
( Bagian Dari Persiapan )
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Waktu berjalan, lalu hari dimana dua pasang insan akan diikat dalam sebuah tali pernikahan sudah kian dekat. Segala persiapan untuk momen sakral yang sebelumnya bergerak santai, kini mulai memacu menuju satu kata yang namanya ‘repot’.
Kalau untuk masalah finansial rasanya tiga keluarga yang akan punya hajat besar tak perlu memikirkannya. Apalagi kalau yang menjadi besan adalah satu klan keluarga yang tingkatan kekayaannya bahkan diatas Crazy Rich. Tapi baik Arya dan Kafeel maupun keluarga keduanya, tidaklah aji mumpung karenanya.
Arya maupun Kafeel sudah juga memiliki persiapan finansial mereka sendiri untuk hajat besar yang akan menjadi tujuan mereka hidup setelah keduanya telah jatuh cinta kepada pujaan hati masing-masing yang akan mereka sunting menjadi istri, dalam waktu yang tidak lama lagi.
Yah, walaupun finansial Arya dan Kafeel secara pribadi tidaklah cukup untuk membiayai keseluruhan acara.
Karena perhelatan untuk acara pernikahan mereka, ingin diadakan secara besar-besaran oleh pihak wanita. Atas dasar yang menikah bukanlah satu incess saja, melainkan dua sekaligus.
Namun begitu, semua telah dibicarakan dalam pertemuan keluarga yang rutin diadakan selepas acara lamaran dan pertunangan Val-Kafeel serta Mika-Arya, bahwasanya untuk urusan finansial tak perlulah terlalu dipusingkan oleh Kafeel maupun Arya dan keluarga mereka, untuk pernikahan ini.
Tanpa mengurangi rasa hormat keluarga The Adjieran Smith pada kedua calon mempelai pria dan keluarganya, untuk urusan finansial mengenai hajatan besar mereka.
Toh baik Arya maupun Kafeel berikut keluarga mereka, sudahlah memang keluarga The Adjieran Smith telah anggap sebagai bagian dari mereka. Jadi sudahlah satu keluarga.
Bahkan jika Kafeel dan Arya tidak terikat dalam jalinan cinta bersama dua incess dalam keluarga The Adjieran Smith, tetaplah keduanya serta keluarga mereka juga, sudah menjadi bagian dalam satu klan keluarga itu.
Kafeel dan Arya bahkan sudah dianggap anak oleh para orang tua dalam klan The Adjieran Smith dari sejak kelahiran mereka.
Jadi tak perlu sungkan, apalagi minder. Kalau urusan finansial mengenai pernikahan keduanya dengan dua incess dalam satu klan keluarga tersebut, lebih banyak pihak perempuan yang mengeluarkannya.
Lagipula, perhelatan besar-besaran dua pernikahan ini—adalah keinginan dari keluarga The Adjieran Smith.
Budget yang Kafeel dan Arya miliki, tetap akan diikutsertakan. Diutamakan, karena Val, Mika dan keluarganya tak mau bersikap arogan atas dasar jumlah kekayaan mereka yang bisa dikatakan tak terhingga—dengan tidak menerima uangnya Kafeel dan Arya.
Persiapan finansial dua pria yang akan menikahi dua incessnya keluarga The Adjieran Smith akan diutamakan untuk digunakan.
Kalau kurang, tinggal bilang.
Simple kan?
Begitu kiranya kata para petinggi The Adjieran Smith.
Lalu Kafeel dan Arya pun mengiyakan.
♥♥♥♥
London, Inggris,
“Then where both of you will stay after married ( Lalu dimana kalian berdua akan tinggal setelah menikah )?”
Itu Melissa Welsher yang bicara, Melly panggilannya.
Anak satu-satunya dari ‘tangan kanan’nya Poppa. Ezra Welsher.
Yang sedang bersama Val dan Mika selepas jam kuliah mereka berakhir.
“Considering you both mate are living and doing their business and works at Jakarta ( Mengingat pasangan kalian berdua tinggal dan memiliki bisnis serta pekerjaan mereka di Jakarta )?”
“Iya, ya?”
Val yang langsung angkat suara kemudian.
“I haven’t think until that far ( Aku belum sampai berpikir ke sana )“
♥♥♥♥
Menanggapi pertanyaan Melly dan menimpali ucapan Val, Mika lalu berkomentar setelah satu saudarinya itu merespons pertanyaan dari anak salah seorang tangan kanan ayah mereka, yang sudah Mika dan Val kenal sejak kecil.
“Me too ( Aku juga ) –“
“Thanks for reminding us ( Terima kasih sudah mengingatkan kami ), Mel ..”
Mika berkata setelah Val berucap, yang sebelumnya menimpali ucapannya.
Dengan Mika yang berterima kasih pada Melly, karena membuatnya jadi teringat untuk memikirkan hal yang sejak acara lamaran pertunangannya dengan Arya yang berbarengan juga dengan Val dan Kafeel itu, tak pernah tersirat dalam pikirannya.
Val lalu mengiyakan ucapan Mika pada Melly. Sama berterima kasih seperti Mika pada salah seorang teman masa kecil mereka dan para saudara saudari dua incessnya The Adjieran Smith itu, yang masih berteman baik sampai dengan saat ini. Selain memang Melly ataupun anaknya Uncle Nino dan istri, sudahlah dianggap para pewaris The Adjieran Smith sebagai saudara dan saudari mereka juga, layaknya Kafeel dan adik perempuannya. Serta juga Arya dan kakak lelakinya.
“That’s what sister do, right ( Itu yang seorang saudari lakukan, bukan )?” kata Melly kemudian. “Reminding other sisters ( Mengingatkan saudarinya yang lain ) –“
“And seems that me and May supposed to remind you too ( Dan sepertinya aku dan May seharusnya juga mengingatkanmu ), Mel ..”
Val menimpali dengan cepat ucapan Melly sebelumnya. Yang membuat Melly jadi spontan bertanya dengan sedikit mengernyit sambil memandang pada Val.
“About? ..”
__ADS_1
“Get a boyfriend ( Carilah pacar ) –“
“Then married in the young age like us ( Lalu menikah diusia muda seperti kami )”
Melly kemudian langsung tergelak setelah mendengar dua celetukan dari dua orang gadis yang sudah seperti saudari kandungnya itu. Dan selanjutnya Melly langsung menanggapi ucapan Mika dan Val yang bersahutan.
“I even lazy to have a boyfriend. And married in the young age? Hell No ( Aku saja masih malas untuk memiliki pacar. Lalu menikah di usia muda? Demi apapun tidak )!”
Mika dan Val lalu terkekeh setelah mendengar ucapan Melly yang disertai wajahnya yang gadis itu buat macam melihat sesuatu yang mengerikan.
Kemudian tiga gadis itu beranjak dari tempat mereka, ketika Mika yang saat tengah terkekeh itu kemudian teralih pada ponselnya karena ada panggilan masuk ke gawainya itu yang mana dari seorang anak orang kepercayaan lain dari para Dadnya, yang mengatakan kalau dia telah menyelesaikan kelasnya.
Lalu tiga dara yang sebelumnya sedang bercakap itu, berdiri dari tempat mereka masing-masing, lalu berjalan untuk menghampiri satu dara yang barusan menghubungi Mika. Dan selanjutnya akan pergi ke suatu tempat yang sudah direncanakan.
♥♥♥♥
“Have you decided ( Apa kamu sudah memutuskan ), May?”
“About ( Tentang )? –“
“Where you will staying after married ( Dimana kamu akan tinggal setelah menikah ) –“
“Well, honestly .. I confused now ( Yah, sejujurnya .. Aku bingung sekarang )” timpal Mika lagi, menanggapi pertanyaan Val padanya.
Kemudian Mika lanjut bicara dengan menggunakan bahasa Indonesia.
“Kuliahku masih tahun depan baru selesai. Tapi Arya kan sudah menghandle perusahaan Papa Rico di Jakarta. Jika aku memintanya untuk tinggal di London sampai tahun depan setelah kai menikah, tidak mungkin juga. Tapi aku pun rasanya enggan kalau harus pindah kuliah di Jakarta. Setidaknya aku selesaikan dulu pendidikanku di sini –“
“Then talk it with Arya as soon as possible ( Maka bicarakan itu dengan Arya secepatnya )” timpal Elena yang paham betul ucapan Mika seperti halnya Melly.
Dimana gadis itu sekarang sudah bersama Mika, Val dan Melly dalam mobil yang keempatnya tumpangi bersama untuk menuju ke sebuah butik pakaian pengantin terkenal di London—tempat Mika dan Val membuat gaun pengantin mereka secara khusus.
“How about you ( Bagaimana dengan kamu ), Val?” lalu pertanyaan tercetus dari mulut Melly pada Val. “But I think you’re not as confused as May ( Tapi aku pikir kamu tidak sebingung May ) –“
“Well you’re right ( Ya kamu benar ), Mel –“
“And I guess that you will succumb, cause you won’t disturb your Kak Kaf bussiness ( Dan aku tebak kalau kamu akan mengalah, karena kamu tidak mau mengganggu bisnis Kak Kafeelmu itu )”
Sudut bibir Val tertarik hingga sampai terlihat giginya, setelah ucapan Elena barusan.
Membuat Elena, Mika, serta Melly kompak terkekeh kecil karenanya. “You’re so predictable if connecting with your Kak Kafeel ( Kamu sungguh mudah ditebak jika berhubungan dengan Kak Kafeelmu ), Val ..”
“Well, honestly I still have some difficulties following in my study now ( Yah, sejujurnya aku masih mendapati beberapa kesulitan dalam mengikuti pelajaran saat ini )”
“And as you guys know I’ve missed a lot of lessons while I’m in comma then get my rare amnesia, even I have Simon and all of you to help me and our family too. Include Kak Kafeel after I can get cure from my amnesia ( Dan seperti yang kalian tahu, aku melewati banyak pelajaran saat aku sedang koma lalu memiliki terkena amnesia langka, meskipun Simon dan kalian semua serta semua keluarga telah juga membantu. Termasuk Kak Kafeel setelah amnesiaku pulih )”
Val lanjut berkata.
“But there’s a feeling, that I’m not really satisfied with that. Can’t have a maximum focus in every subject of my lecture yet and I decided to started from beginning after married ( Tetapi ada perasaan, kalau aku tidak begitu puas dengan itu. Tidak memiliki fokus maksimal pada setiap mata kuliahku dan aku memutuskan untuk memulai saja dari awal setelah menikah ) ..”
“Well I think that’s better for you ( Aku pikir rasanya itu yang terbaik untuk kamu ), Val.”
Mika lalu menimpali ucapan Val yang panjang lebar itu.
Elena dan Melly juga manggut – manggut mengiyakan.
“Tapi sebaiknya dibicarakan juga dengan seluruh keluarga mengenai keputusan kamu, soal kuliah kamu ini.” Mika menambahkan ucapannya.
“Iya, pasti, May.”
Val langsung mengiyakan saran Mika.
“Walaupun menurutku sih, semua keluarga akan fine – fine saja soal keputusan kamu tentang kuliah kamu itu ..”
Mika berujar lagi dalam bahasa Indonesia.
Namun Elena dan Melly memahaminya, meski tak pernah mereka menggunakan bahasa tersebut dalam keseharian, kecuali celetukan-celetukan yang sudah sangat akrab di telinga dua dara itu.
Lalu Melly menimpali ucapan Mika. “We think so ( Kami rasa juga begitu ) –“
“Beside I remember if Abang ever advised you to off for a while from college when you get well then comeback here ( Lagipula aku ingat kalau Abang pernah menyarankanmu untuk cuti dulu sementara waktu dari kuliahmu saat keadaanmu sudah pulih lalu kembali ke sini )? –“
“And that time you become stubborn to college ( Dan saat itu kamu yang keras kepala untuk tetap berkuliah )”
Val manggut – manggut kecil.
“Ya I remember about that. My mistakes then. That time I’m too confidence of myself, that I can easily follow the lessons. I fact, comma getting my cleverness away ( Ya aku ingat soal itu. Salahku memang. Kala itu aku terlalu percaya diri, kalau aku dapat dengan mudah mengikuti pelajaran. Pada kenyataannya, koma membuatku jadi orang yang bodoh ) –“
“Jangan bicara seperti itu Val ..” tukas Mika. “Kamu yang bisa siuman dari koma itu, sudah sangat kami syukuri. Kamu bukannya menjadi bodoh sekarang, tapi memang otak kamu perlu diistirahatkan betul – betul dulu jika itu berhubungan dengan perkuliahan. Bahkan setelah satu tahun lebih dari masa itu, ketahanan fisik kamu saja belum pulih seperti semula, kan? –“
“That’s right, Val –“
“Hu’um. Even normal person need extra concentration connecting something that using brain ( Bahkan orang normal saja butuh konsentrasi yang lebih sehubungan dengan hal yang menggunakan otak )”
Elena menimpali ucapan Mika dan Melly yang sedang membesarkan hati Val.
__ADS_1
“Daripada kamu sibuk mengatakan diri kamu bodoh, lebih baik konsentrasi saja pada pernikahan ..”
“Indeed,” timpal Elena dan Melly. Lalu Val tersenyum dan mengangguk, kemudian tiga dara yang bersama dengan Val itu pun tersenyum juga.
Selanjutnya, ke empat dara itu langsung turun dan berjalan bersama setelah mobil yang mereka tumpangi sampai dan berhenti di tempat tujuan mereka.
“Aku harap gaun pengantin kita untuk acara resepsi utama, dapat mereka buat sesuai dengan rancangan kamu dan rancangan Mom Peri ya, Val? –“
“Nighe sudah menyanggupi, jadi aku rasa tidak mungkin dia dan timnya tidak membuat sesuai dengan apa yang kita mau. Lagipula, Mommy Peri, Momma dan Mama Fabi berikut Oma da Gamma kan sudah bertemu langsung dengan Nighe. Sudah meeting perihal baju pengantin kita. Jadi aku rasa, Nighe dan timnya akan bekerja keras untuk itu, selain kita tahu kalau rancangan Nighe begitu jeli dalam desain yang rumit namun cantik.”
“Aku tak sabar melihat beberapa gaun pengantin untuk acara resepsi kita itu, hasil kolaborasi rancangan kamu, Mom Peri dan Nighe,” ucap Mika kemudian.
“Aku sih lebih tidak sabar untuk memakainya dalam pernikahan .. “ timpal Val. “Ah ya Tuhan, dua bulan lagi terasa lama sekali .. Aku sudah tidak sabar untuk menjadi Nyonya Kafeel Adiwangsa ..”
Mika, Elena dan Melly terkekeh saja karena ucapan Val itu. Yang sikap Val juga menggambarkan dengan jelas sekali bahwa satu dara yang pernah berpredikat sebagai ‘Gadis Ulat Bulu’ kala mengejar Kafeel dulu, dirinya amat sangat ingin cepat – cepat menikah dengan Kafeel.
“Jika kesemua gaunnya sudah jadi, sebaiknya kita minta para The Parents untuk mempercepat saja pernikahan kita .. Ya, May? Bulan depan sepertinya bagus –“
“Haiisshh ..”
Mika langsung berkesah sambil geleng – geleng setelah mendengar ucapan Val yang nampak begitu tak sabar untuk menikah dengan Kafeel, sementara Elena dan Melly terkekeh saja.
“Ah! ..”
Melly lalu membuka mulutnya untuk mengatakan sesuatu yang baru saja terbersit di pikirannya, pada Mika dan Val.
“Talking about you both wedding ( Bicara tentang pernikahan kalian berdua ),”
Melly lalu berkata, sambil menunjuk pada Mika dan Val.
“There’s another things that you both very need to prepare beside the wedding dressess ( Ada hal lain yang kalian berdua sangat perlu persiapkan selain beberapa gaun pengantin )”
“Wedding cake?” celetuk Val.
“Nope!” sahut Melly.
“Shoes and jewels?” Mika ikut menyampaikan pendapat, menerka jawaban dari ucapan Melly.
“More important than that ( Lebih penting dari itu ), Baby ..”
Melly menyahut lagi, kala Val dan Mika sama mengernyit dengan saling lempar tatap--disaat tebakan mereka tidak ada yang dibenarkan Melly.
“And what’s that, then? ..”
Val dan Mika kembali bertanya, dengan mencetuskan pertanyaan itu secara bersamaan sambil memandang pada Melly yang kini sudah tersenyum jahil pada Val dan Mika.
“Lingeries ..” kata Melly. “For the first night ( Untuk malam pertama ) ..”
Dimana didetik berikutnya, Val dan Mika kembali kompak—namun bukan kompak berucap, melainkan kompak merona wajah keduanya setelah cetusan Melly yang membuat pikiran Mika dan Val jadi melanglang buana.
‘Oh ya ampun! Aku tidak berpikir sampai ke sana!’
Val dan Mika kurang lebih membatinkan hal yang sama.
“And supposed to be very sexy ( Dan harus yang sangat seksi )”
Melly berkata lagi.
“Thin ( Yang tipis ) ..”
Melly menambahkan.
“Thinner is way better ( Lebih tipis lebih bagus ) ..”
Melly pun mengerling jahil pada Mika dan Val yang sedang merona itu karena bayangan malam pertama mereka sebagai pengantin bersama pasangan masing - masing, jadi terbersit di pikiran dua dara itu sekarang.
"Then you both wedding night with your mate, will extremely hotz ( Maka malam pengantin kalian dengan pasangan, akan sangat panass )! .."
‘Aaa aku jadi tidak sabar melihat tubuh polos kak Kafeel! ..’
Jahilnya Melly dengan ucapannya, membuat Val jadi spontan membatin nakal.
‘Laknat sekali mulut si Melly ini!’
Sementara Mika merutuki Melly dalam hatinya.
Dimana yang bersangkutan kini cekikikan bersama Elena.
Namun kemudian, Mika langsung membatin lagi. Dengan sebersit pikiran nakal dirinya dan Arya yang melintas di kepalanya.
‘Duuuhhh! .. Gue jadi agak ser – ser an, kan??’
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
To be continue .....
__ADS_1