HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
EPISODE 153


__ADS_3

Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Bekasi, Jawa Barat, Indonesia....


“Gue belum siap pacaran itu yang pertama. Yang kedua, yang menurut gue, akan menjadi ga adil buat lo, lo cuma akan membuang waktu lo, karena gue sendiri ga tau bentuk perasaan gue sama lo, Ar ...”


Tanggapan Mika atas ungkapan cinta yang telah dicetuskan Arya padanya.


“Kalo ga dijalanin ga akan tau-“


“Tapi Ar-“


“Nyanyi yuk ah!”


Arya menghentikan topik pembicaraannya dengan Mika.


“Apa? Nyanyi???-“


“Hu’um ...” sahut Arya.


Mika menggeleng sambil mengibaskan tangannya pada Arya. “Hell no (Bener – bener engga) ...”


“Hell yes,” tukas Arya.


“Ga mau ah!”


Mika langsung kembali memberi penolakan.


“Suara lo kan bagus, Mi? ... Ayo ah! ... Kita duet.”


“Engga mau Aryaaa. Malu gue! –“


“Ngapain malu coba? –“


“Ya malu aja pokoknya ga pede ...”


Mika dengan sanggahannya.


“Itu tadi yang suaranya agak ancur kek hati gue karena penolakan lo aja, pede mampus nyanyi di atas panggung? Jadi ngapain lo mesti malu dan ga pede? –“


“Sorry, Ar ...”


Mika berucap lirih.


“Gue ga ada maksud hancurin hati lo ...”


Mika melanjutkan perkataannya.


“Gue memang ga siap pacaran, dan gue ga bisa memaksakan diri. Karena kalau gue memaksakan diri lalu pada akhirnya yang gue sadari kalo gue ga ada rasa yang spesial sama lo, lo cuma akan ngebuang waktu lo sama gue ...”


Mika menunduk kemudian.


“Sebaiknya, lo berikan cinta tulus lo pada seseorang yang lebih pantas diluar sana. Yang mana gue yakin, ada gadis yang lebih tepat dari gue buat lo, Ar. Sekali lagi, jangan buang waktu lo buat sesuatu yang ga pasti. Jangan memaksakan, karena gue takutnya ga bisa kasih hal yang sama seperti yang lo kasih buat gue ...”


Arya tersenyum kemudian. Lalu Arya kembali memegang kedua bahu Mika, dan membuat mereka kembali saling berhadapan.


“Sorry, gue bukan maksud nyindir lo di omongan gue sebelumnya. Cuma ocehan sepintas lalu ...” ucap Arya. “Lo ga perlu minta maaf, oke?. Karena gue merasa, kalo lo ga buat kesalahan apa – apa sama gue ... “


“Meski begitu, Ar –“


“Udah ah, gue mendingan liat muka judes lo, daripada liat muka murung lo ...”


Arya menampakkan lagi senyumannya pada Mika.


“Mendingan kita duet, yuk? ...”

__ADS_1


“Malu, Ar.”


“Please?. Gue pengen duet sama lo sekali – sekali, Mi.”


Arya masih membujuk Mika.


“Selama ini kan lo nolak melulu duet sama gue kalo kita pas lagi karaoke rame – rame? ... Secara lo alergi banget kan dulu sama gue? ...”


Mika mendengus geli mendengar ucapan Arya.


Arya tersenyum hangat.


“Sekarang udah ga alergi lagi kan sama gue? –“


“Sedikit masih ... Soalnya lo masih suka ngeselin sih sadboy ...” tukas Mika, dan Arya terkekeh.


“Tapi lo ga ada niat buat musuhin gue lagi kan? ...” tanya Arya dengan senyum yang masih terpatri di wajahnya, memandang pada Mika.


Mika balas tersenyum pada Arya.


“Maybe yes, maybe no –“


“Cium juga nih! –“


“Mau gue jambak?! ...”


Arya terkekeh lagi. “Ayo ah! Ngemeng mele!”


“Eh Arya! ...” Mika memekik kecil kala Arya menggandeng dan setengah menyeret dirinya beranjak dari tempat mereka


♥♥♥♥


Tiba Saatnya Kita Saling Bicara


Tentang Perasaan Yang Kian Menyiksa


Tentang Cinta Yang Tak Terungkap


♥♥♥♥


Sepasang pria dan gadis muda yang biasanya saling ejek jarang akur itu, kini telah berada di atas panggung musik dalam sebuah kedai kopi kekinian.


Dimana keduanya kini sedang melantunkan sebuah lagu yang cukup terkenal di era – nya.


Lagu yang sama – sama mereka ketahui dari musik yang pernah diperdengarkan oleh orang tua mereka, atau bahkan sering diputar, hingga membuat keduanya hafal – meski tidak pernah niat menghafal.


Pada akhirnya Arya memang sukses membujuk Mika untuk naik ke panggung untuk berduet bersamanya, walau dengan sedikit memaksa, karena Mika masih sempat menolak saat Arya sudah menggeretnya.


Sudah Terlalu Lama Kita Berdiam


Tenggelam Dalam Gelisah Yang Tak Teredam


Malu – malu, kala giliran Mika membuka mulut untuk meneruskan lagu yang sudah dimulai oleh Arya untuk menyanyikan bait pertama terlebih dahulu.


Memenuhi, Mimpi-Mimpi Malam Kita


Namun sebentar saja, Mika nampak malu – malu.


Duhai Cintaku, Sayangku, Lepaskanlah


Karena setelahnya Mika terbawa oleh pembawaan diri Arya yang santai.


Perasaanmu, Rindumu, S'luruh Cintamu


Hingga senyuman tampak di wajah Mika yang saling bersahutan baris lagu dengan Arya.


Yang mana senyuman Mika itu dibalas hangat oleh Arya yang tersenyum lembut pada Mika.

__ADS_1


Dan Kini Hanya Ada Aku Dan Dirimu,


Sesaat Di Keabadian...


Lalu saling berhadapan, sama – sama bernyanyi dengan saling melempar senyuman.


♥♥♥♥


Jika Sang Waktu Bisa Kita Hentikan...


Seperti bait lagu yang dimulai lagi dengan Mika yang melafalkannya, ada bisik yang menyelusup di hati Mika juga Arya terlebih lagi, jika momen iseng namun manis ini bisa lekang lebih lama.


Entah kenapa – Mika yang tak mengerti hatinya, perasaannya pada Arya, saat ini merasakan seperti ada rasa senang - yang maknanya sulit Mika jabarkan.


Ooohhhhh,


Dimana rasa senang yang menyelusup di hati Mika, berbanding terbalik di hati Arya.


Rasa senang itu bukan menyelusup saja di hati Arya, namun sudah menyelimuti bongkahan hatinya tersebut, yang sudah jatuh cinta pada Mika.


Dan S'gala Mimpi-Mimpi Jadi Kenyataan...


Jadi bait yang Arya nyanyikan itu, terasa pas sekali dengan keinginan hatinya.


Karena Mikaela Finn Adjieran Smith sudah menjadi mimpi Arya entah sejak kapan.


Hingga refleks Arya kembali menggenggam tangan Mika, tak peduli jika ia sedang berada di atas panggung, dan sedang menjadi pusat perhatian para pengunjung sebuah Kafe kecil yang ia dan Mika sambangi itu.


Yang mana, di sudut lain Kafe tempat Mika dan Arya berada, beberapa pasang mata menatap tak percaya atas apa yang mereka lihat dalam pandangan mereka saat sudah berada di dalam area Kafe tersebut.


Sampe nganga bahkan. Lalu...


“Wadidaw!”


“Mata aku bermasalah ga sih?!”


Komentar takjub dan tidak percaya atas apa yang tersaji di sebuah panggung kecil pada area Kafe tak lama terlontar, dengan mata yang fokus ke arah panggung musik, dimana ada Mika dan Arya yang nampak uwu sekali.


“Hujan bentar lagi turun... yakin deh.”


“Sepertinya hujan yang turun akan ada warnanya kalau melihat Mika dan Kak Arya nyanyi bersama seperti itu sih!”


“Demi Sailor Moon dan Tuxedo Bertopeng, benarkah yang kita lihat ini??”


“Sungguh membagongkan!”


Celetukers – celetukers itu saling melontarkan kalimat ketakjuban yang berdasar atas ketidakpercayaan atas pemandangan di atas panggung musik Kafe tempat mereka berada saat ini, yang mana dua orang yang sedang bernyanyi itu mereka kenal dengan sangat.


Saking kenalnya, sampai – sampai ke enam orang yang baru datang itu, dan sedang tertakjub – takjub kini - mengira jika dua orang itu sedang kesambet. Saking interaksi yang ditunjukkan keduanya itu – yakni Mika dan Arya,  sungguh berbanding terbalik dengan hubungan kedua orang yang sedang bernyanyi uwu tersebut, selama ini.


“Videoin – videoin cepet!”


♥♥♥♥


Sebagaimana celetukan salah seorang dari mereka yang datang dalam rombongan enam orang itu, yakni Val, Kafeel, Aro, Isha, Rery dan Ann – untuk mengabadikan momen dalam pandangan mata mereka saat ini yang sungguh dapat dikatakan super langka itu, jadilah ke enam orang tersebut segera berhambur ke area outdoor Kafe dengan beberapa dari mereka, kini sudah memposisikan ponsel mereka untuk mengabadikan momen dimana Mika dan Arya sedang bernyanyi itu.


Yang mana salah satunya sudah berada di dekat panggung, nampak sudah on position dengan ponselnya yang mengarah tepat menyorot dua orang yang sedang bernyanyi itu.


“KESALAHAN BUKAN PADA MATA ANDA, JUGA BUKAN PADA MATA SAYA!”


Dia yang sudah berada di dekat panggung itu menyorot wajahnya terlebih dahulu sebelum menyorotkan kamera ke arah panggung.


“ANDA TIDAK PERCAYA BUKAN?????!!!!!. SAMA, SAYA JUGA! JADI DARIPADA KAMU NANYEA LALU BERTANYEA – TANYEA, SAKSIKAN LANGSUNG YEA. EKSKLUSIF, HANYA DI CHANNEL CEP – MEK. ROARR...”


Begitulah cuap – cuap si pembawa acara dadakan bernama Aro dengan tindak – tanduknya yang memang sering membuat para anggota keluarganya suka cekakan, sebelum kamera ponselnya benar – benar menyorot pada Arya dan Mika yang sedang bernyanyi uwu itu dan pada akhirnya menyadari keberadaan si reporter channel cep – mek tersebut, berikut rombongannya.


♥♥♥♥♥♥♥

__ADS_1


To be continue....


__ADS_2