HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
AKU, KAMU, DAN SEMESTA


__ADS_3

Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Little Star Island, Italy ....


“Seingatku rambutku ini masih sebahu,”


“Val..”


“Iya Abang?—“


“Rambut kamu sudah sepanjang ini sejak dua tahun yang lalu.”


“Dua tahun yang lalu?—“


“Iya.”


---


“Ih Abang. Rambut Val selalu sebahu dari dulu juga. Sampai kita berpesiar besar-besaran juga tetap sebahu. Karena sebelum Val dan May dipanggil keluar kamar di cruise kita itu, Val sempat bercermin dahulu, dan Val ingat betul rambut Val sebahu. Seperti biasa! Masa Abang lupa?.. Ini efek Kak Drea selalu terbayang-bayang di mata Abang ya?.. Eh tapi kenapa rambut Val bisa sepanjang ini dengan cepat ya?..”


“Val.. Kita yang berpesiar besar-besaran itu, sudah empat tahun yang lalu.. Dan kamu, berusia delapan belas tahun sekarang.”


“Hah?!—“


“Iya, Val—“


“Jadi Val.. itu.. eum koma.. selama empat tahun??!..”


“Tidak Val. Kamu hanya koma selama kurang lebih enam bulan.”


“Enam bulan?..”


“Iya Val,”


“Val confuse ih.”


“Kamu—“


“Bagaimana dalam enam bulan Val bisa tahu-tahu berumur delapan belas tahun coba? Kalian pasti sedang memberikan aku sebuah prank ya???—“


“Engga, Val—“


“Coba mana berikan aku cermin?”


---


“Oh my!— Wajahku.. berubah???—“


“Ini kamu yang delapan belas tahun Val—“


“Aku melewatkan masa remajaku, dong???.. Aaa.. tidak mauu.. Masa aku melewatkan Sweet Seventeenkuu???..”


Raut wajah bingung kini mendominasi orang-orang yang berada di dekat Val.


Bingung bagaimana untuk memberikan penjelasan pada Val tentang sebab musabab kondisinya saat ini.


Karena Val---selain kaget, ia sepertinya agak sulit menerima jika dia itu sudah berusia 18 tahun sekarang.


“Kamu tidak melewatkan Sweet Seventeen kamu, Val..”


Ann yang berkata. Bermaksud menenangkan Val.


“Iya Val. Ultah Sweet Seventeen kamu itu dirayakan besar-besaran kok.”


Via menambahkan.


“Mana buktinya?..”


“Ya foto-foto buktinya, Val.”


Ann yang keburu menanggapi ucapan Val.


“Dan foto-foto itu tersimpan rapih dan cantik di album foto Sweet Seventeen kamu.”


“Mana album fotonya?..”


“Ada di Mansion London dan KUJ..”


Aro yang lalu menjawab pertanyaan Val itu.

__ADS_1


Dan Val terdiam kemudian.


Hanya sejenak saja, sebelum Val lagi berkata, “Pasti ada yang tersimpan di ponsel kan????..”



“Kenapa tergesa begitu?” Dad R yang baru saja melewati ambang pintu ruang rawat Val untuk masuk ke dalamnya, bertanya pada Isha yang berpapasan dengannya.


“Isha mau ambil ponsel Isha, Dad—“


“Val sedang diberitahu kenyataan dirinya yang sekarang..”


Lalu Poppa menyambar untuk bicara dengan mendekati Dad R, sambil ia berjalan bersama Kafeel yang hendak meninggalkan ruang rawat Val---tak lama setelah Kafeel menyaksikan Val yang nampak sulit menerima kenyataan usianya sekarang.


“Tapi Val ga percaya kalo umurnya emang udah 18 tahun, Dad.. Terus panik karena ga ngerasa ngerayain ultah 17 tahunnya. Minta bukti. Udah dibilangin ada album foto pesta Sweet Seventeennya, tapi Val ga percaya juga.. Jadi minta ponselnya buat ngebuktiin ucapan kita semua yang bilang dia udah 18 tahun, dan cuma koma selama hampir enam bulan aja. Dan Val ga ngelewatin Sweet Seventeennya itu. Tapi ya itu, dia ngotot mau lihat itu foto-foto Sweet Seventeennya sekarang di ponselnya. Padahal tadi Abang ngomong kalo dia udah bilang ponsel Val itu ketinggalan di London. Tapi Val lupa katanya Abang udah ngomong begitu.. Terus minta ponsel salah satu dari kami..“ cerocos Isha.


“Heemm..”


Dad R manggut-manggut.


“Ya udah ya, Dad. Isha mau ambil ponsel Isha dulu di kamar.”


Isha beranjak pamit dari hadapan Dad R, Poppa dan Kafeel yang sedang dekat berdiri bersama itu.


Ketiganya pun mengangguk menanggapi pamit Isha untuk pergi ke kamarnya dalam kastil di Little Star Island.


“Aku juga permisi untuk pergi ke kamarku, Dad, Pop—“


“Kau sudah bertemu Val?”


Dad R mencetuskan pertanyaan pada Kafeel.


“Belum Dad,” jawab Kafeel. “Nanti saja, kalau Val sudah menerima dirinya yang sekarang..”



Dua hari berlalu, dari sejak Val diberitahu tentang usianya sebenarnya saat ini.


Namun semasa itu---Val masih terlihat nampak belum bisa menerima kenyataan dirinya yang sekarang berusia 18 tahun, dan hanya melewati kurang lebih 6 bulan saja komanya.


Bukan 4 tahun, seperti yang Val kira.


Yah, bukan tanpa sebab Val masih sulit menerima dirinya sudah tahu-tahu berusia 18 tahun ketika Val menganggap dirinya baru terbangun dari tidur.



‘Aku rasanya tidak percaya kalau aku sudah berumur 18 tahun sekarang dan aku hanya koma selama hampir 6 bulan..’


Val sedang sendirian di dalam kamar rawatnya.


Tidak benar – benar sendirian sebenarnya.


Ada beberapa anggota keluarga Val yang sedang menungguinya di bagian ruang tunggu di luar kamar rawat intensifnya.


Namun karena mereka yang menunggui Val mengira jika Val sedang tertidur karena gadis itu sempat mengatakan kalau dirinya mengantuk, jadi Val dibiarkan sendirian.


Dan seorang perawat yang merupakan asisten Celine dan biasanya standby di dekat Val itu sedang beristirahat, jadi Val memang sedang sendirian di dalam kamar rawat intensifnya.


‘Kalau iya, kenapa aku tidak mengingat kehidupanku di usia 15 tahun sampai dengan sekarang sebelum aku koma???..’


Hanya saja, Val yang dikira sedang tidur itu tidak lah tertidur.



Sementara itu, ada Kafeel yang baru saja memasuki ruang rawat Val, dimana ada beberapa anggota keluarga Val di ruang tunggunya dan sedang bermain kartu.


Dan semua mata yang sedang bermain kartu itu kompak memandang spontan kepada Kafeel yang baru saja datang itu, lalu celetukan keluar dari salah seorang diantara mereka yang sedang bermain kartu tersebut. “Incess Val udah tidur, Masbro.” Celetukan ini keluar dari mulut Nathan, yang tahu maksud kedatangan Kafeel ke ruang rawat Val di jam-jam seperti ini---yang adalah waktu tidur.


Kafeel langsung tersenyum. Lalu berkata setelahnya, sambil memandang pada Nathan dan beberapa lainnya yang sedang bersama replika wajah mudanya Daddy Jeff itu. “Kalo gitu, aku ke tempat Val dulu, ya?..”


Meminta ijin dengan santun, karena ada tiga Dads of The Adjieran Smith yang sedang bersama Nathan. Dan mereka yang mendengar permintaan ijin Kafeel itu mengangguk mengiyakan.


Dimana tak lama, Kafeel segera mengayunkan langkahnya untuk masuk ke kamar rawat intensif Val---mencuri waktu dekat dengan Val saat gadis itu tertidur.


Karena melihat sikap Val yang nampak belum menerima masa sebenarnya gadis kecil tercintanya itu jalani saat ini, Kafeel memutuskan sendiri untuk menjaga jarak dulu dengan Val.



Kafeel selalu menunggu saat Val sedang tertidur, sejak gadis itu tersadar dari komanya, dan setelah mengetahui jika Val telah mengalami kemunduran ingatan serta telah benar – benar melupakannya.


Tapi tak apa, seperti itu saja juga sudah cukup bagi Kafeel, karena Val masih ada di dunia. Mengutip kalimat super bucinnya Varen pada Andrea, jadi Kafeel juga mau bilang kalau, “Hanya dengan melihat Val bernafas saja, dia sudah bahagia—“

__ADS_1



Jadi bisa dekat dengan Val, walaupun belum bisa berinteraksi seperti biasa---sudahlah cukup juga bagi Kafeel. Yah dicukup – cukupkan saja oleh Kafeel, daripada tidak bisa dekat sama sekali dengan Val.


Hanya saja, Kafeel yang tadinya ingin melepas rindu dengan menatapi wajah saat tidur dari jarak teramat dekat---dengan cepat menghentikan langkahnya, ketika saat ia sudah dekat dengan kamar rawat Val, gadis kecil tercintanya itu nampak hendak duduk di atas ranjang rawatnya.


Ingin sekali Kafeel berlari ke arah Val, lalu membantu gadis kecil tercintanya itu untuk duduk yang meskipun tidak terlihat kesusahan---karena kondisi fisik Val sudah kian sehat setiap harinya pasca terbangun dari koma.


Namun kaki Kafeel seolah tidak singkron dengan hatinya, karena entah kenapa kakinya seolah memaku di tempatnya saat melihat Val melakukan pergerakan untuk duduk di atas ranjang rawatnya itu.


Lalu di saat yang tak lama, kepala Val tertoleh kepada Kafeel yang sedang membeku di tempatnya itu---hingga jatuhnya, kini Val dan Kafeel jadi saling tatap. Kemudian asa, hadir di hati Kafeel---berharap, jika Val akan melambai memanggilnya---tersenyum saja pun tak apa, walau ga dipanggil untuk mendekat juga. Bisik hati Kafeel.


Hanya saja, Kafeel harus sedikit menelan kegetiran.


Karena alih-alih Val memanggil dirinya seperti yang Kafeel harapkan, Val malah membuang pandangannya.


Membuat Kafeel tak lama berbalik, untuk meninggalkan ruang rawat Val.


Dan memberitahukan kepada mereka yang sedang berada di ruang tunggunya, jika Val sudah terbangun.



Kafeel yang sebelumnya urung mendekati Val karena Val menampakkan sikap antipati yang dimiliki para personel The Adjieran Smith yang asing bagi mereka, kian urung untuk mendekati Val---kala pada satu waktu ia tertangkap basah lagi oleh Val sedang memperhatikannya dari balik kaca yang tembus ke ruang rawat Val, dimana Val sedang bersama beberapa nenek dan saudarinya---Kafeel lihat meminta salah satunya untuk menutup tirai kamar rawat intensifnya tersebut.


Lalu wajah Val tidak dapat Kafeel nikmati lagi, membuat asa dalam hati Kafeel untuk bisa kembali bersama dengan Val dengan kemesraan yang seperti pernah ia jalani bersama Val pun tertutup juga.


Jadi Kafeel simpulkan, mungkin semesta memang tidak mengijinkan dia dan Val untuk kembali bersama. Padahal semua fakta tentang alasan Kafeel memutuskan ikatan cintanya dengan Val telah terkuak, dan dukungan untuknya agar bisa bersama Val bisa disimpulkan telah ia dapatkan kembali dari keluarga gadis tercintanya itu.


Tapi Val malah tidak mengingatnya.


Bahkan parahnya, Kafeel merasa jika Val malah was-was padanya.


Karena begitu adanya, maka begini Kafeel katakan, “Biar Val jauh di mata, tapi dekat di doa..”


Kafeel pergi sekarang, membawa asa, kerinduan dan pasti cintanya pada Val untuk ia simpan dan kunci rapat-rapat di dalam hatinya.


Menunggu saja, nasib baik tentang hubungan cintanya dan Val akan menghampirinya.


Meski tidak tahu seberapa lama, meski menunggu dalam ketidak pastian. Serta juga menunggu dalam kewaspadaan, jika Val tak pernah lagi mengingat tentang dirinya---bahkan tak memiliki rasa untuk jatuh cinta yang kedua kali padanya.


Well, cinta ga harus memiliki, kan?


⌛⌛⌛


To be continue..


⌛⌛⌛


SPOILER:


“Haloo keluarga Val yang blaem-blaem!..”


“Val..”


“Eh ada tamu, ya?..”


“Ha-lo, Val..”


“Euumm, Val sepertinya pernah melihat wajah, eumm.. Val panggil apa ya?.. Kakak saja ya?..”


----


“Val pernah bertemu Kakak dimana ya?..”


..


“Ah ya sudah nanti saja Val ingat-ingat lagi..”


..


“By the way, semuanya, Val ada kejutan untuk kalian—“


“Kejutan?..”


“Yap!..”


“Apa itu?..”


“Taraa..”


“Dan dia adalah?..”

__ADS_1


“Kekasih Val, dong..”


⌛⌛⌛


__ADS_2