HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
WAYOLOH!


__ADS_3

Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


“Ya, Bald Drake?“


“There is something you need to know about Simon Atley (Ada sesuatu yang perlu kau ketahui tentang Simon Atley), R—“


-


“Then (Lalu)?—“


“Gue, Lucca termasuk Dad—menyuruh Simon to face Val directly (untuk menemui Val secara langsung) dan mengatakan semua yang dia sampaikan pada kami bertiga, pada Val.”


“Tapi gue belum bertanya pada Val kapan dia mau kembali ke London—“


“Simon yang akan datang ke Jakarta.”


🌷


Kediaman Utama The Adjeran Smith, Jakarta, Indonesia,


( K.U.J )


“Tapi by the way, Kak Kafeel menanyakan apakah Val ada acara besok atau ingin pergi ke suatu tempat, apakah karena sebenarnya Kak Kafeel memiliki suatu urusan?”


Adalah Val yang berkata seraya bertanya pada Kafeel yang sedang tersambung dalam panggilan telepon pada ponsel, yang mana percakapan Val dan Kafeel pada ponsel itu terjadi padahal mereka sedang sama-sama berada di KUJ atas malu hati karena kepergok hendak berciuman oleh sepasang kembara kembar nakal.


Jadinya Val yang lebih malu hati sih, tepatnya—langsung buru-buru pamit pada Kafeel untuk masuk ke kamarnya dengan segera.


Namun karena Val ingat tentang ucapan Kafeel saat sebelum mereka hendak berciuman tapi ga jadi itu, jadilah Val menghubungi Kafeel yang akan tidur di kamar Ares bersama si empunya kamar dan juga Aro—padahal kamar Ares di KUJ juga berada di lantai yang sama dengan kamar Val.


Tapi ya itu, karena rasa malu spontannya Val akibat dirinya dan Kafeel kepergok Aro dan Isha hendak berciuman, Val jadi salah tingkah sendiri.


Jadi buru-buru masuk ke kamarnya di KUJ. Padahal Isha juga akan masuk ke kamar Val untuk menemani gadis eks putri tidur itu bersama Aina. “Duh, yang mau mesra-mesraan kelewat mesra tapi ga jadi...” Dan ledekan pastinya terlontar dari mulut satu anak kembar yang mulutnya serowes emak kandungnya. “Kentang nih yee?—“


“Kentang gimana, Kak?” celetuk Aina bertanya.


“Mau kiss kiss emuah ga jadi karena kepergok aku dan Aro.”


Dimana jawaban Isha padanya itu membuat Aina jadi cekikikan bersama satu kakaknya itu, dan Val merungut kecil.


Setelahnya Val ijin memisahkan diri  untuk menghubungi Kafeel, dari dua saudari yang sedang dan akan menemani dirinya sampai esok hari nanti selepas bangun tidur dan sampai Val keluar kamar.


Yang langsung Isha dan Aina persilahkan, karena mereka kemudian nampak asyik dengan ponsel masing-masing setelah meledek Val.


🌷


“Iya sih, ada sedikit urusan. Tapi kalau Tuan Putri memang ingin pergi atau ada acara dan mau aku menemani, urusan aku bisa ditunda.” Jawaban Kafeel atas pertanyaan Val sebelumnya.


“Kak Kafeel jangan seperti itu .... Jangan karena Val, Kak Kafeel malah kian repot bahkan sulit,“ respons Val.


“Kamu jauh lebih penting daripada urusan aku,” sahut Kafeel, dimana senyum Val langsung terbit otomatis di wajahnya selepas mendengar sahutan Kafeel ini.


“Terima kasih, Kak. Val sungguh tersanjung. Tapi jangan terlalu – lalu juga Kak Kafeel mengorbankan kepentingan Kakak hanya untuk Val yang tidak penting.”


🌷


“Segala hal yang berhubungan dengan kamu itu penting buat aku, Tuan Putri.” Kafeel langsung merespons ucapan Val barusan. Dan Val kembali tersenyum karena ucapan Kafeel, yang Val kemudian langsung juga tanggapi dengan berterima kasih serta bertanya.


“Terima kasih, Kak. Val tersanjung sekali lagi. Tapi jika Val boleh tahu, memang Kak Kafeel ada urusan apa besok?“


“Urusan soal bisnis kecil – kecilan aku aja sih, Tuan Putri. Cuma aku kayaknya besok jalan pagi dari sini, karena laptop aku di rumah bunda.” Yang langsung Kafeel jawab kemudian.


“Ya sudah, Kak. Kak Kafeel selesaikan saja urusan Kak Kafeel besok,” sahut Val. “Kalau Val memang belum bangun saat Kakak hendak berangkat, Kak Kafeel berangkat saja jangan menunda. Tapi Kak Kafeel kalau bisa sering – sering kabari Val ya?”


“Pasti, Sayang,”


“Ya sudah, nitey nite, Kak. Love you—“


“Love you more, Tuan Putri .... nitey nite for you too.”


🌷


Pagi hari menjelang, dan Kafeel yang hendak melakukan sebuah urusan--sempat berpamitan pada Val yang sindrom penyakit langkanya yang memang tidak bisa diprediksi kapan datangnya itu—sedang tidak kambuh.


Kemudian, para penghuni utama KUJ yang memiliki kegiatan dan kewajiban di luar pun melakukan juga urusan mereka—hingga hanya Val dan satu nenek serta dua kakak perempuan berikut anak mereka masing-masing, serta tiga moms yang ada di KUJ.


“Kalian kalau ada urusan di luar juga, tidak apa-apa kalau mau pergi  .... Val will be okay. Lagipula ada para maid yang pastinya akan mengekori Val kalau Val sendirian kan? Seperti halnya di great mansion ....” ucap Val pada tujuh wanita yang sedang bersamanya di KUJ, selepas mereka yang memiliki kepentingan di luar telah hengkang dari kediaman utama mereka yang bertempat di Jakarta tersebut—yang mana 7 wanita personel inti The Adjieran Smith yang sedang berada di KUJ itu, sedang berkutat di dapur untuk membuat satu dua kudapan.


🌷


“Nenek sih emang ga bakal ada kegiatan kalo tiga nenek kamu yang lain ga ada di sini, Val.” Nenek Yuna yang paling pertama merespons ucapan Val.


Dimana setelahnya, timpalan atas ucapan Val yang lebih dulu direspons nenek Yuna itu—berdatangan dari beberapa wanita lainnya.


“Kalo Mama sendiri kan ibu rumah tangga sejati, jadi emang sehari – harinya banyakan di rumah buat ngurusin segala hal yang ada di rumah ini, Sayang—“


“Hari ini juga jadwal Mami di rumah, karena hari ini tuh jadwal libur sanggar—“


“Kalo Kak Drea mau tunggu suami pulaaang ....”


“Heleh paling juga nunggu oleh-oleh Abang dari Jepang?”


“Ya salah satunya itu, selain udah kangen sama bebeb Abang—“


“Dikasih waktu bebeb abangnya buat istirahat, jangan langsung ‘diserang’”


Celetukan mami Prita yang menimpali ucapan Drea sebelumnya, membuat 6 wanita lain yang bersamanya langsung terkekeh bersama.


“Memang Abang buat salah sama Kak Drea? Sampai nanti saat Abang pulang mau Kak Drea serang?—“


“Eh lupa ada bocil.”


“Enak saja bilang Val bocil. Val ini sudah hampir 19 tahun, okay?”


Val dengan kepolosannya.


Hingga 6 wanita lainnya yang sedang bersama Val itu, kembali kompak terkekeh.

__ADS_1


Mengingat betapa agrecipnya Drea pada Varen, bahkan dari sejak Drea kecil.


“Ya udah ralat, bukan ada bocil—“


“Tapi ada perempuan yang belum menikah.”


“Memang apa hubungannya penyerangan Kak Drea pada Abang dengan status Val yang belum menikah?—“


“Oke skip-skip soal serang-menyerang dalam pernikahan. Bahas yang laen—“


Malas, selain bingung memberi penjelasan pada Val yang polos itu tentang hal-hal menjurus sekitar urusan ranjang suami istri—mami Prita langsung memutus pembicaraan mengenai hal tersebut yang sebelumnya dimulai oleh Drea dan diceletuki oleh mami Prita sendiri.


Kemudian bahasan lain yang dimaksud mami Prita itu langsung membuat ke 7 wanita yang sedang berkumpul bersama itu, membicarakan ragam topik yang jauh dari urusan soal peranjangan tanpa sedikit pun juga ada bahasan yang nyerempet-nyerempet ke sana.


Topik yang kiranya bisa dimengerti oleh Val.


🌷


“Saat ingatan anda tentang ragam hal yang kiranya anda lupakan kembali , apa Nona Valera merasakan sakit di kepala? ....” adalah Celine yang bertanya pada Val, ketika di siang hari dirinya tiba di KUJ bersama dengan Varen beserta juga dokter Mario yang kedatangannya di KUJ bersamaan dengan kedatangan Varen dan Celine berikut juga orang setia Varen yakni Ammar.


“Hanya agak pusing saat terbangun dikala semua hal tentang Kak Kafeel Val dapati di mimpi Val saat di great mansion. Sempat juga sih, Val rasakan nyeri saat di jet bersamaan dengan potongan – potongan kejadian lain yang Val ingat—baik tentang Kak Kafeel atau pun tentang kejadian yang berkaitan tentang keluarga ini, karena banyak hal tumpang tindih di kepala Val—“


“Maksudnya tumpang tindih?—“


“Ingatan Val yang Val lupakan berikut ingatan setelah Val cukup tersadar mengenai ragam hal yang terjadi dan Val alami serta rasakan di Little Star Island saat Val masih amnesia, sampai waktu Val kembali ke great mansion hingga ke sini menempel disaat yang bersamaan. Begitu, Kak Celine.”


“And did you feel another pain after that you feel after it ( Dan apakah kamu merasakan sakit lagi setelah itu )?”


“No, Uncle. I never feel any pain in my head after it until now ( Tidak, Paman. Aku tidak merasakan sakit lagi di kepalaku sampai dengan sekarang setelahnya )”


Val yang sebelumnya menjawab pertanyaan Celine, lalu menjawab juga pertanyaan yang diajukan dokter Mario padanya dengan jelas.


Kemudian Celine dan dokter Mario nampak mengangguk-angguk kecil secara bersamaan, sambil juga keduanya mengulas senyuman. “Sepertinya anda semua sudah dapat tenang sekarang.” Celine bicara setelahnya.


Sambil salah satu orang kepercayaan Varen yang sudah lama ikut dengan anak naga utama itu, memandangi para keluarga Val yang sedang ada bersamanya.


“Hasil pemeriksaan di otak Nona Valera dan penuturannya tadi, dapat membuat saya menyimpulkan kalau sekarang—terkait otak dan ingatan Nona Valera, saya rasa amnesianya tidak akan kembali—“


“But still, we need to observe for one month ahead at least ( Tetapi tetap, kami perlu mengobservasinya setidaknya selama 1 bulan ke depan )—“


“Lalu setelah 1 bulan itu kondisi Val dinyatakan baik-baik saja, berarti Val tidak perlu melakukan therapy juga pemeriksaan melelahkan seperti yang sudah-sudah kan?”


Val kemudian menukas setelah Celine dan dokter Mario berucap menerangkan.


“No, Sweety. If you are okay in that 1 month, you may get married in the month after.”


( Tidak, Sayang. Jika kamu baik-baik saja dalam masa 1 bulan itu, kamu bahkan bisa untuk menikah di bulan depannya )


Dimana ucapan dokter Mario yang satu ini dengan bermaksud mencandai Val saja, membuat mata Val membulat antusias sambil mulutnya terbuka lebar—lalu didetik berikutnya Val berseru, “Really???!!! ....”


Dengan gurat tidak percaya yang berpadu dengan rasa senang yang membuncah, sambil memegangi kedua pipinya.


Kemudian Val bangkit antusias dari tempatnya sambil menggerak-gerakkan senang tubuhnya dan asyik girang sendiri serta gemas sendiri juga, membuat mereka yang sedang bersama Val itu kemudian terkekeh kecil melihat sikap gadis eks putri tidur itu sekarang.


🌷


“By the way, kamu kapan mau kembali ke London, Baby?” Mommy Ara yang bertanya pada Val, kala esok hari telah tiba.


Namun Nathan menyela sebelum Val menjawab pertanyaan ibu kandungnya tadi.


“Masih sekitar dua minggu kurang, baru libur musim panas akan dimulai. Jadi Mom pikir, selain untuk menemui dan bicara pada Simon secepatnya agar mereka berdua bisa lebih cepat tenang menjalankan hubungan yang mana Mom tahu kalau mereka ini nih....”


Mommy Ara menanggapi timpalan Nathan sambil juga menunjuk pada Val dan Kafeel--dimana hari kemarin, setelah selesai dengan urusannya, Kafeel langsung datang lagi ke KUJ—serta menginap lagi di sana, dan sekarang Kafeel sedang ikut bercengkrama bersama sebagian besar penghuni inti KUJ.


“Sudah gatal ingin memposting kemesraan mereka di medsos.... Iya, kan?—“


“Iya dong!” tukas Val antusias. Yang kemudian ditimpali oleh Kafeel sahutan antusias Val menanggapi terkaan mommy Ara tadi.


“Banget, Mom Peri.”


Dimana setelahnya, selain terkekeh—ledekan-ledekan untuk Val dan Kafeel dari mereka yang sedang bersama 2 sejoli itu bersahutan.


Lalu terhenti, saat sayup-sayup mendengar suara Isha dari arah ruang tamu yang sepertinya terkejut sambil bilang, “Ih Gappa, Gamma!”


🌷


“Kalo ga salah, aku denger suara Isha sebut Gappa dan Gamma???—“


“Iya, Val juga mendengarnya, Kak,“ tukas Val pada ucapan Kafeel.


“Memang Gappa dan Gamma ada bilang mau datang hari ini?”


Varen yang kemudian bicara seraya bertanya, sambil ia berdiri dari tempatnya untuk pergi ke ruang tamu.


Dan apa yang Varen lakukan itu, diikuti oleh yang lain yang sedang bersama si Abang.


Yang berada di dekat Varen dan memang tidak tahu menahu tentang apa yang ditanyakan Varen itu sama menggeleng dan mengendikkan bahu mereka, dimana beberapa telah mendahului langkah Varen yang menuju ke ruang tamu bersama mereka yang ada di belakang anak naga utama tersebut.


“Gappa sama Gamma kok tidak bilang mau datang ke sini, hari ini?.... Macam Val, Dad R dan Mom Peri saja yang mendadak terbang ke Jakarta?..”


Suara Val langsung terdengar, ketika suara Isha yang menyebut sepasang kakek dan nenek mereka itu—nyatanya memang benar jika Gappa dan Gamma datang ke KUJ.


“Gappa dan Gamma datang ke sini, karena ingin mengantar seseorang yang ingin bertemu dengan kamu, Dear....“ Gappa yang masih merengkuh Val itu, segera menjawab pertanyaan salah satu cucunya yang pernah begitu membuatnya sedih bukan kepalang.


“Seseorang yang ingin bertemu dengan Val?....” tanya Val memastikan.


“Heem....” jawab Gappa dengan deheman seraya manggut-manggut kecil.


Sambil juga Gappa menggeser sedikit tubuhnya yang agak menutupi pintu masuk utama KUJ.


Dimana kemudian, seseorang nampak jelas berdiri di belakang Gappa—dan mereka yang melihat kemunculan sosok itu dibelakang Gappa, begitu terkejut melihatnya.


Lalu sedikit kasak-kusuk yang pernah melihat foto orang yang dibelakang Gappa itu pernah beberapa kali Val posting di medsos pribadinya karena belum sempat bertemu ataupun berkenalan langsung, terdengar dari mulut satu dua penghuni KUJ.


“Ih itu bukannya si Simon?”


“Iya itu dia....”


🌷

__ADS_1


Bagaimana terkejutnya mereka yang merasa mengenali seseorang yang kiranya datang bersama Gappa dan Gamma itu, Val terlebih lagi.


“Si—Simon??”


Sampai-sampai Val terpaku di tempatnya dan tergugu berkata.


Dimana orang yang Val sebut namanya, karena memang orang itu adalah si pemilik nama—langsung menambah volume senyumnya sambil mendekati Val yang kemudian tergagap bertanya pada Simon.


“W-w-w—“


“Wayoloh!” celetuk Aro dari belakang Val.


🌷


“Why you didn’t tell me that you want to come here today ( Kenapa kamu tidak mengatakan padaku jika kamu mau datang ke sini hari ini ), Simon?” tanya Val yang sudah meredam kegugupannya.


“To surprise you and I’m kinda miss you....”


Cup!


Simon menjawab pertanyaan Val yang kemudian ia kecup ringan pipinya.


Serta juga Simon peluk ringan tubuh Val.


“Wah!”


Membuat satu sosok langsung membulatkan matanya, lalu menggumam tak senang.


“Tetap di tempat lo kalo lo ga mau disebut pebinor....”


Suara Varen yang setengah berbisik terdengar bicara, memperingatkan dia gerangan yang agak-agak panas hatinya--saat hendak melangkah mendekat pada Val yang sedang dipeluk Simon itu.


“Val bukan bininya itu manusia cet rumah sakit.” Dan dia gerangan yang agak-agak panas hatinya itu langsung menjawab peringatan Varen dengan setengah berbisik juga. Membuat mereka yang mendengar ucapan balasan si gerangan yang adalah Kafeel itu, melipat bibir sambil menahan geli.


“Dan lo belum jadi pacar resminya Val, selama Val belum mutusin tu laki,” celetukan keluar dari Nathan ketika Simon telah selesai memeluk Val, kemudian menyalami satu per satu orang tua yang ada sambil memperkenalkan dirinya—membuat mereka yang sedang berada di dekat Kafeel kembali mengulum senyuman serta juga menahan geli.


Melihat Kafeel yang nampak bete setengah mati dan berdecak sinis setelah mendengar ucapan Nathan tersebut.


“Status lo PHO kalo sebelum Val mutusin dia, lo udah maen ngaku lo dan Val udah menjalin hubungan.”


( Perusak Hubungan Orang )***


“Phd!” sahut Kafeel lalu merungut.


Yang pada akhirnya menyabarkan dirinya dulu untuk tahu tujuan Simon yang tahu-tahu datang bersama Gappa dan Gamma.


Serta mau tidak mau menerima uluran tangan Simon kala giliran Kafeel disalami oleh pria yang statusnya adalah pacar resmi Val saat ini.


Dan rasanya mau tidak mau juga, Kafeel akan ikut duduk bersama beberapa keluarga Val yang sudah mengambil tempat untuk menerima Simon di ruang tamu KUJ.


🌷


“Have a seat ( Silahkan duduk ), Simon....” Val yang berucap pada Simon.


“Thank you, Sweety,” jawab Simon, dengan tangannya yang memegang pipi Val lalu bertanya, “How are you?—“


“Ehemm! Uhuk! Hoek!” tertukas oleh seseorang yang seperti terkena gejala masuk angin.


“Masuk angin lo?”


Nathan yang merasa geli itu langsung mengeluarkan celetukannya pada dia gerangan yang sepertinya tiba-tiba kena angin duduk?


“Bengek!”


Balas dia gerangan—yang tentunya adalah si AA yang sedang agak kegerahan, atas ledekan Nathan padanya—membuat mereka yang mendengar sahutan Kafeel dengan tampang sebalnya menahan geli di perut masing-masing.


Tapi ada juga yang ga tahan, jadi spontan cekikikan—membuat Val jadi menoleh ke arah Kafeel sambil menggigit bibir—serba salah, selain canggung.


🌷


Tidak semua personel inti The Adjieran Smith yang ada di KUJ yang mengambil tempat di ruang tamu untuk menemani Simon.


Sebagian undur diri untuk kembali ke ruang santai keluarga tempat mereka berada sebelumnya untuk berleha-leha disana, namun bukan personel The Adjieran Smith namanya jika tidak iseng apabila ada kejadian yang bisa dijadikan bahan keisengan mereka, terlebih sudah agak lama ga ngisengin orang—dan Kafeel kini jadi sasaran.


“Kau jadikan aku—“


“Kekasih bayangaann....”


Karena Nathan yang sedang berjalan menuju ruang santai di KUJ itu, tiba-tiba berdendang bersahutan dengan Drea—yang memang partner kompaknya Nathan dalam banyak hal, terutama kalo ngeledekin orang.


Kafeel langsung berdecak malas seraya merungut, melirik setengah sinis pada Nathan dan Drea yang cekikikan sambil berjalan menjauh dari ruang tamu KUJ—serta juga lima orang lain yang berjalan bersama Nathan dan Drea menuju ruang santai keluarga KUJ.


Sisanya yang sedang bersama Simon—terkecuali Val, mengulum senyuman saja untuk menahan kekehan.


🌷


‘Jangan-jangan ni orang ke sini, mau ngelamar Val lagi????? Bule, jangankan ngelamar. Nikah cuma bawa diri aja jadi. Ga bisa gue biarkan!’


Selepas diledek Nathan dan Drea dengan potongan lagu, Kafeel yang ikut duduk di ruang tamu KUJ lalu membatin was-was di tempatnya.


Tak lama kemudian, Kafeel undur diri dari ruang tamu KUJ dengan alasan ingin pergi ke toilet.


“Wa’alaikumsalam, Bun. Di rumah kan?....” namun, alih-alih ke toilet—Kafeel menghubungi bundanya melalui sambungan telepon dari ponselnya.


🌷


Dan yang berikutnya di kasak-kusukkan Kafeel pada bundanya melalui sambungan ponselnya adalah,


“Bun, di brankas AA ada uang ga tau berapa. Bawa aja semua. Termasuk cincin yang ada di sana. Sekaligus pinjem perhiasan Bunda semua—nanti AA ganti. Pokoknya Bunda siapin aja itu yang AA bilang, terus Bunda langsung dateng ke KUJ sama Lena. Sekarang, ga pake lama—“


“Ari ku naon atuh ‘A?—“


“Ada ancaman. Hari ini juga AA mau ngulang melamar Val—“


“Heuu??....”


“Bawain kemeja AA yang paling bagus juga. Jas penganten kalo perlu bawa sekalian—“


🌷 🌷 🌷 🌷 🌷

__ADS_1


To be continue.......


__ADS_2