
( Untuk Satu Pengharapan )
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
The Great Mansion of The Adjieran Smith, London, Inggris ..
“Obat penemuanku memang dapat menghilangkan racun dari dalam tubuh Nona Valera hingga akhirnya dia sadar dari koma. Tapi atas dasar sudah bercampur dengan aliran darahnya lalu katakanlah saya sedikit terlambat menemukan penawarnya, jadi kemungkinan ada sedikit banyak yang sudah menetap di dalam tubuh Nona Valera. Dan efek itu salah satunya adalah ini.”
Sebelumnya, baik Celine maupun Dokter Mario memberitahukan kondisi Val secara detail dimana berhubungan dengan cairan penelitian Ann yang Val tenggak sampai habis beberapa bulan yang lalu.
Lalu Dokter Mario memberikan penjelasan panjang lebar tentang detailnya.
Dimana mereka yang mendengar penjelasan tersebut pun menganggukkan kepala. Pertanda, sedikit banyak, mereka memahami apa yang dijelaskan oleh Dokter Mario tadi.
Lalu setelah Dokter Mario memberikan penjelasan panjang lebar, Celine kemudian kembali angkat suara.
“Saya masih agak ragu, tapi ... melihat gejalanya lalu dikaitkan dengan materi dari bunga terompet yang ada di cairan buatan Nona Adrianne -- yang mana adalah racun, walau aku paham jika Nona Adrieanne ingin mengolahnya menjadi obat. Jadi kesimpulannya, kemungkinan Nona Valera mengalami sindrom penyakit langka ...“
Yang mana perkataan Celine berikutnya membuat gurat bingung tampak di wajah orang – orang yang sebelumnya ada saat menyambut kedatangan si empunya mansion. “Penyakit, langka ... bagaimana? ...” celetukan tercetus dari mulut Nathan, dimana Celine dengan cepat menanggapinya.
“Klein Levin Syndrome a.k.a Snow White Syndrome.”
🌷🌷
“Penyakit langka yang membuat penderitanya layaknya putri tidur.”
Celine lebih detail menerangkan secara harfiah tentang apa yang ia katakan sebelumnya.
“Iya faham pas lo sebut Snow White. Siapa juga tau si Snow White putri tidur. Si Klein gue ga ngerti emang. Kalo si Snow White syndrome gue paham –“
“Ish orang lagi serius juga!” tukas Via atas suaminya yang mengeluarkan celetukan bercampur selorohan itu.
“Ya aku juga serius, Neng Viaa. Pas si Celine bilang Snow White syndrome, aku juga udah paham. Ga usah dia jelasin. Semua orang disini juga rata – rata paham itu sindrom. Snow White, putri tidur. Nah kalo putri bar – bar, noh si Cute Girl! ...”
“Kenapa jadi nyambernya ke gue? ...” Drea yang menyambar ini. “Orang gue lembut begini –“
“Lembut dari mananya tau –“
“Bisa diem ga berdua? Orang lagi serius juga! Cabein nih mulutnya!"
Dan bila Momma berbicara sambil menatap sinis, sungguhlah Nathan dan Drea yang sedikit debat unfaedah itu spontan menutup mulut mereka.
Sisanya menahan saja senyum geli mereka.
🌷🌷
“Apakah itu membahayakan? ...“
Setelah sempat sedikit dibuat geli oleh Nathan - Drea dan Momma, kembali keseriusan meliputi mereka yang sedang mengkhawatirkan Val itu.
“Membahayakan nyawa, tidak.Tapi saat terbangun, penderita biasanya akan merasa linglung. 24 jam ke depan setelah bangun waktu standar kelinglungan itu.”
Setelahnya, mereka yang sedang berkumpul mendengarkan penjelasan Celine dan Dokter Mario itu manggut – manggut paham.
“Lalu apa ada kemungkinan saat Val terbangun dari syndromenya itu, amnesianya bisa hilang dan linglungnya hanya seperti orang yang terlalu lama tidur? ...“
Papi John yang kemudian bertanya.
“Untuk itu saya tidak dapat menjawabnya Tuan John. Karena beberapa penderita Snow White syndrome, rata – rata penyebabnya berbeda – beda, begitu juga proses bagaimana mereka mendapati syndrome tersebut. Dan saya belum menemukan orang yang memiliki penyebab yang sama dengan yang Nona Valera alami. Jadi saya tidak berani berspekulasi. Yah, saya akan mencari tahu pastinya. Namun jawabannya tidak dapat saya janjikan dengan cepat.”
“Baiklah, Cel. Terima kasih kalau begitu.”
🌷🌷
24 jam kurang lebihnya, mata Val yang terpejam damai dengan tubuh yang bergeming berselimutkan bed cover dengan corak tulip merah. Yang mana corak tersebut, adalah jenis bunga favorit Val sedari ia remaja, itu sebelum Val koma.
Entah dengan Val yang sedang amnesia sebagian ini, apakah dia mengingat jika tulip merah adalah bunga favoritnya atau tidak. Meski Val sudah menyukai bunga itu sebelum dia bertemu dengan Kafeel, dimana dirinya telah mulai bermimpi ingin menikah muda dengan pria yang jauh lebih dewasa usia darinya.
Namun belakangan, tulip merah sedikit banyak ada hubungannya dengan Kafeel.
Dan segala hal yang berhubungan dengan Kafeel Adiwangsa, Val sedang lupakan.
“Mmmhh.”
Semua mata yang sedang berada di kamar Val spontan menoleh ke arah ranjang, ketika suara gumaman Val terdengar.
🌷🌷
“Val? ...”
Mendengar gumaman Val yang agak samar, mereka yang mendengarnya spontan langsung bergegas mendekati ranjang Val.
Namun Val tidak menyahut kala orang – orang yang sebelumnya panik dan khawatir itu – dimana mereka kini nampak lega, memanggil Val seraya menyebut panggilannya dengan lembut.
Val masih sibuk mengerjapkan matanya. Baru tak lama kemudian, ia bersuara.
“Kenapa, kalian berkumpul -- di kamar Val?” bertanya dengan agak terbata dan sedikit parau.
“Kamu pingsan tadi Val.” Mama Jihan yang langsung menjawab Val. Dimana Val langsung saja mengernyit.
“Ping – san? –“
“Iya –“
“Oh mungkin karena Val keletihan main di Wet Area ya? –“
‘Ya Tuhan ...’ mereka yang mendengar ucapan Val barusan itu spontan berkesah dalam hatinya.
Pasalnya, mereka paham ucapan Val, dan Wet Area yang Val maksud itu adalah bagian bermain di kapal pesiar.
🌷🌷
“Val balik lagi ke awal dia amnesia sebagian gitu?”
Ini Aro yang bicara setelah mendengar ucapan Val saat Val siuman tadi, dan kini ia bersama para pria lainnya, yang dominannya adalah pria dewasa – berada di luar kamar Val.
Sementara di dalam kamar Val, para wanitalah yang mendominasi.
“Semoga tidak.” Varen yang langsung merespons.
“Kau juga jangan mendoakan seperti itu!”
__ADS_1
Papi John angkat suara, sambil tangannya menoyor kepala anak kandungnya yang sebelumnya angkat suara ketika mereka telah melipir ke luar kamar Val.
“Yeu ...”
Aro menanggapi tuduhan ayah kandungnya itu.
“Siapa juga yang ngedoain Val begitu? Justru aku ngomong begitu konteksnya kan khawatir sama Val sekaligus kasian kalo sampe dia harus balik lagi ke keadaan dia di awal amnesianya itu. Harus ngulang lagi ngurutin semua yang perlu dia inget dari awal. Aku sih woles – woles aja kalo disuruh cerita lagi – cerita lagi biar Val inget jati dirinya secara keseluruhan.”
“Kita dengar saja nanti laporan dari para ladies di dalam.” Dad R kemudian menimpali, dan mereka yang bersamanya lalu manggut – manggut.
🌷🌷
Kurang lebih 24 jam lagi setelah Val siuman dari pingsan yang berujung pada tidurnya yang cukup panjang karena sebuah sindrom penyakit langka, Val masih lebih banyak menghabiskan waktu di atas ranjangnya.
Lalu Val juga tentunya tidak dibiarkan sendirian pasca ia terbangun dari tidurnya yang cukup panjang karena sindrom putri tidurnya yang belum lama terdeteksi itu. Dimana para saudara saudari Val dan anak kerabat sangat dekat keluarga The Adjieran Smith, hampir tak beringsut dari dekat Val yang masih nampak linglung setelah bangun dari tidur 24 jamnya.
Dan atas kelinglungan itu, Val juga jadi tidak banyak bicara. Sempat melontarkan pertanyaan saat ia siuman dan mengira jika dirinya yang sempat terheran dengan keberadaan banyak orang di sekelilingnya itu dan bertanya mengapa mereka berkumpul di kamarnya – yang Val kira adalah kamarnya di dalam kapal pesiar.
Namun setelah diberitahukan alasan mereka yang ada disekelilingnya berkumpul itu, lalu dikatakan jika dirinya tidak berada di dalam kamar pada kapal pesiar melainkan di kamar pribadinya yang berada di mansion London, Val langsung mengernyit dalam. Kemudian melemparkan pandangannya ke sekeliling setelah ia dibantu duduk di atas ranjang pribadinya.
Lalu komentar keluar dari mulut Val secara spontan.
“Tapi ini tidak seperti kamarku?”
Dengan wajahnya yang nampak keheranan, sambil memandangi satu – satu mereka yang ada di dekatnya. Dimana Val kemudian diberikan penjelasan secara perlahan, tentang garis besar kondisinya. Yang mana setelahnya, Val nampak berpikir dalam.
Lalu terdiam seperti orang melamun. Yang saat ditegur, Val menjawab jika ia sedang coba mengingat – ingat tentang sedikit cerita yang telah disampaikan padanya.
Yang mana ucapan perhatian terlontar untuk Val, agar jangan terlalu keras berpikir. Dan Val menjawab dengan anggukkan, lalu diam lagi. Kadang menatap lama pada satu sudut.
Bulatnya, Val memang masih linglung. Dan hal itu terjadi selama kurang lebih 24 jam ke depannya, dimana semua orang berharap jika Val dapat mengingat hal yang terakhir dia alami.
Tidak kembali ke awal dia telah didiagnosa menderita amnesia akibat satu tindakan yang menghapus sebagian memorinya tentang satu subjek. Kafeel Adiwangsa. Yang nyatanya, efek penghapusan memori dengan sengaja itu, berimbas ke ingatan Val yang ikut tergeser ke masa 14 tahunnya.
“Tapi ya menurut Drea nih, kalo andainya Val balik lagi ke awal amnesia dimana dia ingetnya waktu di kapal pesiar, Drea rasa, Kak Kaf bisa kita masukin nih ...” Drea yang setelahnya ikut berkumpul dengan para pria yang kini melipir ke balkon lantai 3 mansion itu angkat suara, menyampaikan pendapatnya.
“Masukin ke mana?” celetuk Nathan.
“Ke hidup Val lah! Masa ke toples?! Aduh kasihan banget si Via punya suami oon begini?”
Drea menyahut sewot dan menyertakan juga ejekan untuk Nathan.
“Sembarangan aja mulut lo, Cute Girl!” ketus Nathan sambil menoyor kepala Drea.
“Ck!” Ini Abang yang berdecak. “Jangan sembarangan toyor kepala istri gue!” yang kemudian menoyor balik si Tan – Tan.
Sementara Drea cekikkan.
Sisanya mengulum senyum geli mereka saja melihat interaksi tiga pewaris tertua yang hampir tidak pernah berubah kelakuan asal lagi ngumpul bertiga, dari sejak mereka kecil.
Drea yang galak dan suka seenaknya baik perbuatan atau ucapan, Nathan hobinya ngisengin Drea, lalu Varen yang selalu membela Drea dan mendzolimi Nathan.
Namun selebihnya, mereka sering melakukan kegiatan bersama.
Terlebih sebelum masing – masing menikah.
Selain Varen – Drea dan Nathan, adalah partner gibah yang solid.
🌷🌷
Drea kemudian lanjut bicara, meski belum ada yang mempersilahkannya menjelaskan pendapatnya lebih lanjut.
“Kan awal Val jatuh cinta pada Kak Kaf itu di kapal pesiar waktu kita liburan? ... memori Val tentang Kak Kaf terhapus, momen itu pun terhapus. So secara garis besar, Val belum bertemu dengan Kak Kaf. Jadi, sekarang kita membuat keadaan. Kita yang memperkenalkan Kak Kaf pada Val.”
“Heem –“
“Tapi kan kayaknya Val agak takut bukannya sama Kak Kaf waktu di Little Star Island?”
“Duh, Tan – Tan! Susah deh kalo otak cuma satu ons –“
“Kan? Minta diselepet mulutnya? –“
“Toyor kepala istri gue lagi, gue lempar dari ini balkon loh ya?“
Kembali three musketer itu terlibat dalam ejek mengejek dan gemas membalas.
“Uu atut!” balas Nathan pada ancaman Varen yang melirik sinis padanya itu.
Dan kembali lagi, sisanya mengulum senyum serta juga mendengus geli saja melihat interaksi Varen – Drea dan Nathan sekarang ini.
🌷🌷
“Coba dirampungkan ide kamu itu tadi Little Star ... Maksud kamu mau memperkenalkan Kaka kepada Val yang tidak tahu menahu tentang si Sadman itu, agar mereka memulai cerita dari awal lagi kisah mereka begitu? ...” Daddy Dewa yang kemudian angkat suara, dimana Drea langsung mengangguk antusias.
“Pintar Dad Boo – Boo!” cetus Drea. “Kan, kita memperkenalkan Kak Kaf, sebagai bagian dari keluarga kita yang nanti mengarang bebas aja lah dari mana gitu kalau Val tanya kok ga pernah lihat Kak Kaf sebelumnya. Yang penting mereka dekat dulu ... begitu loh!”
Drea mengoceh kemudian.
“Kan, kalau Val nih, seandainya ya, balik lagi ke kondisi awal pasca dia bangun dari koma, kemungkinan besar apa yang terjadi di Little Star Island tidak dia ingat. Which is, rasa takutnya pada Kak Kaf ga ada juga dong? Bener ga?”
“Be –“
“Ya pasti benar lah!”
Belum sempat mereka menjawab pertanyaannya, Drea sudah langsung menyambar dengan pedenya.
Membenarkan pendapat tentang dirinya.
“Gimana? Briliant kan ide Drea? ...”
“Heem –“
“Pasti briliant lah!”
Terulang lagi, Drea yang menjawab pertanyaannya sendiri.
Padahal bentuk kalimat dan nada suaranya adalah meminta pendapat atas idenya dari mereka yang sedang bersama Drea sekarang.
Namun kiranya Drea tidak perlu bertanya pada mereka yang sedang bersamanya itu, jika ujungnya dia selalu membenarkan sendiri dirinya.
Membuat yang ingin menanggapi ide Drea jadi terkikik saja dahulu karena sikap Drea yang memang jago dalam merepet hampir tanpa titik dan koma.
🌷🌷
“Kita lihat dulu bagaimana Val dalam 24 jam ke depan.” Setelah sempat juga terkikik karena kelakuan anak kandungnya yang mengingatkannya pada sang istri, Poppa lalu angkat suara.
__ADS_1
“Poppa was right. But jika memang benar Val back kepada kondisi awal after she wake up from her comma, Papa rasa your idea dapat digunakan, Little Star.”
Papa Lucca yang lalu menimpali ucapan Poppa.
“Paling tidak, kita bisa mencoba untuk memperbaiki keadaan atas hubungan Val dan Kaka dengan cara itu. Sekaligus menebus kesalahan kita baik pada Val ataupun pada Kaka. Even, saat keputusan itu kita ambil, kita belum tahu story yang sebenarnya atas Kaka yang tega menyakiti Val,” kata Poppa lagi.
Dimana baik ucapan Poppa maupun Papa Lucca kemudian mendapat dukungan dari kesemua orang yang sedang berkumpul di salah satu balkon yang ada di lantai 3 mansion The Adjieran Smith yang berada di London itu.
Lalu ide Drea, dibicarakan lebih lanjut seraya menyusun rencana dengan matang. Agar ide Drea itu nantinya akan terkesan natural.
Dimana kalau soal mengatur strategi, otak para anggota keluarga The Adjieran Smith itu seolah menjadi satu, karena selalu sama pendapat.
Selain selalu menyambung apa yang tercetus dari satu sama lain, kalau sudah yang namanya menyusun rencana. Meskipun hal itu dilakukan secara spontan.
Tapi kekompakan dalam hal susun menyusun rencana, macam sudah diskusikan sebelumnya.
Satu server.
Makanya kiranya tidak akan ada yang namanya perpecahan dalam Dinasti The Adjieran Smith yang senantiasa saling mendukung satu sama lain.
🌷🌷
24 jam berlalu pasca Val terbangun dari sindrom putri tidurnya.
“Yah, gatot rencana kita –“
“Memang kenapa?”
Mommy Ara yang sudah diberitahukan soal rencana Drea dan mereka yang tahu tentang idenya memperkenalkan Kafeel pada Val andai Val kembali lagi ke kondisi awal amnesianya itu, menanggapi ucapan Drea yang sebelumnya dari kamar Val.
“Val ternyata bisa mengingat semua yang terjadi setelah dia membuka mata selepas koma sejak di Little Star Island ... Masih meraba, tapi intinya Val mengingat urutan dari dia bangun koma hingga sampai ke sini.”
Dimana Mommy Ara, serta mereka yang bersamanya dan mendengar penuturan Drea, menghela nafas mereka penuh arti.
🌷🌷
“Haah, padahal Drea ingin sekali membantu Kak Kafeel mengembalikan kepercayaan dirinya di hadapan Val, lalu membuatnya tidak bermuram durja lagi. Sayang hal itu harus tertunda lagi ...” kesah Drea.
“Tidak apa. Semua udah jalan – Nya. Di doain aja, Val dan Kaka bisa kembali lagi bersama dalam hubungan yang pernah membuat mereka berdua sangat berbahagia.” Oma Anye kemudian angkat suara.
“Aamiin –“
🌷🌷
Harapan Oma Anye atas Val dan Kafeel yang lalu diaminkan oleh mereka yang mendengarnya, kemudian dipatahkan ketika setelah waktu, hari, minggu dan bulan berganti, Val – masih belum mengingat masa setelah 14 tahunnya.
Val juga tidak tampak ingin tahu lagi tentang masa yang ia telah lewati namun ia sedang lupakan.
Karena Val lebih nampak tertarik untuk menjalani hidupnya yang menurutnya baru ini. Fokus melakukan apa yang kiranya ia lakukan di usia 18 tahunnya.
Yang mana Val sudah terdaftar sebagai seorang mahasiswi di salah satu kampus ternama di London. Jadi Val terlihat menikmati waktu yang sedang ia jalani saat ini.
Dan hal itu pun dibiarkan saja dahulu oleh keluarganya.
Agar Val kiranya enjoy dulu.
Karena jika sudah enjoy, menceritakan apapun akan dapat Val terima dengan baik.
Lalu siapa tahu, cerita berikutnya yang Val dengar nanti yang mana lebih personal, kemudian Val coba mengingat – Val tidak akan merasakan sedikit nyeri di kepalanya.
Namun ya itu, Val yang dibiarkan menikmati apa yang ingin ia nikmati demi kebahagiaannya, seolah tidak ingin tahu lagi tentang apa yang telah ia lupakan.
Val, benar – benar membangun hidup barunya.
Katakanlah begitu.
Dan atas hidup barunya itu, Val mematahkan harapan Oma Anye dan keluarganya yang berharap jika suatu hari Val akan mengingat Kafeel, lalu jika Val ingat pada sakit yang diberikan Kafeel di dalam hatinya – maka Val akan diberitahukan apa yang sebenarnya terjadi – alasan Kafeel memutuskan hubungan dengannya secara sepihak.
Lalu, Val dan Kafeel akan kembali bahagia bersama. Tinggal meneruskan rencana pernikahan mereka yang sempat terhapus.
Yah, hanya saja harap tinggal harap. Ketika Val tahu – tahu memperkenalkan seorang pria sebagai kekasihnya. Di hadapan beberapa anggota keluarganya, bahkan di hadapan Kafeel.
🌷🌷
“Jujur, kami pun tidak tahu tentang hal itu, Ka,” adalah Dad R yang berkata pada Kafeel, dimana Kafeel hendak meninggalkan mansion London, selepas ia bertandang ke sana.
Yang sudah mengumpulkan segenap keberanian untuk menemui Val. berikut harapan, jika Val dapat jatuh cinta untuk kedua kali padanya. Yang kemudian pupus, ketika Val memperkenalkan seorang pria bule sebagai kekasihnya.
“Tak apa, Dad. Itu hak Val sepenuhnya ....” Kafeel yang langsung menanggapi ucapan Dad R itu menampakkan juga senyum keihklasannya. “Seperti yang pernah aku katakan, jika Val jatuh hati pada laki – laki lain, aku akan mengikhlaskannya. Yang penting Val selalu bahagia. Selain sehat terus.”
“Dan seperti yang sudah aku katakan, hidupmu harus terus berjalan, Boy.”
“Iya, Dad ....”
“Kau tidak berencana bunuh diri lagi setelah ini, bukan? ....”
Kafeel terkekeh kecil kemudian.
“Tidak Dad, tenang saja,” jawab Kafeel setelahnya.
“Lalu kenapa kau bergegas pergi dari sini?”
“Daripada aku terbakar cemburu melihat gadis yang aku cintai bermesraan dengan laki – laki lain, lebih baik aku hunting something untuk usahaku.”
“Begitu baru bagus.”
“Ya sudah, Dad, semua. Sampai bertemu lagi.”
“Jodoh tidak akan kemana, Ka.”
“Iya, Oma ....”
“Jangan sedih ya?”
“Ya sedih lah liat cewe pujaan ga muja aku balik.”
Kafeel berkelakar saja, tertawa geli.
“Tapi aku lega dan senang melihat Val bahagia. Dan lagi, akan ada harapan buatku sih.” Ucap Kafeel kemudian . “Setidaknya selera Val pada seorang laki – laki tidak berubah. Dia masih menyukai pria yang lebih dewasa usia darinya.”
Namun kemudian dia tersenyum penuh arti sambil memandang Val dari tempatnya berdiri.
“Kayaknya aku ada harapan nih, jadi pebinor diantara Val dan pacar bulenya itu –“
🌷🌷 🌷🌷
__ADS_1
To be continue ......