HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
EPISODE 190


__ADS_3

Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Kediaman Utama The Adjieran Smith, Jakarta, Indonesia....


“Bott, kau pergi bawa beberapa orang ke titik Kafeel berada-“


“Baik Tuan Alva.”


“Aku khawatir laki-laki itu sedang berada bersama kumpulannya dan paling sedikit ada puluhan berandal kalau mereka sedang berkumpul. Sony hanya berenam sekalipun mereka aparat.... jadi kau ajak lima orang juga berikut senjata api untuk berjaga-jaga jika memang dibutuhkan-”


“Baik Tuan Alva.”


“Ro, gimana Bagus?”


Varen beralih ke Aro, ketika bodyguard yang tadi bicara dengannya itu telah berpamitan dan bergegas untuk melakukan tugas yang diberikan Varen padanya.


“Kak Bagus ga bisa dihubungi, Bang. Tapi aku udah hubungi Zio. Dan dia otw ke tempat Kak Kaf bawa anak – anak.”


Aro pun menjawab dengan lugas pertanyaan Varen padanya.


“Bilang pada Zio untuk jangan langsung mendekat.”


Varen berujar, dan Aro langsung mengangguk.


“Sudah aku pesankan begitu tadi, Bang-“



“Ck!”


Ada Varen yang berdecak setelah menerima pesan chat yang masuk ke ponselnya, setelah tiga puluh menit berlalu sambil menunggu kabar tentang apa yang terjadi di tempat Kafeel berada saat ini.


“What is it ( Ada apa ), Boy?”


Lalu Papa Lucca lekas bertanya pada Varen ketika satu anak angkatnya itu terdengar berdecak kecil setelah membaca pesan.


Dimana semua orang yang ada saat Varen menerima panggilan telepon dari bundanya Kafeel itu langsung kembali fokus pada si Abang seperti Papa Lucca.


Varen pun menjawab pertanyaan Papa Lucca barusan. “Seperti yang kukatakan tadi Pap, sepertinya kekasih berandal Lena itu memancing emosi Kaka. Gio baru saja memberitahukan jika Kaka memberikan bogem mentah pada kekasih berandalnya Lena itu.... setelah ini aku yakin jika Kaka akan menjadi target bulan-bulanan kawanannya....”


“Jadi bagaimana Bang?....” tukas Rery. “Abang mau menyusul ke tempat Kak Kaf berada sekarang?....”


Yang nampak mengkhawatirkan Kafeel seperti para personel keluarganya yang tahu tentang kejadian mengenai Kafeel saat ini.



“Zio report Kak Kaf udah move tanpa ada perlawanan dari pacarnya Kak Lena, karena mereka lagi ga ngumpul gede-gedean dan kalah jumlah juga sama pihak Kak Sony dan orang kita yang langsung maju waktu Kak Kafeel hantem itu orang.”


Aro keburu bersuara sebelum Varen menjawab pertanyaan Rery sebelumnya. Varen berikut mereka yang tersisa di ruang keluarga Kediaman Utama Jakarta The Adjieran Smith itu pun mengangguk dengan wajah yang perlahan menuju lega.


“Dan lagi kayaknya mereka mengenali Kak Sony dan temen-temennya sebagai aparat, jadi mereka ga berani maju selain Kak Abott dan lainnya juga jauh kemana-mana gedenya badan mereka dari itu pacarnya Kak Lena dan temen-temennya yang lagi sama dia waktu Kak Kaf hantem dia....”


“Mereka kawal Kaka?”


Daddy Jeff bertanya.


Aro mengangguk. “Iya Dad. Zio dan anak-anak yang ikut sekarang juga ikut ngawal Kak Kaf.”


Daddy Jeff kemudian mengangguk juga selepas mendengar jawaban Aro. “Ya sudah kalau begitu.... Kita bisa merasa tenang tentang keselamatan Kaka dan Lena sekarang, walau untuk sementara waktu.... Untuk mengurus para berandalan itu kita bicarakan esok hari saja-“


“Iya Dad....”


Varen, Nathan, Aro dan Rery menyahut kompak. Sementara orang tua yang lain mengangguk mengiyakan ucapan Daddy Jeff.


“Kalian pergilah beristirahat duluan.”

__ADS_1


Varen berujar.


“Aku akan menghubungi Kaka dulu-“


“Okay.”



Pembicaraan soal Kafeel dan adik perempuannya menjadi topik bahasan keluarga The Adjieran Smith saat pagi telah menjelang, dan sebagian besar dari mereka telah berkumpul di area kolam renang kediaman mereka tersebut untuk sarapan.


“Bagaimana Kaka, Bang?-“


“Kalau untuk keamanan di rumahnya sudah aku minta anak-anak mengkondisikan.”


“Lalu dengan Lena bagaimana?”


“Aku tidak menyinggung soal itu, Mom....” Varen menjawab setelah ia menelan sarapannya yang disuapi oleh Drea.


“Aku rasa memang tidak perlu disinggung karena itu internal Kaka, Lena juga Magda.... kita tidak etis ikut campur terlebih dahulu, jika memang mereka Kaka ataupun Magda tidak melibatkan kita soal permasalahan Lena.”


Poppa berkomentar. Dan mereka yang ada bersama Poppa pun manggut-manggut.


“Poppa benar....”


Daddy R menimpali.


“Yang penting sekarang, adalah keamanan Kaka dan keluarganya terlebih dahulu ---- masih perlu berjaga-jaga dari para berandalan itu, yang aku yakin sedang merencanakan menyerang Kaka saat dia lengah.... yang mana aku yakin jika dia yang memiliki hubungan dengan Lena, hanya seorang pengecut yang beruntung menjadi pemimpin sekelompok berandalan kriminal itu.”



Di detik berikutnya, perhatian mereka yang sedang berada di area kolam renang KUJ The Adjieran Smith, tertuju pada dua orang yang datang bersamaan dalam selang detik berbeda.


Yang kemudian suaranya terdengar berucap bersamaan, memanggil dua nama yang berbeda.


“Aro! Isha!”


Yang satu nampak acuh tak acuh, yang satu nampak melirik namun bukan lirikan jahil ataupun menggoda-----melainkan lirikan sebal.



“Mami sama Papi kok ga barengan satu mobil, Kak Isha? ....”


Ada si bontot yang nyeletuk dengan ia yang berjalan bersama tiga saudaranya yang lain untuk berangkat sekolah.


“Lagi berantem gara-gara Papi ngebatalin janji sama Mami kemaren ya? ....”


Ares kembali bertanya.


“Ssstttt,” jawab Isha.


Si bontot pun menutup mulutnya, lalu memisahkan diri bersama Aina dari Isha dan Aro.



“Hey both of you ( Hei kalian berdua )....”


Suara bariton dari dalam satu mobil yang terparkir di halaman dekat pintu utama KUJ terdengar.


“Kalian mau pergi ke sekolah bersama denganku atau tidak???-“


“Gimana, Aro?....” Satu dari dia, yakni Isha-----yang sedang diajak bicara untuk ditanyakan itu kemudian berbisik pada saudara kembarnya.



“Nasehatin Mami Papinya, biar ga perang dingin berkepanjangan....”


Satu mommy yang hendak mengantar dua bocil urutan Pewaris muda terakhir----bersama satu  mommy lainnya, berbisik pada Aro dan Isha setelah cetusan ide dari Aro untuk masing-masing menemani kedua orang kandung mereka itu pada mobil yang berbeda.

__ADS_1


“Iya, Mom....”


Aro dan Isha pun lekas menyahut dan berpamitan pada dua mommy yang ada, lalu duo kembar itu memisahkan diri untuk masuk ke dalam mobil yang berbeda.



“Loh Aro, kamu ngapain ikut Mami kalo si Isha sama Papi?” ucap Mami Prita kala Aro telah masuk ke dalam mobil yang Mami Prita tumpangi sekarang untuk pergi ke studio seni dan tari miliknya yang join dengan Momma.


“Kau itu kan satu sekolah dengan Aro, kenapa kau malah masuk ke sini?”


Ucapan lain yang bermakna kurang lebih sama seperti ucapan Mami Prita terlontar dari mulut Papi John pada Isha yang baru saja masuk ke dalam mobil yang Papi John tumpangi.


“Biar adil, Pih! ... siapa suruh Papi sama Mami pake berantem?” jawab Isha yang merespon ucapan Papi John padanya, yang mana sama dengan balasan Aro pada Mami Prita.


“Kalo Mami sama Papi begini kan aku sama Isha yang bingung, Mih? ...” tutur Aro.


“Papi kamu yang salah duluan tapi malah dia yang marah.”


Mami Prita dengan cepat merespon ucapan Aro.


Sementara di mobil yang lain, Papi John merespon juga ucapan Isha padanya.


“Habis Mamimu itu terlewat kekanakkan ... Lagipula Mamimu saja yang kelewatan dengan mencibirku di depan keluarga yang lain ... Memangnya hanya dia yang bisa kesal dan marah? ... Aku juga bisa bersikap seenaknya macam mamimu itu ...”


“Tapi kan Papi yang salah juga awalnya. Harusnya kan –“


“Ah sudah diam,” sambar Papi John dan membuat Isha tak jadi meneruskan kalimatnya.


‘Uh Papi, keras kepala sekali! Padahal aku sekalian mau ingetin kalau Mami itu kuat kalo diajak maen cuek-cuekan, mau kasih ide padahal. Malah batu ini si Papi. Nanti awas aja kalau minta tolong aku setelah benar-benar dicuekin sama Mami. Pasti dicuekin. Orang Mami udah keluar kata saktinya semalem!’ Isha membatin.



Sementara itu di dalam Kediaman ......


“Arya engga hadir di acara tahunan Festival yang sekarang, Mika? ...”


“Datang Nek.”


“Kok belum keliatan batang hidungnya? –“


“Tahun ini Arya datang sebagai perwakilan dari Perusahaan tempatnya bekerja sekarang. Tapi sudah berangkat dari London sih barengan sama Uncle Nino dan Uncle Ezra serta keluarga keduanya ...”


“Terus, kamu ga ada niatan mau ikutin jejak Val nikah muda? –“


“Oh, tidak ...” sambar Mika. “Aku sangat sangat belum siap untuk menikah ...”


“Eh iya, ngomong-ngomong Val nya mana?”


Nenek Yuna lagi bertanya.


“Sedang berbicara di telepon dengan Kak Kaf, Nek ...”


“Oh iya, bicara soal Val. Pakaian untuknya sudah disiapkan, Ara? –“


“Sudah Mom,” jawab Mommy Ara pada Gamma yang bertanya.


“Tapi setelah kejadian ini, apa rencana Kaka masih tetap pada jadwal atau berubah? ...”


“Kalau soal itu coba nanti tanya Alva dan The Dads ... Kita tunggu saja kabar dari mereka.”


“Ada untungnya sih acara ini akan menjadi surprise –“


“Acara apa yang akan menjadi surprise?”


Kalimat Oma Anye terpotong kala Val muncul dan berkomentar.


♥♥♥♥

__ADS_1


To be continue.......


__ADS_2