
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Masih flashback
Singapore,
“Itu mereka kenapa Achiel?—“
Mami Prita langsung bertanya pada Achiel, karena salah satu pentolan bodyguard keluarganya itu datang bersama ke empat anak lelaki yang penampilannya tampak awut-awutan.
“Kami menemukan mereka berada di bagian belakang hotel sedang berkelahi satu sama lain, Nyonya Prita.” Jawab Achiel dengan tenang, dan setenang itu juga saat para orang tua dari ke empat anak tersebut menghampiri Achiel dan dua rekannya karena anak – anak mereka datang bersama para bodyguard dari satu keluarga yang mereka kenal sebagai keluarga bisnisman super sukses itu.
Dimana mereka nampak menerima penjelasan Achiel, ditambah anak-anak mereka pun mengiyakan pernyataan Achiel tersebut.
Well, Hanya saja...
“Aku yakin bukan itu yang terjadi sebenarnya.”
Suara dari satu Tuan The Adjieran yang merupakan pentolan pertama terdengar.
Berbisik tajam di hadapan Achiel yang berdiri tegak di depan sang pentolan para Tuan Besar.
“Bukan begitu Bapak Achiel?”
Juga dengan mata sang Tuan Pentolan yang memicing sambil menatap pada Achiel
“Memang seperti itu yang terjadi Tuan Reno” jawab Achiel dengan tenang.
“Siapa yang mempekerjakanmu? ..”
Daddy R mulai mencecar Achiel.
“Anda Tuan.”
“Tidak tahu terima kasih dengan berbohong padaku?” kata Daddy R, santai namun ada penekanan dalam ucapannya.
“Saya hanya menjalankan tugas Tuan.”
“Tugas dari para bocah tengik itu? ..”
Nyatanya mata Daddy R terlalu awas untuk dikelabui.
Meski Achiel bersikap natural dalam menjelaskan mengapa dia dan dua rekannya bisa bersama empat orang anak lelaki yang awut-awutan penampilannya itu-dan para orang tua dari empat anak lelaki yang bersangkutan ataupun wali mereka, pihak penyelenggara serta para tamu lain dalam acara ramah tamah Turnamen Tenis yang dikuti dan dimenangkan Aro dengan mudahnya mempercayai cerita Achiel tanpa ada tatapan kecurigaan sama sekali-terlebih empat anak lelaki itupun mengiyakan penjelasan Achiel, tapi hal itu tidak berlaku pada Daddy R.
“Lounge.”
Daddy R menatap pada tiga Daddy lain yang bersamanya, termasuk pada Uncle Nino yang menyempatkan datang langsung dari London-namun sendirian, serta pada Uncle Rico.
Dimana tiga Daddy dan dua uncle itu pun mengangguk, karena paham pada maksud Daddy R, walau sang pentolan naga itu hanya berucap satu kata saja.
“Ada apa? .. anak-anak itu kenapa?” Varen mendekat setelah ia berkumpul di tempat lain bersama Nathan, Sony dan Kafeel yang bergabung dengan para pengusaha yang dapat dikatakan sebagai pengusaha muda seperti dirinya.
“Itu Den Alva, si Achiel nemuin itu empat anak yang katanya abis pada berkelahi di belakang Hotel---“ salah seorang asisten rumah tangga yang sering ikut kemana-mana setiap kali keluarga The Adjieran Smith bepergian itu, yang menjawab pertanyaan Varen.
Varen dan tiga orang yang bersamanya pun manggut-manggut kemudian.
--
“Mataku masih cukup awas untuk melihat jika ke empat bocah itu berada di bawah tekanan.” Ucap Daddy R dari tempatnya duduk, saat ia dan tiga Daddy lainnya telah berada di dalam sebuah ruangan tempat bersantai, namun berkelas khusus dan eksklusif tentunya.
__ADS_1
“Seperti yang saya katakan, saya hanya menjalankan tugas Tuan ..”
Dimana Achiel dan dua rekan yang bersamanya kini berdiri di tengah-tengah ruangan, dihadapan para tuannya.
Hanya ada para pria The Adjieran yang sedang berada di SIN saja dalam sebuah ruangan yang disebut Private Lounge itu.
Yang mana hanya penyewa satu lantai khusus bertarif selangit itu yang bisa menggunakannya, termasuk orang-orang yang mereka ijinkan untuk dapat masuk ke lantai yang disewa khusus untuk satu keluarga dan rombongannya dari dua lantai teratas yang mereka sewa.
Termasuk ke dalam Private Lounge tempat para pria Adjieran dan beberapa kerabat mereka berada saat ini.
Para Nyonya tidak ikut serta, termasuk para nenek dan kakek yang ikut ke SIN-karena saat kejadian tadi, Gappa dan dua nenek lainnya sudah berada bersama rekan seusia mereka di bagian lain Hotel.
Sementara para Nyonya memilih tetap di tempat mereka untuk bercengkrama dan berhaha hihi dengan kenalan mereka, termasuk istri Uncle Sony dan Bundanya Kafeel, selain Drea dan Via yang juga memilih untuk tetap bersama The Moms dan buah hati mereka di taman Hotel.
Kembali kepada mereka yang sedang berada di Private Lounge,
Varen, Nathan, Sony, dan Kafeel termasuk Arya yang juga sudah ada di Private Lounge tersebut hanya mengambil tempat untuk duduk, karena masih menelaah kenapa tiga bodyguard mereka itu sedang dicecar oleh Daddy R.
“Tugas untuk mengarang cerita untuk menutupi kenakalan mereka? –“
Suara Daddy R terdengar lagi, sambil matanya tetap menelisik pada Achiel yang dominan berbicara, mewakili dua temannya.
“Apa ini berhubungan sama itu empat bocil yang acakadul tadi?...” bisik Nathan yang duduk di samping Kafeel dan Papi John. Kafeel mengendik.
Sementara Papi John mengangguk. Dan anggukan si Papi itu membuat Nathan, Varen dan tiga pemuda lainnya langsung menatap sejenak pada Papi John.
“Tugas untuk melindungi anak-anak anda Tuan.” Achiel tetap bersikap tenang saja dalam menjawab cecaran Daddy R.
Mendengar suara Achiel yang menjawab pertanyaan Daddy R, membuat lainnya kembali fokus menatap pada salah seorang bodyguard pentolan keluarga mereka itu.
Dimana akhirnya, selain para pria yang sudah sangat dewasa usia-yakni Varen, Nathan, Kafeel, Sony serta Arya, berspekulasi sendiri dalam otak mereka. Yang mana pikiran mereka kurang lebih sama, jika empat anak lelaki yang Nathan bilang bocil yang terlihat acakadul di acara ramah tamah tadi, ada hubungannya dengan para pewaris muda yang tidak terlihat batang hidungnya saat ini.
--
Sony pun nyeletuk sambil berbisik pada Varen yang langsung mengangkat bahunya.
“Maybe,” sahut Varen.
Lalu si Abang berikut mereka yang di dekatnya kembali fokus kepada Achiel yang sedang dicecar Daddy R dan para Dad nya yang lain.
“Melindungi bagaimana?!-“ masih Dad R yang mencecar Achiel.
Lalu Achiel mengatakan apa yang dikatakan para pewaris muda padanya di hadapan Daddy R dan para tuan yang lain.
“Setidaknya, begitu yang mereka katakan pada kami-“
“Dimana mereka sekarang?”
Gantian Papi John yang bertanya.
“Saya meminta mereka untuk kembali ke kamar mereka masing – masing Tuan-“
“Panggil mereka semua kesini tanpa terkecuali!”
Daddy Jeff kini bersuara, sekaligus memberikan perintah.
Achielpun segera mengiyakan. Lalu ia bergegas pergi dari hadapan Daddy R untuk memanggil para pewaris muda yang setahu Achiel dan dua rekannya yang lain ada di kamar mereka.
“Ammar!-“
Daddy R beralih ke satu orang lama kepercayaan Varen, bahkan lebih dari sekedar arti tangan kanan, karena Ammar sudah melewati berbagai macam situasi mendampingi Varen.
__ADS_1
“Ya Tuan?”
“Kau periksa CCTV dimana para bocah tengik itu terdeteksi sampai dengan waktu kejadian.”
Ammar pun menyahut sigap pada Daddy R yang memberikannya perintah tanpa lagi banyak tanya, karena Ammar yang memang bagian lapangan itu – istilahnya, paham betul apa yang harus ia lakukan secara keseluruhan dari perintah Daddy R padanya.
“Tuan,”
Salah seorang bodyguard yang tadi bersama Achiel itu datang dengan wajah yang sedikit agak panik.
“Ada apa?. Kau mau mengatakan jika para bocah tengik itu tidak ada di dalam kamar mereka, dan tidak terlihat batang hidungnya di dalam Hotel ini? ---“
Tebak – tebak buah manggis pentolan naga kenapa tepat sekali? ..
“Iya Tuan R ---“
“Hah! Sudah kuduga!”
Daddy R pun berkesah sinis.
Tiga Daddy yang lain pun sama berkesahnya seperti Daddy R.
Sementara dua uncle dan para kakak, berikut Arya, Kafeel dan Sony terkekeh saja melihat pada empat pria yang barusan berkesah lalu menggerutu itu.
*
“Sebaiknya kalian lakukan saja apa yang saya sarankan pada kalian tadi. Pergilah ke kamar kalian, dan masuk dari pintu depan.” Tukas Achiel.
“Ya udah okay.”
Yang mana, yang terjadi adalah...
“Balik ke kamar nih?”
“Kok males ya?...” Isha menanggapi ucapan Rery.
“Tanggung nih udah di luar gini kan ya?...”
“Ya ya ya!!”
“Lagian kita emang niatan mau hang out kan?”
“Becul itu Kakaaak.”
“Then what we’re waiting for (Terus kita tunggu apalagi)?...”
“Mari kita kemon!”
“CUUUS!!”
“Kemana nih?”
“Kita ke Univ Stud aja gimana?-----“
Val mencetuskan ide.
“LET’S GOO!! ...”
Flashback off...
Bocah – bocah bangor, next episode disidang.
__ADS_1
***
To be continue ..