HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
EPISODE 138


__ADS_3

Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


“Ya sudah ibu, kalau begitu saya permisi dulu ya?-“


Mika berpamitan pada seorang ibu tunawisma yang ditolongnya, dan memiliki dua balita kecil.


“Dan sabar sedikit lagi ya, sampai setidaknya alas untuk tidur ibu dan adik-adik tiba nanti, ya Bu?”


“Iya, Neng Mika. Ga usah Eneng pikirin soal alas tidur ibu sama anak-anak, karena bisa punya tempat tinggal begini aja udah sukur Alhamdulillah banget Ibu, Neng....”


“Ya sudah kalau begitu,” tukas Mika. “Saya dan saudara-saudari saya ini permisi dulu ya, Ibu?....”


“Iya Neng Mika.... sekali lagi ibu ucapin makasih yang sebesar-besarnya sama Neng Mika dan sodara-sodara Neng Mika ini.... sama semua ini juga yang dateng sama Neng Mika-“


Ibu yang ditolong Mika itupun menyampaikan kembali rasa terima kasihnya pada Mika dan rombongan-seraya ia berdiri, karena Mika dan mereka yang di dalam kontrakan petakan yang kini menjadi tempat tinggal ibu tersebut telah bangkit dari posisi mereka.


“Sama-sama Ibu....”



“Nona Mikaela,”


Bram-Bodyguard yang memang paling sering mendampingi Mika dalam keseharian gadis yang punya predikat sebagai gadis judes itu, mendekat pada salah satu nona mudanya tersebut, yang sudah hendak keluar dari kamar kontrakan petakan ibu tunawisma yang Mika tolong.


“Ya?”


Nona Mika menanggapi Bram.


“Ini Nona Mikaela...” ucap Bram sambil memberikan bungkusan yang berupa tas kain dari sebuah mini market pada Mika.


“Itu peralatan mandi.”


Arya buka suara, kala Mika menaikkan satu alisnya disaat Bram menyodorkan padanya sebuah tas mini market.


“Kalau lo udah belikan, biar itu buat simpenan mereka. Jadi next kalo habis yang dari lo, mereka ga perlu lagi beli buat stok berikutnya paling engga...”


Mika mengangguk mendengar penuturan Arya.


Didetik berikutnya Mika menerima bungkusan tas mini market dari tangan Bram, yang kemudian langsung Mika berikan pada ibu yang di tolongnya.


Setelahnya, Mika berikut para saudara-saudarinya berpamitan dan meminta suami istri pemilik kontrakan-yang nampak sumringah menanggapi Mika dan rombongan, agar setidaknya memperhatikan ibu tunawisma berikut dua balita ibu tersebut.



Mika dan mereka yang baru keluar dari dalam kamar kontrakan petakan dari ibu tunawisma itu sontak mengernyit dalam ketika melihat suasana di area luar jejeran kontrakan tempat mereka berada saat ini.


Kemudian Mika pun saling tatap dengan para saudara-saudarinya atas apa yang ada dalam pandangan mereka itu.


“Jalan sekarang Nona Mikaela? –“ tanya Bram saat Mika dan para saudara-saudarinya yang ikut masuk ke dalam kamar kontrakan ibu yang Mika tolong itu telah kesemuanya keluar dari dalam sana.


“I, ya –“ jawab Mika yang nampak sedikit tergugu. “Ini... kenapa ramai begini?...” tanya Mika yang heran, mewakili mereka yang sama herannya dengan Mika.


“Ini mereka lagi demo apa gimana?...”

__ADS_1


Isha ikutan bertanya.


“Coba tanya Mang Ateng.”


Kafeel menyahut, nampak mengulum senyum.


“Kenapa Mang?...” Val ikutan bertanya, sambil memandang pada orang yang dimaksud oleh Kafeel.


Sementara yang ditanya cengengesan geli.


“Disangkain mereka, Non-Non, ama Aden-Aden nih lagi suting!”


“Heu??? Shooting?...”


Mika CS yang tidak tahu menahu maksud Mang Ateng itu kompak bertanya heran.


“Ho oh!”


Pria agak tambun yang merupakan orang kepercayaan Keluarga Cemara di bidang penyewaan tenda dan kawan-kawan itu mengiyakan dengan masih cengengesan geli.


Kafeel juga nampak seperti pria yang dipanggil Mang Ateng itu. Cengengesan geli.


Aro dan Ares nampak sama juga, cengengesan dan terkikik geli.


Semakin Mika CS yang tak paham kian heran. “Shooting gimana Mang Ateng?”


Mika kembali bertanya.


“Iya, shooting gimana sih maksudnya? Kan ga ada kamera???......”


“Jadi gini Non, kaga tau nih orang kali ada yang ngeliat Non Mika ngeboyong si ibu kesini.... yang maap yak, begitu dah pakeannya, terus kali.... kali ni yak, Mang Ateng kaga tau pasti, tapi kayaknya sih iya. Ngeliat mobil ini pada mentereng, trus nih samson banyak ples Non ama Aden pada cakep-cakep bener ngebawa si ibu, jadinya mereka mikir kali para Non ama Aden nih disangka artis ibukota gitu....”


“Haaa???-“


Mika CS yang ga tau-tauan itu, terperangah berjamaah.


“Yang lagi pada shooting acara yang ada di tipi....”


“Acara apa sih emangnya?-“ tukas Mika seraya bertanya lagi.


“Judulnya Uang Kuaget!” kata Mang Ateng dan yang paham ngekeh wae.



“Mang Ateng, minta tolong dibantu beresin seperti biasa,” ucap Mika kala ia telah duduk di dalam mobil yang sama yang sebelumnya ia tumpangi.


“Siap Non Mika.... akan Mamang urus sampe kelar semua kayak biasa. Jadi Non Mika tenang aje!.... Mendingan Non Mika ame Non-Non dan Aden-Aden cepetan pade ke rumah si Babeh, soalnya udah ditungguin sedari tadi....” sahut Mang Ateng. “Yang disini biar jadi urusan Mamang, entar Mamang laporan dah kalo udeh kelar.... Lagian ini yang punya kontrakan kenal juga ama si Babeh. Jadi Non Mika tenang aje ye? Pasti di urus dengan bae itu ibu sama anak-anaknye.”


Mika dan mereka yang didekat Mang Ateng pun tersenyum setelah mendengar cerocosan pria setengah tambun, anak buah Ake Herman, yang Mang Ateng panggil dengan sebutan ‘Babeh’. Baru setelahnya, Mika CS benar-benar pergi dari tempat mereka berada, untuk pergi ke tujuan asal mereka. Rumah Keluarga Cemara.


“Memang benar apa yang Mang Ateng katakan kalau kita itu dikira celebrity oleh orang-orang yang berkerumun tadi? –“


Itu Ann yang berucap heran di dalam mobil berbeda dari yang formasi Mika CS tumpangi.


Yang mana pertanyaan Ann itu langsung diiyakan oleh Ares. “Orang aku, Kak Aro sama Kak Kaf aja kaget waktu mau ajak jajan anak-anaknya si ibu itu ke minimarket yang didepan tadi.”

__ADS_1


Mereka yang satu mobil dengan Ares pun menatap antusias pada Ares. “Terus? Terus? .....”


“Terus pipi aku dicubitin ..... Emang pipi aku squishy apa??? ....”


Yang mana ucapan Ares barusan mengundang gelakan geli dari para kakak yang bersamanya itu.


*


Sepanjang perjalanan dari kontrakan petakan tadi, Mika CS tak henti-hentiny terkikik membahas mereka yang dikira artis ibukota oleh sebagian orang yang tinggal di daerah kontrakan tempat Mika menempatkan seorang ibu tuna wisma yang ditolongnya tadi.


“Eh iya by the way May, kenapa kita tidak ajak saja ibu tadi dan dua anaknya itu Ke Mall ini untuk memberi pakaian dan sebagainya? ...”


Val berucap seraya bertanya pada Mika, sambil menunjuk sebuah pusat perbelanjaan besar yang tidak jauh dari rumah Keluarga Cemara, kala mobil yang Val tumpangi melewati Mall tersebut.


“Bukannya aku ga mau, Val ...”


Mika pun merespon.


“Bukan juga karena malu mengajak mereka dengan penampilan mereka itu, tapi justru aku memikirkan mereka jika kita membawa mereka ke Mall itu .... mereka akan merasa tidak nyaman ....”


Mika menyuarakan pendapatnya.


“Ga semua orang Val, bisa menerima kehadiran orang macam ibu tadi di tengah mereka. You know lah-“


“Iya sih ...” tukas Val.


“Dan lagi, kebijakan Mall kan berbeda-beda Val.”


Mika kembali berbicara.


“Siapa tahu, Mall itu, tidak memperbolehkan orang seperti ibu tadi dan anaknya masuk, walaupun datang dengan kita.”


Mika masih lanjut bicara, dan mereka yang berada di dekat Mika fokus mendengarkan serta memperhatikan si gadis judes itu.


Terutama, si sadboy yang kena mental akibat salah menilai Mika selama ini.


“Jika dipintu masuk mereka dihadang ...” imbuh Mika. “Itu, sedikit banyak, akan menyakiti hati ibu tadi... dan aku ga mau seperti itu. Aku juga sudah berencana kok, mengajak ibu itu dan anaknya ke Mall tadi. Tapi nanti setelah aku mengirimkan pakaian bersih untuk mereka, setelah kita juga bertemu Ake, baru aku akan mengajak mereka ke Mall untuk sekedar berbelanja serta mengajak dua adik tadi main ....”


“.......”


“Aku hanya tidak tega, jika mendengar mereka dicerca, yang mana pasti ada diantara pengunjung Mall yang merendahkan orang lain, hanya karena penampilannya ....”


'Mikaela Finn Adjieran Smith, rasanya gue pengen peluk elo sekarang ....'


Hati seseorang berbisik karena terenyuh mendengar ucapan Mika.


Sedikit bergetar


♥♥♥♥♥


To be continue ....


Jangan lupa untuk memberikan jejak support apresiasi kalean yah, duhai para reader yang blaem-blaem ....


Salam sayang sekebon pisang,

__ADS_1


Emaknya Queen.


__ADS_2