HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
FOR REAL!


__ADS_3

( NYATA! )


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


The Great Mansion of The Adjieran Smith, London, England,


“Ini gue, Mi ...”


Suara yang sedang membuat dia yang mendengarnya itu merasa yakin sontak terdengar.


Ketika sebelumnya pemilik suara yang barusan berucap itu bilang, “Ini gue Mii ... Arya ... Buka mata lo, Mii ... Jadi lo bisa liat, gue dateng dengan raga ... utuh, buat lo ...”


Dan disaat suara dia gerangan yang di telinga Mika adalah suara milik Arya kemudian Mika dengar lagi berikut sentuhan tangan yang mengusapi air mata Mika yang masih terus menganak sungai itu, Mika mulai mengerjapkan matanya.


♥♥♥♥


Suara Arya yang terdengar melirih di telinga Mika itu teramat sangat dekat dan jelas.


“Don’t cry no more ( Jangan menangis lagi ), Mi ... gue nyesek liat lo begini ... buka mata lo, Mika ...”


Dan sebaris kalimat dengan nada suara yang lirih itu terdengar juga sesekali tersendat, seperti sedang menahan tangis.


“Sayang ...”


Hingga kemudian panggilan mesra dengan nada yang melirih terdengar seiring belaian lembut di pipinya, membuat Mika memberanikan diri untuk membuka matanya perlahan.


Lalu senyuman hangat tersajii di mata Mika yang berembun, kala kedua netra Mika yang amat sangat basah itu telah terbuka. Senyuman hangat dari wajah dia yang sedang menatap Mika dengan senyum bercampur air mata itu.


Yang sedari tadi suaranya Mika dengar, dan sentuhannya sedikit demi sedikit Mika rasa.


Dan kini wajahnya sudah begitu dekat dengan Mika, yang ia usapi mata dara itu dimana air mata telah membasahi hampir keseluruhan wajah Mika.


Sungguh miris melihatnya.


♥♥♥♥


“Gue disini, Mi ... buat lo ...” tutur si pemilik senyum bercampur air matanya sendiri itu, tepat disaat Mika telah membuka kedua matanya yang masih terlihat basah, lalu memandanginya.


“Ar----Aryaa ...”


Lalu Mika melirih dengan sangat pelan.


“Iya Mi-“


“I---ini benar, elo ... Ar?-“


“Benar, Mi ...”


Sahutan terdengar, berikut usapan lembut yang Mika rasakan di wajahnya.


Dimana usapan tangan dia gerangan yang wajahnya adalah wajah Arya di pandangan Mika itu, menghapusi kembali air yang masih jatuh dari pelupuk mata Mika.


Wajahnya begitu khawatir, dan ada jejak buliran air mata di pipi dia gerangan yang sedang menghapusi air mata Mika, lalu membelai lembut wajah dara yang sedang sangat kalut dan terpukul itu.


Kemudian didetik berikutnya, tangan Mika dibimbing untuk menyentuh wajah dari seseorang yang wajahnya itu begitu dekat dengan Mika saat ini. “Feel it, Mi-“


“Ar, ya ...”


Mika menukas dengan melirih, namun tangannya bergerak perlahan.

__ADS_1


Mika sedang merasakan, kulit dari wajah yang sedang ia sentuh itu. Yang pemiliknya sedang tersenyum, namun ada juga getir dalam sorot matanya memandangi Mika yang nampak kacau.


“Ar, ya ... ini benar, elo Ar? ... bukan halusinasi gue? ...  Elo secara utuh ... bukan sebuah jiwa tanpa, raga ...  yang ... yang mau—berpamitan sama, gue? ...” Mika yang tergugu.


“Bukan sayang, bukan ... Ini gue, beneran gue ...” Ucapan tersebut berlanjut ke sebuah kecupan dalam di kening Mika, lalu berucap lagi setelahnya. “Ini gue, Arya ...”


Dan tubuh Mika ditarik pelan untuk direngkuh erat, sebelum ia berkata lagi.


“Arya—pacar receh lo ...”


Dan di detik berikutnya ...


“ARYAAA!!! ...”


Mika langsung berteriak histeris, seiring dirinya yang balik merengkuh begitu erat sosok yang perlahan Mika rasakan begitu nyata dan sedang merengkuhnya erat juga.


“Aryaa ...” isakan Mika kembali terdengar dengan dirinya yang terus saja merengkuh tubuh atletis yang sedang merengkuhnya juga.


Tubuh atletis itu, memang sama seperti tubuh atletis yang sudah sering memeluknya. Harum tubuh yang sama, dengan jejak parfum yang sama.


“Jangan sedih lagi ... Mi ... melihat lo begini, gue nyesek, Mi ...” lirihnya. Yang sedang Mika rengkuh dengan eratnya.


“Lo selamat, Ar ... lo selamat ...”


“Iya Mi ... iya, gue selamat ... udah sayang, udah ... gue rasa hancur saat denger kondisi lo ... dan beneran hancur rasanya setelah ngeliat lo begini ...”


“Aryaaaaa ...”


“Iya, Mika—iya ... ini Arya ... Arya lo ...“


Dia gerangan berucap lembut, dengan nada suara yang masih juga melirih sambil mendekap Mika.


Dia gerangan yang memang Arya sebenarnya, Arya dengan raga yang sama. Arya yang Mika kalutkan keadaannya.


Arya, Arya ...


Yang Mika rapalkan terus nama itu, meski sosoknya sudah kian nyata Mika rasakan.


Namun di sisi lain hatinya, Mika seolah tak percaya dengan keberadaan Arya yang bersamanya saat ini.


Maka kaitan kedua tangan Mika yang melingkar di leher Arya itu seolah diberikan perekat hingga tak mau lepas saat Arya ingin mengurai pelukan Mika dan ingin menenangkannya.


Arya biarkan.


Tak peduli jika pelukan Mika yang begitu erat itu perlahan mulai membuatnya sesak. Yang sungguh tak mengapa bagi Arya, asal Mika tidak lagi menjadi seperti yang Arya lihat tadi setelah kekasihnya itu puas memeluknya.


Karena Arya rasa tak sanggup melihat kondisi Mika ketika ia datang dengan tergesa ke mansion utama keluarga Mika yang berada di London tersebut.


Jadi dekapan Mika, Arya balas dengan dekapan juga. Sambil sesekali Arya hujani kepala Mika dengan kecupan – kecupan lembut guna menenangkan kekasihnya itu.


♥♥♥♥


“Hush now Baby girl ( Tenang sekarang sayang ) ...”


Sebuah suara disertai usapan lembut dari seorang pria yang bukan Arya, seolah membuat Mika tersadar.


“Poppaa ...” Mika melirih lagi, namun mengurai pelukan eratnya dari Arya yang kemudian tersenyum hangat. “Papaa, Dad R ...” Mika masih melirih.


“Yes, Baby girl ...”


Papa Lucca yang bersuara, dengan tangannya yang kemudian juga membelai lembut kepala Mika.


“Ini Arya ... Kalian dapat melihatnya, kan? ... Iya, kan? ... Katakan ...” Mika berucap antusias, sambil memandangi tiga Daddy yang sudah berada di hadapannya itu, lalu memandang pada Arya secara bergantian.

__ADS_1


Memastikan.


Tiga Daddy itu tersenyum lembut pada Mika.


Sementara Mika menatap penuh harap menunggu jawaban ketiganya.


Hingga kemudian Mika luruh lagi, saat Dad R bilang,


“Iya, Baby girl ... Kami bisa melihatnya. Arya mu sudah datang.” Dad R berucap lembut. “Nyata ...”


Sambil Daddy R juga mengusap lembut kepala Mika.


“Jadi berhentilah menangis, hem?” tutur Dad R. “Agar kami juga tidak lagi bersedih hati.”


“Terima kasih, Tuhan ... Terima kasih ...”


Mika menggumam.


“Terima kasih, telah membuat Arya berada di sini. Terima kasih karena aku tidak sampai gila karena kehilangan.”


Oh Mika, membuat Arya dan tiga Daddy serta beberapa anggota keluarga yang sudah berada di kamarnya itu --- dimana kehadiran lainnya selain tiga Daddy itu belum Mika sadari, tidak kuasa untuk menahan air mata mereka jatuh melihat Mika.


Yang gumamannya menyiratkan lega dan bahagia yang Mika rasa, namun gumaman Mika itu juga membuat yang mendengarnya terenyuh dan getir disaat yang sama --- melihat Mika yang selalunya terlihat tegar dan kuat itu, bisa menjadi sekacau ini.


Meskipun takdir Arya yang selamat, membuatnya bisa bernafas dengan lega sekarang. Namun kondisi Mika masih belum sepenuhnya normal, karena sesekali Mika masih menanyakan para anggota keluarganya yang sudah Mika sadari kehadiran semuanya di dekat dirinya saat ini tentang keberadaan Arya yang Mika terus genggam erat tangannya.


Benar kan, kalian bisa melihat Arya? ...


Kalian tidak sedang membohongiku kan? ...


Oh Mika, sudah ya? ...


Yang Arya dekap dengan getir tubuhnya yang lemah dan sosoknya yang masih sedikit kacau itu.


Lalu dibawa Arya berbaring di atas ranjangnya, setelah semua orang yang tadi ada di kamar Mika, kemudian memberikan ruang bagi Mika dan Arya untuk memiliki waktu berdua.


Waktu berdua yang digunakan Arya untuk kembali menenangkan Mika, dengan ikut berbaring di atas ranjang kekasihnya itu tanpa melepaskan dekapannya pada Mika yang juga mendekapnya.


“Istirahat ya, Mi?” pinta Arya.


Mika menggeleng lemah.


“Tidur, atau gue tidurin?”


Ah, Mika sudah sepenuhnya percaya setelah satu kalimat nyeleneh itu ia dengar.


Arya yang sedang mendekapnya khawatir ini memang Arya nya. Pacar receh yang suka asal ngomongnya.


Nyata.


Mika yakin sekarang.


Karena arwah tidak mungkin cabul ngomongnya.


Jadi,


Mika lega.


Sangat.


♥♥♥♥♥♥♥♥


To be continue ...

__ADS_1


__ADS_2