HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
UYEAH!!!


__ADS_3

Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Kediaman Utama Keluarga The Adjieran Smith, Jekardah, Indonesiah,


“Tidur udah kek mayat lo pada!”


Ada Nathan yang menggerutu saat melihat lima makhluk yang sedari pagi tidak kelihatan batang hidungnya, muncul secara bersamaan di lantai bawah KUJ.


“Subuh pada lewat lo,” tambah Nathan.


“Iya sorry, jam tiga langsung bles tidur pas hp mati,” ucap Aro kemudian.


“Iya padahal gue udah nahan – nahan juga biar ga bablas subuh, tapi tau – tau sama kayak Aro, bles gitu aja..”


Kafeel ikut bersuara. Yang mana Arya dan Sony sama menimpali kemudian, “Idem.”


“Nah, kamu Res?.. sengaja biar bolos sekolah?”


“Ih enak aja.”


Ares segera membela dirinya.


“Aku lupa pasang alarm,” kata Ares lagi. “Tapi semalem aku dapet info kalo hari ini ternyata sekolah aku dan Ain libur, soalnya guru – guru pada rapat..”


Nathan yang ada sendirian di ruang tengah, tak menimpali ucapan Ares.


Karena suami Via itu, sudah tahu lebih dulu info yang disampaikan Ares dari mulut Aina.


“Pada mandi lo sana! Udah siang masih pada bau jigong!” cibir Nathan pada lima orang yang belum lama muncul dihadapannya itu.


Dimana Sony yang merupakan kawan akrab Nathan sedari masa sekolah itu mendengus geli saja lalu langsung mengganggu, mengisengi Nathan.


“Sepi banget?” sementara Sony sudah mulai mengganggu Nathan yang nampak sendirian di ruang tengah itu, Arya celingukan. Dan ia kemudian nyeletuk bertanya.


“Anak – anak cewe belum pada bangun?” timpal Kafeel yang juga sempat celingukan.


♦♦


“Udah dari tadi,” jawab Nathan pada Arya dan Kafeel.


“Empat ‘naga’ sama cece – cece cuantek mana? Gappa, Gamma –“


“Gappa, Gamma, Ene, Ake, Nek Yuna sama The Moms plus bini gue yang cakep berikut dua bocil terbocil lagi pada ke mungke. Mau barbequan entar malem.”


“Drea sama Alva?” celetuk Kafeel.


“Empat incess juga ikut ke mungke?”


“Ga.”


“Terus pada dimana?”


“Sedang melakukan misi kasih pelajaran ke cewek ga ada akhlak.”


♦♦


Dan di tempat utama misi memberi pelajaran ke cewek ga ada akhlak seperti yang dikatakan Nathan, ada Mika dan rombongan yang sedang berada di sebuah kamar termahal dalam hotel yang sudah disewa oleh Varen melalui salah satu orangnya dari beberapa yang mendapat perintah dari Varen untuk membantu dan menyertai Mika dalam menjalankan rencananya untuk memberi pelajaran pada orang yang sudah mengusik Arya dan keluarga Narendra, berikut orang – orang yang membantu si pengusik itu yang adalah mantan tunangannya Arya.


“Wartawan yang diundang dalam jumpa pers Nora itu sudah memenuhi ruangan tempat jumpa pers tersebut digelar, Tuan Alva, Nyonya Andrea, Nona Mikaela – Nona Alisha – Nona Valera –“


“Oke.”

__ADS_1


Mika yang paling duluan menyahut dari empat orang lain yang disebutkan oleh salah satu orang yang telah lama mengabdi bekerja pada keluarganya.


Si Neng Judes dan mereka yang pergi bersamanya dari KUJ itu, kini sudah berada di sebuah hotel berbintang di Jekardah --- satu, dari banyaknya hotel berbintang di kota yang salah satu julukannya adalah Kota Metropolitan.


“Kita masuk sekarang, Nona Mikaela?” tanya satu orang yang diberikan tanggung jawab paling besar oleh Varen untuk membantu kelancaran dalam Mika menjalankan rencananya. “Mantan tunangan Tuan Arya dan rombongannya juga sudah ada semua dalam ruangan tempat mereka akan melakukan jumpa pers,” ucap satu orang yang jatuhnya adalah anak buah Varen itu lagi pada Mika.


Dimana yang bersangkutan juga sudah diberitahukan Varen, yang mana pemberitahuan itu adalah sebuah perintah baginya---agar berkenaan dengan apa yang akan dilakukan saat ini, satu anak buah Varen itu dikatakan oleh Varen agar berkomunikasi dengan Mika langsung karena apa yang hendak dilakukan saat ini, katakanlah jika hal itu adalah ‘acara’ nya Mika.


“Tidak. Belum saatnya,” jawab Mika yang merespons pertanyaan dan ucapan anak buah sang Abang yang mendapat perintah langsung dari kakak tertuanya itu untuk membantu dan menyertainya untuk menjalankan rencana Mika yang tidak lama lagi akan gadis judes itu realisasikan.


Rencana yang sudah Mika susun rapih untuk membela Arya dan keluarga calon suaminya itu. Dimana rencana yang sudah Mika susun rapih itu, Mika pikirkan dengan cepat.


Sungguh menggambarkan, jika Mika memang seorang keturunan The Adjieran Smith yang memiliki kemampuan membereskan masalah dengan cara berpikir dan bertindak seperti para ‘naga’ dalam keluarganya.


♦♦


“Mereka sudah mulai, Nona – Nona, Tuan Alva,” ucap satu orangnya Varen yang sedari tadi menyampaikan setiap informasi pada Mika, berkenaan dengan jumpa pers yang dihelat oleh mantan tunangan Arya dan orang – orang dalam kubunya saat Mika dan empat anggota keluarganya itu telah sampai di lantai tujuan mereka dalam hotel tempat Mika dan rombongan berada saat ini.


Dan satu anak buah Varen itu juga memandang tak hanya pada Mika, namun juga pada empat orang lainnya yang bersama satu nona muda keluarga The Adjieran Smith itu saat memberikan informasi terbaru yang dia dapat dari beberapa orang dalam timnya yang memiliki tugas untuk memantau keadaan di sekitar ruangan tempat mantan tunangan Arya akan mengadakan jumpa pers.


“Ayo May, kita turun. kak Drea udah ga sabar liat mukanya nanti pas kita beberin semua aibnya,” celetuk Drea. Dimana istri Abang Varen itu bahkan nampak lebih menggebu dari Mika yang punya ‘hajat’.


♦♦


Varen mengulum senyumnya saja melihat sikap istrinya yang ia sadari lebih menggebu daripada Mika yang akan secara langsung terlibat dalam rencana yang Mika buat sendiri untuk memberikan pada mantan tunangan Arya yang sudah mengusik Arya dan keluarga calon suaminya itu, yang mana juga adalah bagian dari keluarganya saking begitu erat hubungan kedua keluarga itu dari sejak puluhan tahun yang lalu.


“Ingat, ini acaranya May.. Kamu jangan maju kalau tidak urgent.” Varen lalu mengingatkan istrinya yang suka ‘napsuan’ dalam beberapa hal itu. Dimana Drea langsung juga merespons ucapan Varen barusan.


“Iya, Drea paham kelles. Drea cuma mau denger langsung, itu perempuan ga ada akhlak mau ngomong apa aja demi menjatuhkan Kak Arya dan keluarga Narendra? Meskipun udah denger juga rencana mereka  ..”


“Iya Abang, Val dan Isha juga sama seperti Kak Drea. Ingin lihat secara langsung mantan tunangan Kak Arya itu mencoba playing victim dalam jumpa persnya ini, yang ingin menjatuhkan Kak Arya dan Papa Rico terutama.”


Val lalu menimpali ucapan Drea. “Idem ..” Isha pun ikut menimpali. “Sekaligus udah ga sabar melihat May mempermalukan itu cewek ga ada akhlak.”


Sementara Mika tersenyum tipis saja melihat sikap tiga saudarinya itu.


Dan Varen tersenyum geli.


“Ya udah. Ayo kita ke sana sekarang.”


“Cuuss! –“


♦♦


‘Mengenai video.. tidak senonoh yang beredar dengan jelas wajah di dalamnya, dan.. ada wajah saya yang terpampang di sana.. iya.. itu benar adalah saya.. dengan laki-laki yang kalian ketahui pernah bertunangan dengan saya, lalu memutuskan pertunangan kami secara sepihak, dan itu.. setelah dia.. memerawani.. saya.. hiks..’


“Jelek sekali aktingnya.”


Drea yang sudah berada di dekat ruangan tempat sebuah jumpa pers berlangsung itu menggumam sebal di tempatnya saat mendengar kalimat yang baru saja diucapkan oleh mantan tunangan Arya yang juga nampak mulai terisak.


“Heran, kenapa dia bisa jadi artis film dan sinetron yang laris disini?” gumam Drea lagi. Namun gumamannya masih bisa didengar oleh orang – orang yang berdiri didekatnya.


“Kita semua kan sudah tahu, bagaimana dia bisa selaris itu dengan kualitas aktingnya yang buruk,” timpal Mika. “Yang seburuk kelakuannya dibelakang publik, begitu juga keluarganya yang melakukan pencitraan dengan sebegitunya..” cetus Mika.


Dan cetusan Mika tersebut, lalu langsung diiyakan oleh Drea – Val dan Isha, dengan Mika yang menatap ke arah tempat jumpa pers dengan penuh arti. Dimana di dalam arah yang dilihat Mika, mantan tunangan Arya itu sudah nampak lagi berbicara dengan wajahnya yang dibuat sedang merasakan beban yang berat.


Mika tersenyum miring saja melihatnya.


Sambil juga Mika mendengarkan setiap kalimat yang mantan tunangan Arya itu katakan.


‘Saya.. sebenarnya malu jika harus membeberkan ini.. tapi.. saya tidak mau kalau sampai dianggap sebagai perempuan murahan.. hiks..’


“Memang sudah murahan juga. Ish!“ celetuk Val yang nampak mulai gemas, sama gemasnya dengan tiga saudarinya yang lain---namun Mika tak nampak semenggebu gemasnya Val, Isha dan Drea.

__ADS_1


♦♦


‘Perbuatan AN pada anak saya, diketahui juga oleh keluarganya. Tapi mereka angkat tangan, padahal saya sudah sangat memohon dan bahkan bilang kalau semua biaya pernikahan akan keluarga kami tanggung asal AN mau bertanggung jawab setelah dia menyetubuhi anak saya, bahkan dia yang merenggut kehormatan Nora yang seharusnya anak saya berikan pada laki – laki yang akan menjadi suaminya nanti.. AN bahkan.. maaf –‘


‘Paah –‘


‘Papa terbawa perasaan, Sayang.. Ga tega sama kamu –‘


“Drama picisan. Ayah dan anak sama saja!”


“Iya. Sama – sama menjijikkan,” timpal Isha atas gerutuannya Val barusan.


Dimana pernyataan pria paruh baya yang kiranya seusia para Dad of The Adjieran Smith kemudian berlanjut lagi.


‘Bayangkan perasaan saya.. mengetahui anak saya mendapat pelecehan seperti itu bahkan habis manis sepah dibuang.. bahkan keluarga kami juga diancam –‘


Prok.. Prok.. Prok.. Prok..


Suara tepukan single beritme pelan, membuat pria paruh baya itu menghentikan ucapannya secara spontan.


Lalu setelah suara tepukan tangan tersebut berhenti, sebuah suara berintonasi tenang---terdengar mengucapkan kalimat yang membuat mereka yang sudah juga menoleh ke arah dia yang bertepuk tangan sendirian sambil berjalan lalu berhenti pada satu titik pada ruang terbuka---tercengang.


“Sungguh ayah dan anak yang sangat kompak. Tapi sayangnya kekompakan kalian disalurkan untuk menciptakan suatu kebohongan yang cukup besar..”


♦♦


“Siapa anda? –“


“Mikaela Finn Adjieran Smith.”


Mika lah orang yang mencuri perhatian semua orang di dalam ruangan tempat berlangsungnya sebuah jumpa pers untuk memberikan Arya dan keluarganya citra yang amat sangat buruk, dari sejak ia bertepuk tangan.


Dan Mika semakin menjadi perhatian orang – orang dalam ruangan tempatnya kini sudah berdiri di satu titiknya, setelah Mika mengeluarkan kalimat yang berupa cibiran untuk mantan tunangan Arya dan ayah wanita itu tepat dihadapan keduanya.


“Siapapun anda, ini acara tertutup dan anda tidak bisa seenaknya begitu saja mengganggu di sini apalagi dengan mengeluarkan pernyataan yang memfitnah keluarga kami –“


“Bicara tentang fitnah, bukankah dua orang itu dan anda semua yang sedang melakukannya pada keluarga Narendra dan putra bungsu mereka? –“


“Anda jangan sembarangan bicara,” tukas seorang pria berjas yang nampak terlihat dari penampilannya, jika ia adalah seorang pengacara---dan kini telah berdiri di tempatnya menanggapi Mika yang mengangkat sebelah bibirnya.


“Silahkan kamu pergi, kalau tidak ingin saya menyuruh petugas keamanan membawa kamu pergi dengan cara tidak terhormat –“


“Coba saja.”


Mika menukas ucapan pria lain yang merupakan ayah dari Nora.


Senyum setengah Mika sudah berubah menjadi seringai. Berikut dengan dirinya yang berdiri tegak dengan bersedekap dalam penampilannya yang tidak formal namun tetap terlihat ‘berkelas’.


“Coba saja jika berani menyentuhku,” ucap Mika lagi.


Dan kini Mika sudah mengangkat sedikit dagunya.


“Sebelum memaksa saya pergi, petugas keamanan anda harus lebih dulu menghadapi petugas keamanan saya..”


Mika kembali berbicara dengan dirinya yang merentangkan sedikit kedua tangannya.


Dimana setelah betul diamati, dibelakang Mika yang sebelumnya hanya ada dua orang pria yang berpenampilan layaknya bodyguard, kini sudah mulai bertambah jumlahnya.


Berdiri membentuk formasi di belakang Mika dengan sangat rapih dan tegap berdiri, serta juga nampak sigap tentunya.


Hingga membuat seorang Mikaela Finn Adjieran Smith, menjadi nampak seperti seorang 'Lady Boss' yang punya aura kekuasaan amat mendominasi dengan anak buah yang sudah sangat siap melindunginya.


♦♦♦♦

__ADS_1


To be continue...


__ADS_2