HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
EPISODE 85


__ADS_3

Noted: Baca episodenya dulu, baru klik tanda jempolnya jika berkenan ya.


Thank You


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Kediaman Utama The Adjieran Smith, Jakarta, Indonesia


Ada hati yang sedang dilanda ketidak nyamanan-yakni hatinya Kafeel, akibat ucapan Val.


‘Semoga itu hanya ucapan sepintas lalu dari Val ...’ kesah Kafeel dalam hatinya. ‘Biarkan Val bersamaku,selama waktu di dunia ini berjalan, Ya Rab.’


Sambil Kafeel melirik pada Val yang ternyata juga sedang menoleh kepadanya dengan tersenyum manja, dan Kafeel pun membalas senyuman Val.


“Val ...”


Kafeel memanggil kekasih kecilnya itu.


Yang orangnya langsung menyahut dan menoleh, seraya tersenyum.


“Ya, Kak?”


“Val mau berjanji satu hal?—“


“Untuk terus mencintai Kak Kafeel? ...”


Val langsung menyambar.


“Tidak perlu meminta, karena itu sudah pasti!”


Kafeel mendengus geli saja melihat Val yang tadi sempat murung, kini kembali ke mode normal kekasih kecilnya itu yang ceria.


“Bukan soal itu” ujar Kafeel. “Aku ingin kamu janji tidak akan menyembunyikan apapun sama aku –“ sambungnya. “Tanpa terkecuali ...”


“Okay!” Va menyahut dengan cepat tanpa terlihat berpikir lagi.


“Paham kan maksud Kakak? –“ ujar Kafeel lagi seraya memastikan. “Aku tidak ingin ada rahasia diantara kita.”


“Iya Val paham.”


Val pun mengiyakan.


“Apapun itu ya? –“


Kafeel memastikan lagi.


“Baik hal kecil apalagi hal yang besar.”


“Siap Boss!”


Val menyahut antusias.


“Janji? ...”


Kafeel melepaskan genggaman tangannya dengan Val, dan langsung mengusap lembut kepala kekasih kecilnya itu.


“Janji!” sahut Val tanpa ragu. Kafeel pun tersenyum, lalu tangannya kembali menggenggam tangan Val, lalu berjalan mesra menuju ruang santai Kediaman Utama keluarga besar Val yang ada di Jakarta tersebut.


“Oh iya Val,”


Kafeel berucap.


“Hari ini ada acara? –“


“Kak Kafeel mau ajak Val kencan?”


Val dengan cepat menyambar dan Kafeel tersenyum geli.


“Iya nanti aku atur jadwal kencan kita. Tapi ga hari ini.” ucap Kafeel.


“Lalu Kak Kafeel tanya Val ada acara atau tidak hari ini? .... kenapa?“


Val balik bertanya.

__ADS_1


“Kalau kamu ga cape, aku mau ajak ke rumah-“


Kafeel pun menjawab.


“Bunda sama Lena katanya kangen sama kamu.”


“Val pun kangen sama mereka—“ sahut Val.


“Jadi Val mau ke rumah Bunda hari ini?”


“Ya mau dong!” sahut Val lagi, kini nampak antusias.


“Ya udah kalo gitu.” Ucap Kafeel. “Tapi dengan catatan Val ga cape ya?”


“Engga kok, Val tidak cape. Kak Kafeel lihat saja wajah Val ini, fresh! Selain cantik!”


Kafeel terkekeh kecil mendengar sahutan Val. “Gemesin!” gemas Kafeel.


“Dari bayi memang Val menggemaskan.” Puji Val pada dirinya sendiri dan Kafeel terkekeh lagi.


“Ya sudah, kalau begitu.” Ucap Kafeel. “Tapi dengan catatan ya, kalau Val tidak mendapat ijin dari The Dads atau The Moms, Val tidak boleh merengek atau merajuk untuk tetap pergi.”


Val pun mengangguk antusias, menanggapi permintaan Kafeel yang langsung mengacak gemas rambut Val. Lalu interaksi kemesraan mereka terhenti, kala Val dan Kafeel telah berada di tempat para saudara-saudari Val berada.


*


Sebagian besar orang yang berada di dalam Kediaman Utama The Adjieran Smith yang berada di Jakarta, kini telah berkumpul bersama lagi kala waktu makan siang telah sampai, dan makanan telah tersaji lengkap di ruang makan Kediaman.


Hanya segelintir saja yang belum bergabung di area ruang makan bagian dalam Kediaman, dimana hidangan telah tersaji.


Berhubung cuaca Jakarta sedang terik siang ini, jadi hidangan makan siang di hidangkan di ruang makan utama Kediaman.


Namun ya itu, karena Kediaman Utama The Adjieran Smith yang kata para penghuninya tak sebesar Mansion Utama yang di London-padahal kalau ukuran di Jakarta, Kediaman mereka itu Masya Allah mewahnya tidak memiliki ruang jamuan macam di Mansion yang berada di London, jadi saat berkumpul lengkap bahkan ada tamu kerabat yang datang, jumlah kursi ruang makan di Kediaman yang berada di Jakarta tidak cukup untuk menampung semua.


Tapi tak menjadi masalah, karena sudah banyak kebiasaan berubah-atau bertambah kebiasaan baru, sejak kehadiran Momma dalam keluarga The Adjieran Smith. Dan kebiasaan-kebiasaan tersebut pun menyesuaikan seiring waktu bergulir, serta bertambahnya jumlah anggota keluarga. Masalah makan dimana jangan diambil pusing, hidup jangan dibikin susah. Begitu kira-kira kalo kata Momma.


Dan yah, para tetua yang tentunya di dahulukan untuk berada di meja makan bersama beberapa orang tua yang ingin bergabung bersama para tetua itu.


Sementara sisanya bebas wae lah mau makan di bagian Kediaman yang mana, aturan harus makan dengan tertib di meja makan toh sudah terbang entah kemana, seiring aturan tidak mengobrol di meja makan.


Aturan baku dan kaku itu sudah menguap dalam lingkup The Adjieran Smith, sejak si Momma ada dan mengubah tatanan tata krama baku dan kaku dalam keluarga tersebut.


*


Para pewaris muda dan beberapa orang tua, mengambil tempat di ruang santai keluarga yang memang tembus dengan ruang makan bagian dalam serta meja makan outdoor dalam Kediaman mereka tersebut. Uncle Rico dan istrinya diminta untuk makan di ruang makan saja, bersama beberapa orang tua yang tidak duduk bersama para pewaris muda di ruang santai keluarga mereka.


Dimana ada Kafeel, Arya dan Sony yang memilih untuk berbaur di ruang santai saja, ketimbang duduk di meja makan yang bagi ketiganya terasa formal.


“Ka---“


Poppa bersuara, memanggil pada Kafeel.


“Iya Uncle Andrew?” jawab Kafeel dengan segera.


“Katakan pada Bundamu dan Lena, kalau kami ingin mengajak mereka ikut ke SIN saat kami pergi kesana sehubungan dengan Turnamen perdana Aro----“


Poppa lanjut lagi berbicara setelah Kafeel menyahut.


“Aku sudah menghubungi Magda tadi Ndrew---“


Mommy Ara kemudian menyambar.


Poppa pun manggut-manggut. “Lalu, apa katanya?”


Poppa kemudian bertanya.


“Tidak mau ikut. Malu katanya.”


Poppa pun berdecak kecil selepas mendengar jawaban Mommy Ara.


“Macam dengan orang lain saja si Magda itu –“ keluh Poppa.


“Iya ih Mba Magda masih kaku aja .... Kek sama siapa aja ke kita itu Bunda kamu, Ka?—“ Mami Prita ikut berkomentar.


“Ya Bunda kan memang ga enakan orangnya, Aunt.”


Kafeel pun menanggapi komentar Mami Prita.

__ADS_1


“Secara kalian kan memang udah banyak membantu kami dari sejak aku selesai membalaskan dendam ayah-“


“Ayahmu bagian dari kami, sudah sewajarnya.. dan memang seharusnya kami membantu kalian.”


Poppa kembali bersuara dan Kafeel mengangguk. “Iya Uncle-“ ucap Kafeel. “Aku sangat berterima kasih untuk itu.”


“Apa sih kamu Ka-“


Mommy Ara menyambar lagi.


“Kamu itu kan macam anak-anak kami juga seperti Sony dan Arya.” lanjut Mommy Ara. “Kenal pun sudah bertahun-tahun, dan selama itu, bahkan dari sejak ayah kamu ada, kalian sudah bagian dari keluarga ini. jadi berhenti bersikap terlalu sungkan pada kami. Katakan itu juga pada Bunda kamu –“ tambah Mommy Ara.


Kafeel tersenyum seraya mengangguk. “Iya, Aunt.” Jawab Kafeel. “Nanti aku sampaikan pada Bunda. Makasih sekali lagi.” Tambah Kafeel. “Sudah menerima kami menjadi bagian dari keluarga ini—“


“Baru dibilangin jangan kelewat sungkan kamu, Ka.” Potong Mami Prita. Kafeel pun sontak tersenyum. “Dah formal lagi aja ngomongnya.”


“Iya ---“ jawab Kafeel.


Seraya Kafeel menunjukkan deretan giginya.


“Maaf Aunt.” Sambung Kafeel.


“Pokoknya kau katakan pada Bundamu itu, kami memaksanya dan Lena untuk ikut ke SIN nanti.”


Poppa menegaskan.


Kafeel pun mengangguk.


“Iya Uncle Andrew, akan aku sampaikan pada Bunda nanti”


**


“Jadi kapan Kak?” tanya Val tiba-tiba entah dari mana juntrungannya ia bertanya seperti itu pada Kafeel, karena tadi Kafeel berbicara dengan Poppa, Mommy Ara dan Mami Prita  saja.


“Kapan apanya, Val?...” Kafeel yang memang tak paham itu balik bertanya pada Val.


“Ya melamar Val laaahh....”


Val menjawab dengan tanpa dosa.


“Amit ih!”


Mika spontan mencibir.


“Gatal!” sambung Mika dengan cibirannya.


“Biarin weee!!”


Val membalas dengan ledekan, lalu ia menyuap mie aceh goreng yang sudah ia sendok dari piring yang sedang Val pegang.


“Duh, ini anaknya kakak ganteng sama ibu peri-“ Mama Jihan yang sedang duduk disamping Val itu langsung saja dengan gemas mencubit pipi Val. “Ngebet banget pengen nikah!”


“Tahu!----“ sambar Mika.


“Tempe!”


Val balik menyambar celetukan Mika.


Lalu Mika pun mencebik. “Macam udah ngerti aja tugas dan tanggung jawab menjadi seorang istri mau cepat-cepat menikah!”


Mika kembali melontarkan cibiran.


“Ih, tahu dong!” Val tak mau kalah.


“Apa? ..”


Dua gadis yang memang hobi berdebat satu sama lain akibat perbedaan visi dan misi dalam soal tujuan hidup mereka itu menjadi tontonan saja mereka yang berada di dekat keduanya.


“Melayani suami!” jawab Val sekenanya.


“Bentuk melayani suami itu banyak contohnya. Memang kamu sudah tahu semua?” cecar Mika.


“Ya kan bisa sambil belajar. Seiring sejalan.” Sahut Val. “Tapi yang pasti kan membuat anak-anak yang lucu—“


Dimana Kafeel langsung saja tersedak mendengarnya. “Uhuk! Uhuk!” batuk pula.


**

__ADS_1


To be continue ..


__ADS_2