
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Jakarta, Indonesia ....
Rapihnya rencana Mika untuk memberikan mantan tunangan Arya ‘pelajaran berharga’ atas perbuatannya memfitnah Arya, terealisasi sesuai dengan ekspektasi Mika yang sudah juga berkonsultasi dengan Varen yang jenius dan ahli dalam terlalu banyak hal itu, termasuk dalam yang namanya strategi. ‘Abang Cuma ga bisa dicuekin Kak Drea aja ,,,, itu doang kayaknya kelemahan Abang.’
Well, semua yang Mika lakukan dalam menjalankan rencananya memberi pelajaran pada Nora dan kubunya wanita itu, sesuai dengan arahan Varen yang berdasar pada rencana yang Mika buat.
Lalu bertukar pendapat dengan para saudara dan saudarinya yang terlibat, juga Mika lakukan selain dengan Varen.
Terutama dengan tiga orang incess yang menyertai Mika dalam misinya saat ini.
Namun begitu – walau Mika ditemani oleh Varen, Drea, Val dan Isha – ia tetap maju sendirian terlebih dahulu dengan segala persiapan yang akan ditunjukkan bila tiba waktunya.
Empat orang saudara – saudarinya yang menemani Mika itu – terutama Varen, baru akan maju setelah Mika dirasa menemui kesulitan ataupun terdesak – yang kiranya Varen rasa, Mika tidak akan menemui kesulitan apapun dengan ‘tampil’ sendirian.
Walau tidak bermakna betul – betul sendiri sih.
Karena meski Varen, Drea, Val dan Isha tidak menunjukkan wajah mereka berdampingan langsung dengan Mika – Varen sendiri, telah mempersiapkan para pendamping lain untuk satu adik perempuannya itu saat yang bersangkutan ‘tampil’.
❇❇
Bicara tentang para pendamping Mika yang telah ditunjuk Varen,
“Sebelum memaksa saya pergi, petugas keamanan anda harus lebih dulu menghadapi petugas keamanan saya..”
Kalimat Mika ini menggambarkan satu dari pendamping untuknya yang telah disiapkan oleh Varen. Yang mana, petugas keamanan yang Mika maksud adalah jejeran para bodyguard keluarganya yang punya sertifikasi internasional dalam hal pengawalan.
“Kebetulan, saya juga sudah membawa beberapa kuasa hukum untuk menangani tuntutan anda nanti..”
Lalu kalimat Mika yang ini, merujuk kepada lima kuasa hukum terbaik dalam negeri yang dua diantaranya juga punya track record yang bagus dalam karir mereka di luar negeri juga.
Yang atas namanya terbaik, para kuasa hukum itu pastilah muahal honornya.
Bahkan satu dari mereka, sudah diakui sebagai kuasa hukum yang paling mahal honornya seantero negeri.
Cukup membuat keterkejutan pada kubu Nora, bahkan membuat mereka sampai terpana terperangah.
Cukup juga membuat orang – orang yang sebagian besar adalah wartawan, menjadi tercengang takjub pada Mika.
Sudahlah punya bodyguard macam paspampres yang jumlahnya belasan, lalu Mika menunjukkan lima pengacara berhonor muahal pula.
"Anaknya siapa itu dia? Yang kalau lihat itu bodyguard - bodyguard macho plus pengacara - pengacara super mehong, kayaknya orang tua itu cewek punya kebon duit?--"
❇❇
Jika para wartawan begitu takjub, kubu Nora terperangah kelu setelah kemunculan para pengacara berhonor muahal itu yang dibawa serta oleh Mika.
Tercengang juga setelah melihat jejeran pengacara berhonor Em-Em-an untuk sekali menangani kasus itu berada di kubu Mika. Lalu sempat juga bertanya-tanya dalam hati mereka, tentang siapa Mika sebenarnya, dari keluarga seperti apa yang sebenarnya dia berasal—karena memang, nama keluarga Adjieran Smith tidak begitu populer di Indo macam beberapa keluarga crazy rich lain yang sering terekspos media dalam negeri tersebut, akibat para ‘naga’ dalam keluarga The Adjieran Smith membatasi pengeksposan keluarga mereka atas berbagai pertimbangan.
Untuk di Indo.
Karena di London, udah keburu terkenal itu keluarga dari jaman Gappa masih muda.
❇❇
Kubu Nora terperangah serta juga tercengang, selain mereka juga penasaran tentang sosok seorang gadis yang sedang berdiri mengganggu acara mereka sedari tadi. Begitu juga di kubu para wartawan tentunya. Namun tambahan takjub ada di kubu para wartawan terhadap Mika sekarang, membuat mereka semakin ‘gatal’ untuk mencari tahu lebih dan lebih tentang Mika.
Yang orangnya kini sudah nampak lagi tertuju ke kubu Nora,
“Lalu bicara mengenai mengganggu dan memfitnah.. Bukankah itu yang sedang kalian lakukan terkait Ar-ya Narendra---tidak perlu sok kalian samarkan karena sudah jelas sengaja kalian menyebarkan video yang sudah kalian edit itu tanpa memblurkan wajah yang bersangkutan..“
Dan bicara lagi dengan aura intimidasi yang mulai menampakkan eksistensinya di wajah dan tatapan Mika.
“Jadi tidak perlu menyebutkan inisial segala, karena kita sudah sama – sama tau siapa yang ingin kalian jatuhkan dalam jumpa pers kurang kerjaan yang kalian adakan ini.”
Mika menambahkan.
Lalu kesengitan, mulai muncul dari pihak Nora yang bicara bahkan bersikap cukup ngotot---menunjuk pada Mika dan orang-orangnya, yang malah menampilkan senyuman mengejek serta remeh ke arah kubu Nora dan keluarga yang satu perwakilan mereka sedang bersikap agak sengit pada Mika dan jajarannya itu. hingga sampai pada akhirnya perwakilan keluarga Nora menjadi bungkam, setelah dua orang tim kuasa hukum Mika angkat bicara.
Yang kemudian ucapan satu kuasa hukum Mika langsung disambar oleh pihak Nora yang walau sudah merasa cukup was-was, namun mereka tetap berusaha menunjukkan perlawanan dengan juga nampak masih pongah.
“Kita bertemu di pengadilan aja kalau begitu..“ kata ayah Nora.
“Tentu. Tapi saya tidak mau membuat kedatangan saya dan orang-orang saya ini sia-sia.”
Dan Mika langsung membalas ucapan pria itu.
❇❇
Yang mana pada akhirnya, kepongahan dari kubu Nora perlahan tapi pasti, mulai redup.
Karena Mika kemudian mendominasi ucapan—walau sempat direcoki juga oleh Nora yang tetap mempertahankan citra dirinya, sambil mencoba mematahkan setiap ucapan Mika yang terkesan sok di mata Nora.
Hanya saja ya itu, Nora dan pihaknya yang sempat mempertahankan kepongahan dengan Nora yang mencoba mengganggu perasaan Mika tentang kebanggaannya atas hubungan si Neng Judes itu dengan Arya—pada akhirnya malah membuat Mika mendapatkan celah untuk langsung ‘menjatuhkan’ Nora.
Dimana saat Nora bilang,
“Karena kenyataannya Arya masih tergila-gila pada tubuh dan pelayananku di atas ranjang,“
Bingo!
Bagi Mika yang langsung menyambar untuk bicara dengan sumringah, ‘menjatuhkan’ Nora.
“Kalian dengar itu? Bukankah itu sebuah pengakuan kalau kamu memberikan tubuh kamu secara cuma-cuma, bukan dengan pemaksaan seperti yang sebelumnya kamu dan pihak kamu katakan?”
Yang mana ucapan Mika barusan, sontak membuat Nora gelagapan. Karena setelahnya, picingan mata tajam wartawan yang menelisik dirinya terkait ucapan Mika yang para juru berita itu sadari -- langsung tertuju pada Nora dengan tatapan yang mulai meremehkan mantan tunangan Arya tersebut sambil mereka menunggu lagi adegan selanjutnya. Yang selang tak berapa lama berlanjut lagi.
❇❇
“Dan mengenai video yang kamu maksud. Yang sudah banyak dipotong—ah, diedit dengan tambahan rekayasa amatir maksudku. Aku punya versi lengkapnya. And that’s original.. Dari mulai mobil kamu memasuki komplek apartemen Arya, Lalu kamu menghampiri Arya yang bahkan meninggalkan kamu begitu saja, terus kamu menemukan kartu akses Arya yang kemudian kamu gunakan untuk mengendap-endap masuk ke dalam unit apartemen calon suamiku yang saat kamu masuk, dia bahkan sedang berada di kamar mandi—“
“.....”
Kasak-kusuk heboh sontak saja langsung tercipta di kubu wartawan.
“Terakhir.. bagaimana kalau kita melihatnya bersama-sama?”
Dimana saat kasak-kusuk heboh di kubu wartawan itu telah tercipta, Mika bicara lagi.
“Kejadian sebenarnya, dari video yang betul-betul terambil dari setiap CCTV yang menangkap pergerakan artis terkenal kesayangan negeri ini..”
Dengan ekspresi Mika yang mengejek Nora.
“Dan silahkan para ahli memeriksa apakah video-video dari CCTV itu asli atau editan seperti yang sudah beredar itu..” ucap Mika lagi. “Termasuk bagaimana sebenarnya foto yang menampilkan wanita itu..”
Mika menunjuk Nora.
__ADS_1
“Tampil layaknya orang yang habis bercinta di atas ranjang calon suamiku.”
Dan ucapan Mika tersebut adalah sebuah kode bagi satu orangnya untuk menampilkan video yang Mika dapat dari hasil kerja Varen dan timnas keluarga mereka.
Video dari kejadian yang sebenarnya, yang mematahkan betul video yang tersebar dan sudah diedit sedemikan rupa hingga terkesan membenarkan kalau ada kemesuman hakiki diantara Arya dan mantan tunangannya itu.
Lalu Nora yang tadinya gelagapan, kini nampak sudah salah tingkah dengan wajahnya yang juga mulai memias—terlebih setelah video berakhir, cibiran tajam dari para wartawan langsung terdengar bersahutan—mulai ‘menelanjangi’ harga diri Nora.
“Oh may gat rendahan banget!”
“Iya ih. Gue aja malu sendiri ngeliatnya—“
“Haha, iya. Kocak! Begitu amat kelakuan mau dapetin laki yang ga mau sama dia.”
“Totalitas banget sih mau ngerusak hubungan orang?..”
“Ya ampun Mba Nora, aktingnya kok dibawa ke dunia nyata?—“
“Mba Nora niat banget jadi pelakor?..”
“Pantesan Arya Narendra ga mau ngelanjutin pertunangan sama dia ya? Kegatelan begitu siiii.”
“Iya betul!”
❇❇
Dan celetukan-celetukan dari para wartawan yang berubah jadi juliters, kemudian membuat panas kuping Nora yang rasanya sudah mulai tidak tahan berada di tempatnya sekarang.
Wanita itu sudah hendak pergi,
“Well, saya punya bonus,”
Namun suara Mika yang kembali terdengar, membuat para wartawan yang sedang menjadi juliters itu kemudian terdiam dan fokus kepada Mika yang menunjuk lagi ke arah proyektor.
Lalu terputar banyaknya foto – foto kemesraan Nora dengan beberapa pria, termasuk beberapa screenshoot pesan yang kemudian menjadi sebuah ‘makanan’ besar bagi para wartawan untuk bisa mereka jadikan headline dalam portal berita mereka.
Karena sebagian besar dari para pria yang terlihat mesra bersama Nora itu adalah tokoh – tokoh publik negeri yang di kenal khalayak. “Artis kesayangan kalian yang memberi kesan wanita baik – baik dan lugu selama ini pada kalian, seperti itu kelakuan yang sebenarnya—“
“INI FITNAH!”
Seruan menggelegar dan begitu sengit tercetus dari mulut Nora sambil menunjuk Mika yang langsung menukasnya dengan ekspresi meremehkan.
“Fitnah?—“
“Seperti Yang Kamu Bilang, Foto Bisa Diedit Dan SS Pesan – Pesan Ini Bisa Aja Hasil Rekayasa Kamu!—“
“Well,” sambar Mika. “Agar engga menjadi fitnah, aku sudah mengajak saksi dari setiap skandal tersembunyi kamu dengan pria – pria di foto tadi. Termasuk satu pria yang pernah terlibat dalam skandal tersembunyi kamu itu. Dan oh, manajer kamu juga—“
“A – apa??—“
“Kalian bisa masuk sekarang, dan silahkan memberikan pernyataan kalian pada wartawan—“
❇❇
Dua pria dan satu wanita kemudian muncul, dan ketiganya dikenali betul oleh Nora yang menjadi benar – benar pias wajahnya. Nora bahkan sudah hampir pingsan, ketika tiga orang itu bicara dan ‘menelanjangi’ dirinya – menguak hampir semua aib tentang betapa murahan dan binalnya, asli seorang Nora yang wajahnya polos dan terkesan lugu itu.
Nora tidak bisa menyangkal, karena tiga orang yang dipanggil Mika untuk muncul itu punya segenap bukti yang menguatkan tuduhan Mika pada Nora yang bukan sembarang tuduhan.
“Dan satu lagi, video yang beredar memang sengaja diangkat oleh wanita ini dan keluarganya, dengan mempekerjakan orang berikut netizen bayaran agar berita ini menjadi heboh. Dan jangan khawatir, karena saya membawa bukti dan saksi untuk itu juga.”
Karena apa yang Mika kuak untuk menjelekkan nama Nora, adalah sebuah kebenaran dengan bukti – bukti otentik.
“Kamu!” sambar ayah Nora. “Kamu Sudah Menyebar Fitnah Keji Pada Anak Saya, Juga Pada Keluarga Kami Dan Saya Tidak Akan Tinggal Diam!—“
“Tentu anda tidak akan tinggal diam.”
Mika juga menyambar ucapan ayahnya Nora.
“Karena anda harus memberikan pernyataan pada tim penyidik korupsi—“
“A – apa kamu bilang??..”
“Mereka sedang menuju ke sini saya rasa,” tukas Mika lagi. “Dan sebagian juga sudah berada di kantor dan rumah anda untuk melakukan penggeledahan.”
Mika melemparkan senyumnya pada ayah Nora, sambil ia melangkah untuk lebih mendekati kubu Nora.
“Ck, ck,ck .. bagaimana bisa seorang anggota dewan melakukan pencucian uang dengan berinvestasi di tempat perjudian? ..”
Dengan Mika yang kini memegang sebuah bundelan berkas yang Mika balik dengan sedikit berlagak.
“Darimana uangnya? Padahal bisnis perusahaan anda saja baru bisa menjadi naik nilai sahamnya, setelah Jericho Narendra memberikan bantuannya bukan?”
Mika berlagak lagi, dengan menggeleng – gelengkan kepalanya. Lalu langsung lagi membeo dengan dirinya yang kini nampak terkejut, yang tentu saja Mika buat - buat.
“Ah iya, saya ingat kalau anda anggota dewan .. oh ya ampun .. ternyata anda menggelapkan dana rakyat untuk pengadaan pangan?—“
SREET!
Bundelan kertas yang ada di tangan Mika diambil dengan paksa oleh ayahnya Nora dan langsung fokus untuk melihat dan membaca apa yang terpampang di setiap lembaran tersebut dengan seksama.
Dimana tak seberapa lama, gumaman gagap keluar dari mulut ayah Nora yang sebelumnya panik, namun sekarang sudah pias wajahnya.
“Ba-bagaimana .. kamu .. bisa punya .. ini semua??..”
“Bagaimana ya?—“
❇❇
Flashback ....
“Halo, Abang.... maaf kalau aku mengganggu -- Ada video yang sangat menyudutkan Arya dan keluarga—“
“Iya Abang sudah lihat.”
“Aku ingin memberikan mereka yang membuat berita merugikan ini pelajaran, boleh?—“
“Boleh saja. Arya dan Narendra bagian dari kita, selain kamu sudah meyakini jika video itu hanya editan murahan....”
“Iya Abang.”
“Tapi main cantik, May—“
“Iya Abang, kalau aku mau pakai cara kasar yang aku hubungi bukan Abang.... tapi Kak Drea....“
--
“Jadi apa kamu sudah punya rencana sendiri, atau kamu mau meminta saran Abang?”
Aku sudah punya rencana sendiri. Tapi tetap aku juga ingin dengar pendapat dan saran Abang—“
__ADS_1
--
“Coba kamu hubungi Ann atau Rery dulu. Lalu hubungi Abang lagi setelah itu dengan segera, berhasil atau tidak berhasil kamu menghubungi keduanya.”
“Iya Abang—“
“Jika kamu berhasil menghubungi mereka, katakan untuk mereka menghubungi Abang ASAP.”
“Okay, Abang.”
--
“Lalu apa tugasku, Abang?”
“Tunggu semua yang sedang Abang persiapkan selesai, baru Abang akan menjelaskan pada kamu secara detail.”
“Oke, Abang.”
--
“Abang!”
“Hey Little Devil.”
“Jadi apa tugas aku dan Rery?”
“Kamu, retas sampai habis setiap perangkat dari nomor telefon dan alamat IP yang akan aku kirimkan padamu. Lalu pilih setiap media yang kiranya pembuktian sebuah aib berikut pesan – pesan yang ada lalu kirimkan padaku. Mampu menyelesaikannya dengan cepat? ..”
“Easy peasy ( Gampil ), Abang.”
“Mana Rery?”
“Ada disampingku tapi dia sedang flu. Tugas untuknya katakan saja padaku, nanti aku sampaikan pada Rery.”
“Aku akan mengirimkan satu nama. Minta Rery melacak seluruh jejak finansial dari satu nama itu melalui nomor idnya.”
“Aye, Captain!”
--
“Am,”
“Hadir, Bos.”
“Siapkan ‘anak – anak netizen, IT dan Fact Team.”
“Siap Bos!”
--
“Chiel,”
“Ya, Tuan Alva?.”
“Siapkan belasan bodyguard untuk May besok pagi.”
“Baik, Tuan Alva.”
--
“Than,”
“Oy! Gue baru mau calling lo, Bang.”
“Soal Arya?”
“Iya. Lo udah tau?”
“Dah. Gue telfon lo juga karena itu.”
“May tau?”
“Udah. Ini juga gue bergerak atas permintaan dia.”
“Terus gue harus ngapain?”
“Lo siapkan PF Team. Cari tahu asal link itu video dan pemberitaan tentang si Recehboy yang lagi diangkat, yang gue yakin ga cuma satu dua.”
“Oke!”
“Dapat sumbernya, langsung kirim orang untuk jemput itu oknum.”
“Siap 69 eh 86!”
“******—“
“Ngahahaha!”
--
“Abang menghubungi siapa?”
“Beberapa pengacara yang tidak mungkin menolak panggilan telfonku.”
“Lalu tugas Drea, apah?—“
“Siapin ‘Susu’ aja!”
--
“May,”
“Gimana, Abang? Apa aku punya celah untuk menjatuhkan perempuan itu dan keluarganya?—“
“Sesuai dengan rencana dan permintaan kamu, bahkan lebih telak dari apa yang sudah mereka buat.”
“Serius, Abang?!..”
“Hem. Semua sudah Abang rangkum disini. Scandal tersembunyi wanita itu, orang – orang yang mereka bayar untuk menciptakan berita bohong tentang calon suamimu itu dan memunculkannya di medsos, termasuk para netizen bayaran mereka yang mengangkat berita Arya sampai beredar kemana - mana. Yang kesemua oknumnya sudah diamankan. Bahkan Abang sudah bisa membuat manager wanita itu akan bersaksi melawannya untuk menguatkan pernyataanmu nanti. Juga beberapa pria yang terlibat dalam scandal tersembunyi wanita itu.”
“Terima kasih, Abang. Lalu soal keburukan ayahnya?—“
”Semua lengkap juga buktinya di sini. Pencucian uang, penyelewengan dana dan beberapa keburukan lainnya tak hanya tentang ayahnya, tapi aib keluarga mereka juga -- yang dapat membuat keluarga mereka jatuh miskin dalam sekejap, bahkan tidak akan sanggup muncul di depan umum. Karena semua ini, sudah lebih dari cukup membuat mereka ‘kena mental’ yang rasanya mereka tidak akan berani keluar rumah walau hanya untuk sekedar menghirup udara segar.”
Flashback off ....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
To be continue.....
__ADS_1