
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Jekardah, Indonesiah...
On one day,
“Kamu sama Mika gimana, Ar?”
“Alhamdulillah bae-bae aja, tetep mesra walau LDRan...”
“Yee, bukan itu maksud Mama—“
“Lo ada niatan nikahin si Mika kapan?...”
“Kalo si Mikanya mau, sekarang juga Arya siap.”
“Mika tetep kekeh ga mau nikah muda?...”
“Ya sampe semalem telfonan, dia ga ada ngasih-ngasih sinyal minta dilamar... jadi ya kayaknya begitu. Tetep pada prinsipnya yang ga mau nikah dibawah umur 25.”
“Kelamaan pacaran keburu bosen!”
“Hidih... cowok setia nih anaknya!...”
“Ya kamu jelas bucinnya si Mika. Tapi Mikanya?”
“Ya dia bucinnya Arya juga—“
“Yakin?...”
“Gue sih ga yakin si Mika sama bucinnya ke elo kayak lo ke dia—“
“Ga yakinnya?...”
“Ya si Mika itu Independent Woman selain modern woman jaman now...”
“Nah apa hubungannya independent and modern woman jaman now sama hubungannya Arya dan Mika??”
“Ya jelas ada.”
“Jelasin coba?—“
“Satu, Mika masuk dalam jajaran high quality girls macam saudari-saudarinya dan yang ngincer dia pasti banyak. Apalagi lo jauh dari dia. Ada aja satu yang giat ngejar Mika dengan tulus dan kesungguhan yang nampak, yakin... cinta Mika ke elo bisa goyah. Sifat dasar perempuan kalo ada cowok yang kiranya ga jelek-jelek amat apalagi sepemikiran atau punya hobi yang sama dengan mereka terus ngasih perhatian sampa akhirnya timbul kenyamanan... lo, akan jadi pertimbangan. Sampe sini paham anda Arya Narendra?”
“Hmm—“
“Dua, diluar harta kekayaan dan nama besar keluarganya, Mika itu mandiri-cerdas selain cantik. Cewek tangguh yang bisa berdiri di atas kakinya sendiri kalau dia niat banget berkarir atau membangun bisnis. Yang mana artinya, semakin Mika deket sama cita-citanya, maka kemungkinan soal asmara akan dia nomor kesekiankan. Dan lo, kembali jadi pertimbangan. Yang mana bisa-bisa... Mikaela Finn Smith yang usianya telah mencapai kepala dua dimana dia sudah bisa berada di posisi karir bagus nan cemerlang, standarisasi cowoknya akan bisa berubah—“
“Terus maksud Papa, nih anaknya ga memenuhi standar gitu??...”
“Yaa emang ga lo atau si Sony, semuanya di atas rata-rata standar high quality boys. Tapi yang di atas kalian betebaran di luar. Yang salah satunya bisa deket sama Mika. Dah lah high quality... bikin Mika nyaman pula! Lo... bukan jadi pertimbangan Papa rasa. Tapi lo akan ditinggalkan.”
“....”
“Jadi lo mumpung si Mika masih belum sampai di tahap itu, mending lo bahas deh masa depan kalian yang menyangkut pernikahan. Drea aja nikah di usia 17 kok? Tapi nyatanya bisa memposisikan istrinya sebagai istri biar masih manja juga.”
“Nah betul itu. Mendingan kamu serempetin ngomong cepet-cepet sama Mika soal masa depan hubungan kalian. Mika kan setipe sama ibu kandungnya, yang kalau dilepas menggapai cita-cita, pastinya akan terbang jauh. Makanya tuh Daddy Boo-Boo, biar awal kisahnya sama Mom Ichel karena khilaf, tapi Daddy Boo-Boo cepet sadar kalo dia harus gercep ngiket Mom Ichel, yang kalaupun mau terbang, Daddy Boo-Boo punya kendali untuk ga membiarkan Mom Ichel terbang kelewat tinggi diluar pengawasannya.”
“Yaa Arya ga mau ngekang juga.”
“Itu bukan mengekang, tapi mempertahankan.”
“Kalo Arya udah bahas dan Mika masih kekeh sama keputusannya?”
“Ya tergantung kamunya itu sih...”
“Arya jebolin duluan aja apah??—Adaw!”
“Gue sendiri yang patahin leher lo, kalo sengaja-sengaja lo melecehkan Mika.”
“Ya abis gimana lagi caranya?? Kalo udah diajak ngomong bae-bae si Mika masih kekeh aja sama prinsipnya yang ga mau nikah muda?—“
“Diiket aja dulu. Kamu kan udah hampir melamar Mika kalau insiden Val ga terjadi? Dan waktu itu Mika udah mau juga kamu lamar meski kalian sepakat hanya sebatas itu dulu sampai tunangan. Kenapa ga hal itu aja yang lebih dulu kamu lakukan?”
“Okeh! Kalau Mika ada rencana ke sini dalam waktu dekat, turun dari pesawat dia langsung Arya lamar. Kalo engga, Arya yang dateng ke London buat ngelamar dia secara pribadi dulu. Gimana Pak Jendral, Bu Jendral, Oke??...”
“Oke!”
“Mantap!”
“Siiip!”
“Cincin yang waktu itu udah di siapin masih ada?—“
“Ada dong!—“
“Kali dijual—“
“Enak aja. Tapi Apa Arya tuker aja ya dengan model yang baru?”
“Kalo mau custom mah lama kelles.”
“Tambahin aja—“:
“Gram sama karatnya?—“
“Tambahin jumlah cincinnya biar lo beda dari yang lain yang cuma bawa satu cincin buat ngelamar, sementara lo bawa lima cincin. Semua jari si Mika lo pakein cincin kalo perlu.”
“Eh buset?!”
❤
“Pah!—“
“Hah kebetulan lo telfon. Nanti malem pulang ke rumah. Kebiasaan jangan dihilangin, mentang-mentang sekarang udah tinggal misah—“
“Iya gampang sekarang ada yang lebih penting plus gawat!”
“Mau terbang ke London sekarang buat ngelamar Mika?—“
“Mika dateng ke sini—“
“Bagus dong—“
“Bagus emang kalo si Nora ga ada di sini—“
“Nora?—“
“Iya. Dia—“
“Tunggu! Lo barusan bilang apa? Si Nora ada di apartemen lo waktu Mika dateng?—“
“Iya, ta—“
“LO SEJAK KAPAN JADI BRENGSEK HAH??!!—“
“Ish—“
__ADS_1
“BENER-BENER GUE PATAHIN LEHER LO YA?! BERANI-BERANINYA LO MEMPERMAINKAN MIKA?!—“
“Ya elah dengerin dulu kenapa sih, Pah?!”
“Lo Diheadshot Sama Para Naga Gue Masa Bodoh Pokoknya—“
“Iya Diheadshot Mutilasi Terserah! Tapi Dengerin Dulu Ini Penjelasan Anaknya! Jangan Maen Asal Tuduh!”
“Cepetan Ngomong!—“
“Nih dengerin! Waktu Arya tadi ke bla... bla... bla... terus bla... bla... bla... itu yang sebenarnya!—“
“Punya bukti lo?”
“Tinggal liat dari CCTV di unit nih dari sejak semalem Arya dateng ke sini. Cuma Arya seorang sampe tau-tau tuh cewe ada di kamar Arya pas Arya mandi, plus dia udah on position di atas tempat tidur waktu Mika dateng. Kampret banget emang anak perempuannya si Hidayat itu!”
“Kumpulin tuh bukti—“
“Iya udah tau. Tapi perlu Arya telpon Daddy Dewa ga dan cerita soal ini kejadian?—“
“Ya perlu lah!”
“Ya udah—“
“Pokoknya pembelaan diri lo harus disertai bukti akurat kalau memang lo ga salah.”
“Iya ini mau dikerjain—“
“Ya udah—“
“Oh iya Pah—“
“Apa?...”
“Kalo hari ini juga clear ini masalah, hari ini juga Arya mau lamar Mika.”
“Bagus itu! kabarin kalo jadi.”
“Tapi paling ngelamar dia secara pribadi dulu.”
“Iya pokoknya kabarin. Ntar gue sewa Sisingaan.”
“Yeu, penganten sunat kali ah...”
❤
❤
Kediaman Utama Keluarga The Adjieran Smith, Jekardah, Indonesiah...
Present ( Saat ini ),
“Mikaela Finn Adjieran Smith!”
Seruan yang seolah menggambarkan orangnya sedang kesal, terdengar di seisi tempat Arya berada.
Kala ia yang mengekori Mika itu kemudian memanggil sang pacar yang lalu menjawabnya dengan ketus dan sinis.
Membuat semua orang yang berada di dekat Arya sekarang jadi agak terkejut dan spontan mengalihkan pandangan mereka ke arah si Recehboy tersebut yang berada tepat di belakang Mika membelakanginya dan sudah menghentikan langkah.
Dimana setelah berseru memanggil nama Mika dengan lengkap, Arya langsung lagi berkata.
“Bisa berhenti sebentar????? Dan tolong berbalik? ...” tak lagi berseru.
“Omo ...”
Lalu didetik yang tak lama dari sejak Arya berkata dengan melembut pada Mika, suara gumaman terkejut akibat takjub terdengar dari mulut Isha.
Lalu menyambar keluar dari mulut Val.
Kedua saudari Mika itu sama takjubnya, sampai mereka menutup mulut dengan kedua tangan.
Lalu saling tatap.
Kemudian sama – sama tersenyum lebar, seperti dua kakak perempuan dan para Moms The Adjieran Smith yang ada.
Sebabnya? ...
“Marry me, Mikaela Finn Adjieran Smith ...” – Ini.
Sebuah kalimat permintaan telah dilontarkan oleh Arya sembari pria itu bertekuk lutut dengan telah membuka sebuah kotak berwarna putih yang sebelumnya Arya keluarkan dari saku celananya.
Arya mewujudkan niatnya.
Sesuai dengan arahan kedua orang tuanya.
Dimana niat itu lalu dibulatkan Arya, saat dirinya bergerak juga untuk membereskan kekacauan yang sempat membuat Mika salah paham lalu murka padanya sebelum Arya datang ke KUJ.
Lalu setelah semua yang bengkok telah diluruskan, apa yang Arya niatkan – kemudian ia benar – benar wujudkan.
Yakni melamar Mika.
Dengan cara yang terbilang sederhana dan spontan.
Walau niat melamar Mika itu sudah pernah bulat hendak Arya lakukan sekitar hampir setahun yang lalu.
Bahkan sudah dengan rencana yang begitu rapih.
Yang sayangnya kala itu, rencana hanya tinggal rencana – karena semesta belum merestui niatan Arya untuk melamar Mika.
Ada insiden yang membuat hal itu tidak terwujud, bahkan ikatan diantara Arya dan Mika sempat putus.
Hancur, sedih dan pilu merundung Arya kala itu.
Tapi itu sudah berlalu.
Hubungannya dan Mika yang pernah putus telah terjalin kembali sejak kurang lebih satu tahun yang lalu.
Dengan segala resiko yang sudah Arya perhitungkan sejak ia merasa panah cupid telah mengenai hatinya, dimana di panah itu tertulis nama Mika lalu Arya memutuskan untuk menyatakan perasaannya tersebut pada yang bersangkutan kemudian diterima, Arya sudah menyiapkan diri untuk setiap resiko berpacaran dengan seorang Mikaela Finn Adjieran SmIth.
❤
“Ar-ya ...” yang orangnya kini sedang tergugu terkejut setelah sempat merasa murka lalu kesalnya masih menempel pada sang pacar, yang panggilannya barusan ia lirihkan dengan tergugu.
“Lo impian terbesar gue, Mi ... Mimpi tertinggi gue.” Dan dia yang namanya Mika barusan lirihkan, kembali bicara dengan masih dalam posisinya.
Posisi standar, dimana seseorang sedang melamar pujaan hatinya. Berikut dengan sebuah cincin yang ditunjukkkan dalam sebuah kotak.
“So ... would you? ... terima lamaran gue, dan jangan khawatir tentang gue yang akan menuntut bagaimana pelaksanaan pernikahan kita nanti. Karena sekali lagi gue bilang, gue akan menunggu sampai lo siap,” lanjut Arya sambil memandangi Mika yang kini sudah menutupi mulutnya sendiri dengan kedua tangan, dengan ekpresi keterkejutan Mika yang sangat jelas terlihat.
Mika kehilangan kata – kata, dan Arya terus saja bicara mengungkapkan apa yang ingin ia ungkapkan – yang rangkaian kata – kata dalam ucapan Arya itu terangkai dengan spontan. Namun meski begitu, itu adalah gambaran yang sesungguhnya Arya rasakan – pada Mika. Neng Judes tercintanya Arya.
“Cinta gue ke elo mungkin ga sebesar gunung, ga setinggi langit dan ga seluas samudra, Mi ... cinta gue ke elo cuma seujung kuku yang kecil dan mungil aja ... tapi sekecil dan semungilnya ujung kuku, dia akan selalu tumbuh meskipun dipotong berkali – kali. Begitu Mi, cinta gue ke elo. Ga akan pernah mati –“
“Wuanjaaayy!!!” yang mana sahutan heboh keluar kompak dari mulut Aro dan Nathan. Iseng, namun tak pelak keduanya merasa senang dengan apa yang sedang berlangsung sekarang. Sama seperti anggota keluarga mereka lainnya yang sedang menyaksikan momen Arya yang sedang melamar Mika secara spontan ini.
❤
Ekspresi geli sendiri kemudian tampak di wajah Arya setelah mendengar seruan Aro dan Nathan yang menimpali kalimat gombalan dari Arya tadi.
__ADS_1
Pun kekehan terdengar dari mereka semua yang berada di sekeliling Arya. Selain Mika.
Si Neng Judes itu masih terkesima dengan apa yang sedang Arya lakukan ini.
Masih memandangi Arya yang kini sudah kembali menatapnya, dengan mata Mika yang sudah nampak berkaca – kaca.
Dimana tak lama kemudian, Arya lagi berkata.
“Jadi Mi, karena kaki gue udah kayaknya mulai kesemutan, tolong berikan jawaban lo sekarang?” ucap Arya yang membuat orang - orang yang mendengar ucapannya barusan itu sedikit merasakan geli di perut mereka, hingga senyuman dan dengusan geli pun tercipta dari orang - orang tersebut.
“Say Yes Dong May!” namun suara Drea yang begitu sumringah bersemangat yang terdengar. Berusaha memprovokasi Mika.
Dimana selanjutnya Arya dan Mika spontan menoleh ke arah Drea yang begitu sumringah dan bersemangat memprovokasi Mika untuk menerima lamaran Arya tersebut.
Sudut bibir Arya terangkat tinggi saat menoleh ke arah Drea.
“Oh iya ...”
Kemudian terlontar ucapan dari mulut Arya yang setelah memandang ke arah Drea, fokusnya kemudian tertuju kepada empat Dads yang ada di dekat Drea. Ke Daddy Dewa terutama.
❤
“Mohon maaf kalau aku terkesan lancang melamar Mika seperti ini ...”
Arya lanjut berucap sambil memandang kepada Daddy Dewa, kemudian melemparkan pandangannya ke tiga Dads of The Adjieran Smith yang lain.
“Aku hanya tidak tahan lagi untuk menunda, menanyakan kesediaan Mika untuk menerima aku jadi pendamping hidupnya. Meski tak harus segera pernikahan dilangsungkan.”
Arya lanjut bicara.
“Pun, yah ... entah Mika mau menerima lamaran aku sekarang ini atau engga.”
Arya kemudian menoleh lagi kepada Mika dan melemparkan senyumnya pada si Neng Judes tercinta.
“Aku mungkin ga sempurna sebagai seorang manusia dan sebagai seorang lelaki ... tapi kiranya ... aku bisa sempurna ....”
Arya menarik sejenak sudut bibirnya pada Mika, sebelum ia berpaling lagi ke arah tiga Dads nya Mika yang sudah berdiri dan menatap ke arahnya.
“Kalau aku bisa bersanding dengan satu putri kalian ini, Dads, Moms.”
Kemudian Arya menatap juga ke arah empat Moms of The Adjieran Smith yang sedang menyaksikan juga dirinya melamar Mika secara spontan, terutama Arya memandang fokus pada Mom Ichel yang sudah tersenyum kepadanya.
“Sekali lagi maaf, lamaran ini aku lakukan tanpa lagi ijin dulu pada kalian sebelumnya,” tambah Arya. “Aku hanya ingin memastikan, kalau garis jodohku dan Mika kian erat terikat. Selain aku takut kehilangan dia –“
“Silahkan kau teruskan kalau begitu ... aku dan orang tua Mika yang lain tak keberatan dengan aksimu ini,” tukas Daddy Dewa.
❤
Arya kian tersenyum setelah mendengar ucapan Daddy Dewa yang memberikannya ijin dalam aksi melamar Mika secara spontannya itu sekarang, yang mana ucapan Daddy Dewa barusan kemudian langsung disusul dengan anggukkan para orang tua The Adjieran Smith yang lain.
Senyuman juga nampak di bibir Varen yang mendapat juga permintaan ijin dari Arya, karena Varen adalah kakak tertua Mika.
Dan Varen menjawab dengan anggukkan tulus permintaan ijin Arya padanya tersebut.
Yang kurang lebih sama seperti permintaan ijin Arya pada para orang tuanya si Neng Judes.
Dimana setelahnya, Arya langsung kembali menoleh dan menatap pada Mika – hendak bicara, namun keburu kesusul oleh seruan provokasi dari empat orang ciwi selain Mika yang ada. “Terima! Terima! Terima!”
Drea, Via, Isha dan Val yang berseru bersamaan sambil menepukkan tangan mereka dengan antusias agar Mika menerima lamaran Arya yang tersenyum lebar dibuatnya. Sementara Mika yang tadinya sempat diam saja akibat terkesima, kini sudah menampakkan senyumnya.
Yang kemudian terkesiap ketika Arya meraih tangannya, dan Arya kembali melontarkan kalimat pada Mika. "Cinta itu penuh pemberian, bukan minta buat diberikan. Cinta itu penuh ketulusan, bukan penuh dengan paksaan ... gue ga maksa lo buat terima lamaran gue sekarang Mi ...”
❤
“Tapi jujur, gue berharap penuh kalau gue ga mendapat penolakan atas lamaran gue ini ke elo, sekalipun elo belum siap buat nikah –“
“Gue –“
“Tapi sekali lagi, seperti yang gue bilang tadi, kalau gue ga akan maksa.”
Arya lanjut bicara, disaat yang sama ketika Mika sudah hendak angkat suara.
“Apapun keputusan lo, gue terima. Kalau lo menolak, gue terima dengan lapang dada dan gue akan terus berusaha sampai lo menerima lamaran gue. Tapi diatas itu, gue akan fokus untuk membuat lo bahagia, selain nyaman berada di sisi gue. Jadi kalau hari ini lo tolak lamaran gue, lo ga akan lagi nolak di lamaran gue yang berikutnya.”
“Gue belum siap jadi istri.” Mika langsung berucap menanggapi Arya yang langsung melipat bibirnya setelah mendengar ucapan Mika tersebut. Dimana Arya kemudian merasa sedikit sendu hatinya.
Yang mana memang sudah terbayang sih di pikiran Arya, kalau lamarannya saat ini akan ditolak oleh Mika. Namun tetap saja Arya jadi mencelos hatinya, tapi tetap Arya menyiapkan hatinya untuk kecewa yang lamarannya tersirat akan ditolak Mika.
“Jadi lo –“
“Gue belom selesai ngomong –“
“Sorry,” jawab Arya.
Dengan suaranya yang sedikit menyendu.
Namun begitu, kemudian senyum ketulusan ia tampakkan pada Mika.
Dimana Mika pun lanjut bicara, “Gue ga bisa masak ... ralat, gue ga suka masak. TapI kalau lo ga keberatan dengan itu, then I will say I do –“
“Mak – sud – nya ... lo terima? ... lo terima lamaran gue. Mi? –“
“Seperti yang gue bilang, gue ga suka masak,” tukas Mika. “Jadi kalo lo fine setelah kita nikah nanti gue ga akan bisa masakin lo ... maka iya ... gue terima lamaran lo ini, Arya Narendra –“
❤
Jangan ditanya betapa berbinarnya Arya setelah mendengar ucapan Mika barusan.
Yang kemudian riuh kesenangan dengan tepuk tangan terdengar seantero ruangan tempat Mika dan Arya berada.
Dimana Mika menampakkan senyum manisnya pada Arya yang mulutnya terbuka lebar dengan gurat bahagianya yang amat nampak.
“Makasih, Mi.”
“Iya, sama – sama.”
Mika menjawab Arya yang selain nampak bahagia, matanya juga nampak berkaca – kaca.
Yang kemudian lebih di raih tangan Mika yang sedari tadi sudah Arya pegangi, kemudian Arya sematkan cincin dalam kotak yang sudah ia pegangi juga sedari tadi – ke salah satu jari Mika.
“I love you, Mi ... gue bahagia banget.”
“I love you too, Ar –“
“Mantap! Nikah Massal jadi nih kayaknya!”
Celetukan lalu terdengar dari mulut Nathan, yang memandang menggoda pada Kafeel dan Val yang kemudian tersenyum lebar, lalu tawa dari keduanya dan orang – orang yang ada di sekeliling pun terdengar.
❤
Mika dan Arya yang sudah sama ikut tertawa sebagaimana Val dan Kafeel yang kini sudah saling merengkuh, pun ikut sama saling merengkuh setelah jari Mika disematkan sebuah cincin yang dulu akan juga menjadi cincin lamaran Arya yang sempat tak terlaksana. “Makasih sekali lagi, Mi ...” bisik Arya di telinga Mika, dengan gurat bahagianya yang mendominasi – walau dengan kakinya yang Arya rasa sudah kesemutan.
Namun kiranya itu sepadan bagi Arya, yang lamarannya diterima oleh Mika beberapa saat yang lalu.
Lama kesemutannya juga ga apa, yang penting bagi Arya -- ia sudah selangkah lebih maju untuk mendapatkan keutuhan bahagianya bersama Mika.
Jangankan diterima lamaran gue sama lo, Mi ... Denger lo kentut aja gue udah bahagia.
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
__ADS_1
To be continue ...