HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
EPISODE 179


__ADS_3

Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


“Boleh? ...”


Ada Arya yang sedang meminta ijin, sambil ia masih mengusap lembut bibir Mika – yang orangnya sedang meremat sendiri kedua tangannya, setelah sempat sedikit terlibat obrolan serius dari Arya yang mencurahkan sedikit komplainnya pada Mika.


Namun kemudian Mika dan Arya yang tadinya sempat diselimuti aura ketidaknyamanan yang mana mencair setelah Mika mendaratkan satu kecupan ke pipi Arya.


Hingga kini, tegang sedang menyelimuti Mika, karena Arya sedang meminta satu ijin untuk membuka ‘segel’ bibir Mika yang sebelumnya untouchable itu.


Mika melihat Arya menatapnya dalam, sambil Arya meneruskan ucapannya yang berupa permintaan ijin tadi.


“Jadi yang pertama ngerasain ini di bibir gue? ...” ijin Arya lagi pada Mika yang pipinya sudah sedikit memerah.


Arya tersenyum lembut, tanpa ia mendesak Mika yang terlihat menelan salivanya itu untuk segera menjawab.


Arya biarkan Mika berpikir, meski ingin sekali Arya mencium bibir pacar judesnya itu.


Pengen tau, gimana rasanya itu bibir Neng Judes – tapi cantik menggemaskan buat Arya, walau yah, kadang – kadang Mika bersikap menyebalkan – seperti tadi – menggumam asal jeblak – contohnya.


Tapi lebih dari itu, saat ini Arya malah menikmati ekspresi salah tingkah dan malu – malunya Mika, yang nampak gugup ditatap selekat itu olehnya.


“Santai –“


Arya berucap pelan dan lembut, pada Mika yang tertunduk.


Alih-alih senang melihat si pacar judes salah tingkah, Arya mulai tak tega.


Selain, Arya tidak ingin Mika merasa tertekan-apalagi merasa terpaksa dengan mengiyakan-membolehkan Arya menciumnya, padahal memang jawaban itu yang Arya tunggu-yang Arya mau.


Tapi tanpa Arya memaksa, tanpa niatan juga menekan untuk Mika demi menerima ciumannya.


“Gue akan sabar nunggu. Selalu. Untuk semua yang berhubungan dengan perasaan lo-penerimaan lo ke gue, Mi .. Gue akan sabar nunggu .. Yang penting satu –“


Arya mengangkat dagu Mika dan melekatkan pandangannya pada pacar judesnya itu, sambil ia menggenggam lebih erat juga tangan Mika.


“Keseriusan sama perasaan gue ke elo jangan diraguin lagi ..” sambung Arya sungguh-sungguh.



Mika memberikan anggukkan sebagai jawaban untuk Arya yang kemudian tersenyum lembut dengan satu tangan yang dua jemarinya menjepit dagu Mika, dan satu tangannya masih menggenggam satu tangan Mika.


“Sariawan? ..” celetuk Arya. “Cuma bisa ngangguk doang.”


Didetik dimana Mika mendengus geli. “Iya,” ucap Mika.


“Iya apa?-“


“Iya, gue ga akan meragukan lagi keseriusan dan perasaan lo sama gue-“


“Termasuk kesetiaan gue-”


“Awas aja kalo ga setia,” tukas Mika seraya mencebik.


“Gue pasti setia-“


“Kita liat aja-“


“Darah gue taruhannya-“


“Jantung aja. Jadi kalo lo selingkuh, gue langsung minta Abang yang cabut jantung lo dari tempatnya. Gimana?” sambar Mika sambil mengulum senyumnya.


“Oke,” jawab Arya enteng, namun serius ekspresinya. “Nanti gue bikinin surat perjanjiannya-“


“Apaan sih,” sela Mika.


“Biar lo tau kalo janji gue ga main-main-“


“Gue juga cuma bercanda kali-“


“Tapi gue engga. Darah gue yang gue janjiin kalo sampe gue ga setia, bukan sekedar omangan asal ngucap gue,” tutur Arya tanpa ada ekspresi cengengesan di wajahnya.


Tetap nampak santai, tapi serius ekspresinya. Padahal memang yang Mika bilang becanda itu sungguh asal aja keluar dari mulutnya.


Mika ga se-psikopat itu minta darah dan jantung Arya buat jaminan kesetiaan.


Emang dirinya vampir? ..”


“Nanti sampai London gue bikinin surat perjanjiannya-“


“Apaan sih ah!” sergah Mika.


“Kan gue bilang? Apapun akan gue lakukan buat buktiin ga ada main-mainnya gue sama elo disini-“


“Iya gue percaya-“


“Gue pegang ya ucapan lo?-“


“Iya-“


“Ya udah,” tukas Arya sambil tersenyum tipis.


“Jangan lagi ngomongin soal pembuktian pake darah kek apa-“


“Tadi lo bahas jantung?”


“Ya lo duluan bahas darah-“


“Biar lo percaya.... Kan lo ga percayaan orangnya?....


“Nyindir?....” cetus Mika, sambil melirik selidik.


“Emang kenyataannya begitu?....”


“Rese!”


“Aduh!”


Didetik dimana Arya mengaduh kecil karena lengannya diempos Mika.


“Plus suka maen fisik,” ledek Arya.

__ADS_1


“Sabodo!” balas Mika, dan Arya terkekeh. Lalu-didetik berikutnya lagi, Arya mengajak Mika beradu pandang dengannya. Lalu mengusap sebelah pipi Mika dengan tulang yang terbungkus kulit telunjuknya.


Mika sedang menyelami tatapan mata Arya, dan sentuhan telunjuk Arya di wajahnya. Dimana Arya mulai lebih mendekatkan wajahnya ke wajah Mika, sukses membuat Mika menelan salivanya sendiri-dengan jantung yang tak santuy.


Valid.


Mika Pikir.


Arya sudah siap mengambil ciuman pertamanya. Yang membuat degup di hati Mika kian kencang saja rasanya, campur aduk perasaannya.


Takut ada yang memergoki jika dirinya kesampaian ciuman dengan Arya. Ehem!.


Kalo para bodyguard, pramugari atau bahkan Rery, Ann, Val ataupun Kak Kafeel – Mika rasanya masih bisa santuy.


Tapi kalau Gappa, Gamma dan Oma Anye yang memergoki-atau mungkin Momma, Mom Peri dan Mama Fabi bagaimana?....


Namun yang paling Mika takuti, adalah dipergoki tiga Daddy. Yang Mika takuti setengah mati, jika Dad R, Poppa dan Papa Lucca sampai semosi.


Tapi waktu berita Val berciuman dengan Kak Kafeel, Val tidak dimarahi kan ya? Jadi rasanya Mika merasa jika dirinya tidak akan dimarahi juga.


Paling-paling yaa.... Mika pasti akan malu setengah mati.... Kalo sampai kepergok oleh Gappa, Gamma dan Oma-serta juga tiga pasang orang tuanya.


Namun ada kemungkinan Arya akan dijahili, sebagaimana The Dads menjahili Kak Kafeel.


Kasihan Arya nanti, jika otak iseng para Daddy itu punya rencana menjahili Arya. Tapi bagaimana ya?....


Mika kok penasaran sama yang namanya ciuman sekarang. Takut, tapi penasaran. Ragu, tapi mau tahu.


Kayak apa sih rasanya ciuman pertama?.


Manis ya, katanya?.


Emang bibir ada rasanya?....


Tau ah!.


Mika yang dalam dilema itu memejamkan mata, udah penasaran sama yang namanya ciuman pertama.



Tapi ngomong-ngomong....


Ini kenapa bibir Arya lama sampenya?.


Mika lagi nungguin ini kan ceritanya? Dicium bibirnya oleh Arya. Ehem!.


Tak sabar, Mika hendak membuka matanya. Hembusan nafas hangat Arya yang ga ada busuk-busuknya itu sudah menerpa wajahnya.


Tapi bibirnya kok ga sampe-sampe?.


Namun detik dimana Mika ingin membuka matanya, Mika terperangah dalam pejaman.


Dikala ujung hidung Arya, telah menyentuh ujung hidungnya.


Disaat dimana, degup jantung Mika kian kencang terasa. Semakin kencang dan kencang, kala hembusan hangat nafas Arya semakin terasa terpaannya di wajah Mika.


“Bibirnya nanti aja, kalo lo udah bucin ke gue.” Setelah Arya berucap itu, senyuman Mika mengembang.


Arya memang menciumnya. Tapi bukan di bibir, melainkan di dua kelopak matanya-serta di dahinya.


Mika perlahan membuka matanya, dan disambut dengan senyuman lembutnya Arya. Yang kemudian berseloroh,


“Tapi kalo lo mau khilaf, bibir gue terima-terima aja nih kalo lo mau cium gue duluan?”


“Ogah!” sungut Mika.


Tawa Arya pun terdengar.


Yang kemudian mencubit gemas pipi Mika.


“Kalo bibirnya begitu, kejadian nih ya gue cium?”


“Jika melakukannya didepanku, aku siap menyayat bibirmu....“


Bukan Mika, tapi suara itu milik pria plontos yang termasuk dalam dua naga pentolan utama.


Membuat Mika terkejut dan Arya nyengir dengan lebarnya. “Eh Poppa!....“ cetus Arya.


“Curi-curi kesempatan dalam kesempitan untuk mencium putriku, heh?”


Kek sendirinya dulu engga aja deh Pop?....


“Mana ada curi-curi?” bela Arya pada dirinya. “Tanya sendiri tuh sama anak perawannya. Bibirnya masih belum aku buka segelnya-“


“Sayang sekali, padahal ingin sekali aku membuat tanda ‘sayangku’ di bibirmu,” tukas Poppa.


“Kok Kak Kaf engga disayat bibirnya udah nyosor si Val bahkan sebelum mereka jadian?....”


“Sudah aku rencanakan tadinya untuk menyayat bibir itu jurangan unta.... tapi kalah cepat dengan lamaran yang keluar dari mulutnya.”


Santai saja Poppa bicara.


“Tapi kau, hanya baru sebatas memintanya untuk menjadi kekasihmu saja,bukan?....”


Poppa menunjuk Mika dengan dagunya.


“Jadi pintar-pintar dirimu jika berencana mencium bibir putriku ini. Karena jika itu terjadi dan aku tahu, lalu lamaranmu untuk Mika telat sampainya-akan aku pastikan bibirmu macam bibir Joker.”


‘Hah selamaatt!-‘


“Jika meremehkan ucapanku, silahkan saja....”


Poppa lagi berkata.


“Cium saja bibirnya ini si Judesgirl sekarang.”


Masih tetap santuy. Hanya saja ia mengeluarkan sebuah benda kecil dari kantung celananya.


“Sekaligus aku ingin mencoba ketajaman Ganzo ini,” sambil Poppa mengeluarkan satu benda yang terbungkus itu, yang telah ia keluarkan dari sakunya barusan.


Benda yang kecil, keren juga.


Tapi ujungnya mengkilat dan memiliki keruncingan sekitar 7cm.

__ADS_1


“Ayo, cepat kalau kau ingin mencium bibir putriku ini. Agar aku ada ‘kegiatan’....”


‘Kegiatan ndasmu yang licin itu, Pop!’


Arya merutuk dalam hatinya.


Satu Dadnya Mika ini, ga ilang-ilang aura bengisnya biar udah tua juga.


‘Untung gue udah liat bayangannya Poppa yang mau kesini tadi dari itu kaca!....’ batin Arya yang memang mengurungkan niatnya mencium bibir Mika yang tadinya hampir ia lakukan sebenarnya.


Tapi berhubung dia ga mau kepergok melakukan yang iya-iya mojok berdua meski cuma ciuman aja, Untuk sementara, Arya cari aman. Cari waktu dan tempat yang tepat aja nanti buat ngambil ciuman pertamanya Mika yang Arya damba-damba.


Yang mana Arya memang sudah was-was sebenarnya kalo sampai Arya nekat mencium Mika disaat ia dan pacar judesnya itu berada dekat sekali dengan keluarga Mika, walaupun terpisah ruangan dimana ada yang bersekat kaca.


Soalnya keluarga Mika – Para Dadnya terutama, suka aneh-aneh kan tingkahnya?.


Jahil.


Tapi kejahilan para Dadnya Mika itu suka bikin merinding.


‘Karena kalo sampe tadi gue nekat nyosor bibirnya Mika, Fix! Bibir gue akan ngalahin Mas Joker lebarnya!’


Monolog hati Arya.


“Bagaimana?.... Mau membuktikan keseriusan kata-kataku tidak?-“


“Oh tentu tidak!” sambar Arya. “Aku sudah cukup bersyukur dengan bentuk bibirku sekarang. Pop.”


Arya cengengesan, dan Poppa mendengus geli. Sementara Mika mengulum senyumnya setelah sempat kaget.


“May-“


“Ya, Pop?” Mika menanggapi Poppa yang memanggilnya.


“Kau tidak mau berpikir ulang berpacaran dengannya?-“


“Heu?-“


“Memangnya.... kenapa Pop?....” sahut Mika.


Arya sedikit tercengang, dan Mika keheranan.


“Dia, pussy ( pengecut ).... Tidak berani menerima tantanganku.”


‘Ah elaahhh!!....’ kesal Arya dalam hatinya. “Iya kali tantangannya nyayat bibir??-“


“Lalu?”


“Ya apa kek yang ga pake acara sayat-sayatan?” timpal Arya pada Poppa, sambil ia merungut.


“Jalan diatas bara api-“


“Kuda lumping kali ah!”


“Loncat dari gedung kalau begitu-“


“Eum Pop....”


Mika bersuara ragu-ragu.


“Hem?....” tanggap Poppa.


“Tantangannya.... Yang standar aja sih, Pop?”


“Loncat dari gedung itu cukup standar bagiku-“


“Poppa bebek sayaangg....”


Ah leganya Arya dan Mika juga ikutan lega.


Suara Momma berikut sosoknya sudah ada ditengah mereka yang sedang bersama satu Daddy yang agak sengklek kalo soal uji nyali.


“Masih mau ngerjain calon mantu macam saat berencana ngerjain Kaka?-“ ucap Momma sambil tersenyum penuh arti pada Poppa.


“Aku hanya menanyakan keseriusannya saja pada Mika secara pribadi, oh My Heart.”


Poppa berkilah.


“Masa?”


Momma kok agak-agak sulit percaya?...


“Aku denger tadi ada segala nyuruh loncat dari gedung?”


“Yaa itu kan hanya cetusan aku saja-“


‘Cetusan dari Hongkong!’ timpal Arya dalam hatinya yang sebal pada Poppa, yang kenapa sih mukanya bisa kek tanpa dosa gitu?....


“Hanya iseng memberikan tantangan itu yang siapa tahu dia bersedia?. Sungguh aku pasti akan salut padanya. Akan aku berikan satu perusahaan sebagai hadiah nanti. Plus satu jet pribadi kalau perlu, jika dia memang berani.”


‘Sebodo amat!’ Arya menyela ucapan Poppa lagi dalam hatinya.


“Lagipula aku juga tidak menyuruhnya loncat dari atap Burj Khalifa..”


Sungguh enteng sekali suaminya itu berbicara. Bikin Momma ingin gigit kepalanya Poppa.


Kepala beneran ya, bukan ‘kepala’ yang lain. Ehem, ehem....


Meskipun ‘kepala’ Poppa yang lain, sama plontosnya dengan kepala benerannya yang mengkilat ga kelar-kelar itu.  eeh....


Momma menunggu Poppa menyelesaikan kalimatnya, yang Momma yakin ada terusannya.


Terusan kalimat yang membuat Momma sumpah mati geregetan pada Poppa-saat dimana Poppa bilang,


“Aku tidak setega itu menyuruhnya mencoba loncat dari atap Burj Khalifa.... Aku hanya menantangnya untuk mencoba loncat dari lantai tiga puluh gedung perusahaan kita di London saja....”


Ugh Poppaa.... Loncat dari lantai tiga puluh, coba katanya?.


Bikin Momma sewot jadinya, sampai-sampai Momma bilang,


“Mau si Mika pacaran sama arwah??!!....”


♥♥

__ADS_1


To be continue....


__ADS_2