HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
EPISODE 115


__ADS_3

Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Singapura.....


Disatu hari ini, para personil dari Klan The Adjieran Smith beserta kerabat yang berada di ‘Kota Singa’ sedang berdobel-dobel senangnya.


Bahagia juga tentunya. Dimana Aro berhasil menjadi juara di Turnamen Tenis Profesional pertamanya, dan bahagia atas kebahagiaan Val yang dilamar oleh Kafeel.


“Bunda! Lena!” Val memekik girang kala melihat kehadiran dua orang yang barusan Val sebutkan. “Bunda sama Lena kok ga bilang mau kesini?..” kata Val yang terkejut melihat kedatangan dua orang keluarga inti Kafeel yang sudah dianggap sebagai bagian dari keluarga besar Val juga, seperti beberapa orang terdekat The Adjieran Smith yang lain.


“Surprise dong!” tukas Lena sumringah sambil memeluk Val yang barusan menyalim takdzim Bunda Magda – Ibu kandungnya Kafeel dan Lena.


“Iyes, sekalian Bunda mau liat ini nih .. anak Bunda yang sekarang bucin akut, ngelamar Neng geulis pujaan hatinya!”


Bunda Magda ikut menyahut sembari memeluk Val dengan wajahnya yang sumringah.


“Bunda setuju Val jadi menantu Bunda?” kata Val seraya bertanya sambil memandang  pada Bunda Magda.


“Ya Bunda oon atuh, kalo ga setuju kamu jadi menantu Bunda ..” sahut Bunda Magda yang mengundang dengusan geli orang-orang yang berada di dekat Bunda Magda.


“Tapi Val tidak bisa memasak loh Bunda.”


“Alah gampang itu sih. Restoran banyak, warteg sama warung padang apalagi. Trus kalo males jalan tinggal itu klik gosrek! .. Lagian nanti kalo udah jadi istri si AA, Bunda yang masakin buat Neng geulis Val setiap hari .. Bunda teh mertua idaman, jadi Neng Val ga usah khawatir.”


Suara kekehan renyah pun terdengar dari mereka yang sedang berkumpul bahagia itu.


“Makasih Bunda.”


Val kembali memeluk Bunda Magda dengan bahagia.


Yang tentunya mendapat balasan pelukan hangat dari Bunda Magda.


“Harusnya teh Bunda yang makasih, Val geulis mau itu sama si AA yang hampir jadi bujang lapuk ..”


Bunda Magda membalas ucapan terima kasih Val.


Dimana Kafeel langsung mencebik karena cibiran Bundanya itu, yang memang sejak mengenal Val lebih dekat, Bunda Magda sudah dengan cepat menyayangi Val.


Bukan karena Bunda Magda cari muka karena latar belakang keluarga Val.


Tapi murni karena memang Bunda Magda benar-benar menyayangi Val yang ngegemesin katanya.


Selain Bunda Magda memang sudah kenal dengan orang tua Val yang merupakan teman-teman dari almarhum suaminya yang merupakan sahabat dari para orang tua Val, yang sudah menganggap ayahnya Kafeel itu macam keluarga, bahkan dari sejak almarhum ayah Kafeel itu muda.


Selebihnya Kafeel dan keluarganya ikut berbaur bersama Val dan keluarganya, menonton penyematan gelar Juara untuk Aro.


“Hebat ih Aro!” puji Lena kala Aro kembali ke tengah-tengah keluarganya setelah ia menerima piala penghargaan berikut hadiah sebagai juara pertama dalam sebuah Turnamen Tenis bergengsi antar negara.


“Thanks Lena!” sahut Aro yang menerima ucapan selamat dari Lena yang memberikan pelukan akrab padanya. Dan memang sudah seperti itu interaksi para pewaris muda The Adjieran Smith dengan para anak-anak dari kerabat dekat orang tua mereka.


“Memang ya, keluarga Tuan Anthony ga ada yang kaleng-kaleng semuanya,” celetuk Bunda Magda. “Udah kaya dari orok, berbakat, trus cakepnya pada kaliwatan.” Tambah Bunda Magda.


Dimana ibu kandung Kafeel itu nampak antusias sekali kalo udah urusan sama para saudara-saudari Val yang kesemuanya ia sayangi.


“Makanya si AA teh anugrah banget dapet ini nih Neng geulis satu. Nah kamu yang kesian Val, musibah dapet si AA!”


Yah, kena roasting emak sendiri si AA Kapel.



“I’m so proud of you ( Aku sangat bangga padamu ), Aro!”


Val memberikan pelukannya pada Aro, yang langsung disambut antusias oleh Aro.


“And I’m so happy for you ( Dan aku sangat berbahagia untukmu ), Val!”


Aro menanggapi ucapan kekaguman Val padanya. Lalu Aro mengecup sayang kedua pipi saudari angkatnya itu.

__ADS_1


Aro, Val dan para saudara-saudari lainnya memang kerap berdebat unfaedah.


Namun perasaan kasih sayang antar saudara diantara mereka meski ada yang tidak sedarah, kuat adanya.


Saling memberi dukungan itu sudah pasti, bahkan mutlak secara otomatis.


Jika ada satu anggota keluarga yang berbahagia, maka anggota keluarga yang lain pun tak kalah bahagianya.


Dan begitu juga sebaliknya.



Rombongan The Adjieran Smith beserta para kerabat sudah meninggalkan area lapangan tenis tempat turnamen tenis profesional yang diikuti Aro diselenggarakan.


Kesemuanya sudah menaiki beberapa mobil mewah yang melaju beriringan menuju ke sebuah pusat hiburan terpadu di ‘Kota Singa’ tersebut untuk menghadiri acara ramah tamah dari pihak penyelenggara dan sponsor dari turnamen tenis yang diikuti Aro.


Andai saja para personel dari Dinasti keluarga mereka benar-benar lengkap saat ini, The Adjieran Smith pasti akan mengadakan pesta untuk kemenangan Aro.


Tapi berhubung personil tidak lengkap ada seorang tetua yang sempat jatuh sakit, jadilah para personil The Adjieran Smith yang sedang berada di ‘Kota Singa’ untuk menemani dan memberi dukungan pada Aro itu hanya mengikuti saja acara ramah tamah yang digelar oleh pihak penyelenggara dan sponsor setelah turnamen tenis tersebut selesai.



“Aro!”


Mama Fabi memanggil Aro yang sedikit berada jauh darinya.


Aro yang mendengar Mama Fabi memanggilnya itu dengan segera menghampiri ibu kandungnya Ann tersebut.


“Yes, Ma-Bi?”


Aro menyahut pada Mama Fabi, yang dipanggil oleh para pewaris muda dengan Ma-Bi, setelah celetukan panggilan yang tak sengaja itu tercetus dari mulut Natha, yang akhirnya keterusan untuk digunakan bila menyebut Mama Fabi.


“Keluarga di Jakarta ingin menyapa dan mengucapkan selamat padamu ...” ucap Mama Fabi yang menyerahkan ponsel Papa Lucca yang sudah dioper oleh si empunya, pada Aro.



“Mau kemana kalian? –“


“Mau jalan-jalan Kak Drea.”


Ares yang menjawab dengan cepat.


“Iya Kak, bosen disini.”


Isha menimpali, dan para saudara-saudarinya pun mengaminkan ucapan Isha tersebut.


“Kalian hormati Aro dong, masa kalian mau ninggalin Aro sendirian di acara ini, meskipun kita ga terlalu kenal sama orang-orang ini? ... Paling engga tunggu Aro selesai bercengkrama dengan kenalannya disinilah ...”


Drea menanggapi celetukan para adik tersebut.


“Nah ini idenya Aro ngajak kita orang get out from here ( keluar dari sini ) karena dia sendiri udah bosen ada di acara ini ---“


“Iya kok Drea, bener yang mereka bilang. Tadi aku denger Aro ngajak mereka semua pergi dari sini---“


Via yang memang berada di dekat Drea angkat suara.


“Udah pada ijin juga sama Abang, Jo dan The Dads ...”


“Heemm.” Drea berdehem sambil manggut-manggut. “Trus Aronya mana? –“


“Nah ini kita mau cari dia.  Tahu-tahu menghilang! ...” Mika yang menjawab pertanyaan Drea barusan.


Isha sampai Ares yang bersama Mika pun mengiyakan ucapan saudari mereka itu.


“Ya udah kalo gitu.”


Andrea pun berucap.


“Tapi inget ya, kalian tidak boleh masuk ke dalam Kasino?!-“

__ADS_1


Kemudian Andrea memberikan peringatan kecil kepada adik-adiknya itu.


“Siap Kak Dreaaaa----“


Para pewaris muda dibawah Drea itupun menyahut kompak.


“Eh iya, ngomong-ngomong Val ga ikut kalian?”


Via kemudian melontarkan pertanyaan pada para adik iparnya itu.


“Tuuuhhhh!!!----“ Para pewaris muda yang ada dihadapan Via dan Drea itupun kembali kompak bersuara, sambil menunjuk ke satu arah yang sama-ada yang menggunakan telunjuk dan menggerakkan dagu mereka.


Dan tak lama Val sudah bergabung bersama Via dan mereka yang bersamanya. “Kamu mau ikut sama mereka Val? ...” tanya Via saat Val sudah ada didekatnya.


“Iya Kak Via –“


Val langsung menjawab pertanyaan Via.


“Trus Kak Kafeelnya mana? –“ sambar Drea. “Ayang Bebnya kok udah ditinggal abis lamaran? ...”


Val sontak terkekeh, termasuk lainnya dan Drea yang juga ikutan terkekeh.


“Kak Kafeel sedang sama Abang, karena ada kolega bisnis mereka ternyata yang datang juga ke turnamen ...”


“Tapi kamu sudah ijin sama AA calon suami belum?”


“Sudah dong!”


Val menyahut cepat.


“Dijinkan?” tanya Drea lagi.


“Diijinkan dong!” jawab Val. “Lagipula Kak Kafeel paham kok jika Val juga perlu having time ( memiliki waktu ) dengan my brothers and sisters ( para saudara – saudariku ). Iya kan bestie?”


“Yoi bestih!”


Isha yang dengan cepat menimpali celotehan Val.


“Persaudaraan kita kan bagai kepompong, bukan begicuh?”


“Bukaaaann!!!!....”


Dan para pewaris muda yang sedang berkumpul, termasuk satu ipar mereka itupun cekikikan.



“Eh iya Val.. Panggil Lena gih, masa dia ga diajak?..” cetus Isha.


“Aku sudah ajak, tapi katanya dia masih kurang enak badan.. Dan Lena sudah pergi ke kamarnya untuk beristirahat.”


“Ya udah nanti kita belikan apa gitu buat Kak Lena---“


“Yes! Betul!”


Isha menimpali ucapan Aina.


“Ya sudah yuk.”


Setelahnya para pewaris muda The Adjieran Smith dari Mika sampai Ares pun hengkang dari hadapan Drea dan Via, untuk mencari Aro kemudian pergi hang out bersama.


“Tuh Kak Aro tuh!”


Ares menunjuk ke satu arah.


Dan para saudara – saudarinya pun langsung mengarahkan mata mereka ke arah yang ditunjuk Ares.


Lalu didetik berikutnya, para pewaris muda The Adjieran Smith generasi adik – adik itu kompak mengernyit.


“Sepertinya Aro sedang bersitegang dengan mereka yang ada dihadapannya, ya?-----“

__ADS_1


♥♥


To be continue....


__ADS_2