HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
JINAK-JINAK NAGA


__ADS_3

Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Kediaman Utama, The Adjieran Smith, Jakarta , Indonesia


“Memang Dad belum dengar kabar yang menghebohkan?..”


“Kabar tentang?...”


“Tentang aku dan Kak Kafeel lah, Dad!”


Valera kemudian merubah posisi duduknya, mendekati pada Daddy R yang masih santai menikmati nasi ulamnya berikut beberapa lauk pendamping.


“Aku dan Kak Kafeel sudah jadian kemarin... Dad paham kan?... Aku dan Kak Kafeel telah menjadi sepasang kekasih sekarang.” Sambung Val. “Jadi aku tidak perlu melamarnya, karena Kak Kafeel yang akan melamarku ---“


“Dan kamu pikir Dad akan menyetujui hubungan cintamu dan Kafeel?...”


“Dad-dy..” lirih Val.


Gadis itu kini sudah menegakkan tubuhnya disisi Daddy R yang duduk di sofa santai, sambil tetap asyik menikmati sarapannya.


“Memang Daddy tidak menyetujui jika aku dan Kak Kafeel menjalin kasih?..” tanya Val yang berada tegak disisi Daddy R dengan kedua lutut Val yang menempel di karpet, dan tangannya diletakkan di salah satu kaki Daddy R yang menapak di atas karpet yang sama dengan Val.


“Jangan menjawab pertanyaan Dad dengan pertanyaan.”


“Habis Dad bertanya-nya seperti itu?.. Val kan jadi bertanya-tanya dong?..”


“Ck!”


Daddy R berdecak malas.


Sementara Val mengerucutkan bibirnya.


“Memang Daddy ada niatan tidak merestui hubungan cintaku dengan Kak Kafeel yang sudah aku idamkan dari sejak aku remaja yang aku impikan pagi siang sore senja malam tengah malam hingga pagi lagi?..” cerocos Val dalam satu tarikan nafas.


“Diamlah.” Tukas Daddy R.


Daddy R geleng-geleng saja kalau anak kandungnya satu ini sudah mencerocos macam itu.


Sementara sisanya cekikikan. Val merungut.


“Lagipula kenapa kalau Daddy tidak menyetujui hubungan cinta Val dan Kak Kafeel? Apa karena umur? Aku tidak terima dengan alasan itu. Para grandpa dan grandma, rata-rata beda sepuluh tahun ya Dad, lalu Papi dan Mami saja—“


“Kyara Reno Aditama Smith urus anakmu yang cerewet ini.” potong Daddy R dengan cepat, kala Val mulai mencerocos lagi.


“Dia bukan anak aku seorang, okay Daddy R?”


Mommy Ara menyahut enteng pada suaminya yang barusan berceloteh padanya itu.


“Ck!” Daddy R berdecak lagi. “Mengganggu selera makanku saja.”


Sementara sisanya tersenyum geli saja pada interaksi tiga orang tersebut.


“Jawab dong Dad, alasan Dad apa tidak menyetujui jika Val dan Kafeel menjalin cinta sebagai sepasang kekasih?..”


Mengabaikan protes sang Daddy kandung, Val kembali meneror lagi dengan pertanyaannya pada sang Daddy.


“Lagipula Daddy ini aneh sih, kalau kiranya akan tidak menyetujui hubungan aku dan Kak Kafeel, mengapa Daddy mengijinkan aku mengejar Kak Kafeel selama ini coba?..”


Lalu Val merungut tajam sambil membuang tubuhnya hingga terduduk di atas karpet, dengan kedua tangannya yang Val sedekapkan di bawah aset kembarnya.


“Wishy-washy (Plin-plan) sekali jadi orang tua---“


Didetik dimana Val yang mengatai dirinya plin-plan, Daddy R mengangkat satu alisnya sambil melirik ke arah sang putri kandung yang menatapnya sambil merungut itu.


“Kemarilah..” Daddy R mengkode agar Val beranjak untuk pergi ke-hadapannya.


Val pun menuruti keinginan sang Daddy.


Anak kandung Daddy R dan Mommy Ara itu kini sudah saling berhadapan dengan sang ayah kandung, dengan posisi kedua lututnya yang tertempel pada karpet dan tubuh Val sudah menempel dengan lutut Daddy R.


Tash!


Satu sentilan mendarat di bibir Val dari dua jari Daddy R.


“Aww!!..”


Val pun langsung mengaduh sambil mengusap-usap bibirnya yang disentil Daddy R barusan.


“Berani mengataiku, hem?”


Val kemudian menunjukkan barisan giginya pada Daddy R.


Gadis itu cengengesan dihadapan Daddy kandungnya yang sedang menyoroti dirinya dengan mata elang sang Daddy saat ini yang datar mukanya, tapi sedikit sinis campur sebal tatapannya pada Val.


“Iya maaf,” ucap Val. “Habis Daddy sih..”


Val merungut manja kemudian.


“Menampakkan indikasi jika Daddy tidak menyetujui hubunganku dan Kak Kafeel. Kan aku jadi sebal dan sedih disaat yang bersamaan..”


“Masa bodoh.” Tukas Daddy R dan mengambil air minum dalam gelas yang ada di atas sebuah troli kecil dan agak pendek didekatnya, lalu meneguk isi dalam gelas minum tersebut.


Dan meletakkan gelas minum yang isinya telah tandas setengah ke tempatnya, sementara Val masih berada dalam posisinya. “Dad sih begitu..” rungut Val. “Memang Daddy tidak sayang pada Val----“


“Aku lebih menyayangi dan sekaligus mencintai istriku.”


“Ya sama kalau begitu, Val juga menyayangi dan mencintai Kak Kafeel..”


“.......”


“Dan Val mau Daddy merestui hubungan cinta Val dan Kak Kafeel yang sudah terajut dengan cara yang begitu syahdu dan manis,” ucap Val.


Dimana Val berucap dengan wajah sumringah, berikut tangannya yang bergerak macam sedang menari. Daddy R memutar bola matanya dengan malas, sementara sisanya masih cekikikan.


Lalu Val fokus lagi pada sang Daddy yang kini sudah menyandarkan punggungnya di sandaran sofa.


Masih memperhatikan putri kandungnya yang tetap pada posisinya, dihadapan dirinya itu.


“Dan Val sangaat bahagia karenanyaa. Ternyata Kak Kafeel mencintai Val juga selama ini, tapi dia gengsi untuk mengakuinya.. akhirnya tersiksa sendiri kan tuh Kak Kafeelnya? Tahu rasa. Hihi ..”


Lalu Val cekikikan dan cekikikannya itu menular pada yang lain, sementara Daddy R mendengus geli melihat kelakuan satu anak yang sedang berada tepat dihadapannya ini.


“Kena tuh dia dengan ilmu Tarik Ulur Cantik yang aku buat!” sambung Val.


Lalu Val menoleh ke arah Momma.


“Thanks to Mommaa..”


Val tersenyum lebar ke arah Momma yang mengarahkan dua telunjuknya ke arah Val sambil mengerling.


“Kan pasti sudah kamu yang mengajarkan dia yang engga-engga, Little F..” celetuk Daddy R. Yang langsung ditanggapi dengan cepat oleh si empunya panggilan kesayangan dari Daddy untuk seumur hidup, meskipun Momma sudah jauh dari yang namanya ‘Little’.


“Ih, enak aja yang engga-engga! .. Kakak gantengnya Fania jangan asal jeblak. Itu ilmu iya-iya yang aku bagi sama Val. Bukan ilmu engga-engga dan kaleng-kaleng, okay? Sukses kan itu buktinya?” sergah Momma.


Selingan pun terjadi. Kekehan dan cekikikan tidak bisa dihindari.


“Cowo itu rata-rata muna!”


“Weits Kajol jangan suka sembarangan bicara!”


Daddy Jeff langsung menyergah.


“Betul itu!”


Sahutan dari Poppa terdengar.


"Jangan sembarangan bicara wahai Nyonya Andrew Smith yang tiada dua!"

__ADS_1


Suami si Nyonya menyambung ucapannya.


"Tahu! enak saja mengatakan kami muna!" sergah Daddy Jeff lagi.


"Tempe!"


Momma menimpali.


“Dih emang iya juga!"


Lanjut Momma.


"Contoh, ga jauh-jauh. You, ya Kak Jeff. Ga mau jatuh cinta, ga mau jatuh cinta... tapi pacar orang disambat terus langsung sok-sok dipunyain!”


Satu aib yang sudah diketahui oleh seluruh keluarga terpapar untuk yang kesekian kalinya. Walau begitu, tetap saja jika didengar lagi, yang mendengarnya meski sudah tahu, tetap masih terkekeh.


Alamat, selain pada terkekeh juga tergelak. Salah mereka yang menginterupsi Momma yang mulutnya suka kelewat ceriwis kalo ga terima.


“Bukan begicuh Mama Bear?”


“Begicuuuuh!”


Yang bersangkutan menyahut lalu cekikikan, dan Daddy Jeff mencebik lalu terkekeh geli setelahnya.


“Yah yang disambat juga mau-mau saja!”


Daddy Jeff tak mau kalah.


“Ya gimana ga mau, kalo itu emaknya si Tan-Tan dipepet terus ga dikasih kendor?”


“Yak benar!”


“Aku ya Mom, yang jadi bantalan Daddy waktu deketin Mama Bear?”


“Eimbeeeeerr!!!”


Mereka yang ada di jaman itu, menyahut kompak hingga membuat Daddy Jeff berdecak, karena terpojok.


Kisah kehadiran Kakak Tan-Tan, para adik sudah tahu bagaimana-begitu juga proses Daddy Jeff dan Mama Jihan akhirnya menikah.


Namun begitu, tidak ada sisi negatif yang perlu diambil dari kisah Daddy Jeff-Mama Jihan-Nathan saat dulu. Yang penting kebahagiaan telah menyelimuti hingga saat ini.


Hanya saja, tetap dijadikan contoh pembelajaran, bahwasanya yang buruk-buruk, tidak perlu para pewaris muda dibawah Abang Varen, Kakak Tan-Tan dan Kak Drea ikuti.


“Berarti Poppa jangan-jangan kena drama tarik ulur cantik juga dong ya Mom?..” celetuk Isha yang cengengesan sambil ia bergelayut manja pada Poppa.


“Ah, Poppa kalian ga usah dipakein drama tarik ulur sama Momma juga dia udah narik-narik Momma mulu.”


“Betul itu!” sambar Daddy R.


“Diiket mati malah!” timpal Momma lalu mencebik.


Sementara Poppa terkekeh geli. Karena fakta yang ada memang seperti itu.


“Curang tuh Poppa kalian, sembarangan ngambil ciuman pertama eike pas eike lagi tidur, eike masih SMP pula!” cerocos Momma kemudian, dengan fakta yang ia beberkan.


Bahwasanya ciuman pertama Momma dengan Poppa bukanlah saat Poppa menyatakan cinta dan kesediaan Momma setelah mereka bertemu lagi setelah enam tahun berpisah.


Poppa nyatanya, telah mengakui pada Momma sejak lama, bahwa Poppa pernah mencium bibir Momma sebelum ia pergi menyusul Daddy R ke London, disaat Momma sedang tertidur lelap.


“Ya aku kan hanya menandai kamu, Momma sayang, My Heart, My Everything .. Dan pada akhirnya kamu jadi milik aku kan untuk seumur hidup?..”


Poppa bersuara sambil cengengesan.


“Lagipula harusnya kamu bangga, itu kan juga ciuman pertama aku.. aku kasih ke kamu loh itu, biar kamunya ga sadar juga waktu itu.”


Poppa lanjut bicara.


“Tapi kan itu pertanda aku mencintai kamu sejak dahulu kala, Sayangku Fania ..”


“Heleh!”


“Cinta tapi pacar banyak banget pas pisahan!”


Protes Momma.


“Ya kan tidak ada yang aku seriusi?”


“Nah itu, si C---“


Momma langsung melipat bibirnya dan bungkam, tak jadi meneruskan ucapannya, karena Poppa telah melirik tajam saat mendengar Momma hampir menyebutkan satu nama yang Poppa haramkan untuk disebut lagi.


“Mau mengatakan apa Momma Sayang, hem? ..”


Poppa berbicara dengan tersenyum, namun senyum yang membuat Momma merinding.


“Sungguh bahaya ular kobra—“ kata Momma kemudian. “Kalo tergigit bisa koma—“ sambung Momma dengan cepat sebelum si Poppa ngomel karena merasa disamakan dengan ular kobra.


Padahal satu bagian tubuh yang ada dalam diri Poppa dan tersembunyi nun tak jauh dibawah perut dan di atas lutut Poppa, bagi Momma adalah Anakonda.


“Sungguh bahagia aku rasa, kalau kita selalu bersama.”


“Eyyaa!!”


Keriuhan pun membahana setelah Momma berpantun ria.


“I lop yuh Donald Bebeekk!!!”


Momma mengerling pada Poppa, yang orangnya batal ngomel dan akhirnya tersenyum lebar.


“Kemari!”


“Siap enem sembilan!”


Momma segera menyahut.


“Eh lapan enem!” ralat Momma sambil cengengesan.


Cekikikan kembali terdengar dari yang lain untuk yang kesekian.


“Ayo!”


Poppa segera menarik lengan Momma kala wanita tercintanya itu telah mendekat padanya.


“Waduh, bau-bau eike mau dilahap anakonda berumur atau mau diajak maen polisi-polisi-an ini sih!”



Kembali pada 'titisan ulat bulu' yang masih berada dihadapan salah satu induknya yang 'titisan naga', setelah kepergian satu induk entog yang digeret anakonda menuju kamar mereka untuk dilahap kayaknya.


“Daddy pokoknya harus merestui hubungan Val dan Kak Kafeel loh ya?”


“Jika aku tidak mau? ..”


Daddy R menyahut.


“Aaa Daddyy ..”


Rengekan Val pun terdengar kemudian.


“Masa Daddy tega, melihat Val bersedih hati? ..”


Val merungut.


“Memang Daddy tega tidak merestui jalinan cinta Val dan Kak Kafeel, lalu Daddy memisahkan kami dan setelahnya Val menjadi gila ..”


Lalu Val merajuk lagi.


“Bukankah kamu memang sudah gila karena Kak Kafeelmu itu? ..”

__ADS_1


“Iya memang .. justru karena itu.” Sahut Val. “Daddy kan tahu kalau Val sangat mencintai Kak Kafeel? Jadi kalau Dad tidak merestui lalu memisahkan Val dan Kak Kafeel, Val tidak hanya akan bertambah gila. Tapi Val akan bunuh diri--”


Tash!.


“Aw!!”


Suara mengaduh dari mulut Val terdengar, lalu ia meringis kemudian sambil mengusap-usap bibirnya yang disentil lagi oleh Daddy R.


“Sekali lagi kamu bicara sembarangan, akan Dad jahit mulutmu!” ucap Daddy R dengan raut wajah sebal yang santai pada Val, namun ketegasan tersirat dalam kalimatnya.


“Iya, maaf ..” lirih Val. “Itu kan diibaratkan seperti itu Daddy, hidup Val tanpa Kak Kafeel –“


Wajah Val memelas.


“Tapi Val juga tidak mau kalau sampai Daddy membenci Val, karena Daddy tidak merestui tapi Val tetap juga bersama Kak Kafeel.”


Val lalu tertunduk.


“Karena Val ingin bersama semua orang yang Val cintai selama hidup Val, dengan cinta dan kasih sayang semuanya disini, terutama Daddy ..”


Val masih tertunduk.


“Tapi Val juga ingin bersama Kak Kafeel yang juga mencintai Val ..”


Suara Val mulai melirih.


“Jadi kalau boleh Val meminta—“


Val lanjut bicara, dan mengangkat kepalanya, lalu menatap Daddy R dengan memelas.


“Daddy merestui yah, Val menjalin hubungan cinta dengan Kak Kafeel?. Daddy juga jangan meminta Val memilih ..”


Suara Val sedikit terdengar bergetar.


“Janji! setelah ini Val janji tidak akan meminta apa-apa lagi pada Daddy! ..”


Val yang sudah mengangkat kepalanya dan menatap Daddy R itu, mengangkat juga satu tangannya dengan membentuk huruf V di hadapan Daddy R.


Val tersenyum lebar, namun matanya nampak sedikit berkaca-kaca. “Jangan meminta Val memilih antara keluarga ini, Daddy atau Kak Kafeel, karena seumur hidup Val tidak akan bisa memilih. Sama pentingnya untuk Val, dan Val tidak mau melepas satu diantaranya .. Tapi, apapun keputusan Daddy Val terima .. karena meskipun Val amat mencintai Kak Kafeel, tapi bagi Val, Daddy diatas segalanya ..”


Lalu Val berhambur untuk memeluk Daddy R, dalam suasana ruang santai yang menjadi hening seketika. Karena sedikit keharuan sedang mengudara.


Dimana Daddy R tersenyum, dengan mendekap balik tubuh Val. “Kamu ini ..” ucap Daddy R.


Lalu Daddy R mengurai pelukan Val darinya.


“Memang tadi apa yang Daddy tanyakan padamu, hem?”


“Dad mengatakan, ‘kamu pikir Dad akan menyetujui hubungan cintamu dan Kafeel?...’” Val mengulangi ucapan Daddy R. “Begitu Daddy katakan tadi.”


“Lalu jawabanmu?”


Daddy R bertanya lagi.


“Jadi Daddy menyetujui hubungan cinta dan Kak Kafeel atau tidak?” Val balik bertanya.


Tash.


Kali ini sentilan mendarat di jidat Val.


“Aku sedang bertanya padamu.” Kata Daddy R. “Jangan terus balik bertanya padaku.”


Val nampak berpikir.


“Kalau Val boleh percaya diri sih, sepertinya Dad akan merestui hubungan cinta Val dengan Kak Kafeel? ..” lalu Val mengeluarkan komentarnya.


“Nah ya sudah.”


“Jadi Daddy merestui??!---”


“Memang Dad bilang tidak?---“ potong Daddy R. “Dad kan bertanya. Kamu saja yang merepet kemana-mana.”


Dimana Val langsung saja memeluk Daddy R lagi dan lebih bersemangat kali ini.


Daddy R tersenyum saja sambil memeluk balik Val yang sedang mendekapnya. Karena semua yang berhubungan kebahagiaan untuk anak-anaknya, Daddy R maupun para Daddy yang lain tidak akan pernah menghalangi kebahagiaan anak-anak mereka tersebut.


Meski terkadang merasa sebal dan kesal pada anak-anak mereka, tetap saja rasa sayang yang jadi juaranya.


“Thank you Daddy!”


Val bahagia.


Meski sudah merasa tidak akan ada kendala restu dari keluarganya terutama Daddy R untuk menjalin cinta dengan Kak Kafeelnya, tetap saja Val bahagia ketika mendengar langsung dari mulut Daddy R jika ayah kandungnya itu mengijinkan ia dan Kak Kafeel tercintanya menjalin cinta.


“Kamu tidak sedang bermain drama tarik ulur cuantek denganku kan, hem?” cetus Daddy R saat telah mengurai pelukannya dari Val.


Val pun terkikik.


“Tidak lah .. Daddy lihat saja ini mata Val penuh ketulusan.” Ucap Val. ‘Iya sih sedikit, aku mainkan itu drama tarik ulur cantik ajaran Momma. Ternyata berhasil juga pada Daddy R. Hihi!’ membatin kemudian.


Val mengerjap-ngerjapkan matanya pada Daddy R, lalu mengerling sambil mesam-mesem.


Dimana jidat Val kini kena sasaran tapak telapak tangan Daddy R namun pelan, dan Daddy R terkekeh.


“Sayang, Daddy R ..” ucap Val sambil lagi memeluk Daddy R.


“Hem ..”


Daddy R menyahut singkat.


‘Terima kasih Tuhan, karena menjadikan Daddy R sebagai ayah kandungku, dan terima kasih juga karena aku diberi keluarga yang hebat ini.’


Val memeluk Daddy R dengan penuh syukur.


“Thank you Daddy. Sekalipun Val sangat mencintai Kak Kafeel, tapi tetap Daddy juara di hati Val –“


Val berucap setelah mengurai pelukannya, lalu mengecup kedua pipi Daddy R.


“Karena Daddy R adalah cinta pertama dan cinta dalam hidup Val ..” ucap Val, lalu senyum ketulusan mengikuti.


Dan Daddy R tersenyum dengan tampannya, sambil mengacak rambut Val.


“Satu saja pesan Dad padamu, selain menjaga dirimu sebagai seorang wanita ---“


“Apa itu Daddy?” potong Val.


“Dan ini berlaku untuk kalian semua ..”


Daddy R menggeser Val untuk duduk disampingnya, lalu Daddy R melayangkan pandangannya pada para pewaris muda yang ada di ruangan yang sama dengannya saat ini.


“Berbahagialah selalu, karena kebahagiaan kalian adalah alasan kami, para orang tua kalian, berusaha dan berdoa untuk hidup lebih lama.”


Oh Daddy R ..


Dan para pewaris muda itu pun langsung saja berhambur padanya.


“Dan kau, Nona Muda Valera---“


Daddy R kembali ke Val.


“Untuk hubungan cintamu dan Kak Kafeelmu itu, syarat dan ketentuan berlaku---“


Undian kali ah!.


♥♥♥


To be continue ..


Terima kasih untuk kesetiaan kalean, and see you in the next episode.

__ADS_1


__ADS_2