
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Little Star Island, Italy ....
“By the way Ar, May.” Adalah Dad R yang bersuara, sambil memandang kepada Arya dan Mika yang sedang duduk bersamanya dan beberapa yang lain, sehabis memberitahukan kondisi Val terkini kepada para pewaris muda jajajaran adik itu.
“Ya Dad?...”
Dan kedua orang yang dipanggil penggalan namanya oleh Dad R itu kompak menyahut.
“Aku rasa kalian tidak perlu lagi sembunyi-sembunyi. Val yang sekarang justru akan senang sekali melihat jika kalian pada akhirnya berpacaran.”
Dad R segera bicara lagi setelah mendengar sahutan Arya dan Mika yang menanggapinya itu, dengan keduanya yang juga kompak memandang pada Dad R.
Lalu setelah Dad R mengatakan hal yang baru saja ia katakan, Mika dan Arya saling lempar tatap satu sama lain. “Kami akan membicarakannya nanti, Dad. Ya, Mi?...” Arya yang menjawab ucapan Dad R.
Mika pun mengangguk mengiyakan jawaban Arya tersebut.
“Iya lah R ... Fokus ke Val saja dahulu.” Menanggapi jawaban Arya yang didukung Mika dengan anggukkan, Daddy Dewa kemudian angkat suara. Karena rasanya, fokus mereka lebih baik pada pemulihan Val dulu saja.
Lalu Mika juga kembali bersikap kompak dengan menganggukkan kepala mereka, selain mengiyakan ucapan Daddy Dewa secara bersamaan. Dimana ucapan Daddy Dewa itu langsung dikomentari oleh Dad R dengan sergahan, “Mereka berdua juga anakku, Wa. Tidak hanya Val yang perlu diperhatikan kebahagiaannya, tapi semua anak-anak kita.”
Dan ucapan Dad R barusan itu diaminkan oleh beberapa lainnya yang sedang juga bersama Dad R, Daddy Dewa, Mika dan Arya.
Lalu Dad R kembali berbicara dengan memandang pada Mika dan Arya.
“Kalian berdua mulailah bersikap sebagaimana kalian dalam menjalani hubungan sebelumnya. Bahkan kalau perlu, jika Val sudah fit sekali kondisi tubuhnya, aku nikahkan kalian cepat-cepat.”
Arya dan Mika saling tatap lagi kemudian. Lalu Arya mengambil inisiatif untuk menanggapi ucapan Dad R barusan. Sebagai perwakilan atas Mika juga, yang memberi kode jika si *Judesgir*l itu akan mendukung ucapan pacar recehnya itu.
“Aku dan Mika akan membicarakan soal bagaimana kami ngejalanin hubungan kami secara personal dulu, ya Dad? ... Biar kami saling tukar pikiran dulu?” tutur Arya, yang kembali Mika berikan dukungan dengan anggukkan. Lalu Dad R pun memberikan anggukkan – menyetujui rencana Arya dan Mika, untuk bicara berdua dulu.
Setelah itu, mereka yang sedang berkumpul untuk berdiskusi secara bergantian pun membubarkan diri.
♥
Apa yang tadi dibahas oleh Dad R dan beberapa anggota keluarga The Adjieran Smith pada sebuah ruangan terbuka di dalam kastil di Little Star Island itu, kembali dibahas lagi oleh dua orang yang sedang berbicara berdua saja pada satu kamar, di dalam kastil tersebut.
Yang mana, dua orang itu adalah dua sejoli yang belum lama merajut kembali tali cinta mereka yang sempat putus – Mika dan Arya. “Jadi gimana, Mi?..” Arya yang membuka percakapannya dengan Mika, saat mereka tengah berada di dalam kamar Mika.
“Apanya yang gimana?..” Mika balik bertanya.
__ADS_1
“Soal yang dibahas Dad R tadi lah.”
Arya pun langsung menjawab Mika.
“Yang mana? Tadi kan Dad R bahas dua hal. Tentang bagaimana kita membuka hubungan kita di depan Val yang sejak kita balikan dan Val masih koma curi-curi waktu begini, apa soal nikah cepet-cepet kalo Val udah sehat banget fisiknya?---“
“Ya walaupun Val udah sehat banget kondisi fisiknya. Tapi memorinya masih terjebak di 14 tahun.. Emang lo mau gitu nikah kalo kondisi Val masih begitu?”
“Ya engga juga sih,” sahut Mika.
♥
“Eh tapi, lo bahas yang Dad R bilang soal mau nikahin kita cepet–cepet, emang lo bersedia kalo dipaksa Dad R atau yang lainnya supaya kita nikah cepet-cepet?” ucap Arya seraya bertanya, setelah dia sedikit menelaah kata-kata Mika sebelumnya.
Mika yang sedang bersandar manja dalam rengkuhan Arya dimana keduanya sedang duduk di sebuah soga panjang yang menghadap ke arah balkon itu, kemudian mengangkat perlahan dirinya. “Jujur ya, gue bingung.. tapi sebelumnya gue mau tanya dulu sama lo..”
Mika berucap dengan memandang pada Arya yang kini memangku kedua kaki Mika, dengan Arya yang sedikit mencondongkan dirinya ke arah Mika—sambil memandangi pacar judesnya itu, yang biar judes tetap kucinta—kata Arya. Biar pernah nyebelin banget-banget bikin drama sampai mereka putus.
Sampe jidat Arya penuh jerawat saking mumet putus sama Mika yang ia kira selingkuh.
Untung bukan pohon matoa yang tumbuh macam di KUJ, karena bisa-bisa Arya digelayuti komunitasnya 'Tante Kun'--penunggu pohon matoa di KUJ.
Tentang Mika yang pernah membuatnya sakit hati, sudah abaikan--dan Arya lupakan hal itu. Tidak ada niatan untuk membalas sikap Mika yang pernah menyakiti hatinya kalau mau dihitung-hitung sih. Mika ga pernah beneran selingkuh sama Felix aja udah bagus bagi Arya.
Bahkan sesi putusnya dengan Mika itu, Arya anggap tidak pernah terjadi.
♥
“Tanya apa?..”
Arya yang menanggapi ucapan Mika sebelumnya.
“Kalau emang kejadian kita dipaksa buat nikah cepet-cepet, apa lo akan merasa terpaksa?..”
Dimana pertanyaan Mika yang ini, ditanggapi Arya dengan kekehan. Lalu menarik gemas Mika hingga berada dipangkuannya.
“Lo amnesia juga kayak Val nih.”
Kemudian Arya berkata, sambil memencet gemas hidung Mika.
“Lupa, kita pernah hampir lamaran?”
Arya berkata lagi.
__ADS_1
“Lupa, betapa hancurnya gue waktu gue mengira lo selingkuh sama si Felix, terus gue hilang arah sampe-sampe kerjaan impian gue, gue lepasin?..”
Arya sedikit mengoceh kemudian. Mika melipat bibirnya.
“Terus sekarang lo tanya, kalo gue dipaksa nikah sama lo, apa gue akan merasa terpaksa?..”
♥
“Ga kebalik?.. harusnya gue yang nanya begitu, karena otak judes lo ini suka punya persepsi aneh-aneh.”
“Nyindir ceritanya?---“
“Ngerasa nih ye?..” tukas Arya. "Sukur deh kalo ngerasa! Biar lo selalu inget tuh, dosa lo sama gue.." canda Arya.
Mika pun mengerucutkan bibirnya.
Karena ia menduga jika ucapan Arya itu adalah sebuah sindiran yang pernah membuat keputusan untuk mengakhiri hubungannya dan Arya, yang katakanlah Mika ambil secara sepihak.
Cuupp..
Dan kerucutan bibir Mika itu sungguh menggoda Arya untuk menyambar bibir pacar judesnya itu, hingga tanpa ba-bi-bu, Arya raih tengkuk Mika. Membuat bibirnya dan Mika bertemu. Yang mana pertemuan dua pasang bibir itu membuat keheningan menerpa sesaat di dalam kamar Mika dalam kastil tersebut, namun deru nafas halus samar terdengar.
“Kalau gue boleh egois, besok juga gue mau nikahin lo, Mi..” kata Arya yang mengurai ciumannya dengan Mika. “Tapi gue, tergantung elo maunya gimana. Ya soal nikah, terlebih tentang hubungan kita yang sebelumnya kita sepakati begini demi menghormati Val yang terluka karena Kak Kaf. Dan walaupun Val udah ga inget Kak Kaf lagi, yang mana sakit hatinya juga udah ga dia rasa lagi.. tapi tetep, gue menghormati Val. Termasuk juga gue akan mendukung setiap keputusan lo soal hubungan kita---“
“Makasih, Ar..”
“Sama-sama Mi,” sahut Arya. “Asal terus sama lo, apapun akan gue hadapi, gue jalani. Termasuk nunggu lo mau nikah sama gue selama apapun itu.”
Manisnya ucapan Arya, selain memang terdengar tulus di telinga Mika. Membuat Mika—entah sadar atau tidak, menangkup wajah Arya. Lalu tanpa Arya duga, Mika yang duluan menciumnya. Bahkan ciuman Mika—Arya rasakan lebih menuntut dari ciumannya beberapa menit yang lalu.
‘Khilaf yok, Mi..’
Saiton sedang menggoda Arya.
Seolah sedang duduk melambai pada Arya, agar membopong Mika ke atas tempat tidur.
Lalu kunci pintu, matiin lampu. Sama terakhir.. ehm.. buka baju.
‘Alamakjan, Arya Narendra.. kalo ga mau badan lo penuh cambukan dari enam naga bukan bonar, mendingan itu setan lo usir jauh-jauh!’
Hati lurus Arya mengingatkan.
♥♥♥
__ADS_1
To be continue..