
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
Makasih masih setia....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Kediaman Utama The Adjieran Smith, Jakarta, Indonesia,
“It --- itu benar.. Kak?. Kak Kafeel sedang menuju ke sini untuk melamar Val, secara resmi? ..”
Ada Val yang sedang tergugu sambil mengerjap – ngerjapkan matanya setelah ia menyambar ponsel Aro yang saat Val sambar selepas ia keluar lagi dengan cepat dari dalam kamar mandinya setelah kalang kabut sebelumnya, dimana ponsel Aro itu sedang terhubung sambungan telepon dengan kekasih setengah om – omnya Val dalam mode loud speaker.
Yang mana setelah menyambar ponsel Aro dari tangan si empunya, Val langsung mengambil alih percakapan Aro dengan Kafeel. Kemudian bertanya, perihal Kafeel yang sedang dalam perjalanan dengan keluarganya --- dan katanya kedatangan Kafeel berikut Bunda dan adik perempuannya itu ke kediaman keluarga Val yang berada di Jakarta, adalah untuk melamar Val.
“Iya, Sayang.”
“.......”
“Ini ada Bunda disamping aku kalau –“
“AAAAA!!..”
Belum sempat Kafeel lanjut berbicara, Val sudah histeris lagi dengan melempar ponsel Aro sembarang dan berlari tajam kembali ke kamar mandinya.
“MIKA, ARO, ISHA, RERY, ANN DAN SEMUA – SEMUA.. KALIAN JAHAAT!..” Teriak Val di kala ia berlari dan menjadi kalang kabut lagi.
♥
“Kak, Kak Kaf beneran sepuluh menit lagi nyampe sini? ..”
Aro mengambil alih pembicaraan dengan Kafeel kembali setelah ponselnya di lempar sembarang oleh Val.
Untung saja Aro udah mengantisipasi hal itu.
Makanya saat Val melemparkan ponselnya tersebut, tangan Aro sigap menangkap ponselnya yang hampir bernasib malang karena di lempar Val dengan sembarang.
“Ini si Val aja baru mandi loh, Kak. Dads, Moms, juga masih belom rapih walaupun dikit lagi oke. Dibawah juga masih nyusun bangku.”
“Canda lah. Kak Kaf sih udah siap, cuma biasalah nunggu Bunda sama Lena. Pere, tau sendiri rempongnya gimana. Terus Uncle Rico dan keluarga plus Uncle Sean sekeluarga juga katanya mau berangkat bareng dari sini.”
“Ya udah kalo gitu. Kabarin aja pas mau jalan ..”
“Mungkin sepuluh atau lima belas menitan lagi Kak Kaf dan rombongan berangkat dari sini. Tuh udah pada dateng –“
“Oke, sip. Aku kabarin ke Dads dulu,” ucap Aro sebelum pembicaraannya dan Kafeel pada sambungan telepon selesai.
♥
“Ya ampun, hanya tinggal beberapa menit lagi Kak Kafeel datang! Bagaimana iniiii??!! ..”
Dia yang sudah beres mandi keluar dengan kepanikannya dari dalam kamar mandi. Sementara beberapa orang yang sudah siap sedia untuk menangani dia gerangan yang adalah Val hanya terkekeh saja melihat perempuan belia yang sedang grabak – grubuk itu.
Lalu berhenti panik dan grabak – grubuk sendiri, ketika dua orang kakak perempuannya datang menghampiri Val.
Dimana dua orang kakak perempuan itu ---- Drea dan Via, langsung mengarahkan Val untuk memilih gaun yang sudah disiapkan dalam sebuah rak gantung yang terbuka untuk Val pilih mana yang ia suka dan ingin kenakan.
Lalu tim wardrobe mulai bekerja, ketika Val sudah menjatuhkan pilihan pada satu gaun berwarna pastel dengan sentuhan lace yang classy, termasuk satu heels berwarna nude yang serasi dengan warna gaun pilihan Val.
Val dibantu dulu untuk berpakaian, sebelum dua pasang tangan kakak tercintanya bekerja pada wajah dan rambut Val yang orangnya masih nampak panik sehubungan Val ingat Kak Kafeelnya bilang sepuluh menit lagi ia akan sampai di kediaman Val dan keluarga.
“Udah duduk diam!”
Drea membuat Val terduduk di atas kursi rias.
“Tapi –“
__ADS_1
“Kak Kafeel sama rombongan lagi berenti di tukang bubur ayam buat sarapan dulu sampe kamu siap!”
Drea asal saja berbicara. Namun bicaranya yang suka asal itu nyatanya cukup ampuh membuat kepanikan Val hilang, karena kemudian Val nampak manggut – manggut.
Begitulah salah satu adik ini.
Pintar dalam akademis seperti para pewaris The Adjieran Smith lainnya.
Hanya Val terkadang kelewat polos diluar hal yang menyangkut akademis.
Masa bodohlah dengan kepolosan Val itu. Yang penting sekarang, berhubung sudah tenang anaknya, mendingan langsung cus didandanin aja.
♥
“Kak Val kenapa malah cemberut aja sih?” Ada Aina yang berkomentar ketika Val sedang di make up oleh Drea dan Via.
Padahal udah didatengin MUA kenamaan, tapi ditolak Val yang takut dandanan MUAnya kemenoran. Padahal juga Val tinggal ngomong mau gimana make upnya, itu tangan ajaib MUA pasti bisa melakukan make up sesuai dengan yang Val inginkan.
Yang ada, The Moms yang heboh di minta di make up sama itu MUA dan tim yang dianggap nganggur. Jadi, daripada sayang uang udah bayar itu MUA mahal – mahal berikut jasa timnya, kan lebih baik dimanfaatkan keberadaan itu MUA?.
Ya sudah, The Moms yang menang banyak. Padahal Val yang punya acara.
Biarlah, dimaklumi saja.
Perempuan kalo udah tua, meski tetep pada kinclong itu wajah – wajah The Moms of Adjieran Smith seolah awet muda ---- tetep aja suka insecure sama yang namanya kulit kisut apalagi keriput.
Padahal kalo cermin tempat mereka ngaca itu bisa bicara, pasti udah kesel bilang pada The Moms kalo mereka tuh seriusan awet muda. Boro – boro ada keriput, nah kulit mukanya sering disetrika pake alat canggih yang bisa bikin kulit wajah sekencang anak gadis, pake skincare yang bisa bikin kulit mereka semulus perosotan TK yang masih baru.
Tapi ya itu, namanya perempuan.
Kalo soal kecantikan, itu number one.
Akan jadi parnoan, saat usia sudah melewati angka 40an.
Jadi ya sudah dibiarkan saja itu The Moms yang minta didandanin sama MUA, asal mereka bahagia.
Yah namanya emak – emak.
Mau dari kalangan mana juga, yang namanya emak – emak itu sama berpegang pada satu azas.
Yaitu ---- ogah rugi dengan alibi jangan buang – buang duit. Padahal duit The Moms of Adjieran Smith itu sungguhlah jauh dari yang namanya ‘seiprit’.
♥
“Iya nih ulat bulu, seharusnya kamu tersenyum lebar karena perlahan mimpi kamu untuk menikah dengan Kak Kafeel kan akan segera terwujud?” Ini Rery yang menimpali ucapan Aina sebelumnya yang mengomentari wajah Val yang nampak merungut dari mulai selesai mandi, hingga berganti sampai sedang di make up oleh Drea dan Via.
“Habis kalian semua jahat menyembunyikan hal ini dariku dan membuatku tidak mengetahui apa – apa,” gerutu Val.
“Namanya juga surprise.”
Via angkat suara.
“Iya tapi coba lihat, aku kan jadi kalang kabut seperti ini?”
Val masih menggerutu.
“Aku tidak sempat berendam dengan wewangian di bathtub. Hanya mandi di bawah kucuran shower bahkan tubuhku tidak kusabuni dengan merata.”
Lalu Val merungut lagi, sementara para saudara – saudarinya yang kini telah berkumpul kembali di kamar Val kecuali Varen dan Nathan ---- terkekeh saja mendengar gerutuan Val.
“Tapi kan kemarin udah sempet perawatan ini? –“
“Iya sih, tapi kan seharusnya Val dapat melakukan facial dengan serbuk gold biar lebih shining ini wajah Val jika tahu Kak Kafeel akan melamar Val secara resmi, Kak Dreaa.”
“Ya udah nanti pas mau nikah facial sama perawatan tubuhnya pakai serbuk berlian, kalau perlu langsung di tambangnya..” timpal Drea pada Val yang merengek barusan. Lalu Drea cekikikan, dan Drea tentunya tidak cekikikan sendirian.
__ADS_1
“Malah gibah ..” Ini suara Nathan. “Cepetan!” seru Nathan kemudian. “Kak Kafeel sama rombongan udah ada di depan –“
“Depan pintu kediaman?”
“Depan lampu merah.”
♥
“Done,” ucap Drea dan Via bersamaan, setelah keduanya selesai memberikan sentuhan make up natural di wajah Val.
Tak perlu waktu lama memang untuk merias Val, selain sudah cantik aslinya, dan dandanan memang disesuaikan dengan acara yang memang formal, namun terbilang santai.
Drea dan Via tersenyum lebar sambil menatap Val.
Puas dengan hasil atas kerjasama mereka pada wajah dan rambut Val yang tidak terlalu diberikan sentuhan yang berlebihan.
Namun begitu, Val tetap saja memukau.
Senyuman lebar Drea dan Via menular kepada para saudara dan saudari Val ---- termasuk Felix dan Elena, ketika satu saudari mereka yang punya trade mark ‘gadis ulat bulu’ itu telah diminta berdiri saat penampilannya sudah dirasa siap untuk digiring kehadapan sang Arjuna yang hendak melamarnya secara resmi itu.
Senyuman kagum sekaligus bahagia melihat salah satu saudari mereka sudah dekat pada mimpinya.
Mimpi yang sederhana saja. Yakni bisa menikah dengan pria pujaan hatinya. Yang didoakan, semoga mimpi Val yang sederhana itu ---- dapat segera terwujud seutuhnya.
Dihampiri Val oleh para saudara – saudarinya, yang tersenyum lebar memandangi Val.
Val pun sama tersenyum lebar kepada para saudara – saudarinya itu, dimana Felix dan Elena sudah dianggap juga sebagai saudara.
Ada satu lagi, Melly namanya. Anaknya Uncle Ezra. Tangan kanan Poppa di London yang sudah menjadi sahabatnya.
Namun Melly berhalangan hadir karena sang ayah yang merupakan sahabat serta orang kepercayaan Poppa itu jatuh sakit, ketika mereka hendak bertolak ke Indo.
♥
Kembali kepada Val dan mereka yang sedang bersamanya di kamar pribadi si ‘gadis ulat bulu’ itu ....
“You look awesome, Val ..”
Dimana pujian - pujian kini mulai menghujani Val dari orang – orang yang sedang bersamanya itu.
“Cantiknya kamu, Val.”
“Thank you ..”
Val membalas dengan sumringah pujian – pujian tersebut, sampai Aro nyeletuk,
“Bisa makin tercanduh – canduh ini Kak Kaf pasti sama kamu, Val.”
Selanjutnya Val terkekeh bersama para saudara – saudarinya itu, termasuk juga tim wardrobe dan beberapa asisten pribadi The Moms yang biasa mengurusi keperluan para sultanah senior itu apabila sedang ada suatu acara, selain menjadi pendamping dalam pekerjaan masing – masing The Moms.
Lalu Val berkaca, memperhatikan dirinya sendiri. “Thank you very much, ya Kak Drea, Kak Via .. Val jadi nampak cantik sekali .. Dan gaun pilihan kalian semua ini,sungguh sangat indah sampai membuat Val menjadi terlihat faboulous seperti ini –“
“Anda memang sudah cantik sekali, Nona Muda Valera.” Salah seorang asisten The Moms bersuara.
“Of course (Tentu saja)!” timpal Ann. “Heirs of The Adjieran Smith tidak ada yang jelek bukan? –“
“Fakta!”
“Absolutely right!”
“Yang bilang kita jelek, seset aja matanya.”
Lalu tawa membahana. Hingga satu suara menyuruh mereka yang sedang tertawa itu untuk diam.
“Kayaknya Kak Kaf dan rombongan udah sampai deh? ..”
__ADS_1
♥♥
To be continue ..