
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Aku sedang mengingat – ingat, kejadian yang aku alami sejak kemarin aku terbangun yang aku rasa terbangun dari tidur. Tapi ternyata aku sudah koma selama kurang lebih enam bulan lamanya.
Itu, yang disampaikan oleh keluargaku padaku. Tidak percaya? .. Pasti!
Karena ingatan yang menempel sebelum aku bangun yang katanya dari koma itu, aku berada di dalam kamar di kapal pesiar milik keluargaku.
Tapi ternyata aku koma.
Dan apa sebabnya, aku tidak tahu.
Selain tidak ada yang membahas soal kenapa aku bisa koma, aku pun rasanya seringkali lupa untuk bertanya tentang hal itu.
Karena saat aku ingat untuk bertanya, ada saja keluargaku yang duluan berujar, bertanya atau membahas sesuatu, bahkan bercanda.
Dari awal bangun sudah dibuat heran dengan ekspresi keluargaku yang nampak mengharu biru dan bersimbah air mata, yang mana mungkin karena mereka bahagia ya, ketika aku terbangun dari koma – ku itu.
Ingin banyak bertanya, tapi terhambat dengan rasa kering – sakit dan panas di kerongkonganku. Selain aku rasanya lemas sekali. Lalu pertanyaan yang aku ingin tanyakan itu, kemudian aku lupakan ketika ada Kak Celine yang aku dengar suaranya.
Dimana Kak Celine bicara pada keluargaku. Lalu aku teralih karena merasakan lebih ketidaknyamanan di kerongkonganku.
Dan aku melupakan diriku yang ingin bertanya tentang hal yang sebelumnya ingi aku tanyakan itu.
🌷🌷
Bicara tentang ‘kelupaan’.
Setelah beberapa hari aku terbangun dari koma, aku perlahan menyadari jika aku menjadi seorang yang pelupa dan tak fokus.
Apakah koma yang menyerap daya di otakku hingga bisa menurun seperti itu ya?
Lalu perlahan aku mengingat – ingat.
Sebagian besar sih muncul begitu saja di otakku, saat aku masih sedang diobservasi oleh Kak Celine dan dua asistennya.
Dengan menjalani beberapa pemeriksaan dan tes. Lalu, ingatanku mulai bertambah.
Kalau sebelumnya hanya ingat aku berada di kamarku, aku lalu mengingat yang aku alami sebelum itu.
🌷🌷
Lalu ingatanku perlahan berlanjut ke kejadian – kejadian dari saat aku mendengar suara Kak Tan – Tan yang seperti sedang bicara ketus pada seseorang, sampai aku dengar Isha berkata kalau aku itu terbangun dari koma.
Ingat kalau aku bertanya di rumah sakit mana aku berada.
Yang mana jawaban dari Ares pun bisa aku ingat, yang mengatakan jika aku tidak sedang berada di rumah sakit.
Melainkan ada di pulau rahasianya Abang, yang dibeli untuk Kak Drea. Tapi dari sejak membelinya, Abang tidak pernah mau mengajakku ke pulau itu.
Ini pun membuatku heran.
Aku kan koma, tapi kenapa malah di bawa ke pulau rahasianya Abang?
Harusnya kan aku di tempatkan di rumah sakit?
🌷🌷
Kembali ke soal diriku yang menjadi pelupa, lalu beragam potongan – potongan kejadian dari sebelum aku masuk ke kamarku di kapal pesiar, sampai aku terbangun dan dikatakan jika aku itu sebenarnya tersadar dari koma.
Selain aku ingat wajah – wajah penuh air mata dan tersenyum tak lama kemudian sambil melirihkan namaku dan mengecupi kening, kepala serta pipiku --- lalu Isha yang menyebut jika aku baru tersadar dari koma. Aku juga ingat menanyakan aku ada dimana dan Ares yang menjawabku.
Dan aku juga mengingat Ares itu sepertinya hendak memberitahu alasan kenapa aku koma, namun tidak dia lanjutkan. Kemudian ketika aku hendak menanyakan, aku merasakan kepalaku seperti tertusuk.
Sebentar sih, namun membuatku menjadi pusing setelahnya.
🌷🌷
Nyeri di kepala yang terkadang aku rasakan itu membuatku menjadi sedikit agak takut.
Dan rasa nyeri itu yang juga terkadang membuatku tak lagi ingat saat ada hal yang aku dengar agak janggal dan ingin aku tanyakan mengenai hal itu.
Aku sering melamun. Terkadang aku melakukannya tanpa sadar, dan aku baru menyadarinya akhir – akhir ini. Terkadang aku merasa sedih secara tiba – tiba, dengan hatiku yang terasa sakit.
__ADS_1
Lalu ada kehampaan yang aku rasa bersamaan dengan hal itu.
Yang aku pun tidak tahu apa sebabnya.
🌷🌷
Aku merasa ada yang aneh pada diriku. Lalu banyak kejanggalan yang aku dengar, serta juga aku alami pasca aku terbangun dari komaku itu --- yang mana aku masih sukar percaya sih kalau aku itu koma.
Tapi keluargaku juga tidak akan bermain – main dengan hal serius macam itu juga sih. Jadi pada akhirnya aku memilih percaya jika aku pernah koma selama hampir enam bulan. Dan sekali lagi, aku tidak tahu apa sebabnya sampai dengan saat ini.
Keluargaku tidak pernah ada yang membahas perihal itu, dan pas ketika aku ingat ingin menanyakan hal tersebut --- aku lalu teralih dengan hal lain. Lalu karena aku masih merasa lemas dan belum sepenuhnya merasa tenagaku ada secara keseluruhan, aku patuh pada setiap ucapan keluargaku. Dari menjalani beragam pemeriksaan di ruangan yang seperti sebuah lab, sampai dengan memakan semua yang dihidangkan untukku, pun meminum vitamin yang rutin aku konsumsi di setiap harinya.
Yang mana kepatuhanku itu berbuah baik, karena aku cukup menunjukkan kemajuan yang signifikan pada fisikku. Namun kemajuan itu belum terjadi pada otakku yang aku rasa melemah kemampuannya. Lola.
And I hate that!
🌷🌷
Bicara tentang kondisi fisikku, aku perlahan membaik. Tenagaku yang sempat aku rasakan hilang telah perlahan berkumpul kembali di tubuhku.
Yah, walau belum sepenuhnya pulih sih. Karena aku akan merasa pusing jika berdiri lama – lama, kemudian limbung.
Jadi untuk pergi ke lab tempat aku melakukan tes di dalam sebuah tabung, aku didudukkan di atas sebuah kursi roda oleh keluargaku.
Namun selain dari itu, aku sudah dapat mendudukkan diriku sendiri di atas ranjang, lepas aku terbangun dari tidur. Serta sudah dapat makan sendiri tanpa perlu disuapi lagi.
Kecuali mandi.
Entah kenapa aku tidak diperbolehkan mandi sendiri ke kamar mandi.
Padahal aku kan khawatir jika aku memang koma selama enam bulan, berarti selama itu juga aku tidak mandi --- tubuhku dipenuhi jamur kulit.
Iyyuuhh ..
🌷🌷
Untungnya sih setelah aku cek tanganku, kondisinya masih mulus dan bersih serta kenyal. Macam kulit anak bayi. Dan memang kan aku imut seperti bayi.
Hihi ..
🌷🌷
Yah, hanya dengan menggunakan handuk basah sih. Dan itu pun dilakukan di atas ranjang rawatku.
Dan kalau menurut cerita para saudariku, mereka lah bersama para wanita dalam keluargaku yang lain, yang bergantian membersihkan tubuhku dan menggantikan pakaianku setiap harinya.
Atas dasar itu, aku percaya jika tubuhku dibersihkan dengan sangat apik. Makanya walaupun koma, tapi tubuhku tetap mulus, bersih dan terjaga kelembabannya. Seperti kulitnya yang selalunya seperti itu.
Dan sekarang pun aku masih membersihkan tubuh dengan cara seperti. Masih dengan menggunakan handuk yang dibasahi dengan air hangat. Masih juga dibantu oleh para keluargaku yang wanita secara bergantian, namun ada bedanya.
Yakni aku tidak membiarkan mereka yang membersihkan area sensitifku, karena aku sendiri yang akan melakukannya.
Walaupun mereka mengatakan hal itu sudah dalam kategori biasa mereka lakukan dari sejak aku koma --- membuatku jadi malu dan tidak enak juga pada mereka.
Meskipun aku juga akan dengan senang hati melakukannya, jika perihal koma ini terjadi pada salah satu anggota keluargaku yang sa – ngat aku sayangi itu.
🌷🌷
Singkat kata, aku patuh menjalani pemeriksaan serta menjalankan segala anjuran yang ditujukan padaku selama beberapa hari pasca aku terbangun dari koma. Dan semasa itu --- seperti yang aku sebutkan sebelumnya, aku mendengar dan mendapati beberapa kejanggalan, yang sekarang mulai bisa aku ingat – ingat walau sepenggal – sepenggal saja.
Aku bangun dengan melihat keluargaku yang menangis walau tersenyum kemudian, itu yang pertama. Lalu, katanya aku koma selama kurang lebih enam bulan.
Lalu entah kenapa aku merasakan jika aku sedang diperhatikan dari jauh. Dimana terkadang, dalam tidurku aku mendengar sayup – sayup ada seseorang yang berbicara di dekatku. Tapi saat aku membuka mata, suara yang aku dengar sayup – sayup sebelum menuju kesadaran itu tidak terdengar lagi.
Dan aku yang merasakan jika ada seseorang yang ada di dekatku itu saat aku sedang menuju kesadaran, tidak menemukan yang bersangkutan saat aku membuka mata. Hanya saja suaranya yang pelan itu, membuatku jadi tidak mengenali siapa orang itu.
Hanya saja, ada harum tubuh yang maskulin yang terjejak. Dan karena harum itu --- menurutku sih, yang tadi sebenarnya ada menemaniku yang tertidur, adalah salah satu dari pria – pria keren dalam keluargaku. Tapi aku sangat menyukai harum maskulin entah dari jenis parfum atau sabun apa itu. Namun yang jelas aku sangat menyukainya.
Entahlah.
Rasanya menenangkan saja, membuatku menjadi ingin memeluk si pemilik harum maskulin yang terjejak itu.
🌷🌷
Kembali lagi kepada kejanggalan yang aku rasa, dimana selanjutnya aku mendapat kejutan yang membuatku shocked.
__ADS_1
Semua itu berlanjut ketika selepas pemeriksaan, aku hendak diajak Abang berjalan – jalan di luar kastil pada Little Star Island.
Lalu aku mendapati Dad R, Papa Lucca serta Kak Tan – Tan sedang bermain golf di halaman luar kastil.
Tetapi aku juga melihat ada satu pria lain yang dari perawakannya dari jauh, tidak dapat aku tebak siapa.
Dan aku yakin itu bukan salah satu dari duo Daddy J, Daddy Boo – Boo ataupun Rery dan Aro. Apalagi Dadku yang paling berotot itu. Poppa.
Yang mana pada akhirnya ya itu, ada yang aku rasa janggal selain aku heran. Ketika aku bertemu muka dengan pria itu. Pria yang wajahnya asing, tapi sangat tampan menurutku. Bahkan aku berpikir aku ingin memiliki kekasih sepertinya saat dewasa nanti, karena perawakan pria itu sesuai dengan keinginanku yang ingin memiliki kekasih yang jauh lebih dewasa usia dariku.
Tapi pria itu seketika membuatku kikuk, karena dia memperhatikanku dengan tatapan yang aneh --- sedikit jadi membuatku takut. Hingga kemudian aku tidak lagi memperhatikan pria itu, karena Dad R terdengar bersuara.
Yang mana ucapannya itu adalah sesuatu yang aku anggap sebagai kejanggalan.
Karena tahu – tahu Dad R bertanya apa aku perlu diberikan ruang, sambil Dad R menunjuk pada pria tampan nan asing bagiku itu.
Aneh.
Melihatnya saja baru itu, tapi Dad R mengatakan jika aku perlu ruang bersama pria matang yang tampan, namun berekspresi sendu itu.
Dimana keanehan lain bagiku --- yang sedang aku urutkan sekarang, adalah ketika aku melihat seorang anak kecil yang wajahnya mirip sekali dengan Abang dan Kak Drea.
Namun imutnya seperti aku.
Hehe ..
Dan sebelum aku tahu siapa anak lelaki imut itu, aku perhatikan beberapa anggota keluargaku yang sedang bersamaku --- nampak gusar, sambil mencari Kak Celine.
Jadi aku teralih dari anak lelaki imut yang sempat mengajakku bicara dengan cuara cadelnya. Dan Papa Lucca menggendong dan membawanya pergi menjauh dariku kemudian.
🌷🌷
Lalu setelahnya, kejanggalan lain aku dapatkan. Bersamaan dengan sebuah keterkejutan yang aku dengar.
Mereka yang mengatakan satu hal yang membuatku terkejut dengan sangat itu bilang, usiaku 18 tahun saat ini.
Yang sangat tidak aku percayai, namun ada beberapa bukti yang mendukung ucapan mereka itu --- mereka tunjukkan padaku.
Foto – foto yang menampakkan pertambahan usiaku dari 14 tahun --- yang aku yakini memang usiaku 14 tahun, ke masa yang katanya aku berada saat ini.
🌷🌷
Aku sangat tidak percaya, bahkan sempat berpikir jika keluargaku itu mengada – ada.
Dan foto – foto itu hanya editan saja.
Yang mana pada akhirnya mau tidak mau aku percaya aku sudah 18 tahun, ketika aku melihat wajahku di pantulan cermin.
Wajah yang aku lihat itu sungguh jauh berbeda dari diriku yang terakhir yang aku ingat. Meski tetap cantik sih.
🌷🌷
Dan kini, enam bulan telah berlalu pasca aku terbangun dari koma. Aku masih beradaptasi dengan keadaan pada masa yang sedang aku jalani sekarang. Ingatanku masih buntu di usia empat belas tahunku, meski aku lihat kamarku memang berbeda sekali dari interiornya saat aku masih 14 tahun ketika aku sudah kembali lagi ke mansion keluargaku yang berada di London.
Hanya saja aku merasakan suatu kejanggalan lagi saat aku sudah berada di dalam kamar, dikala aku perhatikan lamat – lamat kamarku dengan interior yang berbeda dari yang terakhir aku ingat.
Yang mana, kejanggalan itu aku rasakan saat aku melihat foto – foto yang terpasang di dinding kamarku, berikut foto – foto yang terpajang di atas nakas dan buffet pajangan, serta di atas meja belajarku.
Seperti ada foto yang hilang di sana, lalu --- sampai kini aku merasa, saat aku sedang duduk di suatu sudut kamar sampai balkon --- aku merasakan seolah ada dejavu. Lalu perasaan aneh, bersamaan dengan sekelebat bayangan yang muncul.
Bayangan seorang pria.
Yang rasanya bukan pria – pria dalam keluargaku, ataupun pria – pria lain yang aku kenal.
Dan akhir – akhir ini pula, aku sering bermimpi aneh tentang seorang pria. Yang tidak aku tahu siapa, karena dalam mimpiku itu hanya suaranya saja yang aku dengar.
Tapi tidak tahu --- kok hatiku merasa, jika pria dalam mimpiku yang hanya bisa aku dengar suaranya saja dengan kejadian yang terpotong – potong --- sama dengan pria yang sering berkelebat bayangan sosoknya jika aku sedang duduk sendirian di salah satu sudut kamarku.
Bahkan juga, kadang aku merasakan sisa eksistensinya di setiap sudut mansion yang aku sambangi.
Siapa ya dia?
Nyata --- pria itu adalah bagian yang terlupakan dari tahun – tahun yang aku lupakan itu, atau bayangan dan mimpi tentangnya adalah efek dari koma yang pernah aku alami dan menciptakan sebuah halusinasi atau bahkan delusi?
Hingga aku merasa jika aku pernah memiliki suatu jalinan spesial bersama pria yang seolah menghantuiku itu.
__ADS_1
**
To be continue ....