HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
EPISODE 417


__ADS_3

Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Jekardah, Indonesia ...


“Lalu tadi Val dengar Kak Tan-Tan bilang Nge-creat?... What is Nge-creat?” Sepolos anak perawan yang tidak paham istilah-istilah para manusia yang kadang ngumpet akhlaknya hingga terkadang celetukan asal keluar dari mulut mereka tentang hal-hal yang berbau kemesuman, begitulah Val—yang pergaulannya dibilang bergaul juga orangnya, namun tidak paham istilah-istilah yang menjurus pada kemesuman.


Lagipula, Val lebih banyak bergaul di London.


Jadi kata-kata nyeleneh yang beredar di Indo, tidak banyak yang Val pahami.


Bukan juga Val berada dalam lingkup pergaulan yang monoton—kalem—para introvert.


Justru teman-teman dan para anak kerabat terdekat keluarganya yang sudah macam saudara, rata-rata ekstrovert semua.


Terkadang asal bicara dan spontan saja membahas hal-hal yang berbau kedewasaan. Well, di barat sana—termasuk Inggrish, kata-kata yang berbau kedewasaan, sudah diketahui oleh mereka yang masih berusia belasan.


Pergaulan bebas dengan lawan jenis, sudah bukan hal yan aneh.


Malah, karena hal tersebut, bahkan di beberapa sekolah umum—pendidikan soal satu kata yang sarat dengan keintiman yang seharusnya dilakukan oleh orang dewasa, sudah diberikan guna mencegah para remaja hamil di luar nikah.


*****


Atas pendidikan soal keintiman guna menekan angka pergaulan bebas remaja di bawah umur yang diberikan oleh beberapa Sekolah Menengah Atas di London, Val jadi sudah cukup paham dan tak asing dengan obrolan macam itu.


Namun untuk pengalaman, Val nol besar—sebelum dirinya jadian dengan Kafeel. Itupun hanya sebatas ciuman bibir paling jauhnya. Beberapa kali pangku-pangkuan juga, namun dalam arti yang sebenarnya. Bentuk interaksi kedekatan yang cukup dekat dengan Kafeel saat bibir mereka sedang saling berpagutan.


Hanya itu, tak lebih.


Sekali-kalinya pernah lebih, adalah sebelum Kafeel mengulang untuk melamar Val secara resmi, lalu mereka bertunangan, bersamaan dengan Mika dan Arya.


Val pernah hampir dibawa khilaf oleh Kafeel saat Val datang untuk menemui Kafeel di Coffee Shop milik pria yang kini sudah menjadi suami dari Val. Namun tak sampai kejauhan.


Walau setengah dada Val sudah pernah Kafeel lihat terang-terangan. Tapi tak sampai pakaian ditanggalkan. Untungnya.


Karena kaki Val terantuk benda di ruangan pribadi Kafeel dala Coffee Shop.


Tak bermaksud tega pada Val, namun Kafeel agak mensyukuri kaki Val yang terantuk sebuah benda keras dengan agak keras juga di ruangan pribadinya tersebut.


Karena hal itu jadi menghentikan aksinya yang tak sadar membimbing Val untuk melakukan hal yang terlarang baginya dan Val sebelum mereka menjadi pasangan halal.


Kafeel merutuki dirinya setelah itu. Walau sekali itu saja dirinya hampir melewati batasnya pada Val.


*****


Namun sekarang, Val dan Kafeel telah menjadi pasangan hal—tak ada lagi hal yang dianggap terlarang untuk keduanya lakukan sebagai lawan jenis—dalam hal ini berhubungan intim. Namun Kafeel, walau bisa dikatakan sudah cukup berpengalaman soal keintiman dengan wanita.


Karena dulunya memang Kafeel cukup bandel dalam pergaulan dan sampai melewati batas, namun sejak sudah fokus untuk membalaskan dendam atas kematian ayahnya atas ulah orang-orang jahat yang sudah dibasmi sampai tuntas setuntas tuntasnya oleh bantuan dari para Dad dan kakak lelakinya Val berikut orang-orang mereka—lalu Kafeel kembali menata hubungannya dengan ibu dan adik Kafeel yang sempat jauh, sambil Kafeel juga menata hidupnya, Kafeel tak lagi melakukan keintiman bersama wanita.


Walau konteksnya, Kafeel sampai bercinta dengan wanita bukan karena ia seorang player yang gemar mencari ‘kesenangan’ dalam peluh kenikmatan.


Kafeel sampai begitu intim dengan wanita, hanya dengan para wanita yang menjadi pacarnya. Bukan dengan sembarang wanita yang baru bertemu sekali, apalagi dengan para wanita yang kerjanya adalah ‘membuka kakinya lebar-lebar’ di atas ranjang demi sejumlah uang.


Kafeel tidak sampai separah itu pergaulan bebasnya. Tak sampai seperti satu dad-nya Val yang punya predikat King of Casanova dalam keluarga, saking seringnya dia intim dengan wanita. Walau ga mau bercinta dengan para wanita penghibur.


Namun satu dadnya Val itu, sering berakhir di ranjang dengan wanita yang baru dia kenal.


“I like it, you like it, Let’s do it!”


Sesuai dengan moto si dad satu itu.


Yang sudah jauh waktu telah insaf, saat hatinya terpanah oleh busurnya Cupid lalu jatuh cinta pada sang istri.


Lalu menjadi Bucinnya sang istri sampai sekarang. Macam para saudara lelakinya.


*****


Kembali pada Val dan Kafeel yang kini telah berstatus sebagai suami istri yang sah.


Dimana keduanya kini sudah berada di dalam kamar hotel yang sama dengan tempat resepsi besar-besaran keduanya digelar yang dibuat berbarengan dengan Mika dan Arya.


Sedang dalam masa menunggu momen yang pas untuk melakukan apa yang disebut Malam Pertama.


Namun sampai momen itu dirasa pas, Kafeel dan Val nampak memang tidak buru-buru untuk melakukan hal tersebut.


Val gugup memang, tapi pembawaannya terlihat santai. Toh pernikahannya dan Kafeel memanglah mimpi tertingginya.


Dan perihal apa yang akan terjadi di malam setelah pernikahannya dan Kafeel sudah ia persiapkan, kesiapannya untuk satu hal itu.

__ADS_1


Sementara Kafeel, yang punya cukup pengalaman soal keintiman bersama wanita juga berusaha menyantaikan dirinya untuk tidak langsung ‘menyerang’ Val, selain memang Kafeel mempertimbangkan betul stamina Val.


Yang menurut Kafeel pastinya Val merasa sangat lelah karena hari pernikahan mereka ini. Dan kalau dirinya begitu menuntut, rasanya rencana Kafeel memberikan kenangan yang indah untuk Val atas Malam Pertama mereka akan gagal.


Jadi Kafeel bersabar, sampai saat kesempatan yang tepat itu datang untuk mengajak Val berlayar di ‘lautan kenikmatan’.


Selain kalau boleh jujur, ya Kafeel ada gugupnya juga. Selain canggung.


Dimana kecanggungan itu sekarang jadi sedikit bertambah karena pertanyaan Val tentang suatu hal yang jawabannya vulgar menurut Kafeel.


*****


Memilih untuk tidak menjawab pertanyaan Val lebih lanjut meski sempat Kafeel menggumam setelah cetusan pertanyaan Val yang membuatnya canggung itu, “Aku juga ga tau apa maksudnya itu ucapan si Tan-Tan soal itu. Bahasanya dia kan suka aneh-aneh?” elak Kafeel.


“Iya juga sih.” Val langsung menyahut dengan polosnya.


Dan Kafeel pun tersenyum.


“Ya udah, aku siapin air untuk kamu berendam dulu, ya?...”


“Iya, Kak...” jawab Val. “Dan Val juga mau menyiapkan pakaian ganti Kakak...”


“Oke.” Sahut Kafeel. “Kamu juga jangan lupa siapin baju ganti kamu buat dibawa sekalian ke kamar mandi, Baby...”


Kafeel mengingatkan Val, takut yang bersangkutan lupa. Nanti tau-tau keluar kamar mandi andukan doang?


Kan, Kafeel bisa langsung skip mandi beneran, dan memilih untuk menarik Val yang andukan—karena akan menghemat waktu, ketimbang Val pakai baju kurang bahan tapi akhirnya di pretelin juga—mending pas kalo bener Val keluar kamar mandi cuma pakai handuk doang, langsung aja kali akan dirinya tarik ke atas ranjang—dan dirinya skip mandi pake aer, mandi keringet dulu sama Val.


Ehem!


‘Tapi ngomong-ngomong soal baju ganti Val, apa dia akan pakai lingerie selesai mandi nanti?...’


Otak Kafeel di kamar mandi jadi sedikit melanglang buana. Membayangkan Val dalam balutan pakaian tipis di hadapannya.


‘Ah, Kak...’


Oh ya ampun, Kafeel meringis di tempatnya.


Ada bagian tubuhnya yang Kafeel rasa mulai cenat-cenut.


Minta disundut.


*****


Sepasang pengantin baru selain Val dan Kafeel itu, salah satunya sedang berada di dalam kamar mandi.


Lalu yang satunya lagi, sedang mengalihkan pikiran dekilnya soal ritual ‘ranjang bergoyang’ bagi para pengantin baru dengan ponsel miliknya.


Arya, yang sudah lebih dulu membersihkan dirinya sebelum Mika—meski sebelumnya dia sempat menggoda sang istri,


“Mau bebersih Mi?”


“Eh, i-yaa... Paling bersihin ini make up sama sekedar mengelap badan aja. Sama ganti baju...”


“Yang terakhir kayaknya ga perlu? Bukannya kita ga perlu pake baju?...“


“Eeumm----“


“Candaa. Gitu aja langsung tegang banget sih?----“


“Ya abis----“


“Kan aku udah bilang, aku maunya MP kita berkesan. Jadi aku ga bakal buru-buru minta ‘jatah’ suami buat yang pertama kali malam ini, kecuali kamunya bener-bener siap---“


*****


Ini sudah lewat tengah malam, Arya meraih ponselnya juga ingin sekedar melihat-lihat foto-foto pernikahannya dengan Mika yang sudah banyak terkirim dari berbagai sumber di dalam ponselnya tersebut—juga melihat kembali beberapa foto Mika yang sendirian, yang sempat Arya abadikan sendiri—ada juga fotonya berdua dengan Mika saat selesai akad nikah, juga saat sebelum mereka hadir dalam acara resepsi untuk dipajang—bersama juga dengan Kafeel dan Val di pelaminan. Ingin Arya lihat lagi, gambaran kebahagiaannya dengan Mika hari ini.


Arya mengernyit, grup chat keluarga besar yang sudah terbentuk sejak lama, yang para penghuninya bukan hanya para anggota keluarga inti The Adjieran Smith ternyata ramai.


Entah itu obrolan dari sejak berjam-jam lalu atau bukan—yang Arya pikir bukan obrolan yang baru berlangsung, karena ini sudah lewat tengah malam, harusnya—kecuali yang muda, yakni para orang tua, sudah tepar semua.


Tapi nyatanya?


Obrolan dalam grup keluarga, baru sekitar belasan menit yang lalu.


Papski Tan-Tan : Nganten baru udah masuk kamar gaes.


Papski Tan-Tan : Sekedar inpoh aja ini yah.

__ADS_1


Papa Rico : Siap 86!


Papa Rico : Ceboy!


( Panggilan Papa Rico buat Arya , yang merupakan singkatan dari Recehboy )


Papa Rico : Inget wejangan gua soal alon-alon asal kelakon, jangan langsung ditagrep anak orang! Bikin momen dulu sebelum bikin gerangan linu-linu.


Papa Bear : Gue ngakak.


Mommy Ara : Astaga Jerico.


Papa Rico : 😁


Dad R : 😆


Admin removed Cute Aina, Ares Ganteng.


Little Star : Lindungi 2 bocil dari informasi yang meresahkan ya Abang?


Alvarend : Jangan sampai rusak sebelum waktunya.


Mami Prita : Bengeuk aku tuh!


Mamski Via : Sungguh kakak yang panutan, ga kayak kakak yang satu lagi.


A to the Ro : Sapa tuch?


Little Star : Sebut saja dia ******.


Papski Tan-Tan : Lo yang ****** Cute Girl


Alvarend : Jangan sembarangan ngatain istri gue!


Sony : Headshot Bang!


Papski Tan-Tan : @Mamski Via-Ya Alo Mamski, Papski udah sadar dosa-dosa ini!


Mamski Via : @Papski Tan-Tan 😝


Papski Tan-Tan : @Sony – Bujang Lapuk Minggir!


Papi John : Bicara soal anak bujang, itu 2 bujang yang hari ini melepas lajang apa udah naik ke ranjang?


Momma : And then yu yu kang kang?


Daddy Jeff : Kajol


Daddy Jeff : Masih bangun, apakah habis beryuyu kang kang sama si Donald Bebek Tua? 😆


Momma : Kek ga paham aja sama sodara andah Papa Bear.


Momma : Asal ada yang kawin die bawaaanya mau malem pengantenan juga.


Momma : Udah ke yang ratusan kalinya malem ini eike di perawanin sama si Donald Bebek.


Rery : Astagfirullah Momma.


Mami Prita : Bengeuk Ya Alloh!


Papski Tan-Tan : Awokwkwkwk


Papa Rico : 😤


Isha Blaem-Blaem: 😵


Mama Fabi : 😏😏😏


Papa Lucca : 😜


Daddy Jeff : Gue mau ngakak tapi Mama Bear udah tidur.


Sony : Lah ga ikutan malem pengantenan buat yang keratusan kalinya kek Momma sama Poppa @Papa Bear.


Daddy Jeff : Mama Bear makannya nasi, bukan baterai macam si Kajol yang tenaganya ga habis-habis.


“Eh, buset!”. Arya tercengang di tempatnya. Grup chat keluarga besar gabungan itu begitu ramai, walau hanya beberapa saja yang aktif di obrolan.


❤❤❤❤

__ADS_1


To be continue.....


__ADS_2