
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Kediaman Utama Keluarga The Adjieran Smith, Jakarta, Indonesia ....
“Sepi banget?”
“Anak – anak cewe belum pada bangun?”
“Udah dari tadi.”
--
“Terus pada dimana?”
“Sedang melakukan misi kasih pelajaran ke cewek ga ada akhlak.”
“Heu?”
“Cek hp!”
“Ya ampun hp metong belum ngecas.”
“Idem.”
“Hp gue di Mika—“
“Nih!”
“Ada apaan sih? Terus maksud misi kasih pelajaran ke cewek ga ada akhlak tuh apa?”
“Nyala tuh hp lo, Kak Kaf?”
“Low bat tapi masih aman—“
“Ga dapet WA dari Lena emang lo?—“
“Lena??”
--
“Ga ada WA dari Lena di hp gue—“
“Weh panggilan tak terjawab dari bokap banyak banget itu?—“
“Eh iya ini—“
“Njir—“
“Kenapa Kak Kaf?—“
“Nih—“
“Wah parah!”
“Bang-st—“*
--
“Ini kerjaan si Nora?!—“
“Yap!”
“Bangst emang tuh perempuan—“*
“Wah ngajak perang pake segala bawa-bawa nama si papa—“
“Terus maksud tadi omongan lo Kak, Mika nyamperin si Nora?—“
“Hem—“
“Kemana? Ke rumah itu perempuan sialan??—“
“Bukan, dan lo ga perlu kelabakan. May ga sendirian—“
“Ya bukan gitu—“
“Lo diam-diam di sini, kalo ga mau diputusin May yang titip pesen kalo lo ga perlu ikut campur—“
“Ini ngejatohin gue! gimana gue ga ikut campur??—“
“Bacod! Diem! Tuh Liat!”
♥
Jakarta, Indonesia ....
Hampir selesai.
Apa yang sudah Mika rencanakan dan laksanakan untuk membuat seorang wanita yang merupakan mantan tunangan Arya, mendapatkan ‘pelajaran’ dari tindakan yang sudah ia lakukan bersama orang – orang yang berada di pihak wanita bernama Nora itu --- yang sudah menodai nama baik Arya, berikut keluarga si Recehboy --- Narendra.
“Kenapa kalian menjadi pendiam sekarang? ..” adalah Mika yang berucap.
Dimana kini, si Neng Judes itu sudah berada lebih dekat dengan Nora dan orang – orang di pihaknya.
Menampakkan sebuah senyuman yang mengejek makna kepada Nora dan kubu wanita itu yang sudah nampak panik.
“Terlalu sulit menemukan kata – kata untuk menyangkal karena semua itu benar adanya? ..“ tambah Mika.
♥
Mika sudah menunjukkan ‘taringnya’. Namun bukan dengan cara yang bar – bar.
‘Main cantik’ kalau kata Varen.
“Tentu anda tidak akan tinggal diam.”
Makanya setelah Mika sudah lebih mendekati Nora dan kubunya yang selain nampak panik namun juga geram memandangnya, namun Mika nampak santai saja menghadapi sekali lagi ancaman yang ada dalam kalimat ayahnya Nora yang dilontarkan pada Mika setelah mengejek kubu Nora itu, bahkan dengan lebih menggebu. Dan karena gelagat itu, dua bodyguard di samping Mika sudah memasang sikap siaga dan tajam memandangi ayah Nora untuk mendeteksi adanya niatan pria itu untuk menyerang Mika.
Tidak hanya ada dua bodyguard saja yang sudah maju untuk bersiaga melindungi Mika, namun ada beberapa lain yang maju karena pihak Nora juga terdiri dari beberapa orang yang memiliki ancaman untuk menyerang Mika.
Menjambak rambut Mika misalnya?..
Atau sampai menampar pipi Mika?..
Meski rasanya pihak Nora akan berpikir dua kali setelah melihat jejeran bodyguard Mika, namun Achiel dan rekan – rekannya tetap perlu mengantisipasi.
♥
Selanjutnya yang terjadi memang tidak ada upaya penyerangan fisik terhadap Mika dari pihak Nora, yang bahkan Nora sendiri sudah nampak begitu pucat wajahnya.
Dan kepucatan Nora itu kemudian menular kepada ayahnya setelah Mika terus melontarkan kalimat intimidasi pada pria itu, sekaligus menunjukkan beberapa hal yang membuat pria itu kian pias.
“Ba-bagaimana .. kamu .. bisa punya .. ini semua??..”
Lalu ayah Nora begitu tergagap dengan bertanya pada Mika yang kembali menunjukkan senyum ‘smirk’ nya.
__ADS_1
“Bagaimana ya?“
Mika menyahut dengan cepat menanggapi gumaman gagap ayahnya Nora.
“Ingin sekali aku ceritakan, tapi sayangnya aku tidak punya banyak waktu lagi.”
Sambil Mika bersikap pongah dengan mengangkat tangan kirinya dan melihat sebentar ke arah jam di pergelangan tangannya itu.
“Dan waktu berhargaku sudah banyak terbuang di sini..” ucap Mika setelah ia kembali memandangi ayah Nora sambil kemudian Mika berkata pelan dengan penekanan pada pria itu.
♥
Mika menghembuskan dengan cepat nafasnya, lalu menatap satu-satu orang di kubu Nora setelah ia sempat mencetuskan ucapan yang cukup mengintimadasi ayah Nora.
“Sekarang lebih baik, kalian sudahi jumpa pers tak penting ini dan berkonspirasi bagaimana untuk menyangkal semua kebenaran tentang kelakuan busuk kalian yang sudah aku ungkap.. namun aku yakinkan sekarang jika itu percuma, karena kalian tidak akan punya celah untuk menyangkalnya. Aku jamin itu. Dan aku jamin juga, hidup kalian akan menjadi sangat buruk setelah ini.”
Kemudian Mika bicara lagi sambil menatap pada tiap-tiap orang dari kubu Nora. Menyungging miring setelahnya barang sebentar. “Saya permisi kalau begitu,” ucap Mika kemudian dengan santainya.Dimana si Neng Judes itu langsung berbalik pergi dari hadapan Nora dan orang-orang yang bersamanya setelah mengucapkan kalimat undur diri tersebut.
Namun langkah Mika sempat tertahan oleh beberapa wartawan yang gencar mendekat padanya.
“Sebentar Kak!”
“Kak Mika, nama lengkapnya tadi siapa?”
“Kak Mika minta waktu lima menit aja dong?”
Namun hal tersebut tidak berlangsung lama, karena jajaran bodyguardnya langsung membuka jalan Mika agar terbebas dari beberapa wartawan yang gencar mendekati si Neng Judes itu.
Yang mana Mika dapat melenggang tanpa gangguan dari wartawan, karena di belakangnya--suara Achiel sudah terdengar.
Dimana apa yang Achiel ucapkan, sungguh amat sangat menarik minat para wartawan.
“Semua yang kalian lihat tadi, ada di sini,” ucap Achiel sambil mengangkat satu bundelan berisikan beberapa lembar kertas yang isinya adalah ‘makanan besar’ untuk para wartawan.
Sementara di tempatnya, Mika yang sempat melirik Achiel dengan beberapa orangnya juga yang hendak membagikan bundelan kertas yang sama seperti yang Achiel pegang yang memang akan dibagikan kepada para wartawan, menarik sudut bibirnya.
Mengucapkan terima kasih pada Achiel lewat senyuman itu berikut anggukkan, baru Mika memposisikan dirinya tegak lurus untuk melangkah ke tempat dimana empat orang keluarganya berada, dan sedari tadi tidak melewatkan ‘penampilan’ Mika yang cukup memukau di hadapan orang-orang yang berada dalam satu ruangan hotel tempat berlangsungnya sebuah konferensi pers.
♥
“Omo May! Daebak!..”
“Kece badai, Maayy—“
“Oh May! Kamu harus lihat betapa kerennya kamu tadi!”
Mikapun langsung disambut oleh seruan-seruan takjub tiga saudarinya yang nampak begitu bersemangat.
Dimana Mika langsung berhambur kepada ketiganya, yang juga sedang berdiri bersama Varen dan satu orang kepercayaan si Abang sambil tersenyum lebar.
“Good job, May.”
Varen mencetuskan pujian pada Mika.
“Thanks, ya Abang? Sudah aku bikin repot..”
Mika berucap sambil memeluk Varen yang juga membalas pelukannya.
“Ga ada yang namanya repot untuk membantu adik. Tapi untuk ucapan terima kasih, kamu jangan hanya berterima kasih pada Abang. Karena bukan hanya Abang yang membantu kamu. Ada lusinan orang yang harus mendapat ucapan terima kasih darimu.”
“Iya, Abang. Nanti aku akan berikan mereka hadiah juga..” jawab Mika dengan masih menampakkan senyumnya, dan mendapat usapan lembut di kepalanya dari Varen.
Lalu tanpa berlama-lama, Mika-Varen-Drea-Val dan Isha, segera hengkang dari tempat mereka untuk kembali ke KUJ. Dengan kepuasan tersendiri yang Mika rasa dalam hatinya.
♥
Jakarta, Indonesia ....
“I really have no idea that May could arrange that kind of plan in one night ( Aku sungguh tidak menyangka jika May dapat mengatur rencana seperti itu dalam satu malam)”
“Aku pun tak menyangka kalau si Neng Judes itu bisa berpikir macam kita dalam menyelesaikan gangguan.”
“Apapun itu, kita punya ‘singa betina’ muda lainnya selain Little Star sekarang.”
“Haha.”
--
London, Inggris ....
“Wow! Satu Nona Muda The Adjieran Smith selain Drea yang sudah kelihatan ‘taringnya’!”
“Buono come il pane”
“Ga ngebuang banget muka judes emaknya ini si Mika.”
♥
Author’s POV ....
Cetusan – cetusan takjub itu keluar dari mulut para orang tua dan tetua The Adjieran Smith saat mereka menyaksikan apa yang satu incess dalam keluarga mereka itu sedang lakukan saat ini dalam sebuah video.
Dimana dalam video tersebut terputar setiap adegan dari apa yang sedang Mika lakukan untuk memberi pelajaran pada seseorang dan pihak – pihak yang membantu orang tersebut untuk menjatuhkan dan mencoreng nama keluarga Narendra, khususnya Arya.
Para orang tua dan tetua itu tahu apa yang hendak Mika lakukan, setelah satu incess mereka itu menghadap selepas subuh untuk memberitahukan rencananya memberi pelajaran pada mantan tunangan Arya yang sudah Mika anggap kelewatan kelakuannya dengan membuat Arya jadi begitu rendah di mata publik.
Namun Mika hanya memberitahukan rencananya memberi pelajaran pada mantan tunangan Arya itu secara garis besarnya saja pada para orang tua dan tetua dalam keluarganya itu, tidak secara detail – hanya pada Varen saja Mika menjelaskan tentang detail rencananya memberi pelajaran pada Nora.
Selain Mika tidak ingin mengganggu para ‘naga’ yang mau pensiun, Varen adalah sosok yang akan menggantikan para ‘naga’ dalam keluarga mereka – yang punya banyak sekali ide – ide brilliant dalam otaknya yang jenius itu.
Lagipun tentunya Mika dapat mintakan bantuan Varen sebagai seorang kakak tertua juga, yang juga Mika butuhkan pendapat dan nasihatnya dalam rencana yang telah ia buat untuk memberi wanita bernama Nora dan antek – anteknya pelajaran berharga dari Mika yang si Neng Judes itu anggap telah mengusiknya juga melalui tindakannya yang memfitnah Arya dan menjatuhkan nama baik si Recehboy yang juga menyeret nama baik keluarganya yang ikut tercemar lalu dijelekkan oleh orang – orang.
Varen sendiri, kebetulan ada dalam posisi yang paling dekat dengan Mika, saat Mika merasa perlu dengan cepat menerima pendapat selain berkonsultasi tentang rencananya tersebut. Yang kemudian Mika mendapat dukungan penuh dari Varen.
Dan kakak tertua dalam garis pewaris muda keluarga The Adjieran Smith itu – seperti yang sudah Mika perkirakan, dengan cepat menuntunnya untuk mengurutkan setiap hal yang menjadi bagian dalam rencananya untuk dilaksanakan, dengan ‘pasukan’ yang Varen punya.
Yang dibeberapa jam setelahnya, rencana Mika memberi pelajaran pada mantan tunangan Arya yang sudah memfitnah dan membuat penilaian orang – orang menjadi begitu buruk pada Arya dan keluarga Narendra juga, terlaksana. Bahkan rencana Mika memberi ‘pelajaran’ pada wanita mantan tunangan Arya itu berikut pihak yang membantunya menyebar fitnah untuk Arya dan menjatuhkan keluarga Narendra, bisa dikatakan sempurna hasilnya.
End of Author’s POV ....
♥
Kediaman Utama Keluarga The Adjieran Smith, Jakarta, Indonesia ....
“Bacod! Diem! Tuh Liat!”
Nathan berseru menukas Arya yang menggebu, nampak hendak menyusul Mika.
Dimana Nathan berseru setelah sempat ia melirik ponselnya yang ia pegang sedari tadi, kala ada notif chat yang masuk ke sana.
Lalu Nathan membuka satu aplikasi yang terhubung dengan televisi di ruang tengah KUJ. Kemudian menyentuh satu ikon di aplikasi tersebut, hingga apa yang terputar di ponsel Nathan, terputar juga di televisi.
Dan lima orang yang bergender sama dengan Nathan itu pun langsung menolehkan kepala mereka ke arah televisi.
“Itu si perempuan sialan itu kan?—“
♥
__ADS_1
“Ini dia konferensi pers gitu???—“
“Hem..”
“Maksud apaan dia konferensi pers segala sama keluarganya begitu?..”
“Apaan lagi kalo engga buat ngejatohin ade lo itu? dan dari info yang gue dapet termasuk juga mau nyeret keluarga lo, terutama Papa Rico.”
“Wah beneran sialan itu si Hidayat sama keluarganya!..” geram Sony.
“Papa udah tau belom?—“
“Udah—“
“Coba lo telfon—“
“Ga usah!”
“Ya gue sama Arya—“
“Lo ade kaka ribet ye?! Mending lo duduk diem, pelototin tuh TV!”
Nathan berseru gemez pada Arya dan Sony yang grasak-grusuk berdua.
♥
Arya dan Sony lalu patuh pada ucapan gemez Nathan pada mereka berdua yang akhirnya mengambil tempat di dekat Aro, Ares dan Kafeel yang sudah mengambil tempat duluan di sofa ruang tengah KUJ.
Enam pria ragam umur itu, kemudian bersama-sama memelototi benda pipih berlayar datar berukuran guede yang ada di ruang tengah KUJ tersebut yang tengah memutar--katakanlah sebuah acara.
Bukan acara infotainment, berita resmi atau film yang sedang enam pria ragam umur itu tonton. Namun tayangan dari juru kamera pribadi mereka yang sudah membaur dengan para wartawan, namun sudah mempersiapkan kamera video khusus pada titik tertentu untuk menayangkan langsung siaran yang hanya tersambung pada saluran pribadi milik keluarga The Adjieran Smith.
“Ini emang hal begini bisa dibikin Live di program TV?—“
“Boleh-boleh aja kalo terjadwal plus berani bayar gede ke itu stasiun TV atau punya sponsor banyak. Tapi ini bukan Live program TV,” tukas Nathan pada pertanyaan Kafeel. “Lo ga liat tuh label T.A.S?” kata Nathan lagi.
Dimana Kafeel dan empat lainnya spontan mengarahkan pandangannya untuk lebih memperhatikan televisi, lalu mendapati logo keluarga The Adjieran Smith yang terpampang dengan model macam tulisan embos namun transparan--yang baru lima orang cowok itu ngeh setelah lebih memperhatikan tayangan yang sedang mereka tonton.
“Eh?” cetus Arya setelah melihat penampakkan dari sosok yang amat dia kenal pastinya. “Mika?..”
Lalu enam orang lelaki itu menjadi nampak lebih serius memperhatikan televisi, setelah penampakan sosok itu kian nyata dan nampak terlihat dominasinya.
Dan tak seberapa lama, celetukan-celetukan takjub di saat yang hampir bersamaan, terdengar dari para cogans ragam umur yang sedang melihat Mika ‘tampil’ itu.
“Wow!”
“Mantep banget sister gue.”
"Iya betul, Kak Aro. Dah kek mafia girl aja itu Kak May!"
“Jiir keren banget calon ade ipar gue!”
Hanya Arya saja yang tidak ikut mengeluarkan celetukan, karena ia begitu serius memperhatikan tayangan yang sedang berlangsung itu.
♥
“See?..”
Suara Nathan terdengar, ketika tayangan berakhir.
“Ga ada yang lo perlu khawatirkan soal rumor video lo yang diedit dan disebut video mesum—“
“Gila..” Arya menggumam tak percaya, sekaligus takjub dengan apa yang tadi ia saksikan.
“Sekali tepuk, bukan dua lalat lagi yang mati ini sih—“
“Top markotop kan satu ade cewek gue itu?—“
“Empat jempol!—“
♥
Beberapa mobil diketahui telah berada di halaman depan KUJ, yang adalah beberapa mobil yang digunakan oleh Mika dan rombongan. “Mi!” Dan Arya yang sudah memang menunggu kedatangan Mika itu langsung loncat dari tempatnya untuk lebih dulu menghampiri Mika, bahkan saat si Neng Judes itu baru akan turun dari mobil. “Lo, oke?..”
Lalu Arya memegangi lengan Mika yang sudah keluar dari mobil, sambil grasak-grusuk memeriksa tubuh Mika dengan wajahnya yang nampak khawatir.
“Menurut lo?” sahut Mika pada Arya.
“Lo ada dapet perlakuan kasar secara fisik dari mereka yang ga keliatan di siaran???—“
“Lo liat aja sendiri nih penampilan gue kacau balau apa engga? Mata lo masih awas kan?—“
“Ya kan gue khawatir, Mi—“
“Ga ada yang perlu dikhawatirin lah..”
Mika langsung menukas ucapan Arya.
“Seperti yang lo liat di siaran, semua berjalan dengan lancar. Lagian lo kan liat sendiri gue bawa belasan terminator?..”
Arya lalu langsung terkekeh kecil setelah mendengar ucapan Mika barusan.
Kemudian meraih satu tangan Mika yang ia genggam, lalu berjalan berdampingan dengan Mika untuk masuk ke KUJ.
“Lo kok ga ngomong sama gue soal ini?..”
“Semalam ga kepikiran karena udah keburu kepicu emosi liat itu berita, terus tadi pagi selain repot, lo aja dipanggilin di kamar Aro ga pada bangun? Dikunci pula itu pintu kamar Aro dari dalam—“
“Gue ga engeh kalo pintunya dikunci manual, May,” tukas Arya. “Dan emang lagi kebluk banget gue serombongan di kamar Aro juga.”
Arya lalu menampakkan ekspresi bersalah, dan berkata lagi pada Mika tak lama kemudian.
“Lo harusnya ga sampe ngelakuin ini, Mi. Ngerepotin diri lo—“
“FYI ya, Arya Narendra. Lo siapa gue?-calon suami! Meskipun belum resmi diumumin. Lo dibikin jadi orang yang berpredikat rendahan dan Papa Rico juga dijatuhkan namanya yang berimbas sama Mama Shireen dan Kak Sony juga pasti, kan? Gue ga terima lah!”
Mika bercerocos menggebu.
“Apalagi jelas itu video udah diedit sedemikian rupa, bahkan muka lo ga diblur. Kesel lah gue! itu cewek segala playing victim lagi! Sok suci! Padahal murahan!”
Arya menarik sudut bibirnya, setelah Mika kembali bercerocos menggebu dengan sisa emosinya pada Nora. “Makasih ya, Mi?.. dan sorry, gue ga ngedampingin lo tadi.”
♥
“Emang gue juga ga mau lo dateng ke sana terus malah bakal kena cecer wartawan yang bisa kacaukan mood dan fokus gue malah.”
“Iya sih—“
“Tapi perlu lo inget nih ya?—“
“Apa?..” tukas Arya.
“Gue udah belain lo sampe sebegitu ya? Awas aja lo kalo berani selingkuh beneran dari gue! ga cuma selingkuhan lo yang gue injek kepalanya, tapi kepala lo juga! Selain gue akan suruh Ann buat penemuan yang bikin lo impoten selama-lamanya!”
“Eh buset—“
♥♥♥♥
__ADS_1
To be continue ....