HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
MAUNYA CUMA DIA AJA!


__ADS_3

Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....


Makasih masih setia....


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Kediaman Utama The Adjieran Smith, Jakarta, Indonesia,


Pada suatu pertemuan santai ...


“Satu lagi, Dad.” ---- Kafeel.


“Belum jadi menantu saja sudah banyak sekali permintaanmu.” ---- Dad R.


“Haha.” ---- Kafeel.


“Bocah tengik memang –“ ---- Dad R.


“Ga apa deh tengik juga. Yang penting judulnya dapet restu buat meminang itu gadis ulat bulu.” ---- Kafeel.


“Cih!” ---- All Dads.


“Ya sudah katakan apalagi permintaanmu?” ---- Daddy Jeff.


“Tolong jadikan ini surprise untuk Val?” ----- Kafeel.


“Haish! Baru jadi calon menantu kau sudah menyusahkan begini.” ---- All Dads.


“Janji aku akan menjadi menantu yang sangaat berbakti nanti.” ---- Kafeel.


“Cih!” ---- All Dads.


“Hahaha! ..” ---- Kafeel.


“Dasar calon menantu tengik ..” ---- Papi John.


“And you, Ar? Don’t want to purpose Mika also in the same moment with him purposing Val? (Dan kau, Ar? Tidak mau sekalian melamar itu si Mika bersamaan dengan dirinya yang melamar Val?” ---- Papa Lucca.


“Tidak, sampai dia sendiri yang meminta aku lamar nanti ..” ---- Arya.



“Jika kau menunggunya memintamu untuk melamarnya, aku rasa kau akan karatan. Karena bahkan saat usiamu mencapai tiga puluh sekian, aku yakin Mika tidak akan pernah mencetuskannya. Bukan begitu, Daddy Boo – Boo? ..” ---- Daddy Jeff


“Indeed ( Benar sekali ) –“ ---- Daddy Dewa.


“Ya habis mau bagaimana? Nanti kalau aku paksa – paksa nikah cepet, yang ada itu Neng Judes minta putus. Berabe. Ngeyakinin dia aja buat nyoba jalanin hubungan sama aku sampe maksimal usaha ..” ---- Arya.


“Plus maksa.” ---- Kafeel.


“Abis dia malu – malu embe!” ---- Arya.


“Hahaha!!! –“ ---- All.



Setelahnya, suatu momen keuwuan tercipta ketika pembicaraan para pria telah diselesaikan adanya.


Ada satu pria muda yang mungkin bisa dikatakan telah sampai di usia matang, nampak sedikit terengah.


Bukan habis lari, tapi habis tubrukan.


Tubrukan bibir dengan pacar sekaligus kekasih hatinya.


Tubrukan bibir yang sedikit agak intens, cukup memburu.


Hingga rasanya nafas bak seperti habis lari – larian. “Bibir lo, damage banget.”


Si pria muda itu berkata pada sang kancil --- eh sang pacar, dimana sang pacar itu nampak tersipu dengan nafas yang juga sedikit terengah, plus bibirnya yang agak sedikit nampak bengkak.


Lalu sang pacar dari pria muda tersebut mencebik --- namun juga malu – malu, setelah pria muda itu mengucapkan sebaris kalimat yang menggambarkan mengapa tadi ia begitu mencecar habis bibir gadis sang kekasih hatinya itu macam tidak mau berhenti.


Dimana dia, si pria muda itu --- kemudian terkekeh karena sang pacar yang mencebik malu – malu sambil memukul pelan dada bidangnya.



Adalah Arya dan Mika yang habis melakukan satu momen keuwuan yang lebih sedikit uwu dari biasanya.


Yang kemudian bertutur pada Mika, dengan suaranya yang masih sedikit serak --- efek ciuman, dan dahi Arya yang ia tempelkan dengan dahi Mika.


“Lusa, sekalian mau ga? .. Lumayan kan tuh, gue bisa patungan sama Kak Kaf?” kekeh Arya.


Dimana Mika mencebik lagi sekaligus ia menggerutu.


“Amit deh,” sahut Mika. “Ga modal banget!“


Dimana Arya kemudian terkekeh lagi setelah mendengar sahutan Mika barusan.


Lalu setelahnya, Arya melepaskan dahinya yang ia tempelkan tadi dengan dahi Mika dan membuat wajah dirinya dan Mika sedikit lebih berjarak.


“Kalo gue modal sendiri berarti lo mau, kalo lo cepet – cepet gue halalin?” ucap Arya setelahnya, dengan menatap Mika penuh arti. “Duhhh, gue cuma nanya iseng. Ga usah langsung serius gitu mukanya, kenapa? ..”



“Ck! ..” Arya berdecak kecil. “Jangan gitu ah mukanya! Gue ga suka!”


Arya mencebik sambil menangkup wajah Mika dengan kedua tangannya.


“Ya, lo kan tau, nikah muda itu ga ada dalam list gue. Dari awal gue mau mulai coba hubungan ini sama lo kan gue udah pernah bilang juga? .. Usia lo itu kan udah termasuk pria berusia matang, walau ga terlalu jauh sama gue juga rentangnya. Ga seperti Kak Kaf dan Val, apalagi Papi sama Mami. Lalu karena usia lo itu kemudian lo ada pikiran untuk menikah cepat, kan gue sudah pernah bilang jangan pacaran sama gue, jangan nungguin gue? .. Karena nikah di usia muda ga ada dalam kamus gue .. bahkan pacaran di usia gue yang belum mencapai 20 tahun pun sebenarnya ga ada juga dalam kamus gue.”


Mika bicara panjang lebar dengan ekspresinya yang nampak serius menatap Arya yang menarik sudut bibirnya.


'Tapi ga ada yang ga mungkin, Mi ..'


Lalu Arya membatin yakin.

__ADS_1


'Satu list lo udah gue coret --- ga mau pacaran sebelum umur lo dua puluh tahun.'


Arya masih bermonolog dalam hatinya.


'Jadi bukan ga mungkin gue bisa mencoret juga list lo buat engga nikah muda. Akan gue cari jalannya ..'


Lalu monolog Arya dalam hatinya terhenti, ketika Mika terdengar lagi bicara.


“Apalagi nikah? .. kita bahkan belum satu bulan pacaran, Ar.”


Mika menghela nafasnya setelah ia tandas berbicara.


Arya tersenyum saja.


“Masih ada lagi yang mau lo ucapin? ..”


Arya lalu berucap setelah Mika menghela nafasnya dengan sedikit berat itu, lalu Mika menggeleng dan Arya kembali lagi menarik sudut bibirnya.


“Semua yang tadi lo bilang itu gue tau dan gue paham. Gue inget kok itu udah jadi komitmen kita. Konsekuensi yang udah gue pertimbangkan saat gue memutuskan buat nembak lo. Gue tahu Mi, gue paham. Bahkan dari sejak lo masih musuhin gue juga, gue udah tau itu prinsip lo yang ga mau nikah muda. And you see? Gue tetep maju. Kenapa? Karena gue sayang sama lo, bahkan lebih dari sekedar sayang .. Selain, gue ga mau kasih kesempatan buat cowok – cowok diluaran buat deketin lo lagi. Lo punya gue Mi. Jadi ga masalah buat gue untuk nunggu kapan lo siap buat bicara soal pernikahan.”



“Gue cuma sekedar tanya tadi, walau ga main – main juga. Ada memang gue mikir, mungkin lo sudah mau merevisi prinsip lo itu soal nikah muda. Jadi ya gue suarakan pemikiran gue, who knows I’m lucky?. Meski gue juga ga tau sejauh mana kesiapan gue buat jadi suami lo. Tapi itu mimpi gue. Meminang lo itu impian gue sejak gue merasa kalau gue memang udah jatuh cinta sama lo, Mi ..”


“Ar –“


“Gue ga peduli kapan lo siap buat bicara soal menikah. Mungkin besok kah, lusa, mingdep, bulan depan, tahun depan, 2, 3, 4 atau lima tahun lagi, atau sampai 10 tahun lagi terserah ..”


Arya lebih memfokuskan wajahnya dan Mika kian berhadapan, hingga sepasang netra Mika dapat Arya pindai dan ia tatap lekat – lekat. Dan agar juga, Mika dapat menyelami perasaan yang Arya rasa --- kesungguhannya kata – kata yang ia katakan pada Mika, melalui sorot matanya.


“Gue tungguin ..” tutur Arya. “Sampe kapan gue tungguin –“


“Ar ..”


Didetik dimana Arya terkesiap dan membatu sejenak, ketika Mika memotong ucapannya dengan sebuah pelukan tiba – tiba dengan tangan Mika yang melingkar di leher Arya.


Namun didetik berikutnya Arya mengulas senyuman, dengan juga balik memeluk Mika dengan penuh kasih.


“Makasih ..”


Mika berucap haru.


“Iya, Mi –“


“Makasih udah seperti ini sayang sama gue –“


“Karena cuma lo yang pantes buat gue sayangi sampe begini.”


Arya tersenyum saat berucap, dimana ia menikmati pelukan posesif Mika padanya yang baru ini ia rasa.


“Ga peduli sebanyak apa usia gue bertambah saat nungguin lo, yang penting hati lo jangan pernah berubah ke gue Mi. Kalo lo udah bener – bener sayang sama gue, tolong dijaga hatinya. Disiram sama dipupuk biar sayangnya jadi cinta. Kalo udah gitu, inget buat bilang ‘I love you, Arya sayang’ ..“


Mika terkekeh kecil.


“Jangan ketawa, gue lagi serius ..”


Mika menjawab sambil manggut – manggut dengan masih memeluk Arya. Namun setelahnya Mika kembali terkekeh kecil.


“Iya, iya, tapi masih cekikikan ..”


Arya terdengar mengomel, namun tidak begitu sebenarnya --- karena bibirnya merekah lebar.


Atas pelukan posesif Mika yang Arya nikmati benar – benar. “Thanks ya, Mi ..”


“Untuk? –“


“Untuk lo yang bersikap seperti sekarang. Meluk gue gini ..”


“........”


“Gue seneng .. “


Arya bicara lagi.


“Ralat, bahagia lo bersikap begini.”


Arya mengeratkan pelukannya.


“Thanks ya? –“


“Sama – sama.”


Mika membalas ucapan Arya.


“Thanks juga karena udah membuat gue merasa nyaman –“


“My pleasure, Mi –“



“Ar –“


“Hmm? ..”


“Tapi lo janji satu hal sama gue.”


“Apa?”


Mika menarik dirinya dari Arya perlahan.


Namun tidak dibiarkan Arya, Mika melepaskan tangannya yang melingkar di leher Arya. “Lo mau gue janji apa?”


Arya kembali bertanya.


“Buat sabar nungguin lo siap buat diajak nikah? ..”

__ADS_1


Lanjut lagi si eks sadboy itu bertanya pada sang pacar yang sedang ia telusupkan sejumput rambut Mika ke belakang telinganya dengan lembut.


“Jangan khawatir kalo soal itu. Gue udah bilang bakal gue tungguin, jadi pasti gue tungguin ..”


Lalu Arya tersenyum sambil mengusap lembut seraya menyusuri garis rahang Mika, mengagumi salah satu keindahan Tuhan sekaligus menikmati pahatan indah wajah Mika yang terlalu indah rasanya bagi Arya.


‘Sampe kapan juga bakal gue tungguin lo, Mi ..’


Sambil Arya membatin dalam hatinya.


‘Tapi mulai malam ini, kayaknya lo bakal mulai gue wiridin ..’


Tersenyum penuh arti kemudian si Arya Narendra.



Tekad dia gerangan yang akan membuat sang kekasih hati mau diajak nikah cepet agar dirinya tidak sampai karatan dengan menempuh jalur wiridan dan zikiran disetiap sepertiga malam seperti yang sudah ia rencanakan, selain dia gerangan yakni Arya Narendra juga ingin mencegah tindakan yang namanya kebablasan dalam pacaran.


Jadi ditunggu saja, jalan yang ditempuh Arya melalui usahanya lewat wirid dan zikir itu membuahkan hasil yang membahagiakan dirinya atau tidak --- yang mana seharusnya hasil dari wirid dan zikirnya untuk meminta Mika pada Sang Pencipta itu berujung dengan hati Mika dapat berubah oleh Sang Maha Besar --- Dzat yang membolak – balikkan hati manusia --- untuk tahu – tahu si Neng Judes Mikaela Finn Smith itu, minta Arya nikahi dengan segera.


Minimal, saat Arya nyerempet tentang nikah lagi, Mika tidak antipati seperti sekarang ini.


Yang permintaan untuk menjadikan Mika jodohnya pada Sang Pencipta akan Arya lakukan dengan tulus ikhlas, selain meminta pada Dzat Yang Maha Segalanya itu untuk melembutkan hati Mika saat nanti Arya dah ga tahan pengen nikahin itu Neng Judes tercinta.


Dan kiranya, doa yang tulus ikhlas itu konon berhasil bukan? ..


Tanpa mendahului kehendak Yang Maha Kuasa, karena sebagai umat juga Arya masih banyak sekali khilafnya, apalagi kalo udah deket – deket Mika.


Tapi judulnya,


Bismillah.


Man Jadda Wajada – Siapa yang bersungguh – sungguh, maka ia akan mendapatkannya.


Satu kalimat yang sudah beberapa kali Arya pernah dengar, dan sekarang ia maknai artinya.


Man Jadda Wajada itu, satu hasilnya, sudah ada pembuktiannya.


Ga usah jauh – jauh, ambil contoh seseorang yang ada dalam keluarga Mika saja.


Siapa? ..


Poppa.


Yang cerita atas doanya sungguh viral menggema sebagai cerita dalam keluarga Mika yang juga sudah Arya dengar, dimana Poppa meminta Momma sebagai jodohnya dengan memaksa pada Yang Kuasa.


Yang mana bunyi doa Poppa itu yang jika tidak salah adalah,


Ya Tuhan, kalau Fania memang jodohku, maka dekatkanlah ..


Tapi kalau bukan jodohku, maka jodohkanlah ..


Kalau juga bukan jodohku, jangan sampai dia dapat jodoh yang lain, selain aku ..


Kalau dia jodoh orang lain, maka putuskanlah.


Jodohkan Fania hanya denganku Ya Tuhan.


Pake note segala lagi, ‘Jangan sampai engga.’


Tapi dikabulkan tuh ya.


Momma Fania jadi jodohnya Poppa.


Dan sampai sekarang pun kayaknya panjang itu jodoh hingga ajal memisahkan, jika melihat duo bebek dan entog itu ga abis – abis kemesraannya yang bahkan kadang terlihat berlebihan biar udah banyak umurnya juga.


Padahal kala itu Poppa ga seperti sekarang ibadahnya.


Tapi ya itu, Poppa besar sekali tekadnya --- sebesar ototnya --- bahkan lebih keknya, untuk menjadikan Momma istrinya.


Semua jalan Poppa tempuh tanpa buang waktu, demi mendapatkan Momma sebagai jodohnya dan lekas dinikahi.


Darat, laut, udara --- Poppa tempuh demi Momma --- ibaratnya.


Terakhir ya itu, jalur kasat mata --- dengan meminta langsung pada Sang Pencipta makhluk indah tercintanya Poppa.


Dengan Poppa yang perlahan tapi pasti memperbaiki dirinya, dimana hal itu adalah hubungan Poppa dengan Sang Penciptanya.


Setidaknya, kewajiban sebagai umat jangan sampai terlewat.


Seperti satu nasehat dari Ake Herman, yang mana pernah bilang,


“Seburuk – buruknya manusia, jangan sampai dia lupa pada Tuhan – nya.”


Makanya Arya pun membulatkan tekad, untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.


Selain untuk Mika dan dirinya sendiri, tapi juga untuk kedua orang tuanya.


Selain juga, Arya malu.


Malu pada Tuhan – nya.


Yang Arya rasa sudah memberikan segalanya, namun untuk menjalankan kewajiban lima waktu aja masih suka males – malesan.


Sekali lagi, Bismillah.


Ketulusan cinta pada Mika, Arya punya sepenuhnya.


Tinggal membuat Mika merubah prinsipnya jika Arya tahu – tahu kebelet pengen nikah.


Yang akan Arya mulai usahanya untuk itu dengan segera.


‘Mikaela Finn Adjieran Smith bin Dewa Finn, gue akan total luluhkan lo lewat jalur langit!’


♥♥♥

__ADS_1


To be continue ....


__ADS_2