
( UNTUK SEBUAH LANGKAH KE DEPAN )
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Rumah Kafeel, Jakarta, Indonesia,
“Val geulis teh sama siapa dateng ke sini?”
“Sama Kak Achiel dan dua bodyguard itu. Val ingat mereka sih sekarang, tapi lupa namanya. Siapa itu Kak Achiel dua orang bodyguard yang menyertai kita ke sini?—“
“Mahen dan Tana—“
“Ah iya itu mereka.”
“Ga ada sama sekali keluarga Val geulis yang ikut dari London sama Val ke Jakarta?...”
“Oh kalau itu, dad R dan mom Peri yang menemani Val ke Jakarta....”
“Hanya mereka berdua?”
“Iya. Karena Poppa dan papa Lucca akan ada urusan di luar Inggris jika Val tidak salah. Selain memang dad R yang menyarankan agar dia dan mom Peri saja yang menemani Val ke Jakarta. Lalu saat Val ke sini, dad R dan mom Peri, Val minta untuk langsung saja kembali ke KUJ—“
“Kenapa Val geulis ga pulang dulu ke KUJ atuh? Kan bisa istirahat dulu baru ke sini?—“
“Iya Val, nanti tinggal telfon. Kan bisa kita orang aja yang nyamperin kamu ke KUJ....”
“Val sudah tidak sabar untuk bertemu Kak Kafeel, Bunda.... Lena.... selain Val takut, kalau ingatan Val yang sudah mengingat Kak Kafeel akan keburu hilang.... karena sejak koma, rasanya otak Val jadi melambat dan Val merasa bodoh—“
“Jangan ngomong begitu, Baby....”
“Tau ih Val.... kalau kamu bodoh, ga mungkin kamu bisa ngelanjutin kuliah yang bahkan materinya pake bahasa Inggris semua....”
“Iya walau begitu aku tetap mendapatkan kesulitan dalam perkuliahanku, Lena. Meskipun dad R dan semua di mansion dan KUJ sering juga membantuku dalam mempelajari materi-materi perkuliahanku, selain Simon—“
“Simon itu—“
“Nanti aku ikut bantu.”
Kafeel yang memotong kalimat Lena.
‘Simon itu mantan yang ga perlu lagi dibahas sama Val.’
Lalu Kafeel membatin sebal kemudian.
“Saat Val nanti kembali ke London, lalu balik kuliah dan ada materi yang ga Val pahami, kamu bisa langsung hubungi aku, Tuan Putri.”
Setelahnya, Kafeel lanjut bicara pada Val yang orangnya langsung mengangguk sumringah. “Terima kasih ya, Kak Kafeelnya Val?—“
“Sama-sama, Valnya Kak Kafeel sayang. Pokoknya Val butuh apapun, tinggal telepon aku, ya? Kalo kamu udah di London dan pengen aku dateng, aku akan langsung berangkat dari sini. Pokoknya aku standby 24/7 setiap detiknya buat kamu. —“
“Heleh!”
“Lebay!”
‘Bucin!’
Tanggapan tiga orang di dekat Kafeel yang barusan sok imut menjawab mesra ucapan Val, secara spontan.
Bunda dan adik perempuannya Kafeel mencetuskan kata dengan spontan, terkecuali Achiel yang mengatai Kafeel dalam hatinya saja.
__ADS_1
Sementara yang dirutuki oleh ibu dan adik perempuannya, bersikap masa bodoh saja----dan Val mengeluarkan kekehan kecilnya.
♥
“Oh iya, aku hubungi Dad R dulu deh,”
Kafeel bersuara.
“Walaupun tadi Val udah bilang mau nginep di sini, tapi aku perlu mengatakannya lagi pada Dad R....”
Yang kemudian langsung mendapat persetujuan sang bunda. “Bilangin juga ‘A, kalo Moreno sama Kyara ga kemana-mana, Bunda mau ke KUJ kitu—“
“Iya, Bun.”
Kafeel segera mengiyakan ucapan sang bunda.
“Kalau begitu, nanti bersama-sama Val saja ke KUJ ya Bunda?.... Val kan juga belum sempat menyapa keluarga yang ada di sana. Soalnya saat hendak ke sini, Val pikir Val hanya akan sebentar saja karena Val hanya ingin bertemu dan meminta maaf atas Val yang sempat melupakan Kak Kafeel berikut Val ingat jika Val pernah ketus padanya, selain melepas rindu juga sih.... hehe.... tapi kan Val ingatnya Kak Kafeel sudah menikah. Jadi tidak tahu kalau Val akan menginap di sini dan Val jadi belum bersua dengan mereka yang ada di KUJ selain Val rindu juga pada mereka karena selama dua bulan terakhir mereka yang di KUJ belum Val jumpai lagi selain melalui VC dan bla.... bla....—“
‘Susah kalo paru-paru double. Ngomong panjang begitu hampir ga ada jeda, ga ada cape-capenya perasaan.’
Begitu kiranya 4 orang yang bersama Val saat ini, berseloroh dalam batin mereka----dimana ke empatnya takjub pada keahlian Val dalam merepet panjang.
Lalu ketika Val yang nampak sudah selesai dengan repetannya itu bilang,
“Bagaimana, okay?—“
“Okee.”
Kafeel, bunda Magda, Lena dan Achiel serempak menjawab.
♥
Kediaman Utama The Adjieran Smith Family, Jakarta, Indonesia,
Orang tua kandung dari Varen dan Val itu memilih untuk duduk bercengkrama bersama anggota keluarga mereka yang ada di KUJ, dimana kesemuanya nampak antusias setelah mendengar alasan dad R dan mommy Ara yang datang mendadak ke Jakarta.
Keantusiasan yang tercipta, karena mendengar pemberitahuan dari dad R dan juga mommy Ara tentang Val yang mulai kembali ingatannya----meskipun kata dad R, baru ingatan tentang Kafeel yang lebih mendominasi di kepala Val saat ini----tapi tetap harus disyukuri, bukan?
Karena pasti ingatan Val yang baru didominasi tentang kenangannya bersama Kafeel Adiwangsa, tentunya akan merembet kepada ingatan Val lainnya yang sempat ia lupakan.
Lalu hidup mereka, punya harapan akan berjalan seperti sediakala----dimana bahagia akan mendominasi di setiap harinya, karena kemungkinan Val akan kembali menjalin kasih dengan pria pujaan hatinya.
Jadi Val yang terkesan menjadikan Kafeel yang begitu utama bagi dirinya yang saat sampai di Jakarta tak berpikir untuk datang dulu ke kediaman dan menyapa keluarganya yang sudah kurang lebih 2 bulan tak berjumpa secara langsung, namun malah langsung mendatangi Kafeel ke rumah keluarga pria itu, tidak dijadikan masalah oleh personel The Adjieran Smith Family yang berdomisili di Jakarta.
Meski juga Val katanya ingin menginap di rumah keluarga Kafeel, bukannya langsung datang ke KUJ setelah hajatnya----katakanlah begitu----untuk bertemu dengan Kafeel telah terlaksana. “Berapa lama Val mau nginep di rumah Kak Kafeel, Dad?” pertanyaan kemudian tercetus dari mulut Via setelah tadi dad R bilang katanya Val mau menginap di rumah keluarga Kafeel untuk menemani sang pria pujaan hatinya yang sudah Val ingat kembali itu, karena Kafeel memang sedang sakit.
“Mungkin sebelum siang Val sudah kembali ke sini....“
Mommy Ara yang langsung menjawab pertanyaan Via, yang kemudian ditambahkan oleh dad R.
“Hem, belum lama Kaka menghubungiku dan mengatakan ia akan mengantar Val ke sini bersama Magda dan Lena.”
Tak hanya Via yang kemudian manggut-manggut kecil selepas mendengar ucapan mommy Ara dan dad R yang menjawab pertanyaannya----tapi para anggota keluarga lain yang sedang bersamanya juga.
♥
Seperti yang dad R katakan, Val datang ke KUJ di kala siang mulai menjelang bersama Kafeel dan dua anggota keluarganya. Selain dengan tiga bodyguard yang sedari semalam menemani Val. Dimana ketiganya lalu mendapatkan istirahat mereka bahkan libur dari dad R.
Suasana akrab nan hangat tercipta di KUJ. Pembicaraan yang nyerempet ke hubungan Val dan Kafeel pun sempat juga dibahas, dimana ada bagian serius----walau ga serius amat, Kala daddy Jeff bertanya pada Val apakah ia akan kembali menjalin kisah cintanya dengan Kafeel.
“Iya, Dad.... Val... ingin kembali lagi menjalin hubungan dengan Kak Kafeel....” jawaban Val dengan wajahnya yang memelas. Sambil juga nampak takut-takut berbicara. “Apa boleh?.... Karena Kak Kafeel kan statusnya adalah duda? Tapi.... Val ingat dan memang merasa kalau Val masih mencintai Kak Kafeel dengan sangat....”
Bahkan Val melirih dengan mata yang berkaca-kaca, memandang memelas pada para orang tua dan dua kakaknya,.
__ADS_1
“Jangan dilarang ya?.... Kak Kafeel kan juga masih sangat mencintai Val.... bahkan dia juga pernah kan mencoba bunuh diri seperti Val?.... nanti kalau kalian tidak merestui kami.... Kak Kafeel akan coba bunuh diri lagi....”
♥
Haru, namun mereka yang mendengar ucapan Val juga mengulum senyuman, karena walau Val nampak memelas, namun ekspresi memelasnya juga menggemaskan.
“Apapun untuk kebahagiaan kamu serta para saudara dan saudarimu, apa pernah kami para orang tua tidak mendukung keputusan yang kalian ambil?” ucap daddy Jeff kemudian.
Yang mana ucapan daddy Jeff itu langsung disambung oleh mom Ichel. “Kalau masalah kalian ingin melanjutkan hubungan, kami serahkan kembali semua pada kalian berdua, iya kan? ....”
Mom Ichel menanyakan persetujuan dari para orang tua lain yang bersamanya, termasuk satu nenek. Yang kesemuanya langsung mengiyakan ucapan mom Ichel. Lalu mom Ichel kembali bertutur.
“Toh kalian pernah sama-sama bodoh dengan mencoba bunuh diri karena alasan yang sama, yakni merasa kehilangan kesempatan untuk bersama.”
Membuat Val dan Kafeel sama-sama melipat bibir mereka dan tersenyum canggung karena merasa.
“Dan berkenaan dengan itu kami dirundung duka serta ketidaktenangan. Jadi sekarang tidak mungkin kami menentang keinginan kalian untuk kembali bersama.”
Yang sekali lagi ucapan mom Ichel mendapatkan timpalan persetujuan dari para orang tua dan satu tetua The Adjieran Smith lain yang sedang bersama dengannya saat ini. Lalu Kafeel bersuara kemudian.
“Makasih, Moms, Dads, Nek Yun ....”
♥
Ada bagian yang serius dibicarakan oleh mereka yang sedang duduk berkumpul selepas makan siang di KUJ, namun juga ada bagian yang membuat mereka yang sedang berkumpul itu terkekeh geli. Ketika celetukan pertanyaan polos dari Isha tercetus.
“Nih maaf ya aku ngomong gini ya? Kalo kamu balikan lagi sama Kak Kaf, emang kamu udah mutusin Simon Val? ....”
Dimana Val kemudian menggelengkan kepalanya. “Belum,” ucap Val setelahnya.
“Wuih mantep punya pacar dua!” celetukan iseng keluar dari mulut Drea. “Keren Kak Kaf. Segitu bucinnya sampe rela diduain—“
“Jadikan aku yang kedua....”
Yang mana celetukan iseng Drea mendapat timpalan dendangan dari mami Prita yang membuat semua orang disekelilingnya terkekeh, termasuk Kafeel.
“Ya bukan seperti itu juga maksud Vaal....”
Val langsung menyergah dengan nada suara yang manja.
“Ya pokoknya diselesaikan dengan baik-baik hubungan diantara kamu dan Simon—“
“Ya memang Val berniat seperti itu, Mommy.... tapi Val ingin menemui Simon secara langsung untuk memutuskan hubungan dengannya meski Val bingung bagaimana memulainya karena Simon kan tidak ada salah apa-apa....”
Val dengan cepat menukas ucapan mommy Ara yang langsung kembali menyampaikan pendapatnya. “Katakan saja yang sejujurnya. Walau mungkin terkesan Simon habis manis sepah dibuang, tapi kejujuran adalah jalan yang baik, bukan?”
“Iya, Mommy Peri.... nanti Val akan jujur mengatakan alasan Val ingin putus dengannya. Tapi kalau nanti Simon tidak mau bagaimana?”
“Dicoba saja terlebih dahulu.”
“Tapi, euum.... kalian standby juga ya?”
“Standby untuk—“
“Soalnya Val takut.”
“Takut kenapa?—“
“Takut kalau habis Val putuskan lalu Simon tidak terima, nanti tahu-tahu Val kerasukan seperti video yang Val tadi lihat wanita menikah tahu-tahu kerasukan karena di eum... guna-guna oleh mantan kekasihnya—“
“Yeuu.... mana ada bule totok ngerti santet?....”
♥♥♥
__ADS_1
To be continue....