HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
EPISODE 237


__ADS_3

Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Masih pada satu waktu dan satu tempat..


“I’ll call here after I arrived at London (Aku akan menghubungi ke sini saat aku telah sampai di London)...” ucap Arya pada para petugas keamanan bandara setelah ia dan beberapa petugas yang membantunya mengejar orang yang telah mencuri ponsel dan dompetnya itu kehilangan si tersangka. Dan saat ini dia sudah diajak ke ruang pengawas CCTV bandara, guna melihat dan mengenali tersangka yang sudah mencopet Arya.


Namun dikarenakan Arya tersadar jika dia memiliki jadwal penerbangan setelah sempat ia lupakan saking ia fokus mengejar pencopet yang telah mengambil ponsel dan dompetnya itu, Arya tidak melanjutkan untuk memperhatikan lagi kamera pengawas untuk tahu kemana pencopet itu pergi atau kemungkinan orang itu tidak hanya bekerja sendiri, karena tersadar jika saat ini seharusnya ia sudah berada di dalam pesawat yang akan ia tumpangi bersama tiga rekannya.


“I have a flight now (Aku punya jadwal penerbangan sekarang)”


Arya berucap lagi pada para petugas keamanan bandara yang berada di ruang pengawasan tersebut, lalu langsung gegas menuju area boarding tanpa lagi menunggu jawaban dari para petugas keamanan bandara itu.


Arya merutuk sambil ia setengah berlari menuju area boarding setelah sempat pergi melihat ke kedai kopi tempat ia berada sebelumnya, dan ketiga rekannya sudah tidak ada.


‘Mati!’ Arya merutuk lagi, ketika melihat pintu tempat masuk penumpang ke dalam pesawat dari maskapai yang akan ia gunakan untuk bertolak ke London telah tertutup dan tidak ada satupun petugas atau pramugari yang berdiri di dekat pintu tersebut.


Lalu pada saat salah seorang staf bandara ia lihat baru saja keluar dari satu ruangan, Arya langsung menghampirinya.


“WHAT?!”


Arya spontan memekik, karena informasi yang didapatkan oleh Arya dari salah seorang staf bandara itu begitu mengejutkan dirinya.


Dimana yang bersangkutan mengatakan, jika nama dan nomor pesawat yang dikatakan Arya padanya sudah lepas landas beberapa menit yang lalu.


Sedikit dipercepat, karena satu dua alasan.


☀☀☀


‘Duuhh!’


Arya menggerutu di depan sebuah kaca besar dalam bandara yang tembus memandang ke bagian landasan udara.


‘Kenapalah itu orang tiga ga nahan kru pesawat biar jangan lepas landas dulu sampe gue dateng???’  gerutu Arya lagi dalam hatinya. ‘Hish!’ Lalu Arya mendengus kasar, sambil mengacak gemas rambutnya sendiri. Setelahnya ia celingak – celinguk. *‘*Imigrasi urusan belakangan emang, tapi gimana gue beli tiket baru kalo dompet gue ga ada gini, coba??.. ’


Arya masih bermonolog dalam hatinya.


‘Ah navy bag gue!’


Arya teringat pada tas berisikan passport dan visa miliknya.


☀☀☀


“Haish tuh orang bertigaa.”


Kembali Arya menggerutu ketika ia mengingat tas berisikan passport dan visa miliknya pada tiga rekan kerjanya yang seharusnya pergi berbarengan untuk kembali ke London dalam satu penerbangan yang sama itu, ternyata tidak dititipkan pada staf bandara terkait.


“Kalo gini gimana gue bisa balik ke London hari ini juga?”


Tangan Arya gemas mengacak rambutnya sendiri. Merasa frustasi karena sudah membayangkan akan repot sekali dirinya untuk mengurus segala hal gara-gara ponsel dan dompetnya di copet, lalu passport dan visa miliknya juga tidak berada di tangannya.


‘Apes.. apes..’


☀☀☀


Arya berkali-kali menghembuskan nafas jengkelnya untuk pergi ke bagian customer service bandara tempatnya berada untuk melapor perihal pencopetan yang terjadi pada dirinya, serta melapor jika ia ketinggalan pesawat yang berangkat lebih cepat beberapa menit dari jadwal yang seharusnya lalu melaporkan keapesan lain yang Arya dapatkan karena passport dan visanya dibawa oleh tiga rekan kerjanya.


Bahkan Arya sempat menyambangi kedai kopi tempat ia dan tiga rekannya itu rehat sejenak sambil membunuh waktu menunggu waktu penerbangan tiba untuk menanyakan, barangkali tas berisikan paspport dan visa miliknya itu dititipkan tiga rekannya di sana. Namun nyatanya tidak juga, dan pada akhirnya Arya benar-benar tidak memiliki apapun saat ini selain apa yang melekat di tubuhnya. Dan hal itu sungguh membuat Arya jengkel setengah mati.


“Abis ini gue balik ke apartemen mau ga mau biar gue bisa hubungi Kak Sony atau Kak Kaf buat minta tolong urus masalah gue di sini,” gumam Arya. ‘Mudahan aja anak-anak ga lagi pada out jadi gue bisa pinjem uang mereka buat bayar taksi nanti.’ Monolog Arya dalam hatinya kemudian, sambil ia melangkah menuju bilik customer service bandara tempatnya berada.


Tak habis-habis Arya menggerutu, merutuk bahkan mengumpati kesialannya yang berimbas pada tertundanya acara melepas rindunya pada sang kekasih setelah satu bulan kurang lebih tak bersua secara langsung. Hal yang paling membuat Arya sangat jengkel, padahal Arya sudah membayangkan untuk segera memeluk Mika lama-lama dan mencuri ciuman dari bibir pacar judesnya itu.


☀☀☀


“Apa gue charter jet pribadi aja dari sini terus bayar nanti di London?..”


Arya menggumam ketika matanya menangkap tempat penyewaan jet pribadi dalam bandara tempatnya berada sekarang.


‘Bisa ga ya begitu?..’ tanyanya dalam hati. ‘Tapi apa mereka percaya tanpa ada identitas diri gue?..’

__ADS_1


Arya meragu.


“Eh gue bisa telfon Mika deng.”


Seutas senyum tipis terbit di bibir Arya.


“Bisa kali pinjem telfon mah,” gumam Arya lagi.


Lalu ia manggut-manggut kecil, merasa mantap dengan rencananya itu.


☀☀☀


“Kalo gitu gue ke CS dulu buat laporan, baru gue ke sana..” gumam Arya lagi sambil ia meluruskan tubuhnya untuk berjalan kembali menuju bagian customer service bandara.


“Hey!..” Namun sebelum Arya melangkahkan kakinya, sebuah suara membuat atensi Arya teralih untuk menengok ke arah sumber suara.


“Eh??..” Arya tertegun di tempatnya. “You are-“


“Arya Naren-dra, right?..” Tepat sebelum Arya berucap lagi, orang yang memanggil Arya barusan dan kini sudah berada di hadapannya itu lebih dulu berucap.


Orang yang menegur Arya berjarak darinya tadi itu nyatanya mengenali Arya, yang kemudian juga mengenali orang tersebut yang merupakan seorang pria.


“Mister Chaisay Keit (Tuan Chaisay Keit)”


“Well, thank you for still recognizing me (Wah, terima kasih masih mengenaliku)..”


“I won’t forget every person that have good relation with men of Adjieran Smith (Aku tidak akan lupa setiap orang yang memiliki hubungan baik dengan para pria Adjieran Smith)”


“Haha,” pria bernama Chaisay Keit itu tertawa renyah.(Tentang siapa dan bagaimana hubungan pria bernama Chaisay Keit ini dengan keluarga The Adjieran Smith, bisa di baca di ‘Bukan Sekedar Sahabat’ yeh) Hehehe.


☀☀☀


Singkat kata, setelah bertemu dengan Chaisay Keit, Arya menceritakan musibah yang ia dapatkan dan kemudian ikut Chaisay Keit yang memang hendak pergi ke London untuk mampir menemui teman lamanya yakni Poppa berikut keluarga dengan menggunakan jet pribadi milik pria itu, dimana yang bersangkutan juga memiliki usaha penyewaan jet pribadi di negara kecil tempat Arya ditugaskan oleh perusahaan tempatnya bekerja.


“My plane will be take off in few minutes. I’ll call Andrew right after we arrive at London to handle your problem if we get some difficulties at imigration later. Don’t worry about things here. I have a strong connection to make you leave this country just like that (Pesawatku akan lepas landas dalam beberapa menit. Aku akan menghubungi Andrew tepat saat kita sampai di London untuk mengurus masalahmu jika kita mendapatkan kesulitan di imigrasi. Jangan khawatir tentang di sini. Aku memiliki koneksi kuat untuk membuat kamu meninggalkan negara ini dengan mudah)”


Arya mengangguk lega, lalu pergi ke hanggar tempat jet pribadi milik Chaisay Keit berada.


☀☀☀


“Haahh.. Alhamdulillahh..”


Arya langsung mengucapkan syukur ketika kakinya mendarat di jalanan beraspal bandara yang berada di London.


Lalu bersama Chaisay Keit, Arya langsung memasuki mobil yang sudah disiapkan oleh orang dari pria Thailand itu dan dengan perasaan lega campur senangnya karena akses imigrasi pesawat pribadi tidaklah seketat menggunakan pesawat komersil umum.


Dan lagi, saat Arya melaporkan musibah yang ia alami kemudian menyebutkan namanya pada petugas imigrasi di bagian khusus, nama Arya Narendra terkonfirmasi dalam naungan keluarga The Adjieran Smith yang bahkan Arya masih terus bertanya-tanya mengapa nama keluarga Mika itu seolah memiliki kekuatan yang begitu besar di London, bahkan Eropa dan banyak negara lainnya.


Hingga setiap orang yang namanya terdaftar dalam naungan keluarga Mika itu akan mendapat ragam kemudahan, bahkan perlakuan khusus. Dan itu yang Arya serta Chaisay Keit dapatkan.


Jadi Arya dapat melenggang keluar dari bandara dengan sangat mudah, bahkan permasalahannya di Saint Vincent langsung ditangani oleh staf yang ada di sebuah bagian khusus bandara tempatnya berada saat ini.


☀☀☀


“Is it just my feeling or Heathrow is really more crowded today (Perasaanku saja atau memang Heathrow nampak lebih padat hari ini)” ucap Chaisay Keit selepas mobil yang ia tumpangi bersama Arya telah keluar dari bandara.


“Iya juga ya? I don’t pay any attention of it (Aku tidak memperhatikan)” tutur Arya sambil memandang ke arah bandara yang perlahan terlewati oleh mobil yang ia dan Chaisay Keit tumpangi.


“Maybe it because the families or colleagues from the victims of the airplane accident starting to come (Mungkin itu karena keluarga dan kolega dari para korban pesawat yang kecelakaan mulai berdatangan)”


Supir mobil yang ditumpangi Arya dan Chaisay Keit bersuara untuk menjawab keheranan dua tuan yang ada di kursi penumpang belakang. Yang langsung menanyainya dengan intens terkait kecelakaan pesawat yang barusan supir tersebut katakan.


Dimana dibeberapa saat berikutnya wajah Arya langsung berubah syok ketika supir tersebut mengatakan nama pesawat yang kecelakaan dengan tanpa ada korban selamat, berikut asal penerbangannya. “Ya Allah..” lirih Arya.


“Well, the bad luck you have actually make you become so lucky (kesialan yang kau alami, pada kenyataannya membuatmu menjadi sangat beruntung), boy..”


☀☀☀


“Ya Allah..”


Arya terus-terusan menyebut nama-Nya sepanjang jalan dari bandara dengan wajah syoknya.

__ADS_1


Selain hati Arya berdebar dengan hebatnya, mengetahui jika dirinya tak sampai menjadi salah satu korban dari pesawat yang nahas tanpa ada satupun yang selamat setelah tadi Chaisay menyuruh satu orangnya yang duduk di kursi penumpang depan mencari tahu mengenai informasi tentang kecelakaan pesawat yang seharusnya di tumpangi Arya.


Akses jet pribadi memang dikhususkan meski pesawat pribadi milik Chaisay Keit itu berangkat lebih lambat beberapa menit dari pesawat yang nahas tersebut, namun di udara jet pribadi mendapat kesempatan melaju lebih dulu. Jadi apa yang terjadi di belakang pesawat yang mereka tumpangi ketika di udara, kiranya Arya dan Chaisay Keit tidak tahu.


☀☀☀


Arya sungguh sangat bersyukur di sela syoknya, hingga sampai ia terlihat begitu linglung sepanjang perjalanan dari bandara.


Dan dalam masa itu ia menekur dengan memejamkan matanya sepanjang perjalanan, dan Chaisay Keit membiarkannya. Kemudian baru bertanya, ketika Arya nampak sudah membuka matanya lalu duduk dengan lunglai.


“Do you want to stop by to the company you worked for reporting that you are safe (Apa kamu mau mampir ke perusahaan tempatmu bekerja untuk melapor diri bahwasanya kamu selamat)?-“


“Heu?-“


“Better you tak a rest to relieve your shock (Sebaiknya kamu beristirahat untuk meredakan syokmu)..”


Chaisay Keit menepuk-nepuk bahu Arya untuk menenangkannya. Pria itu sendiri merasa merinding dengan kenyataan bahwa pria muda yang ada disebelahnya ini seharusnya menjadi korban dalam kecelakaan pesawat yang andai ia ikut dalam penerbangan tersebut.


Lalu duka akan menyelimuti keluarga yang Chaisay Keit kenal serta hormati teramat sangat, karena pria muda di sampingnya itu ia ketahui kedekatannya dengan keluarga The Adjieran Smith selama ini termasuk keluarganya. “Where should I took you (Kemana aku harus mengantarmu)?..”


Chaisay Keit bertanya pada Arya, yang wajahnya yang masih nampak syok sendiri serta matanya yang kini nampak berkaca-kaca.


“Or maybe you want to go with me to The Great Mansion of The Adjieran Smith. Cause maybe they heard if you are become one of the victims (Atau mungkin kamu mau ikut bersamaku ke Mansion Utama Keluarga Adjieran Smith. Karena mungkin saja mereka sudah mendengar jika kamu menjadi satu diantara para korban)?..”


Di detik dimana Arya nampak memandangi Chaisay Keit.


“We’re almost there. But if you want to go to your place, then my driver will take you after I get there (Kita hampir sampai. Tetapi jika kamu ingin kembali ke tempatmu, maka supirku akan mengantar kamu setelah menurunkanku di sana)..”


‘Ya Allah Mika!-‘


☀☀☀


The Great Mansion of The Adjieran Smith, London, Inggris..


“Bagaimana, sudah ada kabar terbaru tentang para korban dari pesawat yang ditumpangi Arya?..”


Ini Gamma yang bertanya dengan wajah sembabnya karena tak tahan hatinya mendengar salah satu sosok yang sudah ia anggap cucu sendiri itu menjadi korban tewas dalam sebuah kecelakaan pesawat.


“Allah..“ Gamma melirih sambil lagi menitikkan air mata, lalu Gappa merengkuhnya. “Aku rasanya tidak percaya jika Arya tewas, Anth-“


“Kamipun sama, My Dear Erna-“


“Rescue team masih bekerja, Mom.”


Ini Poppa yang bersuara.


“Just (Baru hanya)-“


Ucapan Poppa terhenti karena ponselnya berbunyi.


☀☀☀


“Son (Nak)?..” Gappa sontak bertanya, ketika Poppa nampak berekspresi sukar dijelaskan setelah ia nampak berbicara serius dalam sambungan ponselnya, lalu nampak terkejut dan menggumam kemudian saat memperhatikan ponselnya sendiri.


“D?.. Ap-apa itu berita soal Arya?..” Momma ikutan bertanya, pada Poppa yang seperti orang syok. Momma nampak khawatir, bahkan takut jika yang menghubungi Poppa barusan adalah orang yang mengkonfirmasi jika Arya benar-benar tewas. Poppa tetap terdiam sambil memandangi ponselnya, dimana ponsel Poppa tersebut kemudian dirampas oleh Daddy R.


“Oh my..” Daddy R menggumam. Dan tak lama, menutup mulutnya lalu berekspresi sama dengan Poppa.


“R?..” Lainnya selain Poppa menyebut panggilan Daddy R dengan wajah yang harap-harap cemas. “What is it (Bagaimana)?..”


“Ar-“


“ALLAHU AKBAR!”


Seruan kencang langsung keluar dari mulut Momma ketika melihat seseorang yang sedang mereka bicarakan itu muncul dengan sangat tergesa dari arah pintu masuk mansion.


“Aryaaa..”


☀☀☀☀☀☀


To be continue ..

__ADS_1


__ADS_2