HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
EPISODE 180


__ADS_3

Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


“Udah jangan didengerin ini opah-opah plontos ngomong soal tantangan.” Ada Momma yang berbicara pada Arya, setelah melirik malas pada pria tengah baya yang adalah suaminya itu. Poppa.


“Oh come on Heart, aku hanya ingin memastikan jika para pria yang menjadi calon pendamping our princesses memang layak untuk mereka,” sela Poppa. “Enak sekali si bocah tengik Adiwangsa dan ini satu bocah tengik Narendra main masuk saja menjadi kekasih tanpa ada pembuktian?”


“Alah!. Emang kamu waktu mau pacaran sama aku dulu ada yang ngetes?” tukas Momma. ‘Yang ada gue yang ditest drive duluan sama ini si Donald Bebek Tua! –‘


“Ya aku kan berbeda.. memang ada yang bisa menyaingiku?” pongah Poppa. Membuat Momma memutar bola matanya malas, karena paham betul betapa narsisnya Poppa.


Tapi ya narsis dan pongahnya Poppa memang juga bukan omongan besarnya Poppa saja sih memang. Karena jika Poppa pongah soal kekuatan, well-sampai sekarang pun kekuatan dan stamina Poppa seolah belum pudar.


Dan jika Poppa narsis jika dirinya hebat macam Dad R, pun sulit diprotes.


Karena ya, para pria The Adjieran Smith memang sehebat itu adanya-dengan bakat dan kemampuan mereka masing-masing.


Lalu jika Poppa terlalu pongah sebagaimana Dad R. Itupun sulit sekali dibantah.


Poppa dan Dad R cerdasnya diatas rata-rata, kekuatan fisik mereka pun boleh dicoba-tak peduli seperti apa lawannya.


Tapi cerdas luar biasa, Alvarend juaranya.


Namun ya itu, predikat Varen masih sebagai ‘anak naga’


Karena dua ‘naga’ belum bisa tergeser eksistensinya.


Umurnya sudah tua memang itu dua naga, tapi wibawa dan kegagahannya masih merajalela-yang mana Varen belum bisa menghadapinya.


Satu ‘naga’ tua itu sebanding dirinya.


Ini kan ada dua? ....


Jadi perlu ada dua Alvarend kalo mau melengserkan Poppa dan Daddy R dengan segera. Tapi Alvarend tidak ada niatan untuk melengserkan keduanya dengan segera, bahkan tidak ada niatan melengserkan sampai kapanpun.


Alvarend tidak serakah untuk menjadi penguasa dalam keluarga.


Jadi ‘anak naga utama’ sudah cukup baginya.


Toh hanya sebutan saja, karena otak cerdas Poppa dan Dad R seolah bersatu di dalam otaknya.


Belum lagi kepiawaian Varen dalam olahraga dan pertahanan diri selain staminanya, dan bakat lainnya yang Alvarend punya.


Jadi ya wajar saja, jika keluarganya menobatkan Alvarend sebagai makhluk paling sempurna dalam keluarga.


Karena memang sesempurna itu, seorang Alvarend Aditama Smith.


Sosok enam pria hebat, ada dalam satu diri Alvarend-berikut sifat. Termasuk, satu sifat yang akan muncul jika murka menguasai dada Alvarend saat orang-orang yang dikasihinya dilukai.


Sifat kejam yang mengerikan.


Dimana ‘anak naga’ itu akan berubah menjadi ‘monster’.



Oke kembali pada cerita dua pentolan ‘naga’ dimana yang satunya tadi sedang mengganggu Arya.


Yang katanya ingin memastikan kalau para pria calon pendamping para tuan putrinya harus ditest dulu untuk uji kelayakan.


( Mobil kali ah )


Mending mobil, tes nya di jalan raya.


Nah Arya?


Disuruh coba loncat dari lantai tiga puluh.


Kafeel aja diajak tarung sarung doang. Sama Poppa tapi.


Yang diusia tengah bayanya masih lumayan gede juga kekuatannya.


Varen udah sering coba.


Tapi sampai terakhir mereka sparing partner di ring-walau seri hasilnya, tapi Varen belum bisa menjatuhkan Poppa.


Cuma baru ngegoyangin aja.


Itupun hanya beberapa detik adanya.


Kalah dong sama Momma?


Satu ronde aja, - kalo Momma niat, Poppa bisa lemes dengkulnya.


Ups!


Beda jenis tandingnya kalo itu sih ya.



“Enak sekali si bocah tengik Adiwangsa dan ini satu bocah tengik Narendra main masuk saja menjadi kekasih tanpa ada pembuktian?”


Kembali kepada Poppa yang masih mengganggu Arya.


“Alah!. Emang kamu waktu mau pacaran sama aku dulu ada yang ngetes?”


Yang perspektif Poppa itu kemudian dibalikkan oleh Momma, lalu Poppa menyahut dengan enteng sekaligus sedikit pongah.


“Ya aku kan berbeda.. memang ada yang bisa menyaingiku?” sahut Poppa.


Momma pun memutar bola matanya malas, karena ia paham betul betapa narsisnya Poppa.


“Udah ayo—“


“Kamar?” sambar Poppa. "Ayo kalau itu!"


“Ish!” desis Momma. “Udah tua masih doyan aja.”

__ADS_1



Meninggalkan dua sejoli yang tadi direcoki oleh Poppa, yang orangnya sedang digeret Momma untuk kembali duduk ke tempatnya, kita sambangi dua sejoli yang sedang anteng berdua di salah satu bagian kabin jet yang lain.


Sejak salah satunya mendapat kejutan atas keberadaan pasangannya yang sama sekali tidak diduga akan menyertai kepulangannya, Val – tak berhenti mengulas senyuman.


“Thank you, Kak..”


Kalimat yang keluar dari mulut Val tadi, selepas ia berhambur pada satu Daddy yang memiliki peran besar atas keberadaan orang disamping Val saat ini.


“Maaf ya, Val buat Kak Kaf jadi repot lagi –“


“Habis kamu tiba-tiba berubah sikap? Kan Kakak jadi heran plus ketakutan.” Kafeel menukas ucapan Val.


“Ketakutan?” Val bertanya heran. Kafeel mengangguk perlahan. “Ketakutan kenapa?” lalu Val bertanya lagi. Yang mana Kafeel jawab,


“Iya aku ketakutan,” kata si AA. “Takut bikin salah yang aku ga sadari, takut nyinggung kamu karena kurang peka lagi. Terus kamu menjauhi –“


“Segitunya?” tukas Val.


“Iya segitunya.. Segitunya aku takut ditinggalin kamu.”


Agak sedikit ketus Kafeel menjawab.


“Makanya aku bela-belain gaspol minta ijin ke Alva buat off dari perusahaan buat beberapa hari, terus gaspol dari rumah Ake Ene minim rem ke apartemen habis aku berbalas chat sama Dad R yang cuma kasih aku satu jam lima menit buat sampai sini.”


Segitunya perjuangan.


Kafeel sampe ngos-ngosan, saking begitu cepat ia bergerak dari rumah Keluarga Cemara, Gedung apartemennya, ke rumah orang yang bisa memberikan akses pada passport dan visa masuknya ke negara lain tanpa perlu ngantri-ngantri, terus lari karena saat sudah dekat dengan bandara-saking supir taksinya lelet sekali.


Jadinya, Kafeel sampai lebih waktu dari yang diberikan Dad R-yang hanya 1 jam 5 menit itu, jadi 1 jam 30 menit. Yang Alhamdulillahnya, Kafeel ga ditinggal. Karena kalo sampe ditinggal, ongkos ke London kan lumayan?..


Sekali jalan kurang lebih seharga satu unit motor di Indonesia beli cash. Mayan kan?..


Dua puluh juta kan bisa buat tambah-tambahan beli persiapan lamaran resmi sampe ke jenjang pernikahan, meski dua puluh juta kalo mau ikutin alur perekonomian keluarganya Val – yah, cuma dapet satu tas selempang yang Val pakai sekarang – itu juga kurang sepuluh juta.


Ya Allah, kenapalah Kafeel harus jatuh cinta sama satu putri dari yang keluarganya bahkan lebih dari sekedar keluarga sultan? Yang pada akhirnya bikin Kafeel repot sendiri kan?..


Um, minder sih lebih tepatnya.


Makanya sempat Kafeel mati-matian menahan agar sampai jangan terbius oleh pesonanya Val-selain bagi Kafeel, Val itu bocil ukurannya.


Takutnya, Kafeel dianggap fedofil kalo pacaran sama Val-yang sayangnya usaha Kafeel mati-matian menahan untuk tidak terbius oleh pesona Val gagal total.


Gadis yang selalu mengejar dan menempel padanya tanpa jeda jika ada kesempatan itu-hingga sebutan ‘gadis ulat bulu’ tersemat pada Val hinggap pada kekasih kecilnya itu-pada akhirnya membuat Kafeel klepek-klepek hingga hatinya blingsatan, karena Val nempel beneran di hati dan ingatan.


Bikin Kafeel jadi anggota The Buciners sekarang. Yang makanya, setiap gerak-gerik sikap Val selalu Kafeel perhatikan-saking takut kehilangan. Dan Val yang tadi terpantau jadi dingin sikapnya pada Kafeel, membuat pria itu jadi tak tenang.


Ditambah Val tidak mau mengangkat panggilan teleponnya. Pasti ada apa-apa. Hingga tangannya membuka kontak nomor ayah kandung Val, lalu berkirim pesan, walau jawaban awalnya dari Dad R hanya ‘Hem’ saja setelah panjang lebar Kafeel menjelaskan dalam tulisan, setelah panggilannya diabaikan oleh Val.


Val, Val, Val.


Bocil perempuan yang buat Kafeel macam balik ke era ABG nya.


Ga bisa santuy, meski udah sempet berapa kali pacaran. Meski image ‘cool’ Kafeel sandang selama ini, woles lebih ke ‘sabodo’ sama perasaan perempuan-meskipun berstatus pacar.


Eh dilalahnya sekarang semua berubah.


Saking akutnya, dicuekin Val sedikit aja, Kafeel uring-uringan. Yang mana uring-uringan itulah, si biang kerok yang membuat Kafeel mengambil keputusan cepat untuk mengantar Val sampai ke London.


Padahal rencananya cuma mau anter sampai bandara. Tapi berhubung dilarang Val secara misterius, jadinya Kafeel kepikiran. Hingga otak tampannya mencetuskan ide untuk ikut serta sampai ke London, terlalu cepat sampai ga bawa baju, cuma passport sama visa aja yang diingatnya.


Val sih ..


Pake segala berubah sikap, jadinya kan Kafeel agak – agak ngeblank – selain sedikit sebel.


Bukan apa, pekerjaannya tertunda lagi di Jakarta.


Yang mana itu berefek pada banyak hal, termasuk pada persiapan melamar Val dengan resmi – yang ingin Kafeel segerakan.


Segerakan ngumpulin duit maksudnya. Karena ada proyek yang bonusnya besar, yang dijanjikan Varen padanya. Yang tentunya bukan janji kosong semata.


Karena sudah Kafeel tahu sekali sifat Varen yang royal selain memang orang yang memegang kata – katanya, apalagi sama sahabat, yang merangkap tangan kanan, plus calon adik ipar.


Proyek incaran Kafeel yang bonusnya Insya Allah bisa buat nambah – nambahin proyek utama dalam hidupnya, yakni menghalalkan Val.


Seperempatnya bisa dipakai dulu buat nyicil beli hantaran.


Yang mana tasnya Val aja 30 juta harganya. Itu buat tas santai loh ya ...


Belum sepatu dan yang lainnya. Ya Allah, merinding Kafeel jadinya. Tapi cinta, gimana? ...


Belum lagi juga nanti biaya pernikahan. Yang Kafeel tahu sedikit banyak, pernikahan yang bagaimana yang Val inginkan.


Walau Val pernah bilang, “Kak Kafeel pokoknya jangan memaksakan. Val bisa menikah dengan Kak Kafeel saja sudah bahagia. Tidak perlu pesta semeriah pesta pernikahan Abang – Kak Drea, atau Kak Tan-Tan dan Kak Via. Keluarga dan kerabat terdekat saja pun tak apa. Hanya...”


Hanya-nya ini yang bahaya.


“Hanya ingin memakai gaun rancangan Val dengan Mommy Peri yang waktu itu kami buat iseng saja...”


Yang kala itu Val tunjukkan desainnya dimana Val menyimpannya dalam sebuah tab, yang Masya Allah indahnya.


Terlalu indah sampai – sampai ...


“Simple kan, Kak? ... hanya sedikit bertabur Swarovski dan Berlian saja di bagian atasnya.”


Yeah, simple.


Simple nya gaun pengantin dimata Val hanya sedikit bertabur permata. Yang sayangnya bukan Swarovski abal – abal.


Plus berlian!.


Berlian ori sebiji aja udah mahal, ini minta ditaro sekeliling leher baju.


“Sederhana tapi manis bukan?”


Tanpa beban Val berkata.

__ADS_1


Sederhana ...


Yang namanya sederhana kan, cukup nyewa aja itu baju pengantin bukannya?.


Ga ada pesta mewah yang Val minta memang, tapi kalau Kafeel terka – terka, gaun rancangan ‘iseng’ nya dia dan ibu kandungnya itu, bisa nyampe angka yang e – nolnya berentet macam anak bebek.


Yang biaya pembuatannya, satu gaun impian Val itu – bisa bikin kawinan masal di kampung.


Ampun, Ya Allah, semoga AA murah Rezeki!


Doa Kafeel disetiap detiknya, sejak mengajak Val seriusan berhubungan – plus melamar ala – ala – an, sebelum melamar beneran.


Yang mana sedang direncanakan, termasuk sampai pernikahan.


Jadi ya, sedikit banyak Kafeel agak sebal dibuat uring – uringan oleh Val yang menunjukkan perubahan sikap.


Katanya ga apa-apa, tapi ngelarang nganter ke bandara secara tiba – tiba dan sepihak.


Ga apa – apa, tapi ga mau angkat telepon.


Ngeselin!


Makanya walau senyum Kafeel pada Val, tapi bicaranya sedikit ketus.


‘Bisa ga sih jangan begini?! Udah dibilangin kalo ada yang ga sreg di hati diomongin, jangan bikin aku kalang kabut, jadi banyak yang tertunda kan?! Kan aku dah janji mau ngelamar?! Mau nikahin! Ini mau ngumpulin duit secepat kilat! Tapi kalo kamu begini kan jadinya susah akunya?! Kekanakkan banget sih?!’


Inginnya Kafeel nyerocos begitu pada Val, tapi mana tega coba?


Apalagi dengan memelasnya Val bilang begini, “Maaf sekali ya Kak? Val benar – benar minta maaf... sungguh, Val tidak ada maksud membuat Kakak sampai repot seperti ini.”


Dengan wajah yang dibalut rasa bersalah – mata berkaca-kaca, berikut keimutan yang merajalela.


Yang pada akhirnya,


“Kakak ga merasa direpotin kok, Val.... Asal Val bahagia....”


Ya begitulah, kalah lagi si AA sama bocil kelewat imut bernama Val.


Calon istrinya, yang berhambur memeluknya mesra setelah Kafeel berkata dengan lembutnya.


Lalu satu kecupan Val berikan di pipi Kafeel dengan dalam. Luruhlah sudah semua kesal Kafeel pada Val.


Fix sudah, seumur hidup kayaknya emang Kafeel ga akan bisa menunjukkan kesalnya pada Val. Yang ada iman Kafeel seringnya ikut ujian.


“Terima kasih ya Kak?” kata Val. “Nanti sampai London Val beri hadiah untuk Kakak....” tambahnya.


“Apa sih pake kasih hadiah segala?....” timpal Kafeel dengan segera.


“Sebagai perwujudan terima kasih Val saja, karena Kak Kafeel sampai sebegitunya mencintai Val hingga takut Val jauhi – yang mana hal itu tidak akan pernah terjadi.”


“Masa?-“


“Iya.”


“Lalu mau kasih hadiah apa?”


“Kak Kafeel boleh mencium Val selama Kak Kafeel mau saat kita tiba di London nanti.”


Tuh kan ujian banget tawarannya Val?....


Kalo ciuman selama yang Kafeel mau, itu kan ga mungkin di tempat sembarangan?....


Harusnya kan di kamar, ya?.... ehm!.


“Sekaligus nanti Val berikan pijatan....”


Tadinya kesal, sekarang malah pikiran Kafeel menerawang.


Soal main pijat-pijatan dengan Val.


Lancang sekali otak Kafeel ya? – pikir Kafeel yang merutukinya sendiri jika dirinya sedang dalam masa pembenahan diri walau sudah lama sekali ia bersih dari urusan dosa besar yang mengarah pada soal keintiman dengan lawan jenis yang bukan pasangan halal.


Tapi Val kadang suka mengarahkan otak Kafeel mengarah ke urusan yang sensitif dengan naluri kelakiannya, meski Val rasanya tak sadar akan hal itu.


Pintar dalam akademis, tapi polosnya kadang kebanyakan. Macam sekarang, Kafeel sedang mencoba mengenyahkan pikiran mesumnya atas Val. Eh malah,


“Kak Kafeel jet lag kah?”


Dimana tubuh Kafeel seketika meremang bulu – bulu halusnya, disaat Val menyentuh lehernya.


Kafeel curi – curi momen celingukan.


‘Lagi pada seru sendiri kayaknya.’


Matanya mengarah pada keluarga Val yang berpencar di beberapa kabin terpisah.


“Kak?.. Sepertinya Kakak kurang sehat? Pasti karena keletihan ya? Atau sedang merasakan jet lag? –“ masih Val menyentuhnya, lalu Kafeel membatin.


'Val lag ini mah!'


Pindah ke dahi.


“Kak Kafeel panas dingin seperti ini? –“


Eh ke leher lagi. Mana segala diusap – usap?


“Yuk, Val antar ke kamar? Agar Kak Kafeel dapat merebahkan diri?”


‘Ayo deh! Tapi rebahan berdua ya? Val di bawah, Kakak di atas.’


Otak si AA agak korslet lagi kan?


Oh Pak Pilot bisa ngebut ga bawa pesawatnya? ..


Biar cepet sampe di London, anter Val sampai Mansion, terus Kafeel balik lagi ke Indo.


Supaya jauh dulu dari godaan Val, karena tanggal pernikahan masih belum ditentukan. Nanti kalau khilaf, takutnya keenakan.

__ADS_1


♥♥


To be continue ...


__ADS_2