menyertakan tatapan puppy eyes nan menggemaskan pada Kafeel.
‘Duuhhh Val, kenapa kamu selalu menempatkan aku dalam posisi yang sulit sih? ..’ kesah Kafeel dalam hatinya. “Val ..” panggil Kafeel dengan suara yang pelan.
“Kemari kalian.” suara Daddy R keburu lagi terdengar sebelum Kafeel sempat melanjutkan kalimatnya pada Val.
Val dan Kafeel langsung mengangguk dan menyegerakan langkah mereka untuk menghampiri Dad R yang sedang berdiri bersama Mommy Ara.
“Tuh Dad R memanggil kita, Kak ..”
Val berbisik lagi saat ia dan Kafeel berjalan beriringan untuk menghampiri Dad R dan Mommy R pada jarak yang tak seberapa jauh dari mereka.
“Ingat yang Val katakan sebelumnya ya Kak? Jika Dad R menuduh kita melakukan sesuatu yang ehem-ehem di kamar tamu tadi, Kak Kafeel iyakan, agar kita cepat dinikahkan.”
Val berbicara dengan cepat pada Kafeel saat mereka berjalan menghampiri Daddy R dan Mommy Ara. Membuat Kafeel sekali lagi melongo tak percaya pada permintaan kekasih kecilnya itu yang tersenyum manis dengan tanpa beban, karena beban itu dilimpahkan Val pada Kafeel.
“Ya, okay?” cecar Val.
‘Demi apa ini si Val...’
Kafeel sedang berkesah dalam hatinya.
"Val ..." Kafeel hendak lagi berbicara pada Val.
Di detik dimana ..
“Awas saja kalau tidak.”
Keburu kalah cepat dengan ancaman yang keluar dari mulut Val.
♥♥
To be continue..
Jempol dikondisikan iye my bebi bala-bala semua.
Terima kasiiih ..
Salam loph ter-blaem
__ADS_1
Emaknya Queen.