
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
The Great Mansion of Adjieran Smith, London, England,
Sebelas hari telah berlalu dari sejak mereka yang berada di London kembali ke Kota Asap tersebut.
Ada dua remaja yang berada pada sebuah ruangan yang desain dalamnya seperti sebuah laboratorium. Yang mana mereka adalah Rery dan Ann.
“C’mon ( Ayo ) Ann –“
Itu Rery yang sedang bersandar di pintu ruangan yang mirip sebuah lab tersebut.
“Kita harus menyempurnakan Analytical Engine untuk olimpiade sains.”
“Iya Re-An, sebentar. Setelah satu percobaan ini ya?”
Ann menyahut tanpa menoleh, karena matanya sedang fokus pada tangannya yang sedang memegang dua tabung yang salah satunya adalah gelas ukur kimia.
“Re-An duluan saja, aku menyusul nanti....”
Ann berucap lagi, dan Rery mengangguk. “Jangan lama-lama....” kata Rery kemudian.
Dimana Rery sudah menegakkan tubuhnya, bersiap untuk meninggalkan tempatnya.
“Kamu juga perlu istirahat sebentar, sebelum kita lanjut mengerjakan proyek sains kita untuk olimpiade.”
“Okay,” sahut Ann. “Oh iya Re-An, tadi aku mendapat beberapa catatan dari Abang.”
Ann meletakkan dua tabung yang tadi dia pegang di atas meja labolatorium yang ada di depannya, setelah selesai menuangkan cairan dalam gelas ukur.
“Kamu catat dimana?” tanya Rery.
“Aku record saran dari Abang di tubby.”
“Lalu mana tubby kamu?” tanya Rery tentang benda pipih khusus buatan Abang yang dipersembahkan untuk para adik.
“Ada di kamar aku-“
“Ya udah aku ambil dulu,” tukas Rery. “Tapi Ann lebih baik kamu segera selesaikan itu, agar bisa beristirahat sebentar supaya kamu ga keletihan nanti dan susul aku ke mansion....”
“Okay,” sahut Ann. “Buatkan aku teh tarik dingin Re-An....”
Rery mengangkat jempolnya pada Ann sebelum ia melenggang dari tempatnya.
“Buatan kamu ya?.... aku tidak ingin buatan orang lain except kamu ....”
“Iyaa.”
♥
“Rery!”
Langkah Rery yang baru saja memasuki area Mansion dan hendak pergi ke kamar Ann, tertahan karena seseorang memanggilnya.
“Yes, Val?” sahut Rery pada dia yang memanggilnya, yang adalah Val. Dimana gadis itu nampak datang bersama Mika dari arah pintu utama Mansion mereka.
“Where’s Ann?” tanya Val.
“Lab....”
Rery lekas menjawab.
♥
“Kamu sama Ann sampai sini jam berapa?” Ini Mika yang bertanya.
“Sudah dari dua jam lalu.”
“Sudah makan?”
__ADS_1
Gantian Val yang bertanya pada Rery.
“Sudah.”
Rery pun lekas lagi menjawab.
“Kalian sendiri?....”
Kini gantian Rery yang bertanya pada Mika dan Val.
“Belum....” jawab Mika dan Val.
“Ya sudah sana kalian makan saja dulu.”
“Aku panggil Ann dulu ya?....” sahut Val. “Nanti kita makan balkon lantai tiga saja sambil bercengkrama ber empat, okay?....”
Rery dan Mika menanggapi usulan Val dengan mengangkat jempol mereka.
“Aku langsung ke kamar ya?” tukas Mika pada Val yang hendak melangkah ke bagian belakang mansion.
“Okay, May –“
“Kalau Ann masih sulit bergerak dari Lab, kamu seret saja dia Val.”
“Siap Rery!....”
♥
“AANNN!!....”
Val memanggil nyaring, kala ia sudah berada di dalam suatu tempat di bawah tanah yang berada di lingkungan mansion utama keluarganya.
Sebuah tempat yang dianggap memiliki kenangan penuh makna namun diwarnai derai air mata banyaknya.
Yang mana, tempat yang baru saja dimasuki Val dari sebuah pintu rahasia itu adalah save housenya The Adjieran Smith, tempat dulu para pewaris muda yang sudah lahir ke dunia kala itu, berikut para Moms serta dua nenek ditempatkan saat teror besar pernah menghampiri keluarga mereka itu.
Namun karena situasinya sudah begitu aman terkendali dari sejak bertahun-tahun lalu, kini fungsi save house lebih kepada menjadi basecampnya para pewaris muda, tanpa menghilangkan fungsi save house itu sendiri.
Jadi save house tidak akan pernah dihilangkan, selain memang menghabiskan biaya yang sangat besar untuk membangun save house itu sendiri yang bersifat sangat rahasia.
Bahkan para pekerja yang ikut membangun save house itu punya kontrak kerja yang katakanlah ‘kontrak mati’, saking sifat save house The Adjieran Smith begitu amat sangat rahasia.
Disebut kontrak mati, karena memang ada ketentuan hidup dan mati dalam kontrak para pekerja pembangun save house tersebut, yang setara dengan bayaran yang mereka terima, berikut tunjangan seumur hidup.
Memang, nyawa itu tidak bisa dihargai dengan berapa banyaknya uang, tapi itulah yang dilakukan Gappa dan The Dads ---- Poppa dan Dad R khususnya demi menjaga kerahasiaan dan keamanan save house atau rumah aman mereka.
Para pekerja yang membangun save house mereka ---- termasuk semua orang yang terlibat diluar keluarga dan kerabat yang benar-benar dipercaya, dimana letak save house tersebut ada dalam puluhan meter di bawah tanah mansion The Adjieran Smith London berdiri itu, memang diikat dengan ikrar untuk menutup mulut mereka dengan sangat rapat mengenai apa yang mereka kerjakan pada The Great Mansion of Adjieran Smith yang berada di London tersebut.
Dan hingga saat inipun, keberadaan save house tetap menjadi suatu rahasia, yang hanya lingkup super terpercaya The Adjieran Smith saja yang tahu mengenai rumah aman itu.
Save house The Adjieran Smith memang tidak sebesar bangunan di atasnya. Namun apa yang tersedia disana, cukuplah lebih dari sekedar lengkap untuk ditinggali.
Karena selain sebagai rumah aman untuk para anggota keluarga, save house juga dipergunakan The Dads dan kroni-kroninya saat mereka sedang mengerjakan sesuatu yang sangat rahasia.
Juga sebagai tempat penyimpanan ragam barang canggih, berikut kendaraan serta ragam senjata yang banyak sekali jumlahnya. Yang mana bila keadaan aman terkendali, save house biasanya digunakan The Dads ( dulu ) untuk berkumpul.
Kembali lagi, untuk membahas atau mengerjakan sesuatu yang bersifat sangat rahasia. Atau sebagai tempat untuk menyepi, kadang-kadang juga dari mulai Gappa yang kemudian menurun pada putra-putra intinya. Dan kini begitu juga save house dipergunakan.
Bukan lagi oleh Gappa atau The Dads saja.
Namun beberapa pewaris muda menggunakan save house juga untuk ragam kepentingan mereka. Seperti satu ini contohnya, yang orangnya sedang dipanggil dengan suara melengking oleh Val.
♥
“AANNN!!....” Begitu Val menyuarakan panggilannya pada Ann yang ia tahu dimana keberadaannya si Little Devil itu dalam save house, hingga tempat itu menggema dengan suara Val.
“YEEEESSS VAALL....” Ann menyahut tak kalah nyaring dengan Val yang memanggilnya.
“Ann –“
“Stop!” Ann menyergah tepat saat Val telah masuk dalam ruangan yang menyerupai sebuah laboratorium kimia itu, dimana Val hendak mendekatinya.
__ADS_1
Val pun dengan otomatis menghentikan langkahnya.
Bukan apa-apa, di dalam lab tersebut yang mana Ann yang mendominasi segala hal di dalamnya karena memang Ann amat sangat menyukai yang namanya eksperimen kimia ---- banyak benda-benda penting menurut Ann yang bisa berantakan kalau ada Val, secara satu saudarinya itu memang cukup petakilan ---- engga bisa diem.
“Ann ayo cepat naik. Rery menyuruh kamu untuk segera menyelesaikan apa yang kamu kerjakan itu –“
“Iya, just few minutes more ( beberapa menit lagi )” tukas Ann. “Aku hanya tinggal menunggu hasil terbaru dari pengembangan percobaanku yang ini.”
“Masih dengan project kamu untuk obat baru cardiac arrest?”
“Hu’um –“
“Belum kamu rasa sempurna juga?”
Ann menggeleng pelan.
“Belum....” ucap Ann kemudian.
“Semoga saja penemuanmu untuk obat bagi penderita jantung ini cepat sempurna, jadi ada banyak nyawa yang bisa tertolong ya Ann?”
“Bukan hanya itu Val, jika penemuanku ini benar-benar sempurna, mereka yang menderita penyakit jantung bisa sembuh total!”
Ann berucap dengan sumringah, dan Val pun yang mendengarnya sama sumringah. “Amazing sekali kalau begitu ya Ann??!!....”
“Sangat Val.”
Ann menyahut dan kembali menatap pada benda elektronik dimana di dalamnya ada tabung kecil yang tersimpan media percobaan Ann yang diperuntukkan sebagai obat itu.
“Jika ini cepat berhasil, aku bisa menemukan obat untuk penyakit lainnya juga.”
“Aku doakan cepat berhasil. Aku akan membantu nanti untuk menyalurkan obat penemuan kamu itu, selain aku bisa berbangga hati karena kamu pasti mendapatkan nobel.”
Ann tersenyum dan terkekeh setelah mendengar ucapan Val barusan itu. “Tiga menit lagi ya Val?” ucap Ann yang melirik Val sebentar, lalu kembali memperhatikan benda elektronik di dalamnya, seraya ia merapihkan rak kuvet yang ada didekatnya.
“Okay!”
“Atau kalau kamu mau duluan kembali ke mansion silahkan saja Val.”
“Santai.... aku tidak memiliki tugas kuliah hari ini kok,” ucap Val. “Eh ini cairan apa Ann, warnanya lucu sekali?“
Val menyambung ucapannya, sambil matanya memperhatikan lekat sebuah benda dengan cairan berwarna fuschia di dalamnya.
“Harum juga....” ucap Val lagi dengan fokusnya masih pada benda yang menarik minatnya itu.
Yang sudah Val buka tutup wadahnya, dengan Val yang agak merunduk mengendus aroma dari dalam wadah kaca tersebut.
“Kamu membuat formula untuk parfum juga kah? –“
“Don’t touch it Val! ( Jangan sentuh itu Val! )”
♥
Analytical Engine: mesin yang bisa melakukan hampir semua tugas matematika
Cardiac arrest: henti jantung
rak kuvet: berfungsi untuk meletakkan kuvet.
Kuvet sendiri adalah wadah standar yang akan diuji menggunakan spektrofotometer
♥♥♥♥
To be continue ......
Jangan lupa bahagia, dan cek lagi udah di klik ikon ❤ nya belum? ( kali lupa )
Itu juga kalau suka dengan karya ini.
Hehehe.
Salam sayang selalu.
__ADS_1
Emaknya Queen