HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
KEADAAN DAN KEIKHLASAN


__ADS_3

Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Little Star Island, Italia,


Kursi roda Val sudah berbelok ke satu bagian kastil. Namun sebelum itu Val sempat menolehkan pandangannya ke arah dimana para orang tua dan tetua dalam keluarganya itu sedang berada. Dan mereka nampak fokus pada Celine.


‘Satu-satunya yang asing diantara para keluargaku itu, adalah pria yang tadi Dad R katakan apa aku perlu ruang dengannya ..’


Dengan Val yang membatin sambil memandang pada satu pria yang dari sejak ia keluar dari tempatnya melakukan sesi tanya jawab dengan Celine, nampak menatapnya hampir tanpa kedip.


Dan pria yang adalah Kafeel, yang sedang Val curi – curi untuk ia perhatikan itu, nampak juga masih memandanginya.


‘Apa pria itu, tunanganku?? ..’


*****


‘Tapi, apa iya??? ..’


Val masih sibuk bertanya – tanya sendiri dalam hatinya.


Dimana otaknya itu menjadi dapat fokus -- karena saat kursi roda yang ia duduki itu di dorong menjauh dari tempat ia berada sebelumnya, saudara dan saudari Val yang hendak mengantarnya untuk kembali ke kamar rawatnya itu belum lagi mengajaknya bicara – pun bertanya.


Karena gerombolan saudara – saudari Val tersebut, sedang memperhatikan Rery yang belum ikut serta dengan mereka untuk mengantar Val. dimana Rery, nampak sedang diberitahu sesuatu oleh Celine dan nampak juga satu dua orang tua mereka bicara pada Rery.


“Sebaiknya kita diam dulu. Sampai nanti Rery menyusul kita.”


Mika yang posisinya paling tua dalam jajaran The Kiddos, angkat bicara dengan kasak – kusuk.


Dan kasak – kusuk Mika yang melirik Val saat bicara itu, tidak didengar oleh Val. Karena gadis itu sedang sibuk sendiri dengan pikiran dan juga bertanya – tanya sendiri dalam hatinya tentang Kafeel.


🌷


“Jangan menjawab apapun pertanyaan Val, sampai kita diajak bicara oleh Abang dan tiga kakak kita yang lain, ataupun oleh the parents dan the olds ..”


Adalah bisikan dari Rery kepada satu per satu saudara dan saudarinya, setelah ia telah menyusul mereka itu yang hendak mengantar Val kembali ke ruang rawatnya.


Setelah sebelumnya Rery dititipkan pesan oleh Celine untuk memastikan agar Val langsung beristirahat setelah mencapai kamar tempat Val berada dari sejak ia dibawa ke Little Star Island.


“Pastikan Nona Muda Valera beristirahat ya? ... Jangan diajak ngobrol dulu setelah sampai di kamar rawatnya karena Nona Muda Valera nampak sedikit lelah ... Lalu jika ada pertanyaan dari beliau yang rasanya aneh bagi kalian, baiknya tidak perlu dijawab dulu sebelum nanti kalian berdiskusi dengan para orang tua, ya?“


Ucapan Celine pada Rery yang anak kedua pasangan bebek dan entog itu ingat.


Yang sebenarnya sedikit Rery tak pahami dan agak bingung juga maksud ucapan Celine dengan ‘pertanyaan aneh’ dari Val menurut yang Celine pesankan padanya itu. ‘Haish, kenapa aku tidak bertanya pertanyaan aneh dari Val itu pertanyaan yang bagaimana? ...’ monolog Rery dalam hatinya ketika ia sudah berjalan menjauh dari Celine dan para orang tua, tetua serta para kakak dan Kafeel.


Namun daripada Rery pusing memikirkan hal itu, atau daripada nanti salah.


“Jangan menjawab apapun pertanyaan Val, sampai kita diajak bicara oleh Abang dan tiga kakak kita yang lain, ataupun oleh the parents dan the olds ..”


Jadi kalimat itu yang Rery bisikkan satu per satu ke para saudara dan saudarinya.


“Apapun itu ..”


Yang Rery tekankan pada para The Kiddos yang lain selain Val.


“Iya ..“ jawaban mereka yang mendapat bisikan Rery, tanpa bertanya kenapa.


🌷


Val sudah berada di dalam kamar rawatnya, dan para saudara saudarinya saling membagi tugas setelah sampai di dalam kamar tersebut. Aida yang mempersiapkan tempat tidur Val agar gadis itu bisa langsung menempati kembali ranjang rawatnya, supaya Val dapat segera beristirahat.


Aida dibantu oleh Aro setelah sebelumnya dua orang itu berjalan duluan di depan Val, dikala mereka telah menjauh dari lab dan sudah dekat dengan kamar rawat Val. Sementara para saudara saudari Val selain Aro, membagi tugas untuk melakukan hal lain – dengan spontan. Ada yang membantu Val berdiri dari kursi rodanya, lalu ada juga yang bertugas menjadi penopang Val saat gadis itu tengah berdiri dari kursi rodanya.


“Val ga dipasangin infus lagi Kak Aida? ..” ini Isha yang bertanya kepada asisten Celine tersebut yang menyertai mereka mengantar Val kembali ke ruang rawat gadis itu.


“Sudah tidak perlu, Nona Muda Alisha.”


Aida segera menjawab pertanyaan Isha.


“Nona Muda Valera sudah mendapat asupan yang cukup dari makanan yang sudah dapat beliau konsumsi langsung, dan kondisinya memang sudah tidak memerlukan infusan lagi, karena sampai dengan saat ini sudah tidak ada obat yang diberikan melalui infusan atas dasar Nona Muda Valera sudah dapat meminumnya langsung. Selain untuk sementara ini, memang belum ada lagi obat yang harus diberikan pada Nona Muda Valera selain vitamin ..”


Isha dan para saudaranya yang lain pun mengangguk setelah mendengar ucapan Aida.


🌷


Val dibantu untuk kembali berbaring di atas ranjangnya.


Namun alih - alih berbaring, Val mengatakan jika ia ingin duduk saja.


Membuat salah seorang saudaranya mengingatkan Val pesan Celine, agar Val beristirahat.


🌷


Val menggeleng setelah pesan dari Celine diingatkan kembali padanya oleh Rery.


“Aku belum mengantuk –“


“Meski begitu, Val .. Ka –“


“Rery ...”


Val memanggil seraya memandang satu saudaranya itu, setelah memotong ucapan Rery.


“Iya, Val?”


Rery pun menyahut dan menoleh menanggapi Val.


“You want to eat something? ( Kamu ingin memakan sesuatu? )”


Lalu Rery bertanya setelahnya, dimana Val langsung menggeleng samar.


“Aku ingin bertanya, Rery,“ cetus Val kemudian.


“Pending dulu pertanyaannya –“


“Pria dewasa yang kira – kira seusia Abang tadi, itu siapa? ... Soalnya sedikit aku perhatikan, dia memandangiku terus ...“ tukas Val. Tanpa membiarkan Rery melanjutkan ucapannya. Membuat para saudara dan saudari Val yang mendengar pertanyaan Val barusan itu, sontak spontan memandang pada salah saudari mereka yang baru beberapa hari yang lalu bangun dari tidur panjangnya selama hampir enam bulan kurang lebih.


“Kamu ... benar – benar ... tidak mengenalinya? –“

__ADS_1


“Kamu istirahat dulu, Val ... Mau cepet sehat dan bisa jalan – jalan muterin ini pulau ga? ...“


Aro menukas cepat ucapan Ann yang sedikit tergugu, setelah mendengar dan menanggapi pertanyaan Val tadi.


“Pantai di bawah tuh, asik banget buat snorkling.”


Aro menambahkan ucapannya, dan membuat Val menjadi teralih fokusnya yang bertanya tentang Kafeel. Gadis itu kini jadi lebih antusias terhadap pantai yang dikatakan oleh Aro barusan.


“Iya lagian Kak, Kak Val kan suka koleksi kerang langsung yang terdampar di pinggir pantai tuh? ...” tukas Ares. “Nah di situ banyak banget Kak kerang yang terdampar, Kak Val bisa dapet sekarung.”


Tambahan ucapan Ares semakin membuat Val melupakan pertanyaannya tentang Kafeel, yang mana pada akhirnya Val langsung memposisikan dirinya untuk berbaring lalu berusaha keras untuk membuat dirinya tertidur.


Karena otak Val kini hanya memikirkan tentang dirinya yang ingin segera sehat dan berjalan – jalan mengelilingi Litte Star Island, termasuk berjalan – jalan di pantai yang memang menjadi suatu tempat favoritnya. Membuat para saudara dan saudari Val, spontan sama – sama menghembuskan nafas lega, ketika Val sudah memejamkan matanya.


🌷


Dari Mika hingga Ares, sudah hendak hengkang dari ruang rawat Val guna memberikan ruang pada salah seorang saudari mereka itu untuk beristirahat – dan menitipkan Val pada Aida yang akan seperti biasa berada di dalam ruang rawat Val untuk menjaganya.


“Oh iya ...”


Namun sebelum The Kiddos itu sempurna membalikkan tubuh mereka untuk beranjak pergi dari sisi Val, suara satu saudari mereka yang sebelumnya sudah memejamkan mata itu terdengar lagi.


“Ada apa, Val?”


Aro yang langsung menanggapi.


Val sedikit bergumam sebelum menjawab Aro.


Dengan Val yang nampak sedang berpikir. “Oh iya. Aku ingat ucapan Kak Celine yang memberitahukan padaku jika umurku sekarang adalah 18 tahun ... apa itu benar? ...”


Membuat Mika CS kompak langsung mengernyit dalam, karena mereka belum mendengar penjelasan dari hasil observasi Celine dalam sesi tanya jawabnya dengan salah satu saudari mereka itu.


Namun atas ketanggapan The Kiddos yang terlatih itu, selain mengingat ucapan Rery dan Rery juga mengingat ucapan Celine yang membuatnya mengambil kesimpulan untuk tidak menjawab apa – apa jika Val bertanya, dan setelah juga Rery CS sempat melirik pada Aida, Rery kemudian langsung mengatakan pada Val tentang hal yang membuat Val antusias.


Yakni mengenai pantai yang akan selalu menarik minat Val. “Istirahat Val, atau kami akan pergi ke pantai tanpa menunggu kamu sehat ... silahkan saja kalau mau berlama – lama tinggal di kamar ini dan duduk di kursi roda selama kami bermain di pantai bawah –“


“Yah jangan dong –“


“Makanya kamu harus patuh pada setiap anjuran yang diberikan kepada kamu –“


“Iya, iya. Aku istirahat sekarang ...”


🌷


“Hampir saja Ann.”


Mika yang sudah berada di bagian sofa ruang rawat Val bersama para saudara dan saudarinya yang lain dalam geng The Kiddos itu, kemudian angkat suara dengan setengah berbisik.


Dimana The Kiddos selain Ann dan dua orang anggota termuda, langsung menanggapi ucapan Mika dengan menganggukkan kepala mereka – sementara Ann langsung menampakkan ringisannya, karena ia paham maksud ucapan Mika barusan.


Kalau Aina dan Ares akan masuk ke dalam mode diam memperhatikan sekaligus mendengarkan, jika para kakak mereka nampak serius wajahnya.


“Aku tadi benar – benar terlupa tentang Val yang pernah mendapat tindakan penghapusan memori tentang Kak Kaf ... sorry –“


🌷


Adalah Isha yang bersuara.


Lalu kembaran Aro namun tak persis serupa wajahnya dengan sang kancil – eh sang kakak maksudnya, berdiri dari duduknya.


“Sebentar –“


“Kenapa itu Kak Isha?? –“


“Tau, gaje!“


Aro yang menyahut pertanyaan Aina, karena Isha nampak sedikit grasak – grusuk dan gadis itu tengah berjalan ke arah kamar rawat Val – kemudian melongok dan nampak bicara tanpa suara pada asisten Celine yang duduk tak jauh dari ranjang rawat Val.


🌷


“Kenapa sih lo??? ...” lalu Aro langsung bertanya pada Isha, ketika kembarannya itu telah berada kembali ke tempatnya semula.


“Aku ngecek Val udah pules apa belum?”


“Kenapa memangnya, Sha? –“


“Ada yang mau aku bahas dengan kalian semua.”


“Tentang? ...”


“Val,” jawab Isha.


“Kenapa dengan Val? –“


“Kalian menangkap sesuatu yang aneh dari ucapan Val waktu sebelum dia tidur ga sih?”


Isha menyampaikan apa yang dipikirkannya.


“Aku tuh ya kalo ga salah denger, Val nanya soal usianya bener ga 18 tahun.”


🌷


“Kalian engeh ga Val nanya gitu tadi?”


Isha lanjut bicara.


Dimana pertanyaan Isha barusan mendapat anggukkan kompak dari para saudara saudarinya yang sedang berkumpul bersama anak gadis kandungnya Papi John dan Mami Prita itu.


“Aneh ga sih Val nanya kek gitu? –“


“Iya, ya? ...“


Ann menimpali ucapan Isha yang memasang wajah heran. Dimana Ann dan para saudara saudarinya juga memasang ekspresi yang sama seperti Isha. Lalu nampak sejenak diam dan sibuk berspekulasi dalam otak mereka masing – masing.


“Ya ampun! Jangan – jangan Val amnesia! –“


“Ngaco! –“


“Ish Aro!” ketus Isha pada saudara kembarnya yang suka enteng tangan menoyor kepalanya itu.

__ADS_1


“Ya elo ngaco! Kalo si Val amnesia, mana mungkin dia inget sama kita orang sih?! ...”


“Iya juga sih,” timpal Isha sambil manggut – manggut.


“Tapi Isha memang benar, kalau pertanyaan Val itu terdengar aneh.”


Mika kemudian ikut berkomentar.


“Aku sempat menangkap wajahnya seperti orang tidak percaya kalau usianya 18 tahun –“


“Eh emang bisa aja loh Val kena amnesia. Aku baru inget pernah baca buku kedokteran yang ada di perpus KUJ, kalo amnesia itu banyak jenisnya –“


“Isha benar,” tukas Ann. “Jika Val lupa berapa usianya sekarang -- namun dia dapat mengingat kita semua, bisa jadi Val mengalami amnesia lakunar ...” sambungnya.


“Itu jenis amnesia yang membuat penderitanya kehilangan ingatan secara acak ya, Ann? –“


“Iya, May –“


“Bisa jadi sih. Val kan pernah mendapatkan tindakan penghapusan memori tentang Kak Kaf. Siapa tahu benar Val tidak ingat usianya sekarang karena efek tindakan itu.


🌷


The Kiddos pun berspekulasi sendiri. Hingga pada akhirnya spekulasi dan pertanyaan mereka terkait satu pertanyaan Val yang aneh bagi The Kiddos itu terjawab, setelah Varen memberikan penjelasan kepada kesemua adiknya—terkecuali Drea dan Nathan, terkait kondisi Val sekarang ini.


Dimana kiranya spekulasi dari beberapa The Kiddos benar adanya. Jika Val mengalami hilang ingatan karena efek penghapusan memori tentang Kafeel yang pernah ia dapatkan.


Yang mana dia yang benar – benar dilupakan oleh Val, yakni Kafeel – telah mengatakan jika dirinya ikhlas menerima kenyataan tersebut. “Jika memang seperti ini kondisinya sekarang, aku ikhlas menerimanya. Mungkin pada dasarnya, aku dan Val memang tidak berjodoh.”


Kalimat itu yang Kafeel sampaikan di depan orang tua dan para tetua serta tiga kakak dan satu ipar, setelah mendapatkan penjelasan tentang sebuah tindakan yang pernah dicetuskan oleh Dad R.


Lalu diputuskan untuk dilakukan berdasarkan kesepakatan seluruh keluarga.


Membuat para keluarga Val yang mendengar ucapan Kafeel itu merasa mencelos juga hatinya melihat wajah Kafeel yang nampak menjadi begitu sendu, walau dia mengatakan jika dirinya ikhlas tak berjodoh dengan Val dengan menampakkan senyuman.


Namun begitu, semua yang melihat senyuman Kafeel itu tahu – jika itu adalah senyuman kegetiran. Dan menyebabkan rasa bersalah di hati mereka pada Kafeel menyeruak selain rasa tak tega. Dan hal itu paling dirasa oleh Dad R. Dimana ayah kandung Val itu dengan tanpa sungkan meminta maaf pada Kafeel jika ia harus dilupakan bulat – bulat oleh Val.


*****


Lalu sebuah keputusan Kafeel ambil.


“Lo yakin mau pergi sekarang dari sini Ka? ...”


Adalah Varen yang bertanya pada Kafeel dengan pria itu yang sudah nampak rapih berpakaian.


Dengan sebuah koper yang ada di dekat kaki Kafeel.


“Iya Va, gue yakin.”


Jawaban Kafeel atas pertanyaan Varen.


“Kau tidak ingin menemuinya dulu sebelum kau pergi?”


Lalu Dad R yang juga sedang ada bersama Kafeel, angkat suara.


Kafeel tersenyum dan menggeleng.


“Tidak Dad. Val terlihat sangat menjaga jarak denganku, dengan pandangan yang memang jika aku adalah orang asing baginya. Dan aku tidak ingin membuat Val merasa tidak nyaman, jika aku mendekatinya lagi ...”


Membuat Dad R dan mereka yang bersama Kafeel jadi menghembuskan nafas mereka sedikit berat, dengan rasa bersalah yang masih menggelayut di hati mereka.


“Sekali lagi aku mohon maaf, Ka. Tapi jika kau ada di sini dan Val sering melihatmu, perlahan dia akan terbiasa denganmu ... dan mungkin saja itu dapat memicu ingatannya tentangmu kembali –“


🌷


Kafeel tersenyum lagi menanggapi ucapan Dad R, sebelum ia menjawab perkataan ayah kandung Val itu sebelumnya.


“Tidak Dad. Jangan memaksakan kondisi itu,” kata Kafeel. “Dia bahkan terlihat masih sulit menerima jika usianya 18 tahun sekarang ... jadi jangan sampai memaksanya untuk mengingatku dan malah membuat kondisi Val kian tidak stabil lalu menurun ...”


Kafeel berbicara dengan hati yang legowo.


“Aku tidak mau itu sampai terjadi ...” tambah Kafeel. “Jadi fokuskan saja dulu Val untuk dapat menerima masa yang dia jalani saat ini –“


🌷


“Aku sudah merasa sangat lega dan bahagia, melihat Val sudah sadar dari koma. Dan dengan dia yang sama sekali tidak mengingatku, sekali lagi --- aku sudah ikhlas. Terima kasih sudah mengijinkan aku berada didekat Val selama dua bulan terakhir ini. Aku pamit. Dan aku akan menunggu hari, dimana hari Val dapat mengingatku lagi.”


Kafeel tutup pembicaraannya dengan beberapa anggota keluarga Val yang sedang bersamanya, yang kemudian satu per satu dipamit oleh Kafeel yang hendak meninggalkan Little Star Island.


“Kamu benar – benar ga mau ngomong sepatah dua patah kata pada Val sebelum pergi, Ka? ...”


“Engga usah Mih. Kayaknya Val yang sekarang takut sama aku ... mungkin kentara banget aku kalo ngeliatin dia terus – terusan. Nanti aku malah Val sangka phedofil lagi.”


Kafeel berkelakar, namun kelakarnya itu membuat yang mendengarnya terkekeh getir. “Ya engga akan seperti itu kok, Ka,” cetus Mommy Ara menanggapi kelakar Kafeel.


Kafeel menarik sudut bibirnya – tersenyum lembut, sebelum ia menanggapi ucapan Mommy Ara.


“Aku bingung mau bicara apa dengan Val, Mom ...” kata Kafeel. “Aku juga takut tidak dapat menahan diriku untuk memeluknya erat – erat saat aku dekat dengan Val ... lalu setelahnya dia akan benar – benar takut padaku. Itu akan lebih buruk dari dia yang tidak ingat aku, Mom ... jadi tak apa, aku tidak usah berpamitan dengan Val. Karena toh semalam aku sudah puas memandanginya, kala Val sedang pulas terlelap ... dan itu sudah cukup untukku.”


“Baiklah Ka. Apapun keputusanmu, kami akan mendukungmu seperti dulu.”


Poppa yang lalu angkat suara.


“Jika Val sudah benar – benar sehat, kami akan segera kembali ke London atau mungkin ke Jakarta. Jadi mampirlah nanti jika kami sudah di sana.“


“Iya, Pop ...”


“Dan Ka, jika Val memang tak sampai dapat mengingatmu lagi ... cobalah buka hatimu untuk wanita lain. Karena kau berhak memiliki masa depan. Dan aku secara pribadi, akan menerima andai suatu hari kau membawa seorang wanita yang kau pilih dengan hatimu ke hadapanku ...”


🌷


“Aku sudah mengunci hatiku untuk satu putri Dad itu.”


Kafeel yang sebelumnya tersenyum mendengar ucapan Dad R barusan, berucap kemudian.


“Sekalipun dia tidak mengingatku sampai aku mati, tak apa bagiku. Asal aku dapat melihatnya hidup sehat dan bahagia. Termasuk jika dia jatuh hati pada laki – laki lain.”


🌷🌷🌷


To be continue ...

__ADS_1


__ADS_2