
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
“Temukan Dia Untukku. Pulangkan Dia Padaku. Tunjukkan Jalan Padanya. Bahwa Kutetap Disini.”
-- Penantian—Armada--
♥♥
Little Star Island, Isola, Italia,
“Saya sudah mendapatkan apa yang terkandung di dalam cairan hasil penelitian Nona Adrieanne yang telah diminum oleh Nona Valera ....”
“Apakah cairan penelitianku secara garis besarnya adalah racun? –“
“Kalau untuk hal itu, saya belum dapat sepenuhnya menyimpulkan apakah itu sebuah racun atau tidak Nona Adrianne. Karena kandungan didalamnya itu sebenarnya dapat dijadikan sebuah obat. Namun untuk saat ini, saya sedang memfokuskan efek dari cairan itu di tubuh Nona Valera.”
“Lalu bagaimana Celine?”
“Setelah hasil dari observasi saya dari plasma darah Nona Valera, baru saya dapat memutuskan apakah saya dapat membuat penawarnya. Katakanlah begitu –“
--
“Bagaimana Celine?”
“Dari hasil observasi dan hasil dari lab yang keluar, tepat seperti dugaan saya, bahwa cairan penelitian Nona Adrieanne itu sebenarnya dapat menjadi sebuah obat .... Hanya saja, masih belum sempurna. Dan lagi, itu dikonsumsi oleh Nona Valera yang secara medis sehat kondisi tubuhnya .... Jadi cairan yang seharusnya menjadi obat itu malah menjadi kebalikannya.”
“Lalu bagaimana? –“
“Saya akan coba membuat penawarnya.”
--
“Bagaimana Celine? ....”
“Saya dan Nona Adrieanne kiranya telah membuat penawar untuk membersihkan darah Nona Valera dari efek cairan hasil penelitian Nona Adrieanne yang telah masuk ke tubuh Nona Valera.”
“Syukurlah –“
“Tapi –“
“Kenapa, Ann?”
“Cairan penelitianku yang Val konsumsi itu, menjalar dengan cepat ke seluruh tubuhnya dan telah tercampur dengan darah Val.”
“Jadi? –“
“Penawar yang aku dan Celine telah buat, hanya sebuah harapan.”
--
“Bisa tolong kamu jelaskan, Ann?”
“Jadi begini .... Penawar yang saya dan Nona Adrieanne telah buat -- dimana telah disesuaikan dengan kondisi keseluruhan Nona Valera, hanya dapat diberikan selama tiga kali saja paling banyak ....”
“Lalu?”
“Setelah pemberian pertama, setidaknya kita harus menunggu reaksi tubuh Nona Valera dulu atas penawar itu.”
--
“Jika memang tidak ada suatu alergi atau hal semacam itu, paling tidak kita harus menunggu selama tiga puluh hari untuk akurasi dimana sebagai penentuan kapan pemberian penawar tahap kedua baru bisa dilakukan.”
“....”
“Namun jika memang tubuh Nona Valera dapat menerima penawar itu dengan sangat baik, dengan tidak ingin memberikan kalian harapan kosong .... Namun kiranya efektifas penawar itu akan memberikan hasil yang membuat Nona Valera terbangun dari tidur panjangnya –“
“Jika Val tidak menunjukkan reaksi yang berarti selama tiga puluh hari dari pemberian penawar yang pertama, maka pemberian penawar tahap kedua akan dilakukan, dan begitu juga prosesnya hingga sampai pemberian penawar tahap ketiga yang mana adalah yang terakhir.”
“Lalu yang mengkhawatirkan kalian adalah?”
“Jika Val tidak menunjukkan progress yang berarti hingga sampai penawar ketiga diberikan.”
--
“Apa itu artinya, kita harus bersiap untuk yang terburuk? ....”
“Iya, Abang .... Maaf .... Aku –“
“Sudahlah, Baby –“
“Val seperti ini karena kecerobohanku, dan otak bodohku ini malah tidak dapat menemukan penyembuh total untuk Val ....”
“Hei Ann .... Sayang .... Udah, ya? ....”
“Aku memang bodoh, Mami.”
“No, Baby .... Jika kamu bodoh, tidak mungkin kamu dapat menemukan penawar untuk Val agar pulih. Tidak mungkin kita memiliki harapan saat ini jika kamu itu bodoh.”
“Tapi Abang, aku seharusnya dapat membuat penyembuh bukan penawar.”
“Itu udah cukup sebagai sebuah peluang, oke?”
“Mami benar Baby .... Semua yang terjadi bukan salahmu, karena ini sebuah takdir. Begitupun yang terjadi di depan nanti ....”
“Ingat itu baik – baik? Jika apa yang terjadi pada Val bukan kesalahanmu, dan jika ada hal buruk yang terjadi pada Val di kemudian hari, pun bukan salahmu. Baik dan buruknya, itu adalah takdir. Dan meskipun buruk pada akhirnya, ingatlah selalu jika kita semua, terlebih kamu -- telah berusaha dengan begitu maksimal agar Val dapat pulih. Kitapun sudah berdoa, agar Val dapat bangun dan tertawa lagi bersama kita.”
“Jadi udah ya, Ann? Ini untuk yang terakhir kalinya kamu menyalahkan diri kamu untuk apa yang terjadi sama Val –“
“Iya, Mami –“
“Kemari, dan berikan aku pelukan.”
“Sebagaimana kami menyayangi Val, begitu pula kami menyayangimu, dan saudara saudarimu yang lain ....”
“Ingat itu.”
“Iya, Papi.”
“Ya sudah, lalu kapan penawar itu akan mulai diberikan?”
“Secepatnya ....”
--
“Apa ada kabar baik, Celine?”
“Mohon maaf, tapi penawar tahap kedua harus diberikan. Karena tubuh Nona Valera stagnant. Tidak ada reaksi alergi, namun juga tidak memberikan reaksi atas sebuah kemajuan.”
“Bagaimana dengan kadar racun di tubuhnya?”
“Persentasenya sudah berkurang. Tapi Nona Valera tidak menunjukkan reaksi menuju kesadaran.”
“Kalau begitu lakukan yang perlu kau lakukan.”
__ADS_1
“Baik, Tuan.”
--
“Bagaimana progress dari penawar yang kedua, Celine?”
“Maafkan saya, Tuan. Tetapi hasilnya masih sama sampai dengan terakhir sama memeriksanya. Namun masih ada dua minggu lagi untuk melihat hasil akhir dari proses penawar yang kedua.”
“Ya sudah, tak apa ....”
“Sekali lagi saya mohon maaf.”
“No, Cel .... Kau sudah sangat berusaha –“
“Tapi saya sedang berusaha mencari tahu sebuah alternatif jika sampai waktu dari penawar yang kedua kondisi tubuh Nona Valera masih stagnant, dan jika sampai pemberian penawar yang ketiga hasilnya pun masih sama. Untuk mencegah hal yang kita semua tidak inginkan terjadi. Tapi untuk alternatif itu, saya tidak bisa muluk berjanji jika saya dapat menemukannya dengan cepat ....”
“Tidak apa, Celine –“
“Sampai sini pun, kami sudah sangat berterima kasih padamu.”
“Iya, Celine. Kami juga rasanya harus meminta maaf padamu karena membuatmu menjadi bekerja sangat keras untuk membantu kami memulihkan Val.”
“Tidak Nyonya .... Tuan Alva dan anda semua telah memberikan semua yang tidak mungkin saya miliki jika saya tidak bertemu dengan Tuan Alva yang membawa saya masuk ke dalam keluarga ini. Dan kewajiban saya untuk membalasnya dengan sangat baik –“
“Ya sudah, lakukan apa yang perlu kau lakukan Celine .... Mulai sekarang kami akan menyiapkan diri, jika yang terburuk lah nanti yang terjadi –“
♥♥
Little Star Island, Isola, Italia,
Masa sekarang,
Kita intip dulu dua sejoli yang sedang merenda kembali hubungan cinta mereka yang sempat kandas.
The Recehboy dan The Judesgirl.
Arya dan Mika, dimana Arya telah melontarkan permintaannya.
Namun dengan sedikit drama yang ia buat, serta sedikit pemaksaan juga.
“Kita balikan mulai sekarang,”
Arya yang bicara, setelah sebuah drama receh ia lakukan dihadapan Mika.
“Iya?..” Demikian Arya memastikan, dengan sedikit pemaksaan pada Mika setelah drama receh Arya dapat dikatakan sukses adanya, karena Mika kini sudah dalam rengkuhannya tanpa Mika meronta untuk Arya lepaskan dari rengkuhannya.
“Iya..”
Dan ya, memang sukses drama recehnya Arya, karena Mika mengiyakan permintaan Arya untuk menjalin kembali hubungan mereka yang telah kandas.
♥♥
Arya mencetuskan sebuah solusi untuk bagaimana ia dan Mika akan menjalankan hubungan mereka terkait kondisi Val dan keinginan Mika kurang lebihnya. Dimana Mika kemudian bersuara. Hendak mengomentari solusi yang barusan dicetuskan oleh Arya itu.
“Kenapa? Mau mengajukan keberatan lo lagi soal itu?..”
Arya yang perkataan Mika dengan sedikit ketus sambil memandangi Mika setengah sinis, setelah Mika sempat berkomentar tentang solusi yang ia berikan untuk menjalani hubungan mereka dan janji Mika pada dirinya sendiri terkait kondisi Val.
Tapi kemudian Mika tersenyum teduh menanggapi ucapan sedikit ketus Arya dengan memandanginya setengah sinis itu.
Kemudian Mika ingin bicara lagi. “Tadi lo udah bilang kita sama-sama lagi loh ya? Dan setau gue perempuan Adjieran Smith, sama macam para lelakinya yang harus konsisten dengan ucapan mereka..” Namun keduluan oleh Arya.
Lalu Mika tersenyum sekali lagi, menanggapi sentilan kecil Arya untuk dirinya dalam ucapan Arya barusan itu. Dan Arya lanjut bicara lagi.
“Lo ga bisa tarik lagi kata-kata lo karena itu. Dan lagi gue ga terima penolakan lo..” tegas Arya, dengan masih sedikit ketus dan sinis.
“Denger.. Adil ga adil gue ga peduli, karena yang gue pedulikan tentang kita cuma satu.. kita terus sama-sama, satu perasaan. Hari ini, besok dan seterusnya.. Oke?“
Dan Arya ingin mematahkan, bahkan menghilangkan keresahan Mika itu. Yang setelah Arya mengatakan kalimat barusan, Mika terdiam—namun memandang pada Arya dengan penuh arti.
“Kita akan terus sama-sama kek gini, tanpa lo harus pusing untuk memberikan gue status resmi.. seperti yang sering gue bilang, gue akan menunggu sampai kapanpun. Sampai nanti lo siap. Bener-bener siap.”
Arya lalu bicara lagi, dengan lembut dan penuh keyakinan.
“Dengan catatan, yang harus lo garis bawahi dan lo tebalkan.. Gue, Arya Narendra. Selalu ada di hati lo untuk lo cintai.. Dan jangan pernah lagi suruh gue pergi. Karena emang gue ga bisa kemana-mana lagi, Mi..” Dimana ucapan Arya barusan itu, membuat Mika tak kuasa menahan air mata harunya keluar.
Bahkan Mika langsung saja memeluk Arya, karena dirinya terharu sekaligus terenyuh oleh ucapan Arya yang terdengar begitu tulus selain manis di telinga Mika.
“I love you, Mi.“
Yang Arya katakan dengan lebih lembut dan tulus kemudian, setelah Mika meneteskan sebulir air matanya selepas Arya menegaskan dengan lembut pernyataannya tentang arti seorang Mika untuk Arya—ketika Mika memeluknya itu.
Dan Mika tak lagi dapat menahan perasaannya. “Love you more, Ar...”
Mika membalas ucapan cinta Arya padanya.
“Jangan egois lagi soal hubungan kita ke depannya.“ Arya lalu memberikan penegasan, namun dengan kelembutan.
“Iya..”
Setelahnya, Arya kecupi pucuk kepala Mika berkali-kali dengan bahagia yang menyelimuti hati Arya.
Penantian Arya dalam masa dirinya yang sempat frustasi namun tidak sampai depresi, untuk kisah cintanya dengan Mika yang selalu ia harap-harap dapat kembali, mencapai hasil yang sesuai harapannya—meski sempat Arya seringkali merutuki Mika yang pernah ia anggap selingkuh, walau hal itu terjadi karena Mika sangat sempurna menjalankan sandiwaranya.
Namun begitu, Arya tidak dapat menampik jika Mika terus saja bertahta di hatinya. Walau Mika pernah menciptakan luka atas sebuah sandiwara.
Arya selalu merasa Mika masih mencintainya. Dan memang begitu adanya. Keputusan tergesa Arya untuk bertunangan dengan seorang gadis anak dari teman bisnis ayahnya, selalu Arya rasakan keraguan dalam hatinya atas keputusan tergesanya itu.
Sebelum mendengar kebenaran soal hubungan Mika dan Felix atas perselingkuhan mereka di belakangnya, Arya yang setelah normal otaknya itu memanglah sudah memikirkan untuk membatalkan pertunangannya.
Namun pertimbangan atas hubungan baik sang ayah dengan ayah dari tunangannya itu, membuat Arya menunda untuk membatalkan pertunangannya, seraya Arya lebih menimbang-nimbang dalam mengambil keputusan.
Tapi setelah mendengar kebenaran soal hubungan Mika dan Felix yang tidak sengaja Arya dengar dari mulut Varen, Arya sudah membulatkan tekadnya untuk membuat Mika kembali menjadi miliknya, apapun resikonya. Selain Arya ingin memastikan sendiri kebenaran itu langsung pada yang bersangkutan.
Yang orangnya kini sudah nampak nyaman bersandar lagi di dada Arya, bahkan saking nyamannya, Mika sudahlah Arya sadari terlelap cantik di dadanya itu. ‘Baru mau gue ***** sampe jontor bibirnya..‘
Arya membatin, sambil ia juga tersenyum geli melihat Mika jatuh tertidur dalam Mika yang bersandar di dadanya. Yang kemudian Arya rengkuh cewek judesnya itu dengan hati-hati agar Mika tidak sampai terbangun.
Tidak juga Arya berniat memindahkan Mika ke atas ranjang, karena takut mengganggu tidur Mika yang orangnya nampak nyaman tertidur dengan bersandar di dadanya itu. Biarlah Arya rela menjadi bantal untuk Mika yang entah kapan bangunnya. Sangat rela Arya menjadi bantal untuk Mika, walau nanti lama-lama akan pegal tubuhnya. Karena yang penting bagi Arya, apa yang pernah ia nantikan dengan sangat selepas perpisahannya dengan Mika, kini telah terwujud.
♥♥
Bicara tentang sebuah penantian,
Ada seorang pecinta yang belum seberuntung Arya nasib penantian atas cintanya pada seorang gadis, karena gadis itu masih betah dalam tidur panjangnya.
“Aku terlalu naif ya, Baby? Selain bermimpi kelewat tinggi, bahwa setelah kedatangan aku lalu kamu mendengar suaraku dan aku berada dekat dengan kamu, kamu akan membuka mata yang udah lama kamu pejamkan ini.” Kafeel, sang pecinta yang belum seberuntung Arya itu.
Yang berhasil merajut kembali kisah cintanya yang pernah kandas.
Bahkan Kafeel tidak seberani Arya untuk bermimpi bisa dapat kembali merajut kisah cintanya dengan seorang gadis yang ia cintai, dimana kisah cinta itu kandas atas kecerobohan yang Kafeel anggap adalah sebuah kebodohan.
Mimpi Kafeel lebih sederhana dari Arya. Karena Kafeel cukup sadar diri dengan posisinya sekarang. Selain Kafeel rasa, meski ia melakukan sebuah kesalahan atas dasar baktinya pada sang ibunda, tetap saja kesalahannya itu Kafeel rasa terlalu sulit untuk Val maafkan.
Jadi cukup dengan Val membuka matanya saja, lalu Val pulih dengan sempurna. Itu saja mimpi tertinggi Kafeel sekarang.
__ADS_1
“Aku yakin, kamu pasti benci aku setengah mati. Makanya kamu belum mau membuka mata kamu sampai sekarang ini, padahal udah selama satu bulan ini aku berada di dekat kamu.” Kafeel yang tak pernah rasanya bosan mengajak ngobrol Val yang masih bergeming dalam posisinya, setelah kurang lebih satu bulan Kafeel tinggal di Little Star Island.
Meski masih mendapat perlakuan sinis dari beberapa orang anggota keluarga Val, namun Kafeel menahankan diri dan membuang rasa tersinggungnya akan itu.
Kafeel menebalkan saja wajahnya pada beberapa keluarga Val yang kadang berbicara ketus dan sinis padanya. Yang penting dirinya bisa berada di dekat Val sampai nanti masa Val akan membuka mata, walau entah kapan masa itu datang.
Namun tentu, Kafeel akan bersabar.
“Buka mata kamu, Baby,” ucap Kafeel dengan penuh kelembutan seperti selalunya jika ia bicara pada Val. “Kasihan keluarga kamu yang sudah lama bersedih hati. Dan soal aku, jika memang kamu benci, katakan itu langsung padaku. Dan setelah itu, jika kamu mengusir aku, janji, aku akan pergi tanpa membantah sedikitpun kamu yang menyuruh aku untuk pergi.. Tapi sampai itu terjadi, aku akan tetap di sini, selama apapun itu..”
♥♥
“Jika aku tidak salah, hari ini batas waktu atas pemberian penawar yang kedua kan, Celine?..”
Selain Kafeel yang menantikan Val untuk membuka mata, ada juga mereka yang sedang harap-harap cemas atas sebuah penantian dari hasil atas satu usaha untuk membangunkan Val dari tidurnya yang sudah cukup lama itu.
“Iya, Tuan.” Dia yang ditanyakan oleh Gappa langsung menjawab dengan santun.
“Apa kau sudah mendapatkan hasilnya? –“
“Dan katakan kepada kami hasilnya, sepahit apapun itu..”
Poppa lalu menimpali pertanyaan kedua Gappa kepada Celine.
♥♥
“Stagnant.”
Celine menjawab dengan wajahnya yang sendu.
“Pemberian penawar yang ketiga sudah saya jadwalkan.”
Gappa, Poppa dan beberapa anggota keluarga yang bersama Celine termasuk Kafeel sontak terdiam.
Jawaban singkat Celine sebelumnya sudah cukup menjelaskan kemungkinan atas sebuah hal yang begitu pahit yang akan mereka rasakan dalam masa satu bulan ke depan.
“Dan mohon maaf untuk satu hal lagi. Alternatif yang pernah saya katakan, tidak bisa saya janjikan akan mengubah efek pemberian penawar yang ketiga.”
“Tak apa Celine.”
“Kami sudah menyerahkan semua pada Yang Kuasa, apapun hasilnya nanti. Lakukan saja sebagaimana mestinya –“
“Baik, Tuan.”
♥♥
Hari berganti, dari sejak penawar tahap ketiga yang mana merupakan batas akhir dari usaha membuat Val bangun dari tidur panjangnya.
“Ka, istirahat dulu. Biar Mom yang menjaga Val...”
Adalah Mommy Ara yang menegur lembut Kafeel yang hampir tidak tidur setiap harinya selama dua bulan belakangan demi bisa berada di samping Val.
“Kamu juga sebaiknya makan dengan benar. Karena sudah dua bulan ini Mom perhatikan pola tidur dan makan kamu benar – benar sangat kacau, Kaka...”
“Aku ga apa – apa kok Mom, sungguh...” sahut Kafeel pada Mom Ara yang tidak terlihat membencinya itu dari sejak awal kedatangan Kafeel ke Little Star Island.
“Seengganya lo jangan merepotkan kita orang yang ada di sini dengan lo yang jatuh sakit nanti, Sat.” Namun kalimat super sinis keluar dari salah seorang anggota keluarga yang termasuk dalam mereka yang masih bersikap nampak antipati pada Kafeel, saat ia memasuki ruangan tempat Val berada.
Adalah Nathan, anggota keluarga Val dari beberapa yang masih suka sinis pada Kafeel itu.
♥♥
Tapi selalu, Kafeel terima apapun perlakukan untuknya dari setiap keluarga Val yang nampak sentimen padanya.
“Tau Kak Tan – Tan ih, kasar banget sih...” Isha yang datang bersamanya berkomentar, namun Nathan berdecak malas menanggapinya.
Yang kemudian komentar Isha itu ditimpali oleh Mommy Ara yang menegur kesinisan Nathan yang tidak sopan itu pada Kafeel. Dan Nathan pun langsung merespons teguran Mommy Ara padanya.
“Kesel aja asal liat dia... Karena dia kan, Val jadi kayak gini??? Harusnya dia ga usah diijinin ada di sini lama – lama.”
Namun begitu, Nathan masih sempat lagi berkata sinis pada Kafeel. Dan Mommy Ara kemudian geleng – geleng saja menanggapi sikap super sentimen Nathan pada Kafeel itu.
Karena Mommy Ara juga cukup memahami kekesalan Nathan pada Kafeel atas nama seorang kakak lelaki yang adiknya pernah begitu disakiti sampai melakukan hal yang nekat.
“Mau apapun alesan dia sampe ngancurin hati Val, tetap aja dia salah. Mau ada embel – embel anak berbakti juga tetep dia yang bikin Val jadi begini.”
Dan Nathan masih lagi berkata dengan kesinisannya menyindir Kafeel yang orangnya diam saja, sambil melapangkan dadanya, menelan bulat – bulat kesinisan dan sindiran Nathan padanya.
Dan Mommy Ara kembali menghela nafasnya dengan sedikit berat.
Setelahnya, Mommy Ara mengusap lembut tangan Nathan untuk menenangkan satu anak lelakinya itu.
Lalu Mommy Ara kembali berbicara kepada Kafeel.
“Cukupkan istirahat dan makan kamu dulu, baru Mom akan ijinkan kamu tinggal lama-lama di sini lagi...”
“Dah cepet sana!” sambar Nathan saat Kafeel hendak menjawab Mommy Ara.
Begitulah Nathan jika Kafeel berada dekat dengannya, kesinisan Nathan seolah tak habis – habis pada pria yang masih menggenggam erat tangan Val itu. Membuat Mommy Ara ingin lagi menegur Nathan, setelah sebelumnya Mommy Ara memberikan pemakluman.
♥♥
Kafeel masih menggenggam erat tangan Val, yang ia kecup sekilas, karena ia memutuskan untuk hengkang saja dulu untuk menghindari keributan atas sikap Nathan padanya.
Dan juga Kafeel tidak ingin menambah beban pikiran Mommy Ara yang pasti merasa dilema atas sikap Nathan padanya, dimana sedikit banyak, Mommy Ara juga memikirkan perasaannya.
“Aku tinggal dulu ya, Val. Nanti aku kembali lagi. I love you.”
Kafeel yang hendak pergi itu menyempatkan diri untuk berbisik di telinga Val, bersamaan dengan Nathan yang bicara lagi.
“Gue mau nemenin adek gue di sini tanpa ada lo! Sepet mata gue liat lo tau ga, Sat?!“
Mommy Ara sudah gemas ingin menegur Nathan yang kembali lagi bicara sinis pada Kafeel dengan juga menyertakan panggilan yang tak sopan pada Kafeel.
Namun belum sempat Mommy Ara bicara, sebuah suara yang amat lemah menghentikan niat Mommy Ara yang ingin menegur Nathan. Selain membuat Mommy Ara terpaku di tempatnya, begitu juga tiga orang yang sedang bersama sang Ibu Peri itu.
♥♥
“K-ak... Tan... Tan...”
Begitu suara yang amat lemah itu terdengar.
Namun begitu, suara yang amat lemah berkata menyebut Nathan itu dapat menggegerkan seisi kastil di Little Star Island.
Menjadi ujung atas sebuah penantian selama kurang lebih enam bulan.
“V – Val –“
♥♥♥♥
To be continue......
Sekedar info : Episode ini kurang lebih 2900-an kata.
Semoga memuaskan.
__ADS_1
Loph Loph