
( Jangan Sampai )
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
The Great Mansion of The Adjieran Smith, London, Inggris,
Rasa was-was dan ketegangan mulai kian nampak di setiap anggota keluarga The Adjieran Smith yang sedang menyaksikan sebuah berita sela terhangat mengenai sebuah kecelakaan pesawat dari sebuah negara pulau di Karibia, ketika di layar televisi pemberitaan mengenai pesawat yang nahas karena terbakar dan belum diketahui penyebabnya itu --- dimana pesawat tersebut juga kemudian jatuh di sebuah perairan, sudah terdengar mendapat informasi yang lebih banyak dari berita sela sebelumnya di channel yang berbeda.
Lalu informasi yang diulang lagi yang mengatakan jika kemungkinan besar tidak ada korban yang selamat dari musibah yang menimpa satu pesawat dari satu maskapai asing itu, membuat rasa hati mereka yang sangat fokus pada berita tersebut kian resah dan gelisah --- selain begitu was-was dan khawatir, karena ada satu orang yang mereka kenal sangat dekat yang sedang ditakutkan ada di dalam pesawat yang nahas tersebut.
‘Jangan sampai yang kami takutkan sampai terjadi, Ya Tuhan...’
Kiranya batin semua anggota keluarga The Adjieran Smith yang sedang menonton sebuah berita sela terhangat pada layar televisi di ruang keluarga dalam mansion utama mereka yang berada di London tersebut.
Begitu juga Mika yang tak lagi membatin was-was, melainkan jantungnya yang sedang berpacu dengan cepat berikut keringat dingin yang sudah merambat di sekujur tubuhnya itu sudah merasakan ketakutan ketika suara di televisi mengatakan jika daftar nama penumpang dalam pesawat nahas tersebut akan di informasikan dengan segera.
Dan seperti yang diinformasikan oleh seorang pembawa berita di layar televisi dari satu channel berita itu jika daftar penumpang dalam pesawat nahas yang terbakar lalu jatuh ke perairan sekitar laut Karibia dan Samudra Atlantik itu akan segera diumumkan, tak lama kemudian muncul tulisan di layar televisi yang sedang di tonton Mika dan para anggota keluarga yang sedang bersamanya di mansion utama mereka yang berada itu.
Tulisan yang berurutan dengan nomor berikut nama-nama dari banyak orang, seiring pembawa berita yang mengulang menyebut masing-masing nama penumpang yang dipastikan menjadi korban tewas dalam kecelakaan pesawat yang bertolak dari suatu bandara yang berada pada sebuah negara pulau di Karibia yang tujuannya adalah London.
“Grace Maddy, Bruno Donnelly...“ dua nama disebutkan di urutan berikutnya oleh pembawa acara pada channel berita yang sedang Mika dan para anggota keluarganya tonton serta sangat mereka perhatikan itu.
Dimana sebelum pembawa berita menyebutkan nama orang setelah yang tertulis si bawaha nama orang yang Bruno Donnelly, teriakan histeris terdengar dari dia yang berada lebih dekat dengan televisi dengan mata yang sebelumnya sudah berkabut.
“ARYAAAA!!!!-“
Mika menjerit dengan histerisnya.
Bersamaan dengan pembawa acara televisi yang menyebutkan satu nama, yang membuat nafas Mika seolah berhenti seketika.
“Arya Narendra-“
“ENGGAAA!!!!... ARYAAAA!!!!...“
♥♥♥
“May!!!”
Mereka yang berada di dekat Mika langsung berhambur mendekati dara satu itu ketika Mika menjerit dan luruh di tempatnya.
“May-“
“Mika-“
“Mereka pasti salah!”
Mika menyergah histeris pada para anggota keluarganya yang sudah mendekati dirinya yang wajahnya sudah dibanjiri air mata itu.
“Manifest itu pasti salah...”
“Calm down, Baby ( Tenang, Sayang )”
“A-atau aku yang salah dengar dan salah membaca-“
“Mika...”
Kembali Mika coba ditenangkan oleh para anggota keluarganya itu.
♥♥♥
“Katakan kalian tidak --- tidak mendengar nama Ar --- Arya ditulis, dan disebutkan tadi... Aku yang salah dengar dan baca kan????... Aku yang paranoid kan????...”
Mika nampak sudah kacau, setelah saat ia luruh kali pertama tadi dan merosot di tempatnya hingga hampir saja jatuh lemas di tempatnya berdiri yang kemudian keburu di sambar tubuh Mika yang melorot itu oleh Rery dan kini ia telah didudukkan di sofa di ruangan tempat kesemua anggota keluarga The Adjieran Smith yang berdomisili di London itu sedang berada, untuk terus ditenangkan.
“May...”
“Mika...”
“Poppaa, Papaa, Dad R... Gappaa-“
“May...”
“Mika...”
“Mommaa, Mamaa, Mommyy, Gammaa, Omaa... Katakan aku yang salah dengar dan bacaa-“
“Hey Baby, lihat aku...” Dad R menangkup lembut wajah Mika yang sedang luruh merengek dalam tangisnya.
“Daddyyyy...” Mika luruh lagi dalam dekapan Daddy R.
♥♥♥
Seluruh keluarga yang melihat kondisi Mika yang syok perihal nama Arya ada di dalam daftar manifest para penumpang dari pesawat yang mengalami kecelakaan dengan pemberitaan bahwasanya tidak ada korban selamat dari kecelakaan yang menimpa satu pesawat dari sebuah maskapai itu, merasakan hati mereka perih melihat keadaan mental Mika yang sedikit drop sekarang ini.
Pasalnya baru kali ini mereka melihat Mika seperti itu. Mika yang judes dan seringnya datar dan dingin saja ekspresinya, kini nampak sangat lumayan kacau akibat terpukul setelah melihat nama Arya di dalam daftar korban di pesawat yang nahas itu.
Mika yang rewelnya hanya saat dia bayi hingga balita saja itu, kini sudah berderai air mata dengan wajahnya yang sudah nampak sembab.
__ADS_1
“See you soon, Mi...“
Mika menggumam. Sekarang ini dia sudah diboyong ke kamarnya oleh Ann, Val, The Moms berikut Gamma dan Oma Anye berdasarkan anjuran Poppa, Dad R, Papa Lucca dan Gappa.
“Lo janji mau temuin gue secepatnya loh, Ar---“
♥♥♥
Mendengar Mika yang menggumam, mereka yang sedang menemani Mika itu memandang iba dengan hati yang mencelos karena tak sampai hati melihat betapa terpukulnya Mika setelah pemberitaan dari sebuah breaking news tadi dimana pemberitaan yang ada tadi itu mengatakan Arya masuk ke dalam daftar korban yang tidak selamat dari sebuah kecelakaan yang menimpa satu pesawat komersil yang menurut pemberitaan adalah pesawat yang digunakan Arya untuk kembali ke London lebih cepat dari sebelumnya.
“Eemm... Momma tinggal sebentar ya May?... Istighfar sayang, belum ada kabar pasti. Masih ada harapan. Masih ada Yang Maha Kuasa tempat kita meminta, hem? Insya Allah kalau kita minta, Allah kasih. Kalau Mika minta Arya selamat, Bismillah Allah dengar, Allah kabulkan doa Mika, doa kita semua,” tutur Momma lembut menghibur Mika.
“Iya, Momma...”
“Ya udah Momma tinggal sebentar ya? Nanti Momma kembali lagi ke sini---“
“Iya---“
“Gamma, Oma, lebih baik kalian berdua ikut Fania ke bawah ya? Gamma, Oma sama Gappa lebih baik makan dulu---“
“Fania was right...”
Mama Fabi menimpali ucapan Momma pada Gamma dan Oma Anye.
“Gamma, Oma and Gappa better take your dinner first then take a rest. Because we also don’t want three of you get drop.”
“(Gamma, Oma dan Gappa sebaiknya makan malam terlebih dahulu lalu beristirahat. Karena kami juga tidak ingin kondisi kalian bertiga menurun)”
“May, Felix, Elen and Melly are here...”
Poppa muncul ke kamar Mika dengan tiga orang yang ia sebutkan barusan di belakangnya yang langsung berhambur ke tempat Mika yang sedang duduk meringkuk di atas ranjangnya.
“May...” Felix, Elena dan Melly langsung memberikan pelukan dukungan serta prihatin kepada Mika yang kembali terisak kala ketiga anak dari Uncle Nino dan Uncle Ezra beserta istri dari kedua pria itu datang ke hadapannya.
♥♥♥
“Bagaimana, sudah ada kabar terbaru?---”
“Untuk manifest yang sudah diumumkan ke publik itu memang benar adanya.”
Daddy R menukas untuk menjawab pertanyaan Mommy Ara yang telah berada di ruang keluarga setelah keluar dari kamar Mika bersama Momma, Gamma, Oma dan Mama Fabi.
“And the plane, it is really just like what have been told by news? (Dan pesawatnya, apakah benar seperti yang diberitakan?)”
Aunt Eve yang datang bersama Uncle Nino dan dua anak mereka yakni Felix dan Elena itu, ikut bertanya dengan khawatir seperti halnya Mommy Ara.
Daddy R mengangguk bersama Poppa, Papa Lucca dan Gappa. “So far it is true (Sejauh ini hal itu benar)” Gappa yang menjawab, lalu ia menghela nafasnya dengan berat.
Untuk sesaat, para orang tua dan tetua yang sedang berkumpul itu terdiam dengan pikiran mereka masing-masing.
“Should we go to Heathrow? (Apa kita perlu ke Heathrow?)---“
“Wait information from our men (Tunggu kabar dari orang-orang kita)”
“They’re searching information at Heathrow or you guys send them to the fall point of that plane?”
“(Mereka mencari informasi dari Heathrow atau kalian mengirim mereka ke titik jatuh pesawat?)”
Para orang tua dan tetua itu kemudian kembali berdiskusi.
“Both ( Keduanya )---“
“We’re also put fourth to have direct information from SVAG (Kami juga sedang mengusahakan untuk mendapatkan informasi langsung dari SVAG)”
Papa Lucca menimpali jawaban Daddy R yang menjawab pertanyaan Uncle Ezra. Daddy R, Poppa dan Gappa mengiyakan ucapan Papa Lucca barusan dengan anggukan.
“Varen and Nathan are look after about it (Varen dan Nathan sedang mengurus soal itu)...” cetus Poppa.
“Oh God, hopefully there’s a miracle for Arya (Oh Tuhan, semoga ada keajaiban bagi Arya)” Aunt Seraphine---istri Uncle Ezra melirih.
Mata wanita itu sudah dijejaki air mata, seperti para wanita The Adjieran Smith yang sedang bersamanya dan telah ikutan menangis tadi setelah mendengar kabar kecelakaan pesawat dimana ada nama Arya Narendra yang terdaftar sebagai penumpang dalam pesawat nahas tersebut yang diberitakan tidak ada korban selamat dari musibah terbakar dan jatuhnya pesawat nahas tersebut ke sebuah perairan dalam.
Ditambah dengan kondisi Mika yang syok karena kabar tersebut, membuat para wanita berikut juga para pria dan tiga anak mereka lainnya selain Mika tak kuasa untuk menahan air mata mereka agar tidak keluar dari pelupuk mata. “Hopefully. I really can’t imagine how’s Shireen dan Ricco if Arya not survive (Semoga saja. Aku sungguh tidak dapat membayangkan bagaimana Cello dan Ricco jika Arya tidak selamat)”
Mama Fabi ikut melirih, merasa prihatin dengan kedua orang tua Arya jika satu dari anak mereka itu bernasib nahas.
“As a Mom, I really can’t imagine how will Cello feeling if that bad thing happen (Sebagai seorang ibu, aku tidak dapat membayangkan bagaimana perasaan Shireen jika hal buruk itu terjadi)” Momma ikut berkomentar dengan juga melirih menanggapi ucapan Mama Fabi yang memanggil nama ibunda Arya dengan nama Shireen, sedangkan Momma memanggil ibunda Arya dengan nama kecilnya.
“Moreover, I can’t imagine how Mika will be so sad if Arya is become one of the victim (Terlebih lagi, aku tidak dapat membayangkan betapa sedihnya Mika nanti jika Arya benar-benar menjadi satu dari para korban)” Mommy Ara juga ikut serta berkomentar, dengan matanya yang kembali berkaca-kaca.
“Don’t be...”
♥♥♥
Mika memang sudah lebih tenang saat ini. Namun air matanya belum juga berhenti menetes dari pelupuk mata.
Termasuk juga, Mika nampak seperti sibuk dengan dunianya sendiri. Masih sibuk mencoba membuat kontak dengan Arya ke nomor ponsel pacarnya itu.
Selain keluarganya, Mika juga sedang menghibur dirinya sendiri dengan terus-terusan menghubungi nomor kontak ponsel Arya---Yang dibiarkan saja oleh mereka yang sedang menemani Mika di kamar pribadi satu dara itu, dengan pertimbangan---Mungkin Mika akan merasa lebih baik jika dia seperti itu.
“Abaang... Abang katanya sedang membantu mencari kabar tentang Arya? Bagaimana Abaang?” Lalu tak lama, Mika menghubungi Varen dengan merengek pilu.
__ADS_1
“......”
“Manifestnya salah kan, Abaang?... Iya kan??...”
Kembali Mika melirih pilu dalam sambungan teleponnya dengan Varen.
Sementara Varen di seberang telepon sana, mencoba menenangkan Mika.
♥♥♥
“Aryaa, pulang...”
Mika menggumam seraya melirih di atas ranjangnya.
Ann dan mereka yang masih menemani Mika sedari tadi, masih mengerubungi Mika yang kini sudah dalam posisi berbaring di atas ranjang pribadinya tersebut.
“Pulaang Aryaa... lo janji sama gue, mau temuin gue secepatnya... gue putusin loh ya kalau lo sampai ga dateng ke hadapan gue...” bukan lagi menggumam, Mika sudah sedikit meracau.
Membuat mereka yang sedang bersama Mika itu, lagi-lagi menghembuskan nafas berat dan menyeka air mata mereka melihat kondisi Mika saat ini. Sedih iya dengan berita tentang Arya yang masih mereka harapkan sebuah mukjizat dari Yang Maha Kuasa, iba dan perih juga melihat Mika yang bisa sampai ke titik ini---terpukul dan putus asa.
♥♥♥
“Abaang... Abang katanya sedang membantu mencari kabar tentang Arya? Bagaimana Abaang?”
“May---“
“Manifestnya salah kan, Abaang?... Iya kan??...”
“May, dengarkan Abang. Abang sudah mencari tahu. Tenangkan diri kamu, Baby---”
“Abang punya kabar baik kan?---“
“May, dengarkan Abang. Abang ga mau berbohong sama kamu. Tapi Abang juga ga mau kamu seperti ini.”
“......”
“Manifest yang sudah dipublikasikan itu sudah akurat. Beberapa teman Arya yang tidak ikut bertolak ke London bersama Arya yang berangkat dengan beberapa rekan mereka yang lain juga sudah mengkonfirmasi... memang Arya menggunakan pesawat nahas itu untuk bertolak ke London.”
♥♥♥
“Udah gue bilang...”
“May?...” ucap mereka yang sedang bersama Mika ketika mendengar Mika nampak lagi bicara setelah sempat sedikit meracau, diwaktu yang kurang lebih bersamaan.
“Udah gue bilang kalo gue ga mau pacaran, tapi lo maksa-maksa. Terus sekarang?...”
“......”
“Setelah lo sering bikin gue baper, lo kabur gitu aja?---“
“May... sabar May---“
“Emang susah ya kalo fucekboi---“
“......”
“Hobinya PHP-in cewe. Lo jahat kalo gini tau, Ar?---“
“......”
“Udah gombalin gue terus, maksa gue jadi pacar lo, bikin gue baper dengan kata-kata dan sikap lo yang sok romantis itu... yang... yang akhirnya bikin gue sampe punya rindu buat lo...”
Mika terisak. Dengan ia yang nampak tetap masih dengan pikirannya sendiri, mengabaikan orang-orang yang sedang menemaninya itu---yang kini perlahan mulai kembali berkaca-kaca hingga meneteskan air mata melihat Mika yang bicara sendiri sambil menatap foto Arya di ponselnya---seolah Mika sedang bicara langsung dengan yang bersangkutan.
“Yang... Yang, rindu itu... rindu itu ada, karena gue... gue udah cinta sama lo... Gue cinta sama lo Arya Narendra!” Mika memekik, sedikit histeris. “Dan setelah sukses bikin gue cinta sama lo, terus lo mau pergi gitu aja??!!---“
“May...”
“Emang lo fucekboi sialan Arya Narendra!---“
“Mikaaa, Ya Allah May---“
“Gue bencii!!! Gue benci sama lo Aryaa!!---“
“Ya Allah May... Tenang May...”
”I hate you, Ar... I hate you...”
Mika melirih dalam ratapan kemudian, dimana Momma langsung merengkuhnya.
“Suruh Arya datang ke sini, jika dia ga mau aku membencinya Momma---“
“Iya, Sayang, nanti Momma bilangin sama Arya, ya?---“
“Kalau dia tidak mau datang ke sini dan menemui aku... suruh Arya kembalikan hati aku, Mom---maa... Kembalikaaan...”
Mika terisak pedih dalam dekapan Momma.
“Kembalikan hati gue Aryaa!...“
Mika seolah hilang kewarasan.
__ADS_1
♥♥♥♥♥♥
To be continue.....