HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
YAA, GITU DEH!


__ADS_3

Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


London, England,


“She and Rery can’t go to the competion both motogp and formula one this year (Kamu dan Rery tidak dapat mengikuti kejuaraan baik motogp ataupun superbike tahun ini)”


Adalah Melly yang berbicara, kala Ann telah selesai mengitari beberapa kali lintasan mobil formula dan si Little Devil itu telah membawa mobil formula yang dikemudikannya masuk ke dalam area pinggir lintasan, dimana beberapa orang dengan menggunakan atasan yang nampak seragam kemudian bersiaga dalam posisi mereka.


Ann terlihat keluar dari dalam mobil formula tersebut dari tempat Melly duduk bersama Mika, Val dan Elena yang menempati area tempat duduk penonton bagian depan dekat lintasan---sambil masing-masing empat dara itu memegang minuman dingin di tangan mereka. Berikut juga cemilan yang biasanya tidak diperbolehkan dibawa oleh penonton ajang balap mobil jenis formula tersebut.


Namun berhubung sirkuit balapan mobil  tempat empat dara itu berada yang sedang menemani Ann melakukan aktifitas regulernya memacu sebuah mobil balap kursi 1 yang sudah digemarinya sejak lama sedang kosong karena tidak adanya kompetisi yang digelar saat ini, makanya bebas saja jika 4 dara itu membawa minuman dan cemilan sambil memperhatikan Ann memacu mobil balap kesayangannya itu pada area sirkuit tempat mereka berada sekarang.


Lagipula, sirkuit balapan itupun sudah dibeli oleh keluarga The Adjieran Smith juga.


Bebas-bebas saja sang pemilik mau ngapain di sana.


Namun tetap, jika sirkuit sedang dipakai untuk sebuah acara resmi, sang pemilik akan menghormati dan melakukan segala kebijakan seperti penonton lainnya.


“Why Ann still diligent doing this (Kenapa Ann masih rajin melakukan ini)?”


“Hum. Still next year until she can take part in F1 competion for women, she can doing this once in a month not every 3 days.”


“(Hum. Masih tahun depan dia bisa ambil bagian di kompetisi formula 1 untuk wanita, dia bisa melakukan ini sebulan sekali bukan setiap 3 hari sekali)”


Elena lalu menimpali ucapan Melly.


“This is something she loved beside Rery and our family (Ini satu hal yang dia cintai selain Rery dan keluarga kami)” Mika yang kemudian menjawab ucapan Melly dan Elena.


“Hmm .. that Little Devil is love everything that connect with adrenalin and violence. You guys know it that well (Hmm .. si Setan Kecil itu memang mencintai segala hal yang terhubung dengan adrenalin dan kekerasan. Kalian semua juga tahu betul hal itu)” celetuk Elena.


Lalu Mika, Val dan Melly kompak terkekeh bersama.


“But still, Ann has noble heart (Tapi tetap saja, Ann memiliki hati yang mulia) ..”


Val angkat suara kemudian.


“Don’t forget she wants to be scientist to find cure for those dangerous disease and will give it for free to people who suffer from it but can’t get a proper cure because of the financial matter.”


“(Jangan lupa kalau dia ingin menjadi ilmuwan untuk menemukan obat penyakit berbahaya dan akan membagikannya secara gratis untuk para penderita penyakit tersebut yang tidak dapat berobat dengan layak karena masalah keuangan)”


Val sambung bicara. Lalu kemudian Mika menimpalinya. “Iya, tapi jangan lupa juga .. kalau Ann, belajar keras untuk menjadi ilmuwan, karena obsesi gilanya yang ingin membuat racun yang lebih hebar dari racun botulinum.” Dimana kemudian Val, Melly dan Elena yang sudah paham betul bahasa Indonesia namun jarang sekali bicara dalam bahasa tersebut---terkekeh bersama.


Mika juga ikut terkekeh bersama tiga dara itu.


Lalu Mika menggelengkan singkat dan pelan kepalanya memikirkan satu saudarinya yang punya kepribadian paling eksentrik itu sambil ia mengulum senyumnya.


💟💟


“So you’re not going with us (Jadi kamu tidak ikut bersama kami), May? ..”


Elena bertanya pada Mika, setelah Ann bergabung bersamanya dan tiga dara yang bersama putrinya Uncle Nino itu dan mereka sudah hendak meninggalkan sirkuit tempat 5 dara tersebut berada tadi.


“No El. I already have my own plan after here (Tidak El. Aku sudah memiliki rencanaku sendiri setelah dari sini) ..” jawab Mika.


“And what is that (Dan apa itu)? ..” celetuk Val yang tidak tahu tentang rencana Mika itu.


“Secret!” jawab Mika cepat dengan ekspresi meledek pada Val yang kemudian merungut kecil.


💟💟


Mika menaiki mobil yang berbeda dengan 4 dara yang tadi bersamanya. Dimana saat ini, Mika menggunakan mobil miliknya. Dan Mika sudah sering menyetir sendiri, karena bosan harus duduk di kursi penumpang terus. Dan Mika sudah mengantongi ijin dari para pemimpin dalam keluarga untuk menyetir sendiri kapanpun ia mau. Namun begitu, Mika tidak serta merta dibiarkan memacu mobil pribadinya melenggang di jalanan sendirian.


Beberapa bodyguard tetap ada menyertai Mika dalam mobil berbeda, dan akan memposisikan mobil pengawalan itu pada jarak yang tidak seberapa jauh dari mobil Mika saat satu incess The Adjieran Smith Family itu sedang menyetir sendiri.


Tak ada kebebasan hakiki untuk para wanita dalam klan keluarga tersebut memang. Namun sudah seperti itu adanya, para pemimpin keluarga amat sangat posesif dan protektif pada keluarga mereka tentunya. Pun pada anak-anak, terlebih pada pasangan mereka.


“I will drop in BM (Aku akan mampir di BM)”


Mika bicara dari tempatnya setelah menekan salah satu tombol yang ada di bagian tengah mobil sebelah kiri Mika yang mobil miliknya itu memiliki setir di sebelah kanan layaknya di Indonesia.


“Yes, Miss Mikaela.”

__ADS_1


Lalu terdengar jawaban dari balik sebuah speaker kecil setelah Mika berkata.


Dimana perkataan Mika itu tertuju pada bodyguard yang ada di salah satu mobil yang menyertainya, memberitahukan jika Mika akan mampir di sebuah tempat yang menyediakan bahan-bahan masakan segar yang langsung petaninya sendiri yang menjual.


Namun ada juga beberapa jenis dagangan lainnya selain bahan masakan. Yakni barang – barang dari beberapa seniman jalanan dan pengrajin lokal.


💟💟


“Why is you who buys all of these (Kenapa anda yang membeli semua ini)?” tanya seorang bodyguard dari dua yang menyertai Mika masuk ke dalam sebuah pasar kecil itu, setelah melihat barang – barang yang Mika beli.


“I want to learn cooking (Aku ingin belajar memasak)”


Mika pun langsung menjawab pertanyaan salah seorang bodyguardnya tersebut.


“But I think that everything you buy here are all ready in mansion (Tetapi aku pikir semua yang anda beli disini tersedia semua di mansion) –“


“But I’m not gonna learn cooking in mansion (Tapi aku tidak akan belajar masak di mansion)” tukas Mika. Dan satu bodyguardnya yang sudah cukup akrab dengan Mika macam Val dan Achiel itu segera bertanya lagi pada si Neng Judes.


“At Mister Dewa restaurant?” ucap si bodyguard seraya bertanya. Dan Mika pun langsung menjawabnya.


“Nope!”


“Then where? ..”


“My future husband apartment.”


Mika pun menjawab sambil lalu.


💟💟


“I might be long here. So feel free if you guys want to do anything else while I’m here. But remember, don’t let my family know about what I’m doing here.”


“(Aku mungkin akan lama di sini. Jadi silahkan saja jika kalian ingin melakukan hal lain selama aku berada di sini. Tapi ingat, jangan sampai keluargaku tahu tentang apa yang aku lakukan di sini)”


Mika berkata pada seorang bodyguard yang ikut masuk bersamanya ke dalam sebuah apartment, yang adalah apartment milik Arya yang walau sudah lama tidak Arya tempati, namun si Recehboy itu telah membayar sewanya untuk ditinggali selama 3 tahun.


Dan masa Arya meninggali apartment tersebut masih ada sampai saat keberadaan Mika sekarang, di hunian yang dulunya sengaja Arya sewa saat mendapatkan pekerjaan di London.


💟💟


Mika meneruskan ucapannya yang memperingati bodyguardnya tersebut, yang membantu Mika membawakan barang – barang belanjaannya.


'Yakin mulut mereka akan menjadi sangat usil jika tau gue belajar masak demi jadi istri sempurna buat si Recehboy kelak.'


Mika membatin kemudian.


“I’ll get it then (Saya mengerti kalau begitu) ..”


Satu bodyguard yang sedang berinteraksi dengan Mika itu kemudian menjawab ucapan Mika padanya yang mengatakan pikiran satu nona mudanya tersebut, tentang Mika yang tidak ingin menjadi bulan - bulanan ledekan keluarganya kalau mereka tahu Mika sedang mencoba untuk belajar masak.


Sambil satu bodyguard itu menerbitkan seutas senyumnya pada Mika dan mengangguk paham.


“Do you want me to help (Apa anda ingin saya membantu)?” kemudian satu bodyguard itu bertanya pada Mika yang orangnya langsung menggeleng.


“Nope.” Sambil Mika mencetuskan jawabannya. “I want to try by myself for now (Aku ingin mencoba sendiri dulu untuk sekarang)” tambah si Neng Judes. Dimana satu bodyguard yang bersamanya itu langsung mengangguk paham seraya menyahut.


“And what should we say, if you’re family asking about you, Miss (Dan apa yang harus kami katakan, jika keluarga anda bertanya tentang anda, Nona)?” pertanyaan kemudian tercetus lagi dari satu bodyguard The Adjieran Smith Family yang sedang berinteraksi dengan Mika itu.


“Just be honest that I’m here (Jujur saja kalau aku sedang di sini), Ab.”


Mika langsung menjawab pada satu bodyguard yang nama depannya Abbot itu.


“Want to change some interior or else (Ingin mengubah interior atau apapun) –“


💟💟


“Any .. but my main reason here (Apa saja .. selain alasan utama aku di sini)” sambung Mika.


“Alright, Miss Mikaela.”


Abott langsung menjawab Mika dengan santun seperti selalunya, meski Mika jauh usia di bawahnya. Bahkan tak mempermasalahkan jika Mika memanggil namanya langsung, yang mana memang---di Eropa sudah biasa memanggil orang dengan namanya saja, tak kisah rentang usia.


Selain Abbot memang orang Inggris asli serta bertugas sebagai bodyguard The Adjieran Smith Family di London, dan tak biasa mendengar panggilan dengan embel-embel ‘Kak’ yang disematkan para pewaris pada bodyguard di Indo, yang memang banyaknya berdarah negeri kaya budaya tersebut.

__ADS_1


“I’m outside the door if you need me (Aku ada di luar pintu jika anda membutuhkan saya) –“


“Thanks, Ab –“


💟💟


“Tapi ngomong – ngomong soal interior, kayaknya memang harus ada yang dirubah ini interior di sini biar ada kesan suasana baru.”


Mika menggumam kemudian, selepas Abott telah undur diri dari hadapannya.


Keluar dari dalam apartemen Arya. Dan berjaga dengan satu rekannya di luar pintu.


"Tapi .. gue sih mau menyarankan dia pindah aja dari sini .. walaupun cozy, tapi menurut gue kurang luas."


Mika telah mengedarkan pandangannya di sekeliling apartemen Arya yang cukup sering ia datangi itu walau Arya tidak berada di sana.


"Apalagi kalo mau dijadikan tempat tinggal kami kalo gue dan Arya udah nikah nanti?"


Hanya saja, sejak dilamar Arya .. Mika merasa jika dirinya kena juga dengan sindrom yang namanya ‘bucin’.


Namun tak separah Arya pada dirinya.


Dan terlebih, Mika yang punya sejuta gengsi itu---tidak mau ada yang tahu---walau keluarganya sendiri, kalau akhir-akhir ini Mika kelewat sering kangen pada Arya.


Padahal baru beberapa hari saja terpisah.


Yah namanya juga penderita bucin? ..


Jangankan beberapa hari, beberapa jam misah aja udah nimbul rasa kangen pada ayang beb.


💟💟


Seperti itu Mika sekarang.


Namun Mika menyembunyikan jika dirinya sudah menjadi salah seorang pengidap sindrom bucin. Yang untungnya tidak sampai akut.


Menurut Mika sih begitu.


Sadar diri sudah jadi bucin, tapi baginya itu hanya kebucinan tingkat biasa saja.


Padahal kayaknya ga bisa dianggap bucin biasa aja, kalau sekarang Mika yang anti dapur itu sampai akhirnya mau belajar masak sekarang setelah dilamar Arya---walau belum ada acara resminya Arya datang bersama keluarganya dan meminta Mika kepada keluarga si Neng Judes.


💟💟


Ga merasa bucin akut, dan kadar kangennya pada Arya biasa aja.


Namun Mika sudah berada di dalam kamar Arya yang satu dua parfumnya ada di sana, dan menyemprotkan sedikit parfum itu ke pergelangan tangannya lalu Mika langsung hirup aromanya.


“Lebih sedap wanginya kalau ini parfum nempel di badan lo dulu, Ar .. tapi better lah, daripada gue yang lagi kangen sama lo ini cuma bisa lihat foto lo aja.”


Kemudian Mika menggumam tanpa sadar. Lalu mengulum senyumnya sendiri dengan juga tanpa sadar.


“Gue pinjem kemeja lo, ya?”


Dan kini Mika sudah berdiri di depan lemari Arya yang sudah Mika buka lebar pintunya.


“Siapa tau percobaan pertama gue belajar masak ini langsung sukses karena dengan gue pakai salah satu baju lo saat gue masak, gue ngerasa kalo lo lagi meluk gue .. masakan bisa jadi enak kalo ada rasa bahagia dari yang masak kan?”


Mika menggumam lagi. Bicara sendiri. Karena memang dirinya hanya sendirian saja di dalam apartemen Arya. dan Mika bicara seolah Arya ada di sampingnya.


Katanya ga bucin akut?


Tapi Mika ingin memakai kemeja Arya, dan membayangkan jika Arya sedang memeluknya.


Terus senyum – senyum sendiri mematut dirinya di cermin, setelah satu kemeja Arya ia pakai sambil membayangkan ada Arya di belakangnya.


Namun begitu, Mika masih menampik kalau dia sudah kena sindrom bucin akut.


Neng Judes sih gitu?


Muna!


💟💟💟💟💟💟💟💟

__ADS_1


To be continue ....


__ADS_2