
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Singapore....
“Jadi nih nyalain ponsel? ...” ucap Isha seraya bertanya untuk sebuah persetujuan dari para saudara-saudarinya, kala mereka telah selesai menghabiskan waktu di sebuah Taman Bermain yang menjadi tujuan wisata di negara tempat mereka berada saat ini.
Mika sampai Ares mengangguk.
“Kalo gitu kita ke sana aja, bisa duduk sambil nung-”
Ucapan Aro terpotong, karena tahu-tahu sudah ada beberapa orang yang seolah sedang menyudutkan ia dan para saudara-saudarinya.
Dan dengan serempak Aro berikut para saudara-saudarinya itu langsung berkesah berat saat melihat beberapa orang bertubuh tegap sesuai dengan jumlah para pewaris yang kini berdecak sebal dan merungut.
“Isha sih menyebut mereka tadi. Jadi datang betulan ini para terminator.”
“Yah, ga jadi halan-halan kulineran dong kita nih??” Ares juga ikut nyeletuk seperti Rery.
“Tuan dan Nona Muda, silahkan ikut kami.”
*
Dengan langkah malas-malasan para pewaris muda yang baru saja senang-senang di Taman Bermain Wisata itu mau tidak mau mengikuti beberapa pria tegap yang mereka sebut sebagai kakak-kakak terminator-karena kebanyakan tubuh para pria yang adalah bodyguard mereka ini seperti om Arnold Suasanaseger ( 😄 ).
Tinggi besar dan berotot, walaupun beberapa sekedar bertubuh atletis saja selain tegap memang, macam paspampres.
“Kak Rery, tanyain tuh sama mereka. Kita bisa ga mampir kulineran dulu sebelum ke Hotel?” kata Ares. “Yang searah aja.”
“Okay.”
Rery mengiyakan permintaan Ares.
Lalu Rery menoleh kepada salah seorang bodyguard yang memang adalah bodyguard pribadinya di London, yang terkadang juga ditugaskan untuk menjaga Ann.
“Sky..” panggil Rery pada bodyguard pribadinya itu, yang langsung menunjukkan sikap tanggap selain hormat pada Rery, meski Rery jauh lebih muda darinya.
“Yes Rery?” sahut Sky tanpa embel – embel ‘Tuan Muda’ pada Rery, karena itu anak bujang sendiri yang memintanya. Dan hal itu memang karena Sky yang telah lama bekerja pada keluarganya hingga Rery sudah merasa nyaman jadi Rery meminta Sky memanggilnya tanpa embel – embel Tuan Muda.
“Take us to food centre before Hotel (Bawa kami ke pusat makanan sebelum ke hotel)” ucap Rery.
“I’m afraid it can’t (Aku rasa tidak bisa)”
“Oh c’mon (ayolah) Sky –“
“Don’t pule like a little boy (Jangan merengek seperti bocah) –“
Sky menjawab datar, dan Rery langsung mendesis sebal.
*
“Kak Dave,” Val memanggil salah seorang bodyguard yang ada disampingnya. Dan bodybuard itupun langsung menyahut sopan.
“Ya, Nona Valera? –“
“Apa calon suamiku sudah kembali ke Indo? –“
Val bertanya dengan entengnya.
“Tuan Kafeel menunggu anda di Hotel, Nona.” Jawab bodyguard yang Val panggil dengan Dave itu.
“Kenapa dia tidak ikut menjemputku? –“ tanya Val lagi. “Apa dia marah padaku karena aku mematikan ponsel?”
“Sebaiknya hal itu anda tanyakan langsung pada Tuan Kafeel, Nona Valera.”
Dengan cepat bodyguard yang dipanggil Dave itu menjawab pertanyaan Val.
“Beliau sudah menunggu anda – anda semua bersama seluruh keluarga kalian.”
Dan ucapan Dave itu tidak hanya didengar oleh Val seorang, tapi juga oleh para saudara dan saudarinya yang kemudian langsung menghentikan langkah mereka secara serempak.
“Dan sebaiknya anda – anda semua bersiap, karena dari apa yang aku lihat, para Tuan Besar nampak serius.” Kata Dave lagi, dimana Rery, Isha, Aro, Val, Mika, Ares, Aina dan Ann kompak saling lempar tatap lagi satu sama lain.
Gluk!
Dan kompak meneguk ketat saliva mereka juga.
__ADS_1
*
“Avaro Darwin Adjieran Smith bawa pasukan anda ke our Private Lounge sekarang!”
Kedatangan Aro dan para saudara dan saudarinya itu disambut dengan sebaris kalimat yang membuat mereka bergidik dari sebuah handie talkie yang diberikan salah seorang bodyguard saat mereka turun dari mobil ketika telah sampai di lobi hotel tempat mereka menginap.
Gluk!.
Suara Papi John yang terdengar dingin dan datar di handie talkie membuat Aro CS menelan kembali saliva mereka.
“Perlu diingat wahai saudara dan saudariku, kita harus satu suara nanti,” kata Aro mengingatkan kembali para saudara dan saudarinya itu agar alasan yang dipakai sesuai seperti apa yang sudah mereka musyawarahkan.
“Siap!”
“Masih ingat kan kalian apa yang akan kita katakan sebagai pembelaan nanti? –“
“Masih!”
Mika sampai Ares kembali menjawab kompak pada Aro.
“Bagus!”
“Satu Nama, Satu Kesatuan, Satu Keluarga, Satu Rasa, Persaudaraan Kita Diatas Segalanya!”
“Satukan Langkah Kita Pasti Bisa!”
“Persaudaraan Bagai Kepompong!”
“One Body One Soul!”
“Together Forever!”
“Bersama Sampai Mati!”
‘What a kid.... ( Anak - anak ini benar - benar )’ batin Sky dan para bodyguard lainnnya yang berada bersama para pewaris muda tersebut.
Para bodyguard itu geleng – geleng dengan kelakuan para majikan muda mereka yang memang suka aneh – aneh tingkahnya, apalagi kalau sedang gabung seperti sekarang ini.
‘Mau disidang orang tuanya udah kayak mau tanding olahraga segala pake yel – yel ini bocah – bocah terlanjur kaya!’
*
“Stay cool everyone, jangan lupa berdoa.” Ucap Aro pada saudara dan saudarinya itu, saat mereka sudah hampir sampai di depan Private Lounge yang dimaksud Papi John saat berbicara di handie talkie saat Aro dan rombongan persaudaraannya itu sampai di lobi tadi.
“Jangan lupa pengalihan dulu.” Kata Rery.
“Copy that (Siap 86)!”
Kedatangan Mika, Val, Aro, Isha, Rery, Ann, Aina dan Ares membuat banyak mata yang ada di dalam sebuah ruangan besar yang merupakan Private Lounge – tempat bersantai khusus yang ada pada satu lantai hotel berkelas Super Duper Eksekutif, terfokus pada kedelapan pewaris muda tersebut.
‘Wah lama ini urusan!’
‘Duh, mana laper!’
'Ugh, ingin peluk Kak Kafeel!'
Kira – kira seperti itu isi hati para pewaris muda saat masuk ke dalam Private Lounge yang dibooking keluarga mereka di lantai khusus pada hotel tempat mereka menginap.
“Wow paham betul kalau kami semua lapar.”
Rery berkata santai saat ia dan para saudara serta saudarinya itu sudah lengkap masuk semua ke dalam Private Lounge yang khusus dibooking untuk keluarga mereka saja.
“Kepala kalian terantuk sesuatu saat bermain diluar sampai lupa tata krama, hem?” Ucapan Rery dibalas ucapan dingin dan tatapan tajam Daddy R, yang membuat Rery langsung menunjukkan barisan giginya, begitupun para saudara dan saudarinya.
“Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh!”
Rery sampai Ares kompak mengucap salam dengan lengkap macam udah latihan sebelumnya.
“Selamat malam semua, apa kalian rindu pada kami sampai kami ditungguin begini?..” celoteh Aro.
Membuat mereka yang ada di dalam Private Lounge tersebut mengulum senyum mereka atas sikap para pewaris muda ini.
Hanya The Dads yang ada sekarang menahannya dalam hati. Geleng – geleng juga kasat mata dengan tingkah polah anak – anak mereka ini.
"Jawab dong salam kita!"
"Wa'alaikumsalam."
__ADS_1
"Nah gitu --"
"Sudah diam!."
“Papii!! ..” Isha hendak berhambur pada sang Papi.
“Tetap di tempatmu!”
Isha pun mencebik seraya merungut karena Papi John menyergahnya.
“Kak Kafeeell .. I miss youu!!! ..”
Val juga hendak berhambur pada Kafeel.
“Termasuk kau ulat bulu! Tetap di tempatmu!”
“Ah Daddy, setidaknya aku mau peluk calon suamiku dulu.”
“Sudah diam kau!”
Daddy R berkata ketus.
Dan sama seperti Isha, Val mencebik dan merungut.
Sementara Kafeel menahan geli di perutnya, begitu juga lainnya.
“Apa kalian merasa berbuat salah?..”
“Sadar ..”
Sahut Ann Cs.
“Tapi bisa ga sadar juga sih ..”
“Iya tergantung ..”
Lalu ditimpali oleh Mika dan Val.
“Tergantung dari mana?!”
“Tergantung! Tergantung! Kesalahan ya kesalahan!”
“Yak anda betul Tuan – Tuan, kesalahan memang kesalahan ..”
“Tapi kan ada macam – macam sudut pandang dan alasan kenapa sampai membuat kesalahan ..”
“Betul itu!”
“Very agree!”
“Jangan melihat dari satu sisi, tidak adil nanti. Bukan begitu my brothers and sisters?”
“Begitu!”
“Betul itu!”
“Very agree!”
Para pewaris itu saling menyahut kompak untuk menjawab, sesuai yel – yel mereka.
Membuat Dad R, Papi John, Daddy Jeff dan Papa Lucca memijat pelipis mereka, sambil menghirup udara sebanyak - banyaknya.
*
To be continue....
Jangan lupa tinggalkan jejak apresiasi kalean jika berkenan.
YO AYO JEMPOLNYA DIGOYANG. (Yel – yel ceritanya) 😁
LIKE
KOMEN
Apa aja dah bentuk dukungan kalian, Emak terima dengan bahagia.
Eyyyyaaa.
__ADS_1