HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
THE FORGOTTEN # 2


__ADS_3

( Yang Terlupakan ) # 2


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Little Star Island, Italy,


Suatu kehebohan tanpa suara gaduh muncul di halaman depan kastil yang berada di sebuah pulau pribadi yang menjadi salah satu aset milik keluarga The Adjieran Smith, setelah Val yang hendak dibawa berjalan-jalan untuk melihat pemandangan di luar kastil itu, mengeluarkan beberapa ucapan yang menyiratkan gadis itu mengalami ingatan yang mundur.


Lima pria yang sedang bersama Val, yakni Dad R-Papa Lucca-Varen-Nathan serta Kafeel—memutuskan untuk membawa kembali Val masuk ke dalam kastil untuk memastikan suatu dugaan yang muncul di otak dan hati empat pria selain Kafeel.


Empat pria yang pikirannya langsung terarah kepada suatu tindakan disaat Val masih terbaring koma itu, langsung mengingat hal tersebut—yakni tindakan penghapusan sebagian memori Val yang difokuskan adalah ingatannya tentang Kafeel, karena ketakutan apabila Val tersadar nanti dan masih merasa sangat berduka dengan luka hati yang teramat dalam karena pengkhianatan Kafeel—gadis itu bisa saja mencoba bunuh diri lagi untuk yang kedua kalinya.


Momok yang menakutkan bagi seluruh keluarga Val. Karena bisa saja dalam percobaan bunuh dirinya yang kedua nanti, nyawa Val tidak tertolong seperti saat ini. Dan mereka akan benar-benar kehilangan Val untuk selama-lamanya. Hal yang sangat-sangat tidak ingin keluarga The Adjieran Smith alami.


Jadi, keputusan untuk melakukan tindakan penghapusan memori Val tentang Kafeel agar gadis itu tidak sampai nekat untuk yang kedua kalinya pun—dilaksanakan.


🌷🌷🌷


Tindakan penghapusan memori Val tentang Kafeel telah terlewat selama beberapa bulan.


Hal itu sudah lumayan terkubur, karena fokus kemudian kembali kepada melewati waktu dengan hati yang tak menentu tentang nasib Val.


‘Apa Val akan sadar dari koma?’


‘Apa penawar racun dalam tubuh Val yang dibuat Celine dan telah diberikan padanya akan bekerja dengan baik?’


Pertanyaan-pertanyaan dalam hati dan benak seluruh keluarga dan orang-orang yang menyayangi Val, saat gadis itu masih betah dalam tidur panjangnya.


Bersamaan dengan rasa takut, jika Val akan kebablasan dalam tidurnya yang sudah berlangsung selama kurang lebih enam bulan lamanya.


Jadi fokus, kembali kepada doa dan usaha yang tak putus, untuk membuat Val terbangun dan terbebas dari masa kritis kondisinya yang koma itu.


Lalu tindakan penghapusan memori Val yang terfokus pada Kafeel serta beberapa kemungkinan resiko yang bisa saja terjadi atas tindakan tersebut pun tak terbersit lagi dalam pikiran keluarga Val dan mereka yang mengetahui tentang hal itu.


Pernah sekali Mommy Ara yang teringat akan hal itu mempertanyakan tindakan tersebut pada Dad R, setelah pada akhirnya Varen membawa Kafeel untuk mengetahui kenyataan jika Val masih hidup—sesudah Kafeel mencoba bunuh diri.


Lalu beberapa anggota keluarga yang sedang bersama dengan Mommy Ara dan Dad R juga ikut angkat suara.


"Tindakan pada Val yang waktu itu kamu putuskan, itu nanti bagaimana?"


"Tidak bagaimana-bagaimana.."


"Tapi Kaka ada di sini sekarang. Dan kita tahu alasan Kaka yang sebenarnya hingga ia sampai melakukan apa yang telah ia lakukan pada Val, dan bukankah jika tindakan yang waktu kamu minta Celine untuk lakukan itu---akan menjadi sebuah ketidak adilan untuk Kaka? jika hal itu nyatanya sukses sebagaimana tujuan dari tindakan tersebut?"


"Adil tidak adil, semua sudah terlanjur dilakukan---"


"Iya, aku mengerti. Tapi apa kamu tidak ingin bertanya pada Celine jika ia bisa melakukan pencegahan efek dari tindakan yang kamu pernah minta ia lakukan terkait Val?.. Mengingat Kaka terlihat begitu menderita."


"Akan aku tanyakan pada Celine nanti---"


"Memang sepatutnya kau bertanya pada Celine tentang tindakan antisipasi untuk mencegah efek tindakan yang pernah diambil atas keputusanmu mengenai Val waktu itu. Aku rasanya tidak tega juga setelah melihat kondisi Kaka, yang bahkan sampai juga nekat hendak mengakhiri hidupnya seandainya Val sadar dan efek tindakan waktu itu, terjadi kemudian.."


"Iya Dad, akan aku tanyakan jika memang efeknya dapat dicegah.."


"Kalo nyatanya Celine ga punya pencegah efeknya gimana tuh Kak? Ga frustasi lagi itu si Kaka bakalan?"


"Ya mau bagaimana?.. things happened are happen ( yang terjadi sudah terjadi )"


"R benar. Keputusannya kala itu kan atas dasar seorang ayah yang tidak ingin putrinya terluka lagi---"


"Aku akan menjelaskan pada Kaka jika memang efek tindakan itu berjalan sesuai dengan tujuan awalnya.."


"Sudahlah tidak perlu dibahas. What Will be, Will be. Aku pribadi mengampuni Kaka setelah tau hal yang sebenarnya. Tapi tetap tidak mengubah, jika kecerobohannya telah menyakiti Val hingga satu putri kita dalam kondisinya sekarang. Jadi jika efek tindakan yang pernah R minta Celine untuk lakukan itu terjadi, Kaka harus menerimanya dengan lapang dada.."


"Andrew benar. Dan lagi, jangan lupa kalau kita pun bisa saja merasakan efek dari tindakan yang pernah diambil itu. Untuk sekarang ini, lebih baik berdoa saja agar Val bisa segera bangun dari tidurnya yang cukup panjang itu.. Selain, dua bulan lagi, jika Val belum sadar juga, kita harus mempersiapkan diri, atas sebuah kemungkinan yang mungkin dapat membuat kita banyak menangis lagi.."

__ADS_1


🌷🌷🌷


Dan sebagaimana apa yang menjadi pembahasan mereka kala itu tentang tindakan penghapusan memori Val tentang Kafeel yang sudah terlanjur dilakukan—disaat keluarga The Adjieran Smith belum tahu fakta yang sebenarnya sampai Kafeel menyakiti Val dengan begitu dalam dengan menyampaikan fakta yang sebenarnya adalah sebuah kebohongan yang terpaksa Kafeel karang atas nama dia sedang berada di bawah tekanan dan ancaman dari satu keluarga—Dad R mempertanyakan tentang tindakan penghapusan memori Val tentang Kafeel pada Celine.


Dimana Dad R yang melihat betapa kacaunya Kafeel saat datang ke Little Star Island dan setelah ia tahu fakta yang sebenarnya sampai Kafeel memutuskan ikatan cintanya bersama Val dengan menciptakan cerita yang bisa disimpulkan adalah sebuah pengkhianatan sangat parah itu, merasa amat sangat tidak tega dengan kondisi Kafeel.


Jadi Dad R mengatakan pada Celine apakah ada tindakan yang dapat dilakukan untuk membatalkan langkah penghapusan memori Val tentang Kafeel, atau pencegahan atas tindakan tersebut. Dan Celine pun memberikan jawabannya.


“Terapi hypnosis bisa saja dilakukan, Tuan Moreno. Tapi semua itu harus menunggu Nona Valera sadar dulu dari koma. Kalau saya secara pribadi sih, berpikir jika alat penghapus memori itu tidak bekerja pada orang yang koma---“


🌷🌷🌷


Apa yang Celine katakan, kemudian Dad R sampaikan pada seluruh keluarganya.


“Selain saya berusaha untuk membuat Nona Valera sadar dari koma, baiknya anda dan keluarga fokus berdoa agar Nona Valera segera membuka matanya..”


Dan yang dilakukan selama beberapa bulan terkait tindakan tersebut—serta juga berdasar atas ucapan Celine, yang kemudian Dad R dan keluarga lakukan adalah berdoa dan rajin bertanya pada Celine tentang hal apakah Celine sudah menemukan cara untuk membuat Val segera sadar dari koma—sebagai orang yang paling tahu kondisi Val selain Dokter Mario.


Namun karena Celine memang tinggal di kastil pada Little Star Island dan yang paling sering secara langsung serta mengobservasi kondisi Val, jadilah keluarga Val yang ada di Little Star Island—selalu rajin bertanya pada gadis nyentrik itu tentang ragam usaha agar Val tetap hidup dan juga sadar dari komanya, kemudian dapat beraktifitas seperti sebelumnya—selain berdoa.


Dimana doa-doa untuk Val itu, kemudian dijawab oleh Yang Maha Kuasa.


“K-ak... Tan... Tan...”


Setelah kurang lebih enam bulan, suara yang selama masa itu tidak terdengar—akhirnya terdengar kembali.


🌷🌷🌷


Air mata bahagia dan pekikan bahagia selain tidak percaya dengan Val yang telah membuka mata dan bersuara itu, sontak tumpah ruah.


“V – Val?...“


“VAALL!!...”


"V - a - l, sa - yaang..."


"Ya Allah, Val..."


“V-al???...”


“Oh, Val---“


“Val sayang, cucu Oma... akhirnya kamu sadar sayang...”


“Oh, Baby... Terima kasih Tuhan---“


Dengan lega dan rasa syukur yang tak terkira juga.


🌷🌷🌷


Lega dan syukur yang terus berlangsung menjadi euphoria kebahagiaan yang begitu membuncah, hingga hal tentang penghapusan memori Val tentang Kafeel terlupakan. Atau resiko jika Val mengalami amnesia disosiatif—yakni hilang ingatan secara total.


Karena Val nyatanya dapat mengingat diri dan keluarganya—yang Val kenali satu-satu, mereka yang mengelilinginya saat Val bangun. Lalu wara-wiri di sekitarnya, tanpa Val bertanya siapa dia.


Bahkan Celine tidak Val tanyakan siapa, meski jarang mereka bertemu atau mengobrol lama—karena Val memang mengenali Celine sebagai orangnya Varen. Jadi efek penghapusan memori Val, tidak dipikirkan lagi oleh mereka yang mengetahuinya, bahkan sudah menyimpulkan jika tindakan tersebut memang tidak bekerja pada Val yang koma.


Jadi ya sudah. Melihat Val yang mengenali orang-orang disekelilingnya yang sering wara-wiri pasca gadis itu tersadar dari koma, kekhawatiran tentang memori Val terkubur.


Lalu hasil pemeriksaan Val yang menunjukkan kondisi Val yang baik-baik saja dan fokus pada kestabilan kesehatan Val, semakin mengubur tentang tindakan penghapusan memori Val yang pernah dilakukan.


Fokusnya, pada kondisi kesehatan fisik Val terlebih dahulu agar dia bisa beraktifitas seperti biasa.


Lupa, kalau tindakan penghapusan memori Val itu hanya terfokus pada Kafeel saja.


Hingga sampai hal yang terlupa itu kemudian teringat setelah melihat sikap Val setelah dipertemukan dengan Kafeel, termasuk juga setiap ucapannya. Dimana Val, tidak mengenali pria yang sebelumnya ia gilai dan ia cinta sepenuh hati.


🌷🌷🌷


Namun bukan soal Val yang tidak mengenali Kafeel saja yang membuatnya sebuah kehebohan tanpa suara gaduh terjadi di dalam momen kebersamaan Val dengan lima pria yang sedang ada di dekatnya itu.

__ADS_1


“Iya, seingat Val terakhir kali, kita sedang berada di kapal pesiar bersama seluruh kerabat kita semua. Tapi tahu-tahu Val sudah terbangun di ruangan yang mirip kamar rawat rumah sakit itu ...”


Tapi ucapan Val yang itu, yang membuat kehebohan menjadi kekhawatiran yang besar. Dimana ucapannya tersebut, membuat Val buru-buru di bawa masuk ke dalam kastil kembali—dan Celine pun segera di cari.


“Have you seen, Celine, Dad? ( Apa Dad melihat Celine? )” Papa Lucca mencetuskan pertanyaan pada Gappa saat dia dan lima lainnya telah kembali ke dalam kastil, setelah sebelumnya Gappa bertanya ada apa gerangan, karena Gappa menangkap ekspresi aneh di wajah lima pria yang ada di hadapannya itu.


🌷🌷🌷


Tadinya, kepanikan hanya melanda lima pria yang sedang bersama Val. Meski yang satu—Kafeel, terfokus pada Val yang tidak mengenalinya saja.


Lalu sikap dan apa yang Val ucapkan saat mereka bertatap muka dan sesudahnya--Kafeel masih anggap sebuah akting.


Hingga kemudian Kafeel tak lagi menganggap hal tersebut sebuah akting saja, setelah Putra terlihat berlari ke tempat dirinya dan enam orang lainnya berada--dengan Drea yang mengekori anaknya dan Varen itu bersama satu baby sitter.


Karena setelah bocah tampan tersebut berhambur dengan riang ke arah Val dan langsung berdiri tepat di hadapan Val yang duduk di atas kursi roda itu, ucapan Val jadi membuat kehebohan yang kini tidak hanya melanda lima pria yang sedang bersama Val sebelumnya.


“Ih ini siapa? ... kok wajahnya seperti perpaduan wajah Abang dan Kak Drea? ...” ucap Val dengan saat melihat Putra yang menghampirinya itu.


Lalu, ekspresi menganga kemudian terjadi lagi setelah Val tidak mengenali Putra. Anaknya Varen dan Drea.


🌷🌷🌷


“Jadi bagaimana, Cel?”


Daddy Jeff yang kemudian bertanya pada Celine selepas wanita nyentrik itu melakukan satu sesi pemeriksaan dan tanya jawab dengan Val.


“Nona Valera merasa dirinya masih di usia empat belas tahun.”


Dan jawaban Celine, sungguh amat sangat mengejutkan semua yang mendengarnya.


“Aku rasa perkiraan kita kala menghapus ingatan Nona Muda Valera tentang Tuan Kafeel, mencakup tidak hanya subjeknya. Tapi masa dari kemunculan subjek tersebut dalam hidup Nona Muda Valera. Dan semua dari masa itu hingga saat terakhir sebelum beliau hilang kesadaran, tak sedikit pun Nona Muda Valera ingat---“


“Meng-hapus ... ingatan Val tentangku?? ...”


Kafeel yang menangkap satu kalimat Celine.


Dimana kemudian, seluruh pandangan mereka yang sedang berkumpul jauh dari Val itu tertuju pada Kafeel dengan tatapan yang sulit Kafeel artikan.


“Kami akan menceritakannya padamu, Ka ...”


Dad R yang kemudian menanggapi ucapan Kafeel yang sedikit tergugu itu.


Kafeel lalu mengangguk samar tanpa suara.


Lalu Dad R kembali memandang pada Celine dengan ia bertanya selanjutnya.


🌷🌷🌷


“Yang Val katakan, jika ingatan terakhirnya adalah di kapal pesiar itu. Adalah yang sebenarnya, Cel? ...”


“Iya, Tuan Moreno. Ingatan Nona Muda Valera, terjebak pada masa di usianya yang masih empat belas tahun ... Setelah aku katakan padanya jika usianya sekarang sudah delapan belas tahun, Nona Muda Valera bahkan sempat histeris ...”


“Lalu bagaimana selanjutnya, Cel? ...”


“Seperti yang aku pernah katakan, terapi hypnosis bisa dicoba. Tapi karena kondisi Nona Valera yang syok karena aku katakan dengan serius bahwa usianya 18 tahun sekarang, kita harus menunggu sampai beliau bisa benar – benar menerima tentang masa dimana Nona Muda Valera jalani saat ini.”


Lalu pertanyaan yang kemudian tercetus dari orang – orang yang sedang bersama Celine itu adalah,


“Kapan pastinya, Cel? ...”


“Tergantung bagaimana Nona Muda Valera sendiri, Nyonya.”


“Tapi kita bisa coba membantu Val dengan menceritakan segala hal yang ia lupakan itu kan, Cel? ...”


“Bisa, tapi dengan sangat perlahan. Karena memaksanya mengingat dengan tergesa, malah akan berefek buruk pada otaknya. Terlebih, Nona Valera sempat mengeluh jika kepalanya sakit saat saya meyakinkan beliau tentang usianya sekarang ...”


🌷🌷🌷


To be continue ...

__ADS_1


__ADS_2