
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Beberapa menit berlalu, dan Isha serta Ann sudah keluar lagi dari dalam toko kue yang sama yang tadi dimasuki Mika oleh satu bodyguard yang juga menumpangi mobil yang sama dengan Mika CS, berikut Achiel yang mengekori keduanya.
“Itu si Ann sama Isha udah keluar lagi si Mika malah belom keluar juga?”
Aro yang sudah nampak bosan itu berujar saat dia sedang menopang dagunya di sandaran kursi yang Arya duduki sambil ia memandang keluar jendela.
“Mungkin Mika membeli banyak untuk dibawa ke rumah Ake sama Ene, Ro-“
Val menyahut pada Aro.
Aro mendengus saja.
“Tuh, Kak Bram.”
Lalu Val menunjuk ke arah pintu masuk toko kue.
"Berarti Mika sudah selesai."
Dimana bodyguard yang menyertai Mika tadi keluar dari dalam toko kue dengan membawa sebuah bungkusan di tangannya.
Dan bodyguard bernama Bram itu nampak berjalan ke arah mobil yang ditumpanginya bersama lima orang yang katakanlah adalah majikannya.
Bram langsung membuka pintu mobil di sisi tempat duduk Mika setelah ia mencapai mobil yang ia tumpangi.
“Ini pesanan anda Tuan, Nona ....”
Bram menyerahkan bungkusan plastik toko kue yang ia bawa pada Kafeel, setelah Bram memisahkan dua kotak kecil dari dalam plastik yang kemudian ia pegang.
Bram menyerahkan bungkusan plastik kue pada Kafeel, karena kekasih setengah om-omnya Val itu yang paling dekat dengannya saat dia membuka pintu mobil belakang. “Makasih Bram.” Ucap Kafeel.
Bram mengangguk dan menyahut,
“Sama-sama Tuan-“ kata Bram. “Oh iya, ini Nona Mikaela belikan untuk saya dan Dika ....”
“Iya Kak Bram, tidak perlu dibilang juga,” tukas Val seraya ia tersenyum pada salah satu bodyguard keluarganya itu.
“Terima kasih Nona Valera,” ucap Bram.
“Nah si Mikanya mana Kak Bram? -” celetuk Aro. “Kak Arya nih, si Mika beli banyak!”
Sambil Aro menyodorkan pada Arya, satu kotak kecil berisikan kue yang sebelumnya telah disebut Mika. Karena memang seperti Aro katakan, ada sekitar lima kotak kue lagi dalam plastik selain dari yang sudah dipisahkan oleh Bram.
Aryapun menerima kotak tersebut. “Thanks, Ro-“
♥♥
Bram nampak bicara pada Dika, dan sesaat kemudian ia kembali ke tempatnya tadi saat menyerahkan bungkusan pada Kafeel.
“Mikanya mana Bram?” tanya Kafeel pada Bram, tepat saat pria itu hendak bicara.
“Oh itu Tuan, ini saya baru mau sampaikan. Kalian duluan saja ke rumah Tuan Herman dan Nyonya Bela kata Nona Mikaela.”
Ucapan Bram membuat empat orang yang ada di hadapannya itu mengernyit. “Kok?” Aro yang bersuara dengan nada suara heran, berikut juga raut wajahnya.
“Nona Mikaela ada urusan lain dulu Tuan, Nona.”
Bram memberitahu apa yang Mika katakan padanya untuk disampaikan kepada empat orang lain yang tadi berada di mobil yang sama dengan Mika.
Aro, Arya, Kafeel dan Val kompak mengernyit lagi. “Urusan? ..” ucap Val seraya bertanya. Bram mengangguk.
Lalu sejenak perhatian mereka teralih ketika mendengar klakson dari mobil yang didalamnya ada Rery, Ann, Aina, Ares, Isha, Achiel serta satu supir.
Dimana mobil tersebut telah mulai bergerak dari melaju setelah sempat parkir tadi, karena Isha dan Ann sempat turun dari mobil untuk masuk ke dalam toko kue yang sebelumnya dimasuki oleh Mika.
Klakson dari mobil yang ditumpangi tujuh orang tersebut adalah tanda jika mereka yang didalam mobil tersebut akan berjalan lebih dulu, setelah sebelumnya mobil tersebut melaju dibelakang mobil yang ditumpangi oleh Aro, Arya, Kafeel, Val dan Mika.
♥♥
“Si Mika ada urusan apaan Kak Bram?-“
Aro melepaskan pertanyaan, sambil ia sudah menikmati kue yang dibawakan oleh Bram.
“Untuk itu baiknya Tuan Muda langsung tanyakan saja pada Nona Mikaela, Tuan-“
“Telfon si Mika, Val.. Tanya dia ada urusan apaan nyuruh kita balik duluan?. Lagian dia mau ke rumah Ake dan Ene naik apaan kalo kita tinggal?”
“Iya sudah, aku hubungi Mi ( May ) dulu.” Jawab Val pada Aro dengan memanggil Mika seperti kadang Val menyebut Mika dengan May, sesuai ejaan Inggris gabungan dari ‘M’ dan ‘I’.
“Ga usah Val,” tukas Arya. “Dia gini pasti karena ribut sama aku tadi.” Imbuhnya.
Arya kemudian meletakkan kotak kue yang diberikan Aro tadi ke kursi yang sebelumnya diduduki Mika, sambil Arya nampak beringsut dari tempatnya.
“Biar aku susulin!....”
“Eh....” Bram nampak terkesiap.
Arya telah turun dari mobil dan berjalan ke arah toko kue yang tadi dimasuki Mika, dan Gadis itu belum keluar juga dari sana.
‘Dasar bocah!’ Arya membatin sinis.
“Tuan Arya!..” panggil Bram. Bodyguard itu mengejar Arya.
Arya pun langsung menoleh.
“Kenapa Bram?”
“Tuan Arya mau kemana?” tanya Bram.
“Nyusul Nona Muda Mikaela,” sungut Arya.
“Eh ga usah Tuan..” cegah Bram.
“Dia yang suruh buat halangi gue?”
__ADS_1
“I-iya engga juga Tuan, tapi Nona Mikaela kan pesen kalau Tuan Arya dan lainnya disuruh jalan duluan aja ke rumah Tuan Herman dan Nyonya Bela,” jawab Bram.
“Batu emang..”
Arya menggerutu.
Lalu Arya kembali melanjutkan langkah untuk masuk ke dalam toko kue yang ditengarai jika Mika berada di dalam sana.
♥♥
“Tuan!-“
Alis Arya naik sebelah, kala Bram berdiri dihadapannya sekarang.
“Kenapa sih? .. Nahan-nahan banget gue ga boleh masuk?!-“ tukas Arya.
Wajah si sadboy nampak sebal memandang pada Bram yang nampak serba salah.
“Lagi ketemuan sama gebetannya itu si judes didalem?” cibir Arya.
“Engga sih Tuan-“
“Dah ah minggir Bram. Kena sunburn nih kulit gue,” potong Arya sambil berjalan menghindari tubuh Bram.
“Tapi Tuan Arya,”
Arya sudah keburu sampai di depan pintu toko kue yang langsung ia dorong, saat Bram hendak lagi mencegah Arya masuk ke dalam toko kue tersebut.
‘Dia ngatain Non Mikaela batu. Nah dia sendiri batu juga,’ batin Bram.
♥♥
Arya sudah memasuki toko kue yang sama dimasuki oleh Mika beberapa saat sebelumnya. Lalu mata Arya berpendar ke sekeliling toko kue yang tidak terlalu besar itu, namun cukup tertata dengan apik. ‘Eh?’
Kedua alis Arya saling bertautan, ketika di dalam toko kue tersebut, sosok Mika tidak ia lihat di dalam sana. Arya tidak perlu mengecek tiap bagian toko, karena tempat tersebut loss saja. Jadi meski Arya berdiri di tempatnya, mata Arya dapat menangkap seisi toko kue tersebut yang menjual ragam makanan manis dan roti.
‘Nah mana si Mika?...’ batin Arya yang bertanya-tanya sendiri.
♥♥
“Permisi mas,” Arya yang penasaran karena ia tidak menemukan keberadaan Mika itu langsung menghampiri salah seorang pegawai toko kue yang berada di balik meja kasir.
“Iya Pak?-“
“Cewe yang tadi sama orang it-“ tukas Arya sambil ia menunjuk ke arah pintu masuk toko.
Namun Arya menggantungkan kalimatnya sejenak.
‘Lah mana si Bram?’
Arya kembali bertanya-tanya dalam hatinya, ketika sosok yang tadi ia hendak maksudkan pada pegawai toko yang sedang Arya ajak bicara itu, sudah tidak kelihatan lagi.
Kemudian Arya mendengus setelah sosok yang tadi hendak ia tunjuk ternyata entah kemana orangnya. Lalu Arya kembali ke pegawai toko yang sebelumnya Arya ajak bicara.
“Tadi ada cewe, segini kira-kira tingginya..” ucap Arya sambil ia membuat gestur ukuran tinggi dengan tangannya. “Pakai kacamata dan kaos warna hitam, terus dicepol rambutnya,” imbuh Arya. “Kemana dia mas? ....” tanya Arya kemudian.
“Iya betul mas.”
“Udah keluar pak.”
Dimana ucapan si pegawai toko kue itu membuat Arya mengernyit heran.
“Udah keluar?”
Arya juga berucap heran.
“Iya, Pak ....” Pegawai toko tersebut mengangguk dan mengiyakan.
‘Kapan keluarnya dari ini toko, itu si judes?’ batin Arya.
Si sadboy itu sedang berpikir.
“Masa sih mas?. Perasaan saya ga liat di keluar dari sini?”
Arya berbicara lagi pada si pegawai toko yang sedang ia ajak bicara itu.
Karena memang, rasa-rasanya Arya tidak melihat Mika keluar dari toko kue tersebut.
"Iya, Pak. Bener."
‘Kalo si judes udah keluar dari sini, paling engga gue liat dia tadi pas gue keluar dari mobil mau susulin dia kesini kan?-‘
Dan ya tentu saja Arya terheran-heran sendiri.
Disaat Arya sedang memikirkan Mika yang katanya sudah keluar dari toko tapi Arya yakin kalau dia tidak melihat Mika keluar dari sana, sebuah suara terdengar memanggilnya dari arah pintu toko kue.
“Ya’!”
Arya segera menoleh.
“Oy Kak Kaf?!”
Adalah Kafeel yang memanggil Arya.
“Ayo!” ucap Kafeel sambil menggerakkan kepalanya sebagai kode untuk Arya agar lekas keluar dari toko kue tersebut.
“Si Mika udah di mobil?” tanya Arya pada Kafeel seraya ia mendekat pada kekasih setengah om-omnya Val itu. Kafeel menggeleng.
“Belum,” jawab Kafeel setelahnya, sambil Kafeel berjalan menjauhi toko kue untuk kembali ke mobil yang ia tumpangi bersama enam orang lainnya.
“Lah kok jalan?-“ tanya Arya heran. Karena ketika ia dan Kafeel telah masuk mobil, kendaraan roda empat yang ia tumpangi itu sudah hendak melaju tanpa ada dua orang yang sebelumnya ada di dalam mobil. “Si Mika sama si Bram mana?-“
“Mika ada urusan, dan Bram nemenin dia.”
Kafeel yang menjawab. Dan ia sudah duduk di kursi penumpang depan yang sebelumnya diduduki oleh Bram.
Dan Val telah duduk di kursi yang sebelumnya diduduki oleh Mika. Arya jadi heran. “Nah terus si Mika ke rumah Ake sama Enenya gimana?” sontak Arya bertanya.
__ADS_1
“Kan ada satu mobil bodyguard lain Kak? Nanti Mika naik mobil itu, ” Val yang menjawab. Arya manggut-manggut.
Heran, tapi ya sudahlah. – Pikir Arya.
‘Amit deh si judes. Jelek banget tabiatnya.'
Arya menggerutu dalam hatinya.
‘Timbang begitu doang, sampe segitunya dia ga mau semobil sama gue?’
Setelahnya, Arya memilih masa bodoh saja. Terserah itu si judes mau ngapain juga – kalo kata Arya.
“Seriusan jadi ini si Mika ga bareng lagi disini?” tanya Arya. Val mengangguk, bersamaan dengan Aro dan Kafeel yang berdehem mengiyakan.
♥♥
Di waktu sebelumnya,
“Si Mika ada urusan apaan Kak Bram?-“ ( Aro ).
“Untuk itu baiknya Tuan Muda langsung tanyakan saja pada Nona Mikaela, Tuan-“ ( Bram ).
“Telfon si Mika, Val.. Tanya dia ada urusan apaan nyuruh kita balik duluan?. Lagian dia mau ke rumah Ake dan Ene naik apaan kalo kita tinggal?” ( Aro ).
“Iya sudah, aku hubungi Mi ( May ) dulu.” ( Val ).
“Ga usah Val, dia gini pasti karena ribut sama aku tadi. Biar aku susulin!.... ” ( Arya ).
-
“Aduh, Tuan Arya ngapain turun?-“ ( Bram ).
“Bram. Nona Mikaela kenapa?” ( Kafeel ).
“Saya kurang tau juga Tuan Kafeel. Nona Mikaela juga Cuma bilang begitu tadi, katanya Dika suruh bawa yang lainnya aja duluan ke rumah Tuan Herman dan Nyonya Bela, terus saya suruh stay sama Nona Mikaela.” ( Bram ).
“Ya udah Val hubungi M-i dulu deh.” ( Val ).
“Iya Nona Valera, saya susul Tuan Arya dulu. Nanti saya kesalahan, lagi sama Nona Mikaela.” ( Bram ).
-
“Halo M-i, kamu kenapa sih? Kok meminta kami pergi tanpa kamu? Kamu kesel sama Kak Arya makanya ga mau bareng lagi di mobil ini?” ( Val ).
“Ga ada urusannya sama dia. Aku ada kepentingan mendadak, Val. ” ( Mika ).
“Kepentingan mendadak apa sih?-“ ( Val ).
“Ada lah pokoknya. Udah aku ditinggal aja. Nanti di rumah Ake Ene aku ceritain.” ( Mika ).
“Benar nih? ...” ( Val ).
“Iya, bener.” ( Mika ).
“Ya sudah kalau begitu, M-i ...“ ( Val ).
-
“Gimana Val? ...” ( Aro ).
“Katanya, Mika ada keperluan mendadak ...” ( Val ).
“Keperluan apa?” ( Kafeel ).
“Tidak bilang. Mika hanya bilang kalau dia ditinggal saja. Dan nanti Mika baru cerita di rumah Ake sama Ene.” ( Val ).
“Sok misterius banget sih itu si Mika? ...” ( Aro ).
“Ya udah aku panggilkan Arya kalau begitu.” ( Kafeel ).
-
“Bukan gara-gara dia adu bacot sama Kak Arya tadi Val, makanya si Mika mau misahin diri dari kita?” ( Aro ).
“Sepertinya bukan deh.” ( Val ).
“Eh, apa dia mau pergi ke Rumah Yatim yang searah rumah Ake Ene itu sendirian?-“ ( Aro ).
“.........”
“Secara kali dia ga mau sekalian karena tadi Kak Arya bilang dia ga punya hati nurani, jadinya si Mika ogah sekalian lewat kita mampir? Takut kena sindir dari Kak Arya?” ( Aro ).
“Sepertinya tidak, Ro.” ( Val ).
“.........”
“Untuk kunjungan kesana dan beberapa panti disini kan sudah dijadwalkan oleh The Moms dan para asisten-“ ( Aro ).
“Iya sih.” ( Aro ).
“Heemm-“ ( Val ).
“Apa? ...” ( Aro ).
“Tunggu deh ...” ( Val ).
“.........”
“Aku sepertinya sudah tahu kenapa Mika meminta kita pergi tanpa dia.” ( Val ).
“Ada hubungannya sama Kak Arya?” ( Aro ).
“Ada.” ( Val )
♥♥♥♥
To be continue ..
__ADS_1