HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
EPISODE 181


__ADS_3

Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


“Yuk, Val antar ke kamar? Agar Kak Kafeel dapat merebahkan diri?”


Val menawarkan diri untuk mengantar Kafeel ke salah satu kamar yang memang tersedia di dalam jet pribadi keluarganya itu.


“Ga usah, Tuan Putri –“


“Kak Kafeel tidak perlu merasa tidak enak dengan Val atau yang lain jika memang Kak Kafeel rasanya letih.... Toh Kak Kafeel tidak beristirahat dengan cukup kan juga karena Val....”


Kafeel tersenyum hangat pada Val yang merungut imut itu.


“Aku ga apa, Tuan Putri. Pacarnya kan kuat ini –“


“Ya sekuat-kuatnya orang kan perlu istirahat juga?”


“Iya, iya.”


“Nanti kalau memang Kak Kafeel ingin istirahat sambil tiduran, langsung saja pergi ke salah satu kamar yang ada di sini –“


“Iya sayangnya Kak Kafeel....”


Dimana Val menjadi tersipu mengulum senyuman dengan sejuta keimutan, setelah mendengar ucapan Kafeel barusan.


Bikin AA jadi geregetan, mau serang aja rasanya itu bibir yang sedang mengulum senyuman malu-malu.


‘Duh anak orang, ngegemesin amaattt’



Sudah hampir dua belas jam jet pribadi milik keluarga The Adjieran Smith berada di langit.


Perjalanan udara tersebut dilakukan secara non stop tanpa transit, agar cepat sampai ke London.


Yang mana para penumpangnya, yakni pemilik dari jet tersebut juga tidak merasa perlu untuk transit ke satu negara lain sebelum mencapai London.


Toh di dalam jet pribadi super mewah milik mereka itu pun sudah kiranya apa yang mereka perlukan selama perjalanan, semuanya ada. Jadi kalau ga penting-penting amat atau tidak ada situasi darurat, yang lebih baik langsung saja cus ke London.


Bukan juga tidak kasihan pada Pilot dan Co-Pilotnya, tapi dirasa dua orang yang memiliki peran penting dalam terbangnya burung besi super mewah tersebut perjalanan direct flight non stop point to point dari Jakarta ke London pun tidak menyusahkan mereka.


Jet pribadi tersebut tidak hanya super mewah saja, namun terdepan dalam teknologi di dalamnya selain fasilitas yang setara dengan rumah pribadi. Jadi baik Pilot dan Co-Pilot begitu terbantu dengan sistem otomatis jet yang cukup andal.


Bedanya ya hanya ada seatbelt di tiap bagian tempat duduk atau tempat tidur. Memungkinkan para penumpang di dalamnya bebas saja mau duduk dimana saat pesawat lepas landas hingga tiba di tujuan.


Mau tiduran juga bisa. Sangat jauh berbeda dengan pesawat komersil biasa. Iyalah berbeda. Dapur aja ada, walau ga dipergunakan untuk memasak dengan totalitas macam di rumah.


Hanya jet pribadi yang dikhususkan untuk keluarga ini, memang tidak secepat jet pribadi yang para prianya miliki masing-masing.


Milik Dad R dan Poppa, yang memang adalah rancangan Poppa yang memang memiliki perusahaan pembuatan pesawat, punya kecepatan operasi yang tinggi.


Hingga bisa menempuh jarak dari Jakarta ke London hanya sekitar sepuluh jam saja.


Namun berhubung perusahaan pembuat pesawat yang dimiliki Poppa itu hanya berfokus pada pembuatan jet pribadi kapasitas kecil dan sedang, jadilah Gappa memesan jet pribadi yang dipersembahkan untuk keluarganya itu dari perusahaan lain.


Jadi ya ada kurang lebihnya, seperti soal kecepatan yang bisa dikatakan standar untuk kecepatan jet pribadi.


Maka perjalanan personil The Adjieran Smith yang tujuannya ke London ini, menempuh jarak dua belas jam di udara.


Tapi ya itu, dengan fasilitas yang demikian mewah dan lengkapnya, perjalanan dua belas jam seolah tidak terasa-taunya nyampe aja.



London, Inggris....


Sudah tiba di tujuan, mereka yang berada di dalam jet pribadi milik sendiri itu pun satu per satu keluar dari jet pribadi tersebut.


“So, how the way you guys feel after operating this jet (Jadi, bagaimana pendapat kalian setelah mengoperasikan jet ini), Rei, Pave?” Poppa berbicara pada Pilot pribadi baru mereka berikut Co-Pilot yang berdiri bersisian dengan sang Pilot.


Pilot dan Co-Pilot baru yang telah diseleksi ketat oleh Poppa dan para pria Adjieran Smith lainnya untuk menggantikan Pilot dan Co-Pilot lama yang telah pensiun. Diambil dari sebuah Maskapai Penerbangan yang memang adalah milik keluarga yang garis kekayaannya diatas kekayaan sultan itu.


“What an awesome jet you all have, Mister Andrew (Jet milik kalian ini sungguh luar biasa), Tuan Andrew.”


“Next time both you may try to operate our each personal jet (Lain kali kalian berdua bisa mencoba mengoperasikan jet pribadi kami masing-masing)...”


Poppa kembali berbicara pada dua orang yang berjasa menerbangkan jet pribadi mereka tersebut ke London kali ini, lalu melirik Dad R yang ada disebelahnya.

__ADS_1


“Right, R?-“


“Ya, sure (Ya, tentu)”


Dad R menyahut ramah.


“Mine, Andrew and Alva, have total mileage about 7.700 knot, maximum speed 981 (Milikku, Andrew dan Alva, memiliki total jarak tempuh sekitar 7.700 mil laut, kecepatan maksimal 981)“


Didetik dimana Pilot dan Co-Pilot tersebut menganga.


Iya, secetar itu Bos-Bos mereka.


Yang mereka Pilot dan Co-Pilot itu ingat, deskripsi yang disebutkan Dad R tadi, adalah deskripsi dari jet pribadi yang terkenal sebagai jet pribadi tercepat dan dengan jarak tempuh terjauh di dunia.



Para personel The Adjieran Smith yang sudah keluar dari jet pribadi mereka itu, kini tengah berkumpul di sebuah lounge pribadi.


Iya, lounge pribadi yang ada di atas lahan sebuah bandara pribadi yang tidak bercampur dengan orang lain lagi. Silahkan kalau para kru pesawat yang baru itu termasuk Pilot dan Co-Pilotnya menganga lagi.


Di Inggris The Adjieran Smith seolah memegang kendali, namun tidak juga berbuat diluar kendali. Dengan catatan tapi.


Jangan disenggol, apalagi diganggu.


Sudah dari dulu ketentuan itu berlaku, bagi mereka yang tinggal di Inggris dan sekitarnya-termasuk negara Eropa lainnya.


Jadi untuk memiliki lahan pribadi yang diperuntukkan untuk sebuah bandara pribadi, sungguh hanya seperti menjentikkan jari-saking mudahnya.


The Adjieran Smith punya nama besar yang begitu dihormati di Inggris.


Kalau dari sejarahnya (dalam cerita ini ya....),


The Adjieran Smith yang dulunya-para pendahulu yang sebelumnya menyandang nama Kingsley Smith, memiliki kontribusi besar bagi industri Inggris.


Lalu masa berjalan, dan penerus-penerus hebat Kingsley Smith dilahirkan hingga mempertahankan nama besar Kingsley Smith itu sendiri, pun mempertahankan harta kekayaan serta kejayaannya.


Hanya sempat goyang sebentar dimasa ayahnya Gappa. Namun kemudian diselamatkan oleh ayah angkat Gappa yang merupakan orang paling dipercaya almarhum ayah Gappa-yang mana sudah dianggap bak saudara kandungnya sang ayah.


Dan sosok paling berarti untuk Gappa itu, namanya diambil Gappa untuk menghapus nama Kingsley dari depan Smith.


Nama tengah ayah angkat Gappa, Putra-namanya. Putra Adjieran Vinson.


Makanya sebagai bentuk penghargaan tak terhingga untuk Papa Putra-begitu Gappa memanggilnya, Gappa membuat nama keluarganya menjadi Adjieran Smith.


Hingga kini keluarganya semakin hebat, setelah lahir lagi pria-pria hebat yang kemudian sekuat tenaga mempertahankan kehebatan, kekuatan dan kejayaan The Adjieran Smith-tak hanya di Inggris, tapi hampir disetiap belahan dunia.


Walaupun diantara pria-pria hebat itu bukanlah garis keturunan Kingsley Smith dalam takaran darah yang mengalir dalam tubuh, tapi Gappa mampu membuat mereka yang tidak ada hubungan darah itu bersatu dalam naungan satu nama keluarga, ‘The Adjieran Smith’.


Meski nama besar itu dikenalnya dalam kawasan besar Eropa. Sementara di negara lainnya biasa saja, karena memang keluarga tersebut mempertontonkan kehebatan mereka.


Jika terkenal di Inggris dan sekitarnya, itu karena sudah terlanjur nama besar Kingsley Smith dulunya menaungi Gappa.


Jadi di Inggris, The Adjieran Smith seperti selebritis.



“Aku baru memperhatikan, jika Pilot dan Co-pilot baru kita good looking juga ya Val?-“


“Ehem!”


Deheman yang sepertinya sengaja dibesar-besarkan langsung terdengar dari belakang Mika yang barusan bicara pada Val, saat mereka berjalan bersisian.


Mengabaikan deheman dibelakang mereka, yang mungkin saja ada yang nyangkut di kerongkongannya orang yang berdehem barusan, yang berada dibelakang mereka-berjalan bersisian dengan satu pria lain.


“Eh iya, ya betul juga?.... Aku baru memperhatikan juga jika Pilot dan Co-Pilot kita yang baru good looking seperti yang kamu katakan....”


Val menimpali ucapan Mika yang memuji pada dua berseragam Pilot, yang sedang berbicara dengan Poppa dan Daddy R. Sama seperti Mika yang tidak mempedulikan deheman orang dibelakang keduanya, Val juga berkomentar dengan kalimat pujian.


Lalu....


“Ehem!” deheman kedua terdengar dari satu sosok pria yang berbeda dari yang berdehem pertama.


Tak merasa ada yang janggal dengan deheman, dua dara itu lanjut bicara. Masih membicarakan dua orang berseragam Pilot yang sedang nampak mengobrol santai dengan Poppa dan Daddy R, serta Papa Lucca yang nampak baru bergabung.


“Yang disebelah kiri itu Pilotnya kan ya? orang Indonesia kalau aku tidak salah?-“


“Iya,” tukas Mika yang menjawab pertanyaan Val barusan. “Tadi aku ga sempat berkenalan dengan Pilot, hanya sama Co-Pilotnya aja-“

__ADS_1


“Iya aku juga, dikenalkan sepintas lalu saja, karena sedang galau tadi.” Val pun menimpali ucapan Mika. “Manis ya?-“


“EHEM!”


Terdengar lagi deheman dibelakang, lebih agak kencang dari sebelumnya.


Setelah mulut imut Val mengeluarkan kata pujian untuk sang Pilot.


Tapi lagi-lagi Val mengabaikan, seolah tak dengar. Yaa memang ga gimana-gimana sih, namanya orang lagi gatel tenggorokannya.


Begitu sih pikir Val dan Mika yang sedang asik sendiri menggibahkan Pilot baru mereka.


“Iya manis, apalagi kalau senyum begitu-“


“Benar May, teduh senyumnya-“


“UAHEM!”


Deheman lebih keras terdengar lagi dibelakang sampai-sampai tidak hanya Mika dan Val saja yang menengok tapi mereka yang sedang berjalan beriringan di dekat dua orang yang berdehem kian kencang barusan secara bersamaan.


“Dehemnya barengan?” tutur Val yang menoleh ke arah belakang dimana ada dua pria yang sedang memasang wajah sebal ga ketulungan. “Kak Kafeel sama Kak Arya bisa kompak begitu gatal tenggorokannya?....” lagi Val bertutur dengan polosnya.


Tanpa sadar jika dua orang itu yang berdehem itu bukan disebabkan tenggorokan mereka yang gatal karena keselek sisa awan, tapi demi mengkode dua dara yang kayaknya lupa kalo udah punya pasangan itu agar berhenti memuji pria lain.


“Aku ambilkan minum ya?-“


“Ah iya, Val ambilkan air hangat juga untuk Kak Kafeel ya?....“


Val menimpali ucapan Mika yang barusan menawarkan segelas minuman pada Arya yang ia pikir gatal tenggorokannya itu, sama menawarkan mengambilkan air minum untuk Kafeel.


Dua pria yang ditawarkan minuman oleh Val dan Mika itu yang mana adalah Arya dan Kafeel, dengan kompak mengiyakan seraya mengulas senyuman.


“Ya sudah, sebentar ya?-“


“Iya,” sahut Arya dan Kafeel.


Hanya saja didetik berikutnya senyuman itu pudar, karena....


“Sekalian kita kenalan lagi ya Val sama itu Pilotnya?....” ucap Mika tanpa dosa.


Dimana mata Arya membola tanpa Mika sadari.


“Wah parah. Cewenya terang-terangan mau flirting depan mata cowonya.“ Ini Kafeel yang bicara, berbisik di telinga Arya yang sudah nampak cemberut.


“Iya ayo May!”


Namun perhatian Kafeel langsung teralih karena suara sahutan mengiyakan terdengar dari gadis yang berlabel kekasihnya juga.


“Aku mau melihat wajahnya dari dekat, apa betul manis senyumnya itu-“


“Kayaknya kita perlu ngomong sama Gappa nih, ‘Ya? Minta Gappa ganti Pilot....”


Kafeel ambil ancang-ancang yang langsung diiyakan Arya.


“Parah nih cewe-cewe ababil!” gerutu Arya dan Kafeel. “Tunggu!”


Dua pria yang tengah cemburu berjamaah itu sama-sama bersuara, dengan tangan mereka yang cepat meraih lengan dua dara pasangan mereka masing-masing.


“Ga usah ambilin minum!....” kata Arya.


“Iya ga usah!”


Kafeel menimpali.


“Loh kenapa? Kan gatal tenggorokannya? Kalau gatal kan pasti kering tenggorokan kalian?” Mika berucap.


Dan Val mengiyakan. “Iya harus dibasahi, nanti semakin kering semakin gatal loh tenggorokannya?....” ucap Val kemudian, Mika mengangguki.


“Ga usah!”


“Ga perlu!”


Arya dan Kafeel menyahut bersamaan.


“Udah ada cadangan air dalam tubuh!”


Onta kali ah?!.....

__ADS_1


♥♥♥♥


To be continue....


__ADS_2