
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Kediaman Utama Keluarga The Adjieran Smith, Jekardah, Indonesiah,
“Memang jam berapa kalian berangkat ke London besok? ...” ini Kafeel yang bertanya pada Val dan Mika sesaat sebelum para cewe dan cowo itu memisahkan diri setelah mengajak Simon jalan – jalan sebentar ke tempat yang menjadi pusat sejarah Jekardah, berikut menunjukkan beberapa ikon kota, yang memiliki julukan ‘Kota Metropolitan’ sebagai salah satunya.
“Sore kok, Kak ... Masih ada waktu kok buat kangen – kangenan sama Val, sebelum pisah sampai kurang lebih dua minggu.”
Mika yang menjawab, sambil ia mesam - mesem.
Lalu Arya dengan cepat menyambar.
“Kita juga bisa kangen – kangenan dulu dong berarti besok?”
Dimana Mika langsung saja mencebik sambil melirik malas pada pacarnya yang barusan menyambar itu.
Dan Arya pun langsung juga terkekeh setelah melihat Mika mencebik sembari melirik malas padanya, seraya Mika menggumam namun tidak samar ---- lalu memonyongkan bibirnya.
“Pasti ngeres itu arah kalimatnya –“
“Sosor juga nih!” tukas Arya berseru geli setelah ia terkekeh.
Dimana setelah berseru, Arya pun terkekeh lagi bersama dengan mereka yang tadi pergi berwisata malam untuk mengajak Simon sedikit melihat – lihat beberapa bagian kecil Kota Jekardah.
Dan meski tidak paham apa yang Mika dan Arya ucapkan, tapi Simon yang juga masih bersama gerombolan yang tadi mengajaknya jalan – jalan meski hanya ---- katakanlah sebentar saja, mengembangkan senyumnya karena membaca interaksi Mika dan Arya yang memang agak sedikit membuat perutnya geli itu.
“You may go to your room to take a rest now ( Silahkan saja jika kau ingin kembali ke kamarmu untuk beristirahat sekarang ), Simon –“
“Alright then ( Baiklah jika begitu ) ...”
****
Tak lama setelah Simon undur diri dari hadapan Varen dan lainnya yang menemaninya tadi, kesemua orang yang tersisa itu pun saling undur diri.
“Kami duluan.”
Varen dan Drea yang kemudian duluan untuk membubarkan diri. Disusul oleh Nathan dan Via.
Kemudian para pria, namun mereka mencetuskan rencana.
“Begadang nyok? –“
“Mabar yeh?? –“
“Siap.”
“Lo engga ya Res? Lo masih kategori bocil yang punya jam malem, dan besok lo juga mesti sekolah.”
Aro lalu bicara pada si bungsu. “Iya tau paham ...” sahut Ares kemudian, “Tapi aku tetep ikut gabung tidur di tempat kalian kumpul, ya? –“
“Emang mau mabar di menong?” tukas Sony.
“Kamar aku aja lah. Bebas mau teriak – teriak jam segini,” cetus Aro.
****
“Kita juga begadang yuk ah, May, Val. Kecuali kamu ya Ain? ... Karena kamu satu kategori sama si Ares, bocil. Punya jam malem dan besok masih harus pergi ke syekolah.”
Isha lalu angkat suara setelah saudara kembarnya bicara. Ia bicara sambil melihat pada Aina yang langsung manggut – manggut setelah mendengar ucapannya, “Iya, iya,“ sahut Aina.
“Ya udah, yuk? ...” Mika kemudian bersuara, mengajak semua yang masih bersamanya untuk hengkang dari tempat mereka sekarang, lalu pergi ke kamar yang telah ditentukan. Namun sebelumnya, seorang art yang tadi menyambut Mika dan lainnya itu menanyakan pada para tuan dan nona muda yang ada, apakah mereka membutuhkan atau menginginkan sesuatu.
“Mas Pram tanya Simon aja deh coba, mungkin dia butuh atau ingin sesuatu –“
“Iya bener, kalau kami ciwi – ciwi cuantek udah ga butuh apa – apa lagi. Iya kan, girls? –“
“Yap!”
“Oke, Non,” jawab dia yang biasa dipanggil Mas Pram.
“Aku juga engga butuh apa – apa Mas Pram.”
“Aku juga. Ga tau kalau Kak Kaf, Kak Arya dan Kak Sony –“
“Engga Mas Pram. Aku ga butuh apa – apa lagi.”
“Idem.”
“Habis ke Simon kalo emang dia ga butuh apa – apa, Mas Pram istirahat aja. Kalo kami butuh apa – apa nanti bisa nyiapin sendiri, kok ...”
“Ashiap, Aden – Aden.”
Mas Pram menyahut sambil tangannya memperagakan ‘hormat grak’.
__ADS_1
Kemudian satu art yang sudah cukup lama mengabdi di keluarga Adjieran Smith itu undur diri dari hadapan para Aden dan Noni yang kemudian bergerak meninggalkan tempat mereka.
“Kak Kaf nyusul ya Ro? Mau cumuk sama ganti baju dulu.”
“Iya, Kak.”
“Idem.”
Arya dan Sony sama berucap, menimpali ucapan Kafeel.
“Wokeh!“ sahut Aro.
“Selamat malam, Tuan Putri. Sweet dream yah?” Kafeel lalu mendekati Val yang sudah hendak berlalu dari hadapan Kafeel dan para cowok lainnya.
“Oh iya, Val sampai lupa mengucapkan selamat malam,” ucap Val yang kemudian menerima kecupan di satu pipinya dari Kafeel. “Sweet dream juga, ya Kak? Dan Sweet dream untuk kalian semua para pria tampan.”
“Mika Chayank ga ngucapin selamat malam juga sama calon suami? –“
“Heleh!”
Arya mendapat toyoran dari sang kakak kandungnya, sebelum Mika belum sempat menjawab ucapan dari pacar recehnya itu.
Malah Mika, tersenyum geli saja kemudian melihat interaksi Arya dan Sony yang saling berbalas ucapan menggelikan barang sebentar.
“Jomblowan iri,” ledek Arya langsung pada sang kakak kandung, Sony.
“Gue jomblo dengan gebetan segudang, oke? ... kalo gue pengumuman pengen nikah. Itu gebetan langsung pada ngantri buat gue pilih jadi istri –“
“Jangan lama – lama Kak bikin pengumuman nikahnya, nanti jadi perjaka tua loh? ...” celetuk Isha.
“Isha aja kalo gitu yang nikah sama Kak Sony gimana?? ...”
Yang diledek Isha langsung menanggapi ledekan Isha padanya itu.
“Hidiih ... Isha bukan Val ya, oke?? Yang suka cowok kelewat mateng dari umur Isha –“
“Justru yang mateng itu mantep, Sha –“
“Wasaitep!,” tukas Isha yang membuat mereka yang bersamanya itu terkekeh kecil.
Baru kemudian, sekelompok jejaka dan perawan itu benar – benar beranjak dari tempat mereka sekarang.
Dimana beberapa berpisah ke arah yang berbeda.
****
“Ann ngomel nih ...” Isha yang sedang memegang dan melihat – lihat isi ponselnya itu bersuara kala ia dan 3 saudarinya yang lain telah membersihkan diri dan berganti pakaian dengan piyama.
“Bilang apa dia? –“
“Katanya kita ga setia saudara karena jalan – jalan ga nunggu dia dan Rery ada di sini ...”
Kemudian Val angkat suara, “Bilang saja, kalau itu mendadak –“
“Lagian juga cuma jalan – jalan ke kotu sama ngasih liat monas sama Simon –“
“Iya udah aku bales gitu chatnya Ann ...”
Isha menjawab ucapan Val dan Mika.
Lalu Val dan Mika nampak sudah memposisikan diri mereka senyaman mungkin, untuk menonton sebuah drama romantis pada salah satu channel berbayar di televisi dalam kamar Mika pada KUJ.
Sementara Isha, masih belum lepas dari ponselnya. Dimana Isha kemudian nampak tercengang sendiri. ‘Heu?! –‘
Lalu Isha langsung berseru tak lama kemudian.
“Omo! –“
****
“Kenapa? Tipe cowok idaman kamu berubah lagi setelah lihat itu aktor?” cibir Mika yang spontan menoleh bersamaan dengan Val yang sedang menonton sebuah drama beraktor cogan, pada Isha yang barusan berseru kecil.
Dimana Isha langsung berseru lagi tak lama Mika mencibir ---- dan seruan Isha selanjutnya nampak lebih antusias dari yang pertama.
“Cek Cuits! ...”
Membuat Val dan Mika jadi kemudian membalikkan badannya dan menghadap pada Isha.
“Ada apa sih?”
“Kak Lena kirim link ke aku ...”
“Link apa? ...“
“Ini ... May ...” Isha lalu nampak ragu – ragu menyodorkan ponselnya kepada Mika.
__ADS_1
“Apa – apaan? ...” gumam Mika setelah melihat apa yang ditunjukkan Isha padanya dalam ponsel milik kembaran Aro itu.
“Ini kayaknya video ga lengkap abis diedit ya, May ...” ucap Isha saat Mika sedang memperhatikan sambil menggumam tak senang apa yang Isha telah lihat duluan.
“Iya jelas sekali ini diedit lah,” timpal Val yang meyakini ucapannya.
Karena layaknya Isha dan para adik – adik Abang Varen yang ahli soal IT selain emang jenius otaknya, Val sudah mendapat cukup ilmu tentang dasar – dasar dunia IT.
Termasuk, bisa membedakan mana video asli dan mana yang sudah diotak – atik.
“Tetapi wajah Kak Arya jelas sekali divideo itu ya, May? Dan kalau orang awam yang melihatnya, ini nampak asli karena lumayan halus editannya.”
****
“Dan foto wanita ini asli, May? Bukankah Kak Arya sudah menyangkal jika tidak ada yang terjadi antara dirinya dan wanita itu berikut sudah ada buktinya?”
Val kemudian kembali bicara.
“Tetapi fotonya ini, bukankah di ranjang pada apartemen Kak Arya? –“
“Foto itu memang benar.”
Mika langsung menjawab ucapan Val yang nampak penasaran, dimana Val memastikan ---- mengenali jika itu kamar di apartemen yang belum lama Arya beli, karena sempat melihat foto – foto seisi apartemen Arya di galeri foto ponsel Mika.
Yang mana kebetulan, selimut pada foto yang sedang dilihatnya bersama Mika dan Val komentari itu ---- adalah selimut dari set bed cover yang Val tahu kalau itu pemberian Mika, karena saat satu saudarinya membeli set bed cover untuk Arya itu ---- Val ikut serta menemani Mika.
“Tapi baik kejadian di video dan foto wanita gatal itu di ranjang, aku sudah tahu versi aslinya bagaimana kejadian yang sebenarnya.”
Mika lebih menjelaskan kepada dua saudarinya yang sedang bersama Mika itu, sementara yang satu sudah nampak pulas di atas ranjang Mika.
Lalu setelahnya, Mika meminta Isha mengambilkan laptop dan tab - nya yang ada di atas sebuah meja yang bisa dikatakan sebagai meja belajar atau meja kerja juga.
Dimana selanjutnya, Mika menunjukkan pada Isha dan Val beberapa video yang ada di laptop dan tab – nya itu ---- karena meski sudah dengar, kalau kejadian Mika melihat ada wanita lain di ranjang Arya --- tapi baik Isha dan Val belum melihat video yang menjadi bukti penyangkalan Arya yang memang difitnah oleh mantan tunangannya.
“Wah, ini sih ngajak perang itu perempuan ga ada akhlak, May,” celetukan provokasi tercetus dari mulut Isha yang sudah selesai melihat video asli dari insiden yang sempat membuat Mika murka pada Arya, yang ditunjukkan Mika padanya dan Val.
Dan setelah ucapan provokatifnya Isha itu, Mika pun langsung mengangguk mengiyakan ucapan satu saudarinya tersebut.
Dimana Mika bukan terprovokasi dengan ucapan Isha. Namun memang Mika berpikiran yang sama seperti Isha. Dan Val juga sama pemikirannya dengan Isha dan Mika sekarang tentang mantan tunangan Arya yang kembali melemparkan fitnah untuk Arya, dimana nama baik Arya dan keluarganya jadi tersorot dan tercoreng.
Karena fitnahan dari mantan tunangan Arya itu dilakukan di media sosial yang pastinya cepat akan menjadi bahasan orang – orang, terlebih ada hashtag yang disematkan ---- lalu ada beberapa orang – orang yang mendapatkan tag colekan link dari video fitnahan tersebut.
Rahang Mika nampak mengetat seraya ia diam sejenak.
Isha dan Val pun memperhatikan satu saudari mereka itu, yang nampak kesal sekali wajahnya.
“Kak Arya udah lihat belum ya, ini berita? –“
“Ponselnya sama aku ... Ga tau kalau Kak Sony atau Kak Kaf dan Aro mengecek ponsel mereka yang mungkin dapat tag dari Kak Lena.”
"Tapi sepertinya belum ada yang melihat link yang dikirimin Kak Lena ini deh, karena belum ada yang nongol bahas ini di semua grup kita -"
"Kayaknya emang belum. Dan ini sengaja dikeluarkan jam segini, biar besok pagi langsung bisa viral tujuannya."
“Mau disampein soal ini sekarang ke Kak Arya, May? ...”
“Ga usah ... Kalau dia udah lihat, pasti dia akan langsung lari ke sini -”
“Lalu rencana kamu bagaimana, May? Ini sudah sangat merendahkan Kak Arya dan keluarga Narendra jatuhnya, selain mencoreng sekali nama baik mereka yang akan menjadi bulan – bulanan pembicaraan orang – orang yang berpikir buruk dengan melihat video editan ini –“
“Aku yang akan mengurusnya.”
Mika menukas ucapan Val dengan ekspresi menahan geram.
“Mengusik Arya dan keluarga calon suamiku, itu namanya juga mengusikku.”
“Betul itu, May – “
“Mencoreng nama baik calon suami aku dan keluarganya ... heh! Berani – beraninya dia ...”
Mika menggeram dalam gumaman.
“Akan aku buat habis nama baik wanita itu berikut keluarganya dan orang – orang yang telah membantunya menyebarkan berita fitnah ini –“
“Hajar May! Jangan kasih kendor ...”
“I’m with you, May ...”
Mika menyungging miring kemudian, dengan pandangannya yang nampak nanar ---- sambil Mika membatin dengan segenap tekad untuk sebuah rencana yang otaknya sudah dengan cepat pikirkan.
‘Aku akan ganti nama jika aku tidak bisa membuat wanita itu dan keluarganya tak lagi dapat menghadapi dunia dan hidup tenang setelah ini. Entah niatnya mengusik Arya atau Narendra .. Tapi yang jelas wanita itu dan keluarganya berikut mereka yang terlibat, akan aku buat hancur tanpa sisa nama baik mereka dan akan aku buat susah hidup mereka ke depannya!’
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
To be continue ......
__ADS_1
Terima kasih masih setia, semoga selalu enjoy dan suehat – suehat ya kalian, para reader yang blaem – blaem.