
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Little Star Island, Isola, Italy,
“Did you guys hear that ( Apa kalian mendengar itu )? –“
“Apa?“ Daddy Dewa yang menanggapi ucapan Mama Fabi barusan.
“Seems I heard May screaming ( Sepertinya aku mendengar May berteriak )?..”
“Sedang latihan drama dengan Arya,” celetuk Daddy Dewa cengengesan.
“What? –“
“Jika dari ekspresi kalian, sepertinya teriakan May itu ada hubungannya dengan kalian semua, wahai Bapak-Bapak yang suka iseng. Apa aku benar? –“
“Hahahahaha –“
“And it must be a rediculous idea ( Dan itu pasti sebuah ide yang konyol )”
♥
“Aryaa!...“
Adalah Mika yang memekik panik dan ketakutan, ketika melhat Arya telah menggerakkan sebuah pisau lipat yang sedang sang mantan terindah dan tercintanya Mika itu hingga mata pisau dari pisau lipat tersebut kemudian mengacung dengan sempurna----dan Arya sudah akan mengarahkan ujung dari mata pisau lipat itu ke salah satu pergelangan tangannya.
“Lo jangan gila!“
Mika yang barusan memekik itu kini telah menahan tangan Arya, setelah saat sudah menangkap gelagat sang mantan yang ingin menyakiti dirinya sendiri itu----Mika langsung gegas melangkah untuk menghentikan Arya melakukan kenekatan.
“Lo yang bikin gue gila.“ Arya yang tangan kanannya telah dicengkeram Mika itu pun menanggapi seruan Mika dengan cepat.
“Jauhkan itu pisau! –“
“Ngapain lo peduli gue hidup atau mati, hah?!”
Arya yang masih memegang pisau lipat di tangannya itu menukas ucapan Mika sambil ia menahan pisau tetap dalam genggamannya, disaat Mika sedang mengguncang tangan Arya agar pisau lipat yang dipegang si Recehboy itu segera terlepas dari tangan Arya.
“Karena gue cinta sama lo!.."
Mika menyahut dengan cepat dan spontan, dengan dirinya yang masih fokus mengguncang tangan Arya agar pisau lipat yang dicengkeram kuat dengan Arya itu segera terlepas dari tangan sang mantan terindah dan tercintanya Mika itu.
"Dan gue ga rela sampai lo melakukan hal yang bodoh! Cukup gue aja yang bodoh, egois, naif.. lo.. jangan..”
Mika berucap lagi, dengan tangannya yang mencengkeram tangan Arya dengan pisau lipat dalam genggaman si Recehboy itu.
“Le, pas..” Mika kian melirih dengan matanya yang sudah berkaca-kaca, menatap pada Arya dengan pandangan memelas.
Namun hanya sebentar saja Mika memandang pada Arya, kemudian ia menunduk lagi dan memandang ke arah tangan Arya.
Karena Mika yang sedang merasa takut itu tak ingin lengah akan keselamatan Arya yang ingin bertindak nekat dengan Mika yang juga kembali menggoncangkan tangan Arya.
“Pisaunya.. atau lo?..“ cetus Arya.
“Le,paskan pisaunya.. dan kita sama – sama lagi.“
♥
‘Yes!.. Berhasil! Berhasil! Berhasil! Hore!’ Adalah batin Arya yang sedang bernyanyi dan menari macam Dora The Explorer setelah sampai pada tujuannya karena bantuan si Peta. Namun Arya yang sebenarnya hanya melakukan sandiwara soal percobaan bunuh dirinya itu, berhasil pada tujuannya bukan karena si Peta temannya Dora.
Melainkan atas cetusan ide konyol seperti yang Mama Fabi katakan.
Yang mana cetusan ide konyol tentang berlagak amat sangat frustasi sampai memilih untuk bunuh diri itu adalah gagasan spontan dari para Dad-nya Mika.
“Gue ga akan jatuh ke-dua kalinya pada kebohongan lo.“
Namun si Recehboy masih meneruskan aktingnya.
“Gue ga bohong!”
Mika langsung menyergah cepat ucapan Arya yang kurang lebih menuding serta mencibirnya juga, dengan suaranya yang meninggi meyakinkan, sambil menatap Arya dengan tajam.
Namun kemudian Mika memalingkan tatapannya dari mata Arya, dan kembali memandang pada tangan Arya yang masih mencengkeram pisau lipat yang sebenarnya adalah milik Aro itu.
Bukan milik Arya yang seperti Mika duga, atau karangan bebas Arya yang sebelumnya ia sampaikan pada Mika jika itu adalah pisau lipat miliknya yang sengaja ia bawa----dengan kalimat hasil karangannya yang secara spontan muncul di otak Arya, yang Arya dramatisir sedemikian rupa.
“Gue, serius..”
Mika berucap lagi.
Kali ini suara Mika kembali sedikit bergetar.
“Gue serius.. Gue ga akan bohong lagi sama lo.. But please, lepaskan pisaunya..”
Mika kembali memandang Arya dengan memelas, namun tangannya masih kuat memegangi tangan kanan Arya.
♥
“Aryaa..”
Mika melirih, dan sebulir air matanya lolos dari mata Mika yang sebelumnya sudah berkaca-kaca.
Membuat Arya yang tadi cengengesan senang dalam hatinya, kini mencelos.
“Mi –“
“Jangan buat----gue ta, kuut..” Mika kian melirih, bahkan gelagatnya nampak Mika akan meluruh.
Membuat Arya semakin mencelos, hingga kemudian pisau yang ia pegang itu Arya lepaskan dengan spontan saat Mika lagi bicara sembari terisak.
Mika bahkan sudah bersimpuh dengan masih memegangi tangan Arya kala si Judesgirl yang biasanya terlihat angkuh itu, kini nampak rapuh.
‘Maafin gue, Mi..’ lirih Arya dalam hatinya, dimana kini ia sudah merengkuh Mika dengan erat. Merasa berdosa dengan aktingnya yang Arya rasa malah jadi mempermainkan Mika yang nampak menyimpan beban dalam hatinya itu.
“Gue sudah cukup trauma, dengan Val.. Masih ta, kut.. Kalau Val ga akan bertahan---jadi to, long.. Jangan tambahkan lagi trauma dan rasa takut gue.. Kehilangan orang yang gue sayang.. Ja,ngan.. Ja,ngan, Aryaa..”
Mika yang hanya sedikit terisak sebelumnya, telah bergetar tubuhnya dalam pelukan Arya yang akhirnya melorotkan duduknya hingga ia kini sudah tepat berada di atas lantai seperti Mika. Membuat Arya jadi merasa bersalah karenanya.
‘Maafkan gue Mi..’
__ADS_1
Permintaan maaf Arya dalam hatinya pada Mika dengan penyesalan setelah melihat sikap Mika yang nampak terpukul dengan apa yang telah terjadi pada Val. Dan kemudian, permintaan maafnya itu----Arya suarakan pada Mika.
“Maafin gue, Mi.. Maaf..” lirih Arya penuh penyesalan yang bermakna lebih dari sekedar telah mengancam Mika.
“Gue sa, yang, Ar.. sama lo.. cinta, bahkan.. Tapi gue ga mau Ar.. Kalau nanti Val sadar.. Lalu melihat kita mesra-mesraan.. Terus itu menjadi pemicu luka dalam hatinya—“
♥
“Gue ingin, semuanya balik jadi normal dulu----ga ada maksud mengorbankan lo.. Karena itu mengorbankan perasaan gue juga.. Gue sedih Ar.. Pisah dari lo.. Hancur, saat dengar lo mau tunangan. Marah, pada diri gue sendiri.. Pada lo.. Yang cepat banget melupakan gue.. “
Mika terus bicara, dan Arya membiarkannya.
Arya ingin Mika yang nampak rapuh di mata Arya itu, mengeluarkan segala keluh kesah dalam hatinya.
Arya tak mengira, jika Mika menyimpan beban yang cukup besar dalam hatinya.
“Maafin gue, yang pernah berpikir buruk tentang lo, Mi,” ucap Arya yang hatinya kembali digulung rasa bersalah.
Sambil Arya mempererat pelukannya pada Mika yang ia buat bersandar di dadanya kini.
Dan untuk sesaat, Mika dan Arya sama-sama bungkam.
“Jangan lagi seperti tadi ya, Ar?.. Gue takuut...“ Tak lama Mika bersuara lagi.
“Iya, gue minta maaf untuk itu,” tukas Arya, tersenyum pada Mika yang Arya sentuh lembut pipinya.
“Gue juga minta maaf, Ar..”
Mika kembali bersuara.
“Lo ga perlu minta maaf, yang penting sekarang kita balikan.. Iya apa iya?—“
♥
Mika hanya tersenyum samar saja menanggapi ucapan Arya yang berupa permintaan kepastian, namun agak sedikit memaksa.
“Otak lo jangan pendek ya, Ar?.. Sampai berpikir untuk melakukan hal yang ingin lo lakukan tadi,” ucap Mika kemudian, tanpa menjawab permintaan kepastian Arya yang sedikit memaksa sebelumnya itu.
“Nah otak lo sendiri ga pendek sampai berpikir untuk menjalankan sandiwara perselingkuhan sama si Felix? Kalo otak lo panjang dan paham seberapa besar gue cinta sama lo, lo ga akan ngelakuin apa yang udah lo lakuin ke gue. Karena lo pasti paham, perbuatan lo itu berefek pada keseluruhan hidup gue—“
“Iya, maaf. Sekali lagi maaf.. Maaf sudah menghancurkan hati lo, sampai mengacaukan hidup lo..”
Mika menanggapi sendu cerocosan Arya barusan, sambil menatap Arya dengan gurat rasa bersalah.
“Tapi mau bagaimana, Ar.. Satu sisi hati gue, amat sangat ga tega sama Val yang sudah hancur semua mimpinya untuk bersama orang yang dia cinta.. Gue ingin bertahan dengan lo.. Tapi kemudian gue pikir, gue ga mungkin melanjutkan rencana kita buat lamaran lalu menikah, sementara Val, begitu terpuruk. Gue merasa jahat pada Val kalau begitu, Ar—“
“Kan, udah berapa banyak kali gue bilang..”
Arya menukas ucapan Mika.
“Kalau lo berubah pikiran untuk melanjutkan rencana lamaran, terus lo merasa ragu buat melangkah ke jenjang yang lebih serius dalam hubungan kita, lo tinggal ngomong.. Gue bakal nunggu, Mi—“
“Itu yang gue ga mau, Ar,” pungkas Mika.
“Mi—“
“Gue ga mau lo terjebak dalam penantian ga berujung atas gue yang terpaku pada kondisi Val. Engga Ar----Gue ga mau lo sampai membuang waktu lo seperti itu—“
“Ga ada yang namanya terjebak, atau membuang waktu demi orang yang gue cintai, Mi—“
“Sok tau..”
Arya memencet gemas hidung Mika, yang kemudian tersenyum kecil.
“Kak Sony aja yang harusnya udah nikah macem Kak Jo, masih betah jadi playboy cap kaki dua dia. Dan papa sama mama woles aja..”
Arya kemudian bicara dengan lagi merengkuh Mika.
“Papa sama Mama dan Kak Sony bahkan menentang banget waktu cetusan gue soal nerima permintaan temennya papa buat jadi mantunya dia..”
“Oh ya?..”
“Huum..“
Arya mengangguk kecil seraya menggumam samar.
“Papa sama Mama bahkan bilang mendingan gue jadi jones seumur hidup nungguin lo, daripada harus nikah sama orang yang gue ga cinta karena rasa frustasi gue karena lo.. Parah banget itu emang dua orang tua.. Ga ada manis-manisnya kalo ngomong sama anaknya. Ngeselin kadang-kadang—“
“Masa sih?” tukas Mika yang tersenyum geli mendengar ucapan Arya dengan nada menggerutu itu.
“Huum..”
Arya menjawab lagi dengan gumaman samar dan anggukkan kecil, sambil ia kembali mengeratkan pelukannya pada Mika.
“Tanya aja nanti kalo ketemu mereka.. Pasti aib gue yang frustasi sama lo mereka ceritain tanpa ada yang kelewat.”
Mika terkekeh kecil. Dan Arya senang melihatnya.
♥
“Lo belom jawab pertanyaan gue tadi, Mi..”
“Yang mana?..”
Mika balik bertanya, sambil ia mengangkat dirinya dari dirinya yang bersandar di dada Arya yang kemudian memegang kedua pundak Mika hingga ia dan Arya berhadapan.
“Kita balikan mulai sekarang?..”
“Sejujurnya, Ar—“
“Kita balikan mulai sekarang,” potong Arya. “Iya?..”
Dengan lagi-lagi ucapan yang bermakna pemaksaan pada Mika.
Mika menghela nafasnya sedikit berat, kemudian Mika mengangguk samar.
“Iya.. Tapi—“
“Sstt.” Lagi-lagi Arya memotong ucapan Mika, dengan telunjuknya yang ia tempelkan di bibir Mika. “Lo dengerin gue, ya?..” Lalu bicara lagi, saat Mika bungkam dengan spontan. “Gue tegaskan sekali lagi, dan setelahnya lo jangan bahas lagi—“
♥
__ADS_1
“Satu..” ucap Arya. “Kita balikan mulai sekarang. Atau kalau perlu anggap aja kita yang pernah lose contact itu lagi berantem, dan kita ga pernah putus..” sambungnya. “Apapun deh. Terserah. Judulnya kita sama-sama lagi.”
Mika tersenyum kecil.
“Dua..”
Arya lanjut bicara.
“Sampai Val membaik, dimana takaran baiknya kondisi Val, semua gue serahkan sama lo,” sambung Arya. “Dan selama itu, demi menghormati Val.. Demi lo yang ga mau mengkhianati Val, mesranya kita, cukup di kamar ini aja. Kita bersikap layaknya kita, saat berduaan kayak gini aja. Di luar, kita bersikap layaknya keluarga, meski Val belum bisa melihat kita—“
“Ar—“
“Gue belom selesai.”
Arya memungkas Mika yang ingin berkomentar.
“Gue akan jaga batasan gue, lo jangan khawatir—“
“Bukan itu maksud gue, Ar.. Gue paham maksud omongan lo.”
“Bagus deh kalau memang lo paham. Karena itu cukup fair gue rasa. Lo ga seolah egois dengan kebahagiaan lo atas lukanya Val, tapi lo juga ga perlu mengorbankan kita..“
Mika tersenyum kecil sekali lagi.
Terenyuh juga dengan solusinya Arya.
Namun begitu, Mika merasa mencelos hatinya. Yang mana, solusi Arya bisa saja ia terima----tapi tetap ada yang mengganjal di hati Mika atas itu.
♥
“Ar,” Mika bersuara.
Arya menanggapinya dengan gumaman.
“Apa ini pemikiran lo secara spontan?..”
Mika bertanya kemudian. Dan Arya manggut-manggut kecil.
“Kurang lebih begitu..”
“Kalau begitu, apa ga sebaiknya lo pikirkan lagi, Ar..” ucap Mika setelah Arya menjawab pertanyaannya.
“Tentang gue yang ingin kita sama-sama lagi?” tanggap Arya.
“Iya.”
“Kenapa? Mau mengajukan keberatan lo lagi soal itu?..”
Mika tersenyum teduh menanggapi ucapan setengah ketus Arya sambil memandanginya sedikit sinis.
“Tadi lo udah bilang kita sama-sama lagi loh ya? Dan setau gue perempuan Adjieran Smith, sama macam para lelakinya yang harus konsisten dengan ucapan mereka..”
Mika tersenyum sekali lagi, menanggapi sentilan kecil Arya untuk dirinya.
“Lo ga bisa tarik lagi kata-kata lo karena itu. Dan lagi gue ga terima penolakan lo..”
Mika mendengus geli atas ucapan Arya barusan.
“Iya, gue tau..”
“Tapi?—“
“Tapi gue merasa solusi lo itu, justru ga adil buat lo, Ar..“
Arya tersenyum lembut kemudian.
Kemudian tangan Arya menangkup wajah Mika.
“Denger..” kata Arya setelahnya. “Adil ga adil gue ga peduli, karena yang gue pedulikan tentang kita cuma satu.. kita terus sama-sama, satu perasaan. Hari ini, besok dan seterusnya.. Oke?—“
♥
“Oke ga?..” cetus Arya karena Mika tak menyahut.
Namun begitu, Mika memandangi Arya dengan penuh arti.
“Mikaela-Astrilde-Finn-Adjieran-Smith. Jawab gue.”
Arya berucap lagi, dengan mengeja nama lengkap Mika juga.
“Kita akan terus sama-sama kek gini, tanpa lo harus pusing untuk memberikan gue status resmi.. seperti yang sering gue bilang, gue akan menunggu sampai kapanpun. Sampai nanti lo siap. Bener-bener siap.”
Arya bicara dengan lembut dan penuh keyakinan.
“Dengan catatan, yang harus lo garis bawahi dan lo tebalkan.. Gue, Arya Narendra. Selalu ada di hati lo untuk lo cintai.. Dan jangan pernah lagi suruh gue pergi. Karena emang gue ga bisa kemana-mana lagi, Mi..”
Dimana ucapan Arya barusan itu, membuat Mika tak kuasa menahan air mata harunya keluar.
“I love you, Mi—“
“Love you more, Ar...”
Mika membalas ucapan cinta Arya yang merengkuhnya, setelah Mika duluan memeluk Arya saking ia dibuat haru dan bahagia disaat yang bersamaan oleh Arya.
“Makasih..“
Mika berbisik tulus.
Arya tersenyum, lalu mengurai pelukannya pada Mika.
“Kembali kasih..”
Arya menanggapi bisikan terima kasih Mika dengan berbisik juga.
Mencandai Mika yang kemudian tersenyum lebar, dan senyuman lebar Mika itu menular pada Arya yang kemudian merengkuh Mika lagi.
Lalu Arya kecupi pucuk kepala Mika berkali-kali.
Bahagia, kini kembali menyelimuti hati itu dua sejoli.
Yang terasa suram bagi Mika dan Arya dalam hubungan cinta keduanya yang pernah kandas, kini telah bersinar lagi.
__ADS_1
♥♥♥♥♥
To be continue.....