HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
KEJELASAN


__ADS_3

Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Kediaman Utama The Adjieran Smith, Jakarta, Indonesia,


(KUJ)


“Terus Dad tau, kepentingan si Simon itu datang ke sini sekarang?" Ini Kafeel yang bertanya pada Dad R. “Apa, Dad?.... Kangen sama Val, dia?" yang agak mencecar Dad R setelah satu Dad of The Adjieran Smith itu menjawab pertanyaan Kafeel sebelumnya.


"Bukan."


Tapi biar agak malas juga, Dad R masih menjawab pertanyaan yang Kafeel lontarkan padanya.


“Terus apa jadi alasannya?"


"Sesuatu yang akan membuatmu menganga."


Kafeel lantas spontan mengernyit setelah mendengar jawaban Dad R tersebut. Agak merasa heran selain bingung.



“Dia ke sini mau melamar Val, Dad?....“ cetus Kafeel kemudian yang disusul gerutuan kecilnya karena Dad R yang setelah mengatakan kalimat ambigu bagi Kafeel, melenggang begitu saja dari hadapan Kafeel.


Namun dengan cepat, Kafeel kemudian menjegal langkah Dad R. Dan gantian Dad R yang menggerutu kecil, disaat yang sama dimana Kafeel kembali mencecarnya dengan pertanyaan.



Sampai kemudian Dad R menyodorkan ponselnya kepada Kafeel. “Apa ini Dad?....” yang orangnya lantas mengernyit kecil sambil tangan Kafeel hendak menerima ponsel Dad R tersebut, dimana sejenak percakapan unfaedah terjadi diantara dua pria dengan rentang usia yang terpaut cukup jauh itu. Kemudian Kafeel kembali mempertanyakan soal ponsel Dad R yang si empunya telah sodorkan padanya.


“Kau lihat saja apa yang aku buka....”


Jawaban Dad R sambil menunjuk ponsel miliknya yang sudah Kafeel pegang, dengan dagunya.



Atas arahan Dad R, Kafeel segera memandang ke arah ponsel Dad R yang sudah berada di tangannya itu—dimana layarnya menampakkan sebuah foto. “Ini....” cetus Kafeel setengah menggumam. Sambil ia menyentuh layar ponsel Dad R yang kemudian menampakkan foto lain, dan Dad R dengan cepat menyahut setelah ia mendengar gumaman Kafeel yang terkesan heran.


“Flaming Club.”


Yang dikatakan oleh Dad R.


“Flaming.... Club itu?....“


Kafeel merespons, namun keheranan masih tersirat dalam ucapannya.



“Salah satu Club LGBT yang cukup terkenal di London.”


Dad R langsung lagi merespons cepat keheranan Kafeel.


“Dan Simon adalah Jeruk Minum Jeruk.”


Dad R menambahkan ucapannya.


Dimana Kafeel langsung merespons tepat seperti apa yang sebelumnya Dad R katakan.


Terkejut hingga menganga.


Karena Kafeel paham maksud perumpamaan yang tersemat dalam ucapan Dad R tadi.



“Serius, Dad??....”


“Begitu yang Poppa katakan padaku.”


“Dan si Albino itu ga menyangkal??---“


“Poppa mengatakan padaku jika dia mengakuinya tanpa ragu.”


Dad R menukas pertanyaan Kafeel yang masih terlihat tak percaya dengan apa yang barusan ia dengar dari mulut Dad R, yang mengatakan pada Kafeel sesuai apa yang diceritakan Poppa padanya.



“Ya, Bald Drake?“


“There is something you need to know about Simon Atley (Ada sesuatu yang perlu kau ketahui tentang Simon Atley), R—“


“Tell me then ( Katakan padaku kalau begitu )....”


“Simon ia a gay.”


“Eh?—“


“Dave tak sengaja melihatnya masuk Flaming, Yang kemudian dia ikuti selama beberapa hari dan informasi yang didapat oleh Dave, kalau Simon adalah member di sana. Dan lo tahu macam apa Flaming itu.”


“Lo sudah menginterogasi dia?”


“I did. With Dad and Lucca also—“


“Simon mengatakan jika dia memang gay? Atau baru mengakuinya setelah lo hajar?”

__ADS_1


“Tanpa ragu sama sekali.”


“Then (Lalu)?—“


“Gue, Lucca termasuk Dad—menyuruh Simon to face Val directly (untuk menemui Val secara langsung) dan mengatakan semua yang dia sampaikan pada kami bertiga, pada Val.”



Kafeel nampak manggut-manggut kecil setelah mendengar sedikit cerita dari Dad R.


“Nah terus, kalau dia homs kok dia mau pacaran sama Val?” tanya Kafeel kemudian.


“Kau dengar sendiri saja lah dari mulut si Simon itu. Aku sudah ditunggu di ruang tamu, karena aku yakin dia ingin ada aku juga saat dia mengatakan hal yang sejujurnya pada Val....”


Kafeel pun nampak manggut-manggut kecil lagi. “Ya udah ayo ke ruang tamu kalau begitu. Dad....”


“Hemm.”


Dad R berdehem menanggapi ajakan Kafeel sambil kembali mengayunkan langkahnya menuju ruang tamu KUJ.


Kafeel pun mengekori Dad R, menuju satu ruangan dimana sebagian besar penghuni hunian mewah tersebut sedang berada saat ini.


Lalu disaat melihat kemunculan Dad R, Simon langsung berdiri untuk menyapa sekaligus berjabat tangan dengan satu Dad of The Adjieran Smith itu.


Setelahnya, Dad R menyapa sekaligus menyalami Gappa dan Gamma.



Dad R mengambil tempat di samping Val, yang duduk di sofa panjang dekat sofa single yang diduduki Val. Karena memang ada ruang renggang di samping Val yang disediakan untuk Dad R sedari tadi. Hingga posisinya sekarang, Dad R-Val dan Mommy Ara duduk berjejer di satu sofa panjang yang sama.


Lalu Kafeel mengambil tempat di dekat Papi John yang sebelumnya hendak pergi ke salah satu perusahaan pribadinya, namun urung karena kedatangan Gappa dan Gamma serta Simon---yang membuat satu Dad of The Adjieran Smith itu cukup penasaran tentang kehadiran beberapa anggota keluarganya yang berdomisili di London, satu per satu datang tiba-tiba.


Meski tidak semua.


Dan meski perihal kedatangan Dad R dan Mommy Ara di KUJ telah sebelumnya diketahui alasannya.


Yang mana kedatangan Gappa dan Gamma serta bersama Simon itulah yang membuat tak hanya Papi John, tapi semua orang di KUJ penasaran, karena tidak gembar-gembor mengenai hal tersebut di grup keluarga mereka.


Kemudian, mereka yang sebelumnya sempat melipir ke ruang santai, kini nampak juga kembali menyusul ke ruang tamu KUJ.



“Now you can talk ( Sekarang kamu bisa bicara ), Simon,” ucap Val pada Simon yang sebelumnya mengatakan jika ada yang ingin ia sampaikan pada Val, namun Simon ingin semua keluarga Val yang ada di KUJ juga ikut mendengarkan apa yang hendak ia sampaikan pada Val. “Because I’m so curious about you who want to say something to me with all my family’s presence around ( Karena aku sangat penasaran tentang kamu yang ingin mengatakan sesuatu kepadaku dengan kehadiran seluruh anggota keluargaku juga )”


Dimana Simon kemudian menerbitkan senyumannya sambil memandangi Val yang kemudian kembali bersuara. Bertanya dengan agak ragu-ragu.


“Don’t say that you want to purpose me? ( Jangan katakan kalau kamu mau melamar aku? )—“


“Ga akan aku biarkan itu terjadi,” seseorang yang duduk bersama Papi John langsung saja menyambar saat Val bertanya pada Simon itu.


Termasuk Simon.


Hanya saja karena tidak memahami bahasa Indonesia, Simon hanya menanggapi Kafeel yang tiba-tiba menyambar bicara itu dengan ulasan senyumnya.


Sisanya, mendengus dan mengulum senyuman saja sambil melirik pada Kafeel yang gelagatnya terlihat jika pria itu sedang cemburu karena tangan Val yang digenggam Simon.


Dimana didetik setelah Kafeel menyambar, Dad R pun berkata sambil melirik malas pada si AA, “Diam kau bocah tengik. Kau kan sudah dengar ceritaku, buat apa masih cemburu?....”



“Cerita soal?....”


Kasak-kusuk samar yang mempertanyakan maksud kalimat Dad R pada Kafeel itu terdengar samar dari mulut mereka yang tidak tahu cerita yang dimaksud Dad R.


“Cerita tentang apa sih, Dad?....” yang kasak-kusuk itu kemudian ditanyakan dengan suara yang jelas oleh Val pada Dad R.


“Dengarkan saja dia bicara....”


Dad R lantas menyahut menanggapi pertanyaan Val.


“Please continue ( Silahkan lanjutkan ), Simon.”


Setelahnya Dad R bicara pada Simon.


“I know your presence here to say all of things that you have said to Andrew, Lucca and also Val’s grandfather.”


( Aku tahu kedatanganmu di sini untuk mengatakan apa yang sudah kamu katakan pada Andrew, Lucca dan kakeknya Val )


“Yes, Mister Moreno.” Simon langsung menjawab ucapan Dad R tersebut. Disela mereka yang sedang ada di ruang tamu KUj selain Dad R, Mommy Ara, Gappa dan Gamma, Kafeel dan Simon--kembali merasa heran serta juga penasaran dengan percakapan Dad R dan Simon barusan.


“So please,” ucap Dad R, mempersilahkan Simon untuk penuh bicara.


“Thank you, Sir—“



Simon langsung menatap pada Val, lalu pandangannya bergulir kepada tiap-tiap orang yang ada di sekelilingnya itu setelah ia menjawab dengan ucapan terima kasih pada Dad R yang mempersilahkannya untuk menyampaikan apa yang ingin ia sampaikan itu.


Lalu Simon mulai bicara didetik setelahnya. “First of all, I would like to convey my apology ( Pertama-tama, aku ingin menyampaikan permintaan maafku )....”


Kemudian Simon melemparkan kembali pandangannya ke semua orang yang ada di sekelilingnya tersebut.


“To all of you here, since I was already tell my apology to this family member at London ( Pada kalian semua disini, setelah aku sebelumnya sudah meminta maaf pada anggota keluarga ini yang berada di London )....”

__ADS_1


Simon menyambung ucapannya.


“And especially to you ( Dan terutama pada kamu ), Valera,” ucap Simon lagi, dengan kedua tangannya yang kini meraih satu tangan Valera.



‘Santuy ‘A, inget si Simon itu hombreng.’


Dan disaat tangan Val diraih Simon kemudian digenggam, Kafeel membatin untuk menenangkan hatinya yang agak tidak senang melihat tangan Val digenggam oleh Simon. Meskipun Kafeel sudah tahu jika Simon itu memiliki kelainan seksual.


“Apology for what, Simon?....” Val langsung merespon dengan bertanya pada Simon yang sebelumnya menyampaikan permintaan maaf padanya serta pada para keluarganya yang ada. “What kind a mistake that you made? ( Kesalahan apa yang kamu buat? )”


Val bertanya dengan heran.


Dimana kemudian Simon langsung merespons pertanyaan Val tersebut.


“I’m not really sincere when I accept your invitation to have a special relationship ( Aku tidak benar-benar tulus saat aku menerima ajakan kamu untuk menjalin hubungan yang spesial ), Valera.”


“What do you mean? ( Apa maksud kamu? )—“


“I mean that I have a spesific purpose by becoming your boyfriend.”


( Maksudku adalah jika sebenarnya aku memiliki tujuan tertentu dengan menjadi pacar kamu )


“What’s that?....”



The Great Mansion of The Adjieran Smith, London, England,


“What are you reffering to by become Val’s boyfriend, If you are a gay? ( Apa sebenarnya maksudmu dengan menjadi kekasih Val, jika kamu seorang homoseksual? )”


“What a man who likes his kind expecting by becoming our daughter’s boyfriend that is a million pure woman,  which man in your community I’m sure have no desire on. Or maybe you are on the way to cure yourself on having interest to woman again through Val ? (Apa yang seorang pria dimana ia menyukai sesama jenis dengan menjadi kekasih putri kami yang murni seorang wanita dimana pria dalam komunitasmu aku yakin tidak memiliki hasrat atas itu. Atau mungkin kau sedang ingin menyembuhkan dirimu agar kembali tertarik pada wanita melalui Val? )”


“We are supporting you if you are just like Andrew said. Because however man should be a man by accepting they’re nature. Interest to woman. But using our Val for that? We won’t let it ( Kami mendukung jika memang kau seperti yang Andrew katakan tadi. Karena bagaimanapun pria lebih baik menerima kodratnya. Tertarik pada seorang wanita. Tapi menggunakan Val untuk tujuanmu itu? Kami tidak membiarkannya )”


“About my interest condition of mate, I haven’t think to change actually. So I am not using Valera for that. But I will say, me that becoming Valera’s boyfriend.... Well I do, I am using her ( Tentang kondisi ketertarikanku atas pasangan, sejujurnya aku belum berpikir untuk berubah. Jadi aku tidak menggunakan Valera untuk hal itu.... Tapi aku akan mengatakan, alasanku menjadi kekasih Valera.... Tentang aku yang memperalatnya, ya itu benar )”


“You have a balls, huh? By using someone in this family ( Kau punya nyali juga, ya? Dengan memperalat seseorang dalam keluarga ini )....”


“I need to, because I have a sister with the same condition like Valera.... But my sister not as lucky as Valera. She was rapped, and I already took her for hypnotheraphy. Success to made her forget that horrible thing. But she’s then always look afraid to every man include me ( Aku terpaksa, karena aku memiliki seorang saudari yang kondisinya kurang lebih sama seperti Valera... Tetapi adik perempuanku tidak seberuntung Valera. Adikku diperkosa, dan aku sudah membawanya untuk melakukan hipnoterapi. Sukses membuatnya melupakan kejadian mengerikan itu. Tapi setelahnya dia selalu terlihat takut pada setiap pria termasuk aku )”


“.......”


“So after I heard about Valera condition before she cameback to University from the Rector after he was told by one of you how to treat Valera, I already planned to get close to her. But she was totally guarded so I have no chance until she started approached me and you all know the rest ( Jadi setelah aku mendengar tentang kondisi Valera dari Rektor setelah ia diberitahukan oleh salah satu dari kalian bagaimana untuk memperlakukannya, aku sudah berencana untuk mendekatkan diri padanya. Tapi dia begitu ketat dijaga jadi aku tidak memiliki kesempatan sampai kemudian dia mulai mendekatiku dan kalian tahu bagaimana setelahnya )—“



Kediaman Utama The Adjieran Smith, Jakarta, Indonesia,


(KUJ)


“Miris sekali ya cerita tentang adik perempuannya Kak Simon?” komentar Val ketika Simon yang dipersilahkan untuk menginap di KUJ selama ia berada di Jakarta, telah dipersilahkan untuk beristirahat selepas ia selesai menyampaikan apa yang ia ingin sampaikan pada Val dan keluarganya.


“Silahkan bersyukur banyak-banyak kalian terlahir dalam keluarga ini dimana kami berkecukupan untuk memberikan kalian penjagaan--khususnya para anak perempuan, beberapa bodyguard untuk menjamin keselamatan kalian.” Daddy Jeff lalu yang cepat merespons ucapan Val. Dimana ucapannya itu kemudian diaminkan oleh para orang tua lainnya dalam KUJ.


“Yap.”


“Bahkan sudah rasanya menjaga kalian dengan menempatkan bodyguard disisi kalian saja, kami sudah pernah kecolongan saat Kak Drea dan Kak Via kalian diculik oleh sindikat perdagangan manusia. Yang untungnya pergerakan kami cepat sehingga Kak Drea dan Kak Via tak sampai mendapatkan pelecehan yang parah seperti adik perempuannya, Simon.”


"Juga Lena." Kafeel menimpali.


Dimana setelahnya, “Iya, Papa Bear,” sahut mereka para pewaris perempuan, termasuk Drea dan Via walau mereka sudah menikah.


Tapi keduanya pernah punya pengalaman yang tidak menyenangkan perihal pelecehan itu walau kecil saja.


Namun yang namanya pelecehan ya tetap saja pelecehan.


Perlu melakukan upaya antisipasi agar hal mengerikan dari pelecehan seksual yang parah yakni pemerkosaan, tidak dialami oleh para perempuan. Terutama para perempuan sultanah dalam keluarga The Adjieran Smith. Bukan hanya diantisipasi, tapi para pelaku pelecehan perlu diberikan pelajaran.


Seperti pelajaran yang sudah diberikan pada pelaku pelecehan Lena, adik perempuan Kafeel. Dimana sang pelaku kemudian menjadi kapok dan bisa dikatakan sudah tobat sekarang. Walaupun saat melecehkan Lena, pria itu berstatus pacar dari Lena. Namun tetap sebuah pelecehan, jika wanita yang menjadi pasangan tidak berkenan untuk ‘disentuh’.


Tapi untungnya pria itu sudah tobat. Karena kalau tidak pasti sudah ‘dibasmi’ oleh para ‘naga’ dalam The Adjieran Smith Family, seperti yang sudah terjadi pada mereka yang pernah menjahati Drea dan Via. Juga pada orang yang pernah juga melecehkan Mami Prita. Yang rata-rata, sudah menjadi jasad.



“Jadi bagaimana soal kalian sekarang?” Daddy Dewa angkat suara, ketika topik tentang Simon telah dihentikan. Dimana ucapan Daddy Dewa tertuju pada Kafeel dan Val.


“Aku kan udah bilang kalau aku terserah pada Val saja....” Kafeel yang lebih dulu menjawab Daddy Dewa.


“Ulang lagi lah prosesnya biar afdol.”


Celetukan keluar dari mulut Isha.


“Lamaran lagi, tunangan lagi, trus nikah deh....”


“Langsung menikah saja lah ya, Kak Kafeel?....” Val kemudian angkat suara sambil menoleh pada Kafeel yang kemudian dengan cepat menanggapi ucapan Val itu.


“Boleh. Kapan?—“


“Besok,” tukas Val. "Bagaimana? lebih cepat lebih baik. kan?" tambah Val dengan enteng saja.


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

__ADS_1


To be continue......


__ADS_2