
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Jekardah, Indonesiah....
Kebahagiaan mendalam, yang kini tengah dirasakan oleh Mika-Arya berikut Val-Kafeel. Para pecinta itu, sudah benar-benar memiliki satu sama lain.
Disatukan oleh cinta, kemudian cinta itu disahkan. Dan harapan untuk tak terpisahkan pun, rasanya telah terkabul.
Jadi walau dua pasang pengantin itu merasakan kelelahan di tubuh mereka, namun kiranya semua sepadan dengan apa yang mereka dapat sekarang.
Kekasih yang mereka saling cintai, pun mencintai, menginginkan dan memiliki mereka dengan cara dan takaran yang sama kurang lebihnya.
Bahagia?....
Jangan ditanya.
Lihat saja dari senyum Mika-Arya dan Val-Kafeel yang tak hilang dari wajah mereka, walau waktu sudah lewat tengah malam----padahal sedari pagi mereka sudah menjalani rangkaian acara pernikahan mereka yang lumayan banyak, dan hanya sempat beristirahat sebentar saja.
“Kalian tidak perlu menunggu sampai tempat ini sepi untuk beristirahat.”
Varen yang bicara itu, kepada dua pasang pengantin baru yang duduk di area meja bundar yang sama dengannya.
Dimana di sekeliling mereka, hingar bingar resepsi pernikahan sesi kedua dari Val-Kafeel serta Mika-Arya, masih berlangsung.
“Abang bener itu May, Val....”
Drea lalu mendukung perkataan Varen.
“Kak Arya, Kak Kaf. Biar aku sama Abang yang nemenin ini tim dugem,” kata Drea lagi.
♥♥♥
Dua pasang pengantin baru yang sedang bersama Drea dan Varen serta dua lagi anak kerabat keluarga mereka yang paling akrab itu kemudian saling tatap. Dimana Drea kemudian bicara lagi.
“Toh ini ada Lena, Isha, terus Tan-Tan sama Via aja masih asik on floor. Rery, Ann, Aro, Kak Sony. Masih lengkap ini para ajudan penganten.”
“Bener tuh. Kalian mending istirahat gih.”
“Iya, kami mah banyak istirahatnya tadi pas resepsi utama, ya Kak Lena?”
Isha lalu menimpali ucapan Lena.
“Sementara kalian kan berdiri nyalamin ribuan tamu—“
“Iya sih ‘A?.... Kasian Val tuh—“
“Aku masih oke kok, Lena....”
Val menimpali ucapan Lena pada kakaknya, dimana Drea kemudian menyambar dengan mengatakan kalimat yang membuat Val dan Mika sontak merona.
“Mumpung masih oke kondisi, makanya cepet masuk kamar. Kan, mau malam pengantenan??”
♥♥♥
“Dah sana, balik ke kamar kalian....”
Varen lalu berkata lagi selepas ia sempat terkekeh bersama Lena dan Isha yang cekikikan setelah mendengar kalimat ledekan Drea pada Val dan Mika.
“Ya gue sih terserah istri gue tercinta ini.”
Kafeel yang kemudian menanggapi ucapan Varen sambil ia melirik pada Val yang tangan sang istri, bertautan dengan tangannya. Setelah dirinya juga sempat ikutan terkekeh bersama Arya macam Varen tadi karena kalimat ledekannya Drea.
Dimana Kafeel juga menyempatkan diri untuk melempar senyum pada Val, saat ia merespons anjuran Varen tentang dirinya dan Val berikut Mika dan Arya untuk segera pergi ke kamar mereka masing-masing dalam hotel tempat mereka berada sekarang.
“Idem!” celetuk Arya. Yang selanjutnya langsung menoleh pada Mika dan bertanya pada istrinya itu. “Kamu masih mau di sini apa mau balik ke kamar?” dengan nada suara Arya yang terdengar lembut, meski suaranya agak Arya kencangkan sebagaimana mereka yang sebelumnya bicara, akibat bisingnya musik masih mendominasi.
♥♥♥
“Weits! Mau Prosesi Belah Duren Kayaknya Nih?!”
Satu suara yang si empunya kini sudah berdiri di dekat meja tempat dua pasang pengantin baru itu berada, terdengar berseru dengan nada menggoda pada Val-Kafeel dan Mika-Arya yang sudah nampak berdiri dari duduk mereka.
“Woya Jelas!” Arya yang langsung menanggapi ledekan yang tercetus dari mulut kakak kandungnya itu.
“Mau Pada Kemana?!” satu lagi makhluk datang ke meja yang baru Sony sambangi. Yang bertanya sambil memandang kepada dua pengantin baru yang sudah sama berdiri dari duduk mereka.
Satu makhluk yang sebelas dua belas iseng dan lemesnya macam Drea dan Sony.
Nathan, yang datang bergandengan bersama sang istri, Via----dengan melemparkan senyumnya pada semua orang yang sedang berkumpul di satu area tersebut.
♥♥♥
“Mau nyempurnain kehalalan.”
Adalah jawaban yang dicetuskan oleh Kafeel atas pertanyaan Nathan, yang jelas sudah tahu jika Kafeel berikut Val, Arya dan Mika hendak hengkang dari tempat acara resepsi pernikahan sesi kedua yang lebih ke acara senang-senang ala kawula muda.
Dimana jawaban Kafeel pada Nathan itu sontak membuat yang mendengarnya cekikikan. Namun Val dan Mika tidak ikut cekikikan.
Keduanya sedang dilanda kecanggungan, selain merasa malu mendapat ledekan yang umum dilontarkan kepada para pengantin baru.
Padahal memang Val dan Mika sudah ingin segera rebahan di atas ranjang.
Merilekskan tulang punggung mereka. Walau memang tidak merasa sangat lelah, namun Mika dan Val kalau boleh memilih----ya pengennya sih bisa segera mempertemukan punggung mereka dengan empuknya ranjang.
Senang, karena Abang Varen mereka yang malah menyuruh Val dan Mika untuk pergi saja ke kamar hotel mereka bersama para suami masing-masing. Karena itu artinya, mereka bisa menjalankan rencana mereka perihal merilekskan punggung.
Namun rasa senang Val dan Mika yang kiranya sudah membayangkan bisa rebahan di atas ranjang itu kini tertutup gugup, karena ledekan-ledekan soal Malam Pertama atau Malam Pengantin yang sedang dilontarkan secara bersahutan oleh orang-orang disekeliling mereka berdua.
Termasuk juga oleh Kafeel dan Arya yang malah menimpali ledekan-ledekan perkara Malam Pengantin itu. Tak ayal, Val dan Mika spontan merasa canggung, gugup dan malu juga.
Tersipu malu di tempat mereka berdiri, dengan bayangan kalau tidak lama lagi, mereka akan tak berbusana di dalam kamar hotel yang saat ini----sedang menjadi kamar pengantin mereka.
♥♥♥
“Oke para hadirin semua, penganten baru pamit dulu. Mau ibadah! Pas ini udah seperempat malam!” Arya berseru ngocol setelah ia dan Kafeel kompak membalas tiap ledekan dari orang-orang di sekeling keduanya berikut istri mereka.
“Geblek!” Sony langsung spontan mengatai adiknya, namun dengan dirinya yang habis tertawa geli macam yang lain setelah mendengar seruan ngocol adik kandungnya itu.
“Jones Jangan Iri...” ledek Arya kemudian pada sang kakak kandung.
“Yeuuu Jangan Salaahh...” Sony merespons ledekan Arya padanya itu. “Gue Emang Jomblo—“
“Bujang Lapuk Elo Sih!...” sambar Nathan. Lalu semua yang ada di dekatnya dan Sony terkekeh bersama.
“Serah Dah Serah!...” timpal Sony.
Yang juga ikut terkekeh tadi, setelahnya Sony pun berkata lagi.
“Sekalipun Gue Bujang Lapuk, Tapi Gue Lebih Paham Lobang Daripada Si Recehboy!”
“Astagaaa Pak Polisi Ngomongnyaa?? Ternoda Nih Kuping Anak Perawan!”
Isha yang berseru itu.
Sony pun tergelak dan yang lain cekikikan
__ADS_1
“Eh Iya Lupa Ada Bociil...” Lalu Sony meledek Isha yang langsung melayangkan protesnya pada Sony.
♥♥♥
“Enak Aja Bocil!... Mahasiswi Nih!—“
“Mahasiswi Tingkat Pertama Itu Juga Baru Naek Berapa Tangga..”
Sony kembali membalas ucapan Isha yang membuat kembarannya Aro itu langsung menjulurkan lidahnya pada kakak kandungnya Arya itu----meledek Sony yang terkekeh geli kemudian, dan diikuti juga dengan yang lainnya.
Termasuk juga dua pasang pengantin baru yang ikutan terkekeh geli melihat interaksi Isha dan Sony. Dimana tak seberapa lama kemudian, sebuah ucapan tercetus dari mulut Arya pada semua orang yang ada bersamanya.
“Oke semua, gue sama Mika pamit dulu.”
“Idem!” Kafeel lalu menimpali ucapan Arya yang berpamitan. “Gue sama Val juga pamit duluan.”
Dimana pamitnya dua pria yang kini sudah bersatus sebagai seorang suami itu, ditimpali juga oleh istri dari masing-masing keduanya.
♥♥♥
Telah diiyakan seraya dipersilahkan, kedua pasang pengantin baru yang tadi berpamitan untuk kembali ke kamar hotel mereka duluan.
Namun baru dua pasang pengantin baru itu hendak berbalik badan, Varen bersuara, “Gue ngerti, atas nama ‘kebutuhan’ kalian berdua sebagai laki-laki...”
Varen memberi penekanan kecil pada kalimatnya yang ia tujukan pada Arya dan Kafeel.
“Tapi perhatikan juga kondisi May dan Val, diluar gue sebagai kakak mereka. Santai aja, esok masih ada. Jangan pikir diri sendiri, pikirin juga nyamannya istri. Paham kan?”
Arya dan Kafeel lantas mengangguk mengiyakan kalimat bijak yang Varen ucapkan. “Thanks udah mengingatkan.”
Keduanya pun kira-kira mengatakan hal yang kurang lebih sama pada Varen yang menanggapinya dengan anggukkan. Meski tanpa Varen mengatakan hal itu pun, tentu Arya dan Kafeel akan memperhatikan nyamannya Mika dan Val, terlebih kondisi staminanya.
Mau buat Malam Pertama mereka indah.
Alon Alon Asal Kelakon, kan?
Aku Puas, Kamu Puas, Sampai Lemas.
♥♥♥
“Terima kasih, Abang...”
Mika dan Val lalu sama berucap pada Varen yang langsung tersenyum seraya mengangguk kepada keduanya.
“Selamat beristirahat.”
Varen lalu berucap pada dua adik perempuannya itu.
“Atau kalau kiranya stamina kaiian masih oke, May... Val... selamat berkutat dengan ‘urat’. Besok laporan siapa yang paling kuat...”
Namun kalimat Varen selanjutnya pada Mika dan Val, sontak membuat kedua adik perempuannya itu melongo tak percaya pada kakak tertua mereka yang malah ikut meledek mereka.
“Abang Iiih!...” Mika dan Val sama mencebik pada sang Abang yang kini tertawa bersama para ‘kroni-kroninya’. Arya dan Kafeel pun ikut tertawa juga, setelah mendengar ledekan Varen tadi.
Dan yah, setelahnya celetukan-celetukan langsung bak gayung bersambut akibat selorohan Varen pada Mika dan Val setelah kesemua yang ada di dekat Mika dan Val tergelak.
“Selamat berkutat dengan ‘urat’. Besok laporan siapa yang paling kuat. Jangan lupa makan biskuat!”
Aro yang sudah datang bergabung setelah sempat berada di lantai dansa bersama Rery dan Ann, yang paling pertama menimpali selorohan Varen pada Mika dan Val.
“Ngahahahahahahaha...”
Gelakan sekali lagi membahana setelah timpalan dari Aro itu.
♥♥♥
“Oh ya Recehboy!...”
Saat Arya dan Kafeel telah berpamitan sekali lagi pada orang-orang di hadapan mereka.
Dan Arya yang diajak bicara oleh kakaknya itu menoleh malas ke yang bersangkutan, karena yakin akan keluar satu celetukan unfaedah dari kakaknya itu.
“Paan lagi??...” sahut Arya dengan malas-malasan.
“Berhubung Lo Masih Amatir, Dan Kalo Jadi Mau Jebol Gawangnya May, Lampu Nyalain Biar Ga Salah Lobang!—“
“Bangkeeee!”
“Ngahahahahahahaha!...”
“Tapi soal apa yang diomongin Abang tadi ada benernya.”
Lalu celetukan dari Nathan dengan cepat menyambar, nampak serius dia gerangan.
“MP tunda aja dulu jangan malem ini, lo berdua kan pasti cape banget... nanti kalo maksain, yang ada belom lima menit udah ngecrit!—“
Nathan, kelakuan!
Mulutnya macam Sony yang jebol saringannya.
♥♥♥
Cape sudah Arya dan Kafeel mendengar ledekan untuk mereka termasuk juga pada Mika dan Val yang ga kelar-kelar kalau terus dipantengin, dua pria itu seolah punya satu otak yang sama----kompak menggaet ketat tangan istri masing-masing yang langsung keduanya geret dari arena ledekan parah dari manusia-manusia yang lambenya lebih dari si turah kalo udah soal meledek orang, sampai tengsin dirasa oleh yang menjadi bahan ledekan.
“Selamat istirahat.” Mika-Arya dan Val-Kafeel sama-sama mengucapkan kalimat tersebut satu sama lain, saat kedua pasang pengantin baru itu telah sampai di lantai tempat kamar hotel yang sedang mereka tinggali berada.
Saling melambaikan dan mengangkat tangan, sebelum berpisah untuk masuk ke kamar masing-masing. Lalu selanjutnya, kecanggungan melanda masing-masing dari kedua pasang pengantin baru itu saat setiap pasangnya telah masuk ke dalam kamar mereka.
Tak hanya Mika dan Val, namun juga Arya dan Kafeel.
Walau sebelumnya kedua suami baru itu nampak santai saja, bahkan menimpali setiap bahasan----tentang apa yang biasanya dilakukan oleh pengantin baru di malam pernikahan mereka setelah rangkaian acara pernikahan telah terlewati.
Arya, meski paham soal hal-hal yang berbau keintiman dari sejak SMA, namun seperti yang sempat disinggung Sony tadi, Arya----bisa dibilang masih perjaka.
Interaksi Arya dengan para mantannya berbatas pada keintiman standar.
Ciuman bibir.
Entah tangan Arya pernah bergerilya ke sekwilda para mantan atau tidak, namun untuk sesuatu yang awalnya dibahasakan oleh Drea sebagai nananina----Arya, nol pengalaman untuk itu.
Jadi bagaimana untuk memulai itu yang namanya nananina, Arya bingung bagaimana memulainya----“Mau bebersih Mi?” akhirnya kalimat tanya itu yang tercetus dari mulut Arya, demi mencairkan kecanggungannya dengan Mika yang juga diem aja.
Mika yang sedang setengah melamun itu jadi agak terkesiap karena mendengar suara Arya yang bertanya padanya barusan. “Eh, i-yaa...” sahut Mika kemudian. “Paling bersihin ini make up sama sekedar mengelap badan aja. Sama ganti baju...”
Dimana ucapan Mika tersebut, langsung ditimpali oleh Arya. “Yang terakhir kayaknya ga perlu? Bukannya kita ga perlu pake baju?----“
♥♥♥
Lalu di kamar sepasang pengantin baru yang satunya....
Layaknya Arya, Kafeel----meski punya jam terbang soal keintiman dengan wanita jauh di atas Arya, yakni bujang non perjaka----tetap mengalami kegugupannya sendiri saat ini.
Dimana malam ini, hitungannya adalah malam pengantinnya dengan Val.
Dara belia yang jauh waktu di masa yang lalu, tak pernah terpikirkan oleh Kafeel kalau satu dara itu akan menjadi istrinya.
Namun tak ada yang tahu garis takdir bukan?
__ADS_1
Nyatanya Kafeel malah dibuat takdir, menjadi pria yang bucin pada satu dara itu.
Yang kini sudah jadi istrinya, yang halal buat diapa-apain aja----istilahnya.
Dimana diapa-apain aja dalam hal ini, adalah melakukan hal yang sebelumnya terlarang untuk ia lakukan bersama Val.
Nananina
Syubiduppappaw
***-***
Mantap-mantap
Atau apalah sebutannya.
Pokoknya prosesi sakral suami istri di malam pernikahan. Yang sarat dengan keringat dan *******, berujung dengan kenikmatan yang rasa macam di awang-awang.
Kafeel sudah membayangkan, tak sabar untuk merasakan keseluruhan candunya----yakni semua yang ada pada diri Val, dari ujung rambut sampai ujung kaki. Namun Kafeel juga gugup serta ragu untuk meminta haknya sebagai suami pada Val saat ini.
Yang mana tentunya, adalah Val yang pasti sedang letih-letihnya sekarang----menjadi pertimbangan besarnya Kafeel yang tak ingin tergesa menunaikan hal yang sebelumnya terlarang, namun kini kiranya bisa disebut sebagai ladang pahala untuk melakukannya dengan Val,
Ya sudah sabar dulu, kasian Val yang kecapean.
Kafeel pun mati-matian meredam hasrat kelakiannya sekarang.
“Tuan Putri,”
Kafeel memanggil lembut Val, yang orangnya Kafeel buat berhadapan dengannya kini.
“Iya, Kak?” sahut Val.
“Kamu mau mandi?” Lalu Kafeel bertanya pada dara tercinta yang sudah jadi istrinya itu, tanpa ada niatan untuk menyerempet tentang keintiman.
Murni bertanya perihal apa yang ditanyakan Kafeel pada Val yang langsung menjawabnya.
“Sepertinya sih... Rasanya Val malah ingin berendam dan relaksasi sebentar,” kata Val. Kafeel pun tersenyum.
“Ya udah, aku siapin air hangat di bathtub dulu ya?----“
“Eh!... tidak. tidak.” Val dengan cepat menyergah Kafeel yang sudah bergegas melakukan apa yang barusan suaminya katakan itu.
♥♥♥
“Biar Val yang melakukannya sendiri.”
Val melanjutkan sergahannya.
“Lagipula, seharusnya Val yang mengurusi Kak Kafeel, karena Kakak sudah menjadi suami Val.”
Kafeel pun tersenyum. Lalu tangannya meraih lagi tangan Val yang sudah ia lepas genggamannya saat hendak menyiapkan air hangat untuk Val berendam.
“Kita akan saling mengurusi,” ucap Kafeel setelahnya. “Untuk sekarang, biar aku yang mengurusi kamu dulu, oke?...”
“Tapi, Kak----“
“Harus patuh loh sama suami,” tukas Kafeel. “Kamu tunggu sebentar, aku siapkan air hangat untuk kamu berendam. Dan kamu yang patuh untuk itu, bentuk bakti sama suami juga loh. Kan, katanya kamu mau jadi istri yang berbakti sama aku, Tuan Putri?”
Mendengar ucapan Kafeel tersebut, Val tersenyum seraya mengangguk, dan Kafeel juga ikut tersenyum. “Ya sudah... Sementara Kak Kafeel menyiapkan air untuk Val berendam, Val siapkan pakaian tidur Kak Kafeel yah?...” lalu Val berkata. Kafeel pun mengangguk.
Pun, Kafeel tetap memasang senyuman manisnya pada Val. “Oke,” ucap Kafeel kemudian.
♥♥♥
“Oh iya, Kak----“
“Iya, kenapa, Tuan Putri?----“
“Ada hal yang ingin Val tanyakan...”
“Ya udah, tanyakan aja.” Kafeel pun menahan langkahnya untuk pergi ke kamar mandi guna menyiapkan air hangat untuk Val berendam.
Dan Val pun mengatakan hal yang ingin ia tanyakan pada sang suami.
“Kak Kafeel, apakah akan ikut berendam bersama Val?...”
Dimana pertanyaan Val itu membuat Kafeel spontan membeku di tempatnya.
Namun hati Kafeel berteriak. ‘WOYA JELAS!’
Hanya saja tak Kafeel suarakan di hadapan Val.
Lagipula pertanyaan Val itu agak ambigu, tolong pertanyaannya diralat gitu?
Jadi, “Kak Kafeel mau ga berendam bersama Val?” kan gampang tuh Kafeel jawabnya, “Mau.”
Kalau pertanyaan yang dicetuskan Val membuat Kafeel dilanda kebingungan.
Kalau dibilang engga, sungguh itu suatu kebohongan yang hakiki yang ia lakukan----menurut Kafeel.
Tapi nanti kalo dia jawab, “Iya aku akan berendam bareng kamu.” Kafeel pikir, nanti Val kira dirinya begitu terburu mau ‘anu-anu’.
Terus Val akan berpikir kalau Kafeel menikahinya karena lebih berat ke nafsu daripada cinta.
Takutnya Kafeel begitu.
Makanya Kafeel jadi membisu.
Tak langsung menjawab pertanyaan Val tadi.
Otak dan hatinya Kafeel sedang berusaha menemukan jawaban yang tidak membuatnya terlihat negatif di mata Val.
Ga mau istri belianya itu malah jadi ilfeel.
Namun saat Kafeel sedang berpikir itu, Val lanjut bicara seraya bertanya pada Kafeel yang sedang kebingungan di tempatnya.
“Lalu tadi Val dengar Kak Tan-Tan bilang Nge-creat?...”
Didetik dimana Kafeel langsung melongo, sedikit bingung.
Lalu mencoba memahami maksud pertanyaan Val dengan mengingat-ingat apa saja yang Nathan katakan.
‘Ish Tan-Tan Pea!’ lalu Kafeel merutuki pria yang jatuhnya adalah kakak iparnya sekarang itu setelah ia mengingat ucapan Nathan terkait pertanyaan Val.
Tentang satu kata yang bermakna mesum, yang Val ucapkan dengan ejaan bahasa asing.
‘Dah tau adenya yang ini kebangetan polosnya, pake dia ngomongin soal ngecrit segala!’
Kafeel lalu menggerutu dalam hatinya, dimana Val kembali mencetuskan pertanyaannya dengan lebih detail.
“What is Nge-creat?”
“Eumm... itu...”
Kan, Kafeel jadi bingung jawabnya?
“Ngecreat is----“
__ADS_1
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
To be continue........