
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Kediaman Utama, The Adjieran Smith, Jakarta , Indonesia...
“Dan aku sudah minta ijin pada tiga Daddy kamu yang ada disini tadi. Termasuk pada Nathan.”
“Ijin apa?”
“Ijin untuk dekat dengan kamu.”
“Benarkah? ..”
Val terlihat sumringah, terlihat bahagia.
Kafeel mengangguk dan tersenyum.
Karena sama seperti Val, hati Kafeel pun juga sedang dirundung bahagia, telah mengantongi setengah ijin untuk menjalin hubungan dengan Val.
Dan bagaimana bahagianya Kafeel, memang benar yang Mom Ichel katakan dalam hatinya.
Val memang jauh terlihat lebih bahagia.
Meski Val tahu, jika tidak akan ada orang yang menentang hubungannya dan Kafeel jika benar-benar jadian, tetap saja Val merasa sangat senang ketika mengetahui jika Kafeel dengan Gentle-nya meminta ijin pada para keluarganya yang berada di Kediaman Utama yang berada di Jakarta ini
“Berarti tinggal ijin pada mereka yang berada di London dong ya? Terutama, Papa Lucca, Poppa dan tentunya Daddy R!”
Val berkata pada Kafeel saat keduanya keluar dari dalam kamar Val. Membuat Kafeel kemudian ingat pada ayah kandungnya Val itu, yang membuat Kafeel bisa gugup tak karuan hanya karena satu pesan chat darinya sehubungan dengan dirinya yang telah mencium Val.
‘Ah iya, biangnya ‘naga’!..’
Kafeel menghela nafasnya kala teringat lagi pada Daddy kandungnya Val itu.
“Kak Kafeel jangan takut untuk meminta ijin pada Daddy R---”
‘Takut sih engga, cuma ngeri stadium paling atas!’ batin Kafeel.
“Okay Kak?” kata Val.
“Okay.”
Kafeel menyahut dengan tersenyum.
“Oh iya, aku numpang Ashar dulu ya? ...”
Kafeel melirik arlojinya.
Teringat akan kewajibannya sebagai umat, meski bukan umat yang lurus-lurus amat.
“Val cantik sudah sholat Ashar? ...”
“Oh iya, Val juga belum sholat Ashar!”
“Ya udah, bareng aja kalo gitu? ...”
“Oke deh!. Hitung-hitung Kak Kafeel latihan ...”
“Latihan apa? ...”
“Iya latihan untuk meng-Imam-i Val untuk seumur hiduplah!”
Kafeel pun terkekeh mendengar penuturan antusias Val barusan.
“Mau kan?”
“Sangat mau.”
Keduanya pun terkekeh bersama sambil berjalan menuju ruang ibadah yang berada di lantai tiga Kediaman Utama keluarga Val yang berada di Jakarta itu.
*
Val dan Kafeel kemudian langsung menyambangi ruang santai Kediaman Utama keluarga besarnya itu selepas ia dan Kafeel telah selesai menjalankan kewajiban mereka, yang buru-buru disegerakan, karena waktu Ashar sudah lumayan terlewat.
“Duduk Ka ..”
Ini Daddy Jeff yang bersuara untuk mempersilahkan Kafeel duduk setelah menyalami Gappa, Gamma serta dua Oma lain dan beberapa anggota keluarga Val yang tadi belum Kafeel lihat, sampai dia mendatangi Val ke dalam kamar pribadi kekasih kecilnya itu.
“Iya terima kasih Uncle Jeff, aku kebetulan hendak berpamitan ---“ sahut Kafeel pada Daddy Jeff, lalu memandangi yang lainnya. “Dan sebelum aku berpamitan, sekali lagi aku ingin mengatakan apa yang tadi sudah aku katakan dihadapan Uncle Jeff, Uncle John, Uncle Dewa, Aunt Ichel, Nathan dan Via---“
Kafeel pun kembali meminta ijin pada mereka yang dituakan terutama, untuk diperbolehkan berpacaran dengan Val.
“Aku tidak hanya ingin sekedar menjalin hubungan dengan Val... Aku serius, dan akan mempersiapkan diriku untuk itu. Jadi mohon berikan aku kesempatan. Meski aku, jauh dari kata sempurna untuk bersanding dengannya --”
Kafeel menjeda sejenak ucapannya, dan menoleh ke arah Val, dan melemparkan seutas senyumnya pada kekasih kecilnya itu, lalu kembali menatap satu-satu orang-orang yang sedang duduk dihadapannya serta memperhatikan Kafeel dengan senyuman teduh di wajah mereka.
“Setelah ini, aku akan menemui mereka yang ada di London.”
Diakhir ucapan Kafeel yang meminta ijin pada keluarga Val yang berada dalam kediaman utama mereka yang berada di Jakarta itu, Kafeel meyakinkan, serta memberi penegasan walau dengan gestur tubuh dan nada suara yang santai.
“Untuk juga meminta ijin mereka, terutama pada Uncle R dan Aunt Ara. Tapi sebelumnya aku akan bicara dulu dengan Alva... Karena dia kan kakak kandung Val. Dan aku sudah memberitahunya lewat pesan, karena menelponnya saat dia sedang ‘berduaan’ secara khusus dengan Drea akan sangat percuma---“
“Ya! Benar sekali!” celetuk Via dan diiyakan oleh yang lain dengan kekehan.
Kafeel mengulum senyumnya.
“Yah mudah-mudahan saja Alva mengijinkanku untuk menjalin hubungan dengan salah satu adik perempuannya yang menggemaskan ini ...”
Kafeel mengacak pelan rambut Val saat kekasih kecilnya itu telah kembali mendekatinya.
“Dia pasti mengijinkan kamu Ka.”
“Iya mudah-mudahan begitu, Aunt.”
__ADS_1
Lalu Val bersuara dari ruang santai karena ingin pergi ke dapur untuk meminta dibuatkan minuman, setelah sebelumnya menawarkan Kafeel jika kekasih setengah om-omnya itu mau dibuatkan minuman lagi.
“Val ingin minta dibuatkan Oreo Frappucino oleh Mba Adis, Kak Kafeel mau juga? ...”
“No, thanks Val. Aku kan mau pulang juga?...”
“Oh iya ya! ...” tukas Val.
Lalu Val pergi menuju dapur bersama Aro dan Ares yang juga ingin meminta dibuatkan sesuatu oleh para asisten rumah tangga mereka yang biasanya bertugas di dapur.
“Sebentar ya Kak?” ucap Val dan Kafeel lekas mengangguk.
*
“Jadi sekarang lebih baik kamu duduk aja dulu, Ka...”
Ini Gamma yang bersuara.
“Gamma benar. Duduklah dan tunda kepulangan mu, lalu ikut makan malam bersama kami nanti. Tidak ada penolakan.”
Gappa menimpali dan langsung memberikan penegasan.
Dan jika Gappa sudah begitu, Kafeel tak kuasa untuk berkata tidak.
Soalnya, aura Gappa biar sudah masuk dalam golongan renta juga masih cukup terasa sebagai ‘naga’ generasi pertama.
Walaupun Gappa masih ada kalem-kalem-nya kalau dibandingkan sama dua ‘naga’ penerusnya, dimana yang satu adalah ‘naga’ temperamental yang hobi banget menggunakan ototnya, yang satu lagi adalah ‘naga’ kalem yang hobi kasih hukuman potong tangan pada setiap orang yang ia kehendaki.
Dan atas ucapan Gappa tadi, Kafeel akhirnya pasrah mengiyakan untuk tidak jadi pulang untuk ikut makan malam bersama dengan keluarga Val yang berada di dalam Kediaman Utama mereka itu.
Tak ada alasan Kafeel untuk menolak, apalagi masalah pakaian ganti. Karena setahu Kafeel, keluarga Val ini punya tempat penyimpanan ragam pakaian baru. Sama, seperti Mansion Utama mereka yang berada di London,
Dimana pakaian-pakaian baru tersebut memang dipersiapkan untuk jaga-jaga saja jika ada yang membutuhkan, baik oleh penghuninya sendiri ataupun untuk para tamu mereka.
Luar biasa.
Saking duit lebih dari sekedar ‘kebanyakan’.
“Nanti kamu diantar Pram untuk memilih pakaian ganti, karena kami akan makan malam di luar.”
Gamma berucap.
“Iya, Gamma.”
Kafeel pun mengiyakan.
*
Kafeel telah duduk bergabung di ruang santai pada akhirnya, karena undangan makan malam tanpa boleh ditolak Kafeel dari Gappa.
“Thank you for making one of my grand daughter happy (Terima kasih telah membuat satu cucu perempuanku menjadi bahagia) ...” ucap Gappa pada Kafeel yang duduk di dekatnya.
“Tidak Gappa, tidak perlu berterima kasih, karena aku sendiri juga dibuat bahagia oleh Val.... Dan maaf, kalau selama ini aku sempat mengabaikan perasaan Val padaku. Semata-mata aku yang memang ragu.. Karena rasanya aku tidak sepadan untuk Val ....”
Kafeel pun tersenyum.
“Iya Gappa, aku akan berusaha untuk selalu membahagiakan Val semampuku.. Tapi tetap saja aku ingin persetujuan dari semua keluarga Val untuk memulai hubunganku dengannya.. Ya itu, terutama pada Uncle R dan Alva..
“Ya kalau Abang sih, I think would be fine with that (Aku rasa oke aja dengan itu)—“
Daddy Dewa angkat suara.
“R yang harus benar-benar kau kantungi ijinnya untuk dapat menjalin hubungan dengan Val, Boy.”
“Iya bener tuh Dad!” tukas Nathan. Nathan cengengesan kemudian.
“Ya makanya aku kan mau ikut nanti kalau Val balik ke London. Biar langsung minta ijin terutama ke Uncle R dan Aunt Ara ...”
“Good luck then, Kak Kaf.” Tukas Nathan.
Kafeel tersenyum kala Nathan mengangkat jempolnya.
“Don’t worry, I’m sure R will give his permission (Jangan khawatir. Aku yakin R akan memberikan ijinnya)”
Gappa kembali bersuara.
“Aku harap begitu, Gappa.”
Kafeel pun menimpali ucapan Gappa.
“Ka—“
Kafeel hendak berbicara lagi.
“Yah paling tidak kau bisa menjaga kepercayaannya ..”
Namun keduluan oleh Papi John yang ikut angkat bicara.
“Jangan melakukan sesuatu yang berhubungan dengan skin ship berlebihan dengan Val sebelum kau benar-benar mendapatkan ijin dari R...”
Dimana ucapan Papi John barusan membuat Kafeel membatin.
‘Skin ship yang berlebihan itu maksudnya.. ciuman?..’
“Nah jaga-jagalah sikap deh sebelum kau mengantungi ijin resmi dari R, termasuk tahan-tahan diri kalo lagi berduaan sama Val.”
Kafeel menggigit bibir bawahnya selepas mendengar ucapan Papi John barusan.
“Kalau hati R tak senang, aku yakin itu tidak akan berdampak baik atas keinginanmu menjalin hubungan dengan Val.”
Daddy Jeff menimpali.
“Yah, selain berjuang, banyak-banyaklah berdoa, Ka..”
__ADS_1
Daddy Dewa juga ikut menimpali.
‘Ini tiga Daddy iseng, sebenarnya ikhlas apa engga sih ngasih restu?!..’
Dan Kafeel pun membatin.
“Nah iya tuh, banyak-banyak berdoa lo Kak Kaf. Karena kalo kita satu keluarga bilang oke tapi Dad R engga, bahkan meskipun Mom Peri bilang iya juga tapi Dad R tetep bilang engga, Sapu deh tuh mimpi lo buat nikah sama Val..”
Mulut si Tan-Tan.
“Boro nikah, yang ada lo mau ga mau harus mau buat yuk dadah babay sama itu ulet bulu!..”
‘Kampret emang si Nathan nih!’
*
“Kenapa tidak menginap saja sih Kak?” ucap Val seraya bertanya pada Kafeel, setelah ia, Kafeel berikut seluruh keluarganya yang habis mengadakan makan malam di luar pada sebuah hotel berbintang lima itu telah kembali ke Kediaman Utama mereka yang berada di Jakarta.
“Val benar, sebaiknya kau menginap saja disini. Toh kau sudah menyetir seharian bukannya? .....”
Daddy Dewa kemudian angkat suara.
“Tak apa Uncle, aku lebih baik pulang saja.” Jawab Kafeel.
“Uncle Dewa benar, kau menginap saja malam ini disini, Ka –“
Papi John menimpali ucapan Daddy Dewa.
“Toh ada hal penting yang ingin kami bicarakan denganmu, seperti yang kami katakan saat kau datang tadi.”
“Ah iya, ya.” Tanggap Kafeel.
“Menginaplah saja ...” ucap Daddy Jeff lagi, lalu saling lirik singkat dengan dengan dua Daddy lainnya.
“Kalau begitu, besok pagi aku akan datang lagi kesini. Bagaimana Uncles?...” kata Kafeel pada tiga Daddy Val yang berdiri dekat dengannya saat ini, yang kemudian manggut-manggut.
“Ya sudah pastikan esok hari kau datang lagi kesini.”
Papi John berucap.
“Karena ‘kami’ akan menunggumu.”
“Baik Uncle. Aku akan datang lagi besok ...”
Kafeel pun menjawab seraya mengangguk.
“Kak Kafeel memangnya tidak letih?. Sudah menyetir sendiri kan dari sejak berangkat ke Perusahaan? ...”
Val kembali berbicara dan Kafeel tersenyum. “I’m okay kok. Lagipula kan tadi berangkat dinner ga menyetir akunya?” kata Kafeel.
“Iya sih ...”
Val menyahut.
Tangan Kafeel terulur mengusap pucuk kepala Val.
“Ya sudah, ya, aku pamit dulu ... Kan besok aku datang lagi?”
Kini Val dan Kafeel hanya tinggal berdua saja di ruang tamu Kediaman keluarga Val tersebut.
“Iya sudah Kak. Hati-hati di jalan yah? ...”
Val menyahut.
“Hatinya jangan jalan-jalan ...”
Val menyambung ucapannya.
“Ingat, ada hati yang menginginkan kesetiaan disini ...”
Kafeel pun tersenyum lebar mendengar celotehan Val barusan.
Namun Kafeel bahagia. “Banyak banget stok kata-kata cinta, sayangnya Kak Kafeel nih ...”
Kafeel gemas dan Val tersenyum geli.
‘Tentu saja banyak, aku sudah mengumpulkan beragam kata cinta dari internet dan sudah aku buat jadi clipping!’
Val membatin, dimana ia menampakkan senyuman pada Kafeel yang sedang gemas padanya itu. Padahal ia terkikik dalam hatinya.
“Ya sudah ya, aku pulang sekarang kalau begitu ...” pamit Kafeel pada Val, sambil mengusap lembut satu sisi wajah Val.
“Iya, Kak ...” sahut Val.
Kafeel tersenyum dan sudah mendekatkan wajahnya dengan wajah Val.
Sungguh Kafeel ingin tidur dengan nyenyak setelah merasakan lagi bibir imut Val yang sudah Kafeel candu rasanya.
“Jangan melakukan sesuatu yang berhubungan dengan skin ship berlebihan dengan Val sebelum kau benar-benar mendapatkan ijin dari R ...”
Padahal tinggal dikit lagi itu bibir Val menempel dengan bibirnya, namun ucapan Papi John sore tadi keburu berkelebat dalam ingatan Kafeel.
‘Ah ilah, serba salah gue! ... Mau nyium bibir Val, ngeri. Ada CCTV kan pasti disini??? ... Ga cium, sayang ...’
Cup!.
Akhirnya, hanya kecupan ringan di kening Val yang Kafeel berikan.
‘Tahan dulu lah, demi keselamatan!’
*
Bersambung..
__ADS_1