HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
RENCANA


__ADS_3

Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Kediaman Utama Keluarga The Adjieran Smith, Jekardah, Indonesiah,


“Bobo, Little Staar....”


Ada Varen yang mengingatkan Drea kala ia baru keluar dari kamar mandi pada kamar pribadi mereka, lalu mendapati istrinya itu masih uplek dengan ponselnya.


“Iya sebentar, Drea lagi posting foto-foto kita yang tadi di kotu....”


“Besok kan bisa—“


“Kalo besok basi dong Bebeb Abaang—“


“Mana ada foto basi??—“


“Sebagai influencer dan selebgram yang terhitz, Drea itu harus up to date, Bebeb Abangnya Drea yang paling ganteng sejagad raya. Lagipula ini ada tawaran endorsement baru.... Lumayan nih, bayarannya besar plus dapet service salon dan spa VVIP selama setahun—“


“Endorsement Spa, No!”


Varen menyergah.


“Nanti kamu diminta foto sedang dipijat dengan tiduran dan hanya memakai handuk—“


“Ya itu kan hanya sebatas bahu aja yang telanjang, dan dibalik handuk Drea pakai kemben macam si Nora-k banget waktu membuat May salah paham dengan kondisinya itu plus bawahnya Drea masih bisa pakai celana karena foto kan pasti itu, sebatas bahu—“


“Tetap aku tidak mengijinkan—“


“Yaaahhh Bebeb Abaang—“


“Sebesar-besarnya pihak Spa dan Salon itu tawarkan ke kamu, yakin tidak sebesar uang belanja yang aku berikan untuk kamu. Dan lagi, kalau hanya biaya perawatan ke Spa dan Salon, jangankan setahun---aku bahkan sanggup membiayai itu seumur hidup kamu di Spa dan Salon yang termahal di dunia.”


“Ulala.... senengnya punya suami super kaya!”


Drea langsung menyahut dan tersenyum lebar---dengan sikap dan ekspresi konyol yang Drea tampakkan juga, setelah mendengar kalimat super pongah si Abang. Yang mana memang, apa yang dikatakan Varen---sesuai betul dengan kemampuan finansialnya, dimana kalimat super pongah si Abang bukan sekedar tong kosong nyaring bunyinya---karena beneran super kaya itu yang namanya Alvarend Aditama Smith.


“Ga sia-sia jiwa matrealistis Drea jadinya!—“


♠♠


“Sekarang, kalau mau menunjukkan bahu telanjang kamu, lebih baik tunjukkan saja padaku....”


Varen yang masih menggunakan bathrobe itu kemudian berujar pada Drea.


“Tidak hanya bahu, tapi seluruh tubuh kamu. Lebih berfaedah, karena dapat pahala menyenangkan suami—“


“Modus nih ye?” sambar Drea dan Varen langsung terkekeh.


“Ayo lekas berdiri dan tanggalkan itu semua yang ada di tubuh kamu.” Varen dengan kemesuman pikirannya yang sudah mulai bergelung.


Drea lalu terkikik saja setelah mendengar kalimat Varen yang menuju kemesuman hakiki itu, dimana Drea paham kalau Varen ingin mengambil kesempatan haknya sebagai suami sekarang---mumpung Putra sedang tidur di kamarnya yang berbarengan bersama Gadis, bersama dua pengasuh khusus dua pewaris balita itu.


Sementara Varen yang masih menggunakan bathrobe itu, lalu berkacak pinggang menghadap pada Drea sambil ia mengulum senyum jahilnya. “Bebeb Abang pake baju aja dulu,” kata Drea menanggapi niat mesum Varen. Yang langsung saja menyahut.


“Kamu niat memberi aku hak hakiki sebagai suami ga?”


Varen memastikan, dan Drea pun langsung menjawab pertanyaan suaminya yang memastikan kesediaan dirinya untuk nananina itu.


“Ya niat sih,” kata Drea yang memang doyan nananina macam Varen.


Tapi ya tentunya, baik Varen dan Drea yang sama-sama doyan nananina, hanya melakukannya dengan pasangan halal mereka yang sudah terverifikasi dunia dan akhirat.


“Tapi kan Drea mau bebersih dulu?”


Sambungan kalimat Drea pada Varen.


“Kamu sudah bersih tanpa perlu bebersih,” jawab seorang suami yang tak sabar buat main ‘kuda – kudaan’.


♠♠


“Ih ga mau!—“


“Menolak suami nih?”


“Bukan gitu maksudnya....”


Drea menyahut cepat.


“Drea ga mau nananina tanpa Drea bebersih dulu. Nanti Drea nyatanya bau, Bebeb Abang ilfeel sama Drea,” sambung Drea.


“Alasaan,” goda Varen. “Bilang aja kalau ga mau....” tambah si Bebeb Abang yang berlagak mulai merajuk.


Namun itu hanyalah bagian dari Varen yang masih menggoda Drea, yang Varen tahu, jika tidak sedang kedatangan ‘tamu bulanan’---sesungguhnya istrinya itu adalah orang yang napsuan asal udah berduaan dengan dirinya, macam diri Varen sendiri dan bapak semangnya Drea.


“Iih apaan sih?? Drea mauu—“


Tuh kaann?....


♠♠


Varen mengulum senyum gelinya setelah Drea menanggapi ucapannya yang ia lagakkan seperti memiliki gelagat untuk merajuk, dengan Drea yang menyahut manja serta sedikit menggelikan. “Ya sudah sana bebersih, letakkan itu ponsel,” ucap Varen dengan masih pada posisinya.

__ADS_1


“Iya sebentar dulu, ini ada email dari VG yang mau keluarin rancangan terbarunya.”


“Aku hitung sampai tiga, jika tidak bergerak untuk bebersih, aku tinggal tidur—“


“What the....“ Drea menggumam saat Varen sedang bicara itu.


Dimana Varen yang mendengar gumaman Drea yang setengah mengumpat tersebut, langsung saja menyergah untuk mengingatkan Drea.


“Nyonya Alvareend....”


“Bebeb Abang, coba liat ini?....”


“Apa?”


“Ini. Bebeb Abang lihat saja sendiri,” kata Drea lagi.


“Hem....”


“May sudah lihat video ini belum ya?....”


“Rasanya sudah....”


🎵🎵🎵


“Dan sepertinya itu May yang menghubungi aku.”


♠♠


Sementara itu di kamar yang lain dalam KUJ,


“Lalu rencana kamu bagaimana, May? Ini sudah sangat merendahkan Kak Arya dan keluarga Narendra jatuhnya, selain mencoreng sekali nama baik mereka yang akan menjadi bulan – bulanan pembicaraan orang – orang yang berpikir buruk dengan melihat video editan ini.“


Ada tiga dara yang sedang serius membahas sesuatu yang mereka lihat pada sebuah medsos, informasi dari Lena yang dia dapat dari rajinnya ia berselancar di sebuah wadah sosialisasi yang disebut juga sebagai pelantar digital yang memfasilitasi penggunanya untuk berinteraksi---termasuk saling bertukar informasi tanpa harus sampai bertemu muka.


Bahkan mereka yang saling berinteraksi dan bertukar informasi di tempat bersosialisasi secara online tersebut, banyaknya adalah orang seorang yang sebelumnya tidak pernah kenal satu sama lain dalam dunia nyata.


Namun apa – apa yang ada di medsos, seolah mempersatukan pribadi yang sebelumnya tidak pernah mengenal satu sama lain. Apalagi bertemu disetiap harinya.


Lena, adalah satu dari jutaan pengguna medsos yang isengnya menjadi suatu keranjingan menyebabkan jadi kebiasaan melihat apa – apa yang ada di medsos.


Dimana satu kebiasaan Lena itu, membuatnya menemukan suatu berita tentang orang dan melibatkan satu keluarga yang ia kenal, pun begitu dekat dengannya.


Jadi kemudian Lena ambil satu link berita di medsos yang membuatnya terkejut itu, dan selanjutnya Lena bagikan kepada mereka yang Lena anggap perlu mengetahui berita yang ia temukan di medsos tersebut.


“Aku yang akan mengurusnya.” Mika adalah salah satunya.


Orang yang Lena bagikan informasi tentang satu berita yang membuatnya terkejut itu.


Namun Mika yang tak sering mengecek ponselnya, mengetahui berita tersebut dari Isha.


“Mengusik Arya dan keluarga calon suamiku, itu namanya juga mengusikku,” cetus Mika lagi yang mulai menyusun sebuah rencana di otaknya, sambil ia pikirkan setiap detailnya.


Dan Mika melakukannya dengan cepat.


♠♠


“Jadi gimana, May? Mau samperin itu cewek ga ada akhlak sekarang?—“


“Ga, aku udah punya rencana lain—“


“Apa?—“


“Sebentar, aku mau bicara dulu dengan Abang.”


“Apa Abang belum tidur jam segini?—“


“Rasanya sih belum.... Tapi aku coba dulu. Jika sampai dering habis Abang tidak menjawab atau ponselnya mati, ya sudah—“


♠♠


Isha dan Val lantas mengangguk setelah mendengarkan ucapan Mika barusan yang sambil berdiri lalu meraih tas yang tadi ia gunakan saat pergi berkeliling Jekardah dan mengeluarkan ponselnya dari sana. “Halo, Abang.... maaf kalau aku mengganggu.” Lalu Mika langsung menghubungi nomor ponsel Varen.


Dimana hanya tiga kali saja Mika mendengar dering di telinganya. Karena Varen menjawab panggilannya.


“Ada video yang sangat menyudutkan Arya dan keluarga—“


“Iya Abang sudah lihat.”


“Aku ingin memberikan mereka yang membuat berita merugikan ini pelajaran, boleh?—“


“Boleh saja. Arya dan Narendra bagian dari kita, selain kamu sudah meyakini jika video itu hanya editan murahan....”


“Iya Abang.”


“Tapi main cantik, May—“


“Iya Abang, kalau aku mau pakai cara kasar yang aku hubungi bukan Abang.... tapi Kak Drea....“


Varen langsung mendengus geli selepas mendengar ucapan Mika barusan.


♠♠


“Jadi apa kamu sudah punya rencana sendiri, atau kamu mau meminta saran Abang?”

__ADS_1


Varen lalu langsung mencetuskan pertanyaan pada Mika selepas ia mendengus geli. Dimana Mika yang sempat juga mengulum senyum ditempatnya, karena kalimat candaannya soal Drea yang Mika dan seluruh anggota keluarganya tahu punya kekuatan berlebih sebagai seorang perempuan dan pastinya akan dengan senang hati menggunakan kekuatan lebihnya itu untuk Drea ‘sampaikan’ ke orang – orang yang dianggap sebagai pengganggu---langsung menjawab pertanyaan Varen.


“Aku sudah punya rencana sendiri. Tapi tetap aku juga ingin dengar pendapat dan saran Abang—“


“Ya sudah katakan, apa rencanamu?—“


“Begini—“


♠♠


“Bagaimana menurut Abang tentang rencana aku itu?”


Mika telah mengatakan dengan cepat namun jelas dan detail rencananya untuk memberikan ‘pelajaran’ pada orang yang telah memfitnah Arya dan pastinya berdampak pada keluarga pria itu juga, pada Varen.


Yang memang sudah jelas betul kalau itu adalah perbuatan mantan tunangan Arya. Dan Mika yakin kalau keluarga wanita itu, juga pastilah membantu dalam hal yang mantan tunangan Arya itu melakukan penyebaran berita bohong di medsos yang menyudutkan Arya serta mencoreng nama baiknya dan keluarganya juga.


“Rencanamu itu bagus....”


Varen lantas menjawab Mika setelah mendengar penjelasan rencana satu adiknya itu, memberi ‘pelajaran’ pada seseorang bahkan lebih---karena sudah Mika anggap merugikan Arya dan keluarganya, selain Mika rasa nantinya itu akan berefek juga pada dirinya.


“Brilliant bahkan....” kata Varen lagi. “Tapi apa kamu sadar jika ada hal yang kotor yang akan kamu lakukan dalam rencana kamu itu?....”


“Mata untuk mata, bukan?” jawab Mika. “Aku hanya ‘mengembalikan’. Membuat mereka ingat akan perbuatan mereka pada Arya dan keluarganya yang sudah juga menjadi keluarga kita. Dimana merugikan Narendra, bukankah itu juga merugikan kita?—“


♠♠


“Jadi atas dasar kerugian itu, aku ingin membuat mereka merasakan tindakan mereka sendiri.... lalu mereka rasakan juga, bagaimana di posisi Arya dan keluarga Narendra sekarang. Tercoreng nama baiknya.... Yah, meski aku yakin kalau ‘pengembalian’ dariku ini pada wanita bernama Nora dan keluarganya itu berikut orang-orang yang membantu mereka, akan lebih dahsyat dari efek yang diterima Arya dan keluarga Narendra atas fitnah murahan yang mereka lemparkan ke publik sekarang.”


Mika bicara panjang lebar pada Varen yang kemudian tersenyum di tempatnya. Dimana Varen sedang merasa takjub pada satu adik perempuannya itu. Yang ternyata pemikirannya bisa sampai seperti pemikiran Varen dan para Dad mereka, yang tidak boleh sampai merasa terusik.


“Tapi kalau Abang tidak mengijinkanku melakukan hal yang ‘kotor’ itu—“


“Kamu berani mengambil tanggung jawab atas setiap perbuatanmu andai ada efek diluar pemikiranmu?”


“100 persen, Abang—“


“Jalankan kalau begitu.”


“Makasih, Abang....”


Mika berujar sambil tersenyum puas di tempatnya setelah mendengar ucapan Varen yang mendukungnya.


“Coba kamu hubungi Ann atau Rery dulu. Lalu hubungi Abang lagi setelah itu dengan segera, berhasil atau tidak berhasil kamu menghubungi keduanya.”


“Iya Abang—“


♠♠


Meski hanya tidur kurang dari 5 jam, namun Mika bangun dengan begitu bersemangat. Semesta seolah mendukungnya saat ini, karena baik Abang Varen, Rery, serta Ann sudah melakukan hal – hal yang menjadi kebisaan mereka dengan hasil yang amat sangat memuaskan Mika.


Semangat Mika itu juga menular pada Isha dan Val yang sudah juga mengetahui dengan detail rencana si Neng Judes itu.


Dan tentunya, Kak Drea mereka pun tahu juga dengan sangat detail rencana Mika itu.


Hingga Drea pun sama bersemangatnya seperti Mika, Val dan Isha kala esok telah tiba.


Empat incessnya The Adjieran Smith bahkan sudah rapih dan siap untuk pergi ke beberapa tempat di pagi hari ini.


Sebagian orang dalam KUJ tahu apa yang hendak dilakukan Mika dan 3 incess lainnya yang juga didampingi Varen.


Sebagian lagi, yang berada di dalam kamar Aro---rasa-rasanya belum ada yang tahu tentang rencana Mika, karena saat subuh tiba pun---mereka yang berada di dalam kamar Aro itu macam sudah mati semua, karena begitu sulit dibangunkan.


Pun ponsel lima makhluk dalam kamar tersebut tidak ada yang bisa dihubungi.


Kamar dikunci dari dalam, namun yang membangunkan serta mendengus mendengar laporan tidak ada jawaban dari kamar Aro saat mereka yang berada di dalamnya coba untuk dibangunkan---rasanya malas mendobrak pintu kamar Aro yang dikunci dari dalam itu.


♠♠


Mika tergesa untuk pergi dan menyelesaikan apa yang sudah ia rencanakan.


Makanya si Neng Judes juga tidak menyampaikan pada Arya secara langsung mengenai rencananya.


Namun Mika tetap menitipkan pesan untuk disampaikan pada Arya mengenai rencananya tersebut. Kepada para anggota keluarganya yang tidak turut menyertainya pergi dari KUJ sekarang.


“Apa wanita itu menginap di sini?”


Mika dan rombongan telah sampai di sebuah hotel.


“Iya.”


Salah seorang pekerja Mika dan keluarganya yang telah ada lebih dulu di hotel yang sudah dicapai Mika itu langsung menjawab pertanyaan si Neng Judes.


“Keluarganya juga. Dan sepertinya, jumpa pers yang akan mereka adakan akan menjadi ajang playing victim dari mereka untuk Tuan Arya dan keluarga Narendra. Selain ayah dari wanita itu yang menyimpan dendam pada Tuan Rico yang tidak bersedia membujuk Tuan Arya untuk melanjutkan pertunangan dengan anak perempuannya, Nona Mikaela. Dan semua yang anda serta Tuan Alvarend perintahkan, sudah kami lakukan dan sudah siap semua—“


“Good,” tukas Mika dengan satu model senyuman yang selama ini belum pernah ia buat di bibirnya. Senyuman ‘smirk’, senyuman yang Mika buat setelah ia menyahut selepas mendengar penuturan salah seorang pekerjanya dan keluarga.


Yang makna senyuman sendiri itu adalah sebuah seringai---senyuman untuk mengejek.


“Andai aku punya Doraemon, aku akan menyuruhnya mengeluarkan alat untuk mempercepat waktu.”


Mika menggumam.


“Karena aku sungguh tidak sabar melihat wajah wanita itu dan keluarganya, setelah aku membuat harga diri mereka berceceran di atas tanah....”

__ADS_1


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


To be continue.....


__ADS_2