
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
Selalu ditunggu dukungannya.
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Inggris,
“Sampai bertemu di Mansion ya kekasih setengah om-omnya, Val ...”
Val berucap, seraya mengibas-ngibaskan tangannya dadah-dadah ke Kafeel, saat mobil yang ditumpanginya, Mika, Oma dan Gamma sudah hendak dilajukan supir atas perintah Papa Lucca yang mewakili juga perintah Dad R dan Poppa.
“Calon suami.”
Kafeel segera meralat ucapan Kafeel yang cekikikan selanjutnya dalam mobil yang sudah mulai bergerak, setelah satu mobil yang berisikan beberapa pengawal telah melaju duluan didepan mobil yang ditumpangi Val dan beberapa lain yang sama mobil dengannya.
Lalu disusul oleh mobil yang ditumpangi Momma, Mommy Ara, Ann dan Mama Fabi yang bergerak setelah satu mobil berisikan beberapa pengawal juga telah bergerak di depan mobil yang ditumpangi oleh tiga Nyonya dan satu Nona Muda itu. Ya, seheboh itu memang jika mereka sedang pergi rombongan.
Walau dirasa hidup mereka tenang dalam beberapa tahun terakhir, namun tetap The Dads, juga Gappa, bahkan Varen dan Nathan akan memposisikan banyak pengawal pribadi disekeliling para wanita dalam keluarga mereka itu. Demi para wanita terkasih dan tercinta, berlebihan pun mereka tak peduli. Yang penting mereka tenang, itu yang utama.
Dengan adanya banyak pengawal yang menjaga para wanita The Adjieran, setidaknya hal itu bisa meminimalisasi bahaya yang mengancam. Tak peduli harus menghabiskan biaya yang ekstra banyaknya untuk menggaji para pengawal pribadi yang mungkin lebih dari puluhan jumlahnya. Uang tak ada artinya jika dibandingkan dengan keselamatan dan nyawa mereka yang para pria The Adjieran Smith kasihi, sayangi dan cintai sepenuh hati.
Duit banyak ini. Tak terkira malah.
♥
The Great Mansion of The Adjieran Smith, London, Inggris,
“Kak Kaf dan Kak Arya kenapa wajahnya seperti itu, Re-An?” tanya Ann pada Rery setelah kedua remaja itu telah sampai di tempat tinggal utama mereka yang berada di London, berikut rombongan.
“Kak Kaf dan Kak Arya sedang kesal, Ann..” jawab Rery seraya ia terkekeh kecil.
“Kesal kenapa?..” tanya Ann lagi.
“Kak Kaf dan Kak Arya kesal karena Poppa, Papa Lucca dan Dad R mengajak pilot dan co-pilot baru kita menginap disini.”
Rery menjawab dengan wajah yang menunjukkan jika ia merasa lucu atas kelakuan dua calon kakak iparnya itu-hitungannya, kala di dalam mobil tadi. Ann pun manggut-manggut dengan mulutnya yang kemudian terbuka.
“Ah jadi Kak Kaf dan Kak Arya cemburu pada pilot dan co-pilot kita yang baru, begitu?”
“Begitu kira-kira –“
“Lucu.”
“Iya lucu memang –“
“Tapi aku jadi penasaran ya, Re-An? –“
“Penasaran akan?” tanya Rery pada Ann selepas ia selesai terkekeh.
“Apa Re-An akan bersikap seperti Kak Kaf dan Kak Arya jika cemburu saat aku memuji pria lain dihadapan kamu? –“
“Haish Aann, kita sudah sepakat bukan? Kalau kita –“
“Iya, iya, aku ingat kesepakatan kita ... Kalau kita tidak akan bicara soal pacaran sebelum kita berumur dua puluh tahun ...”
“So??? ...” ujar Rery sambil menatap dengan ekspresi sedikit lucu pada Ann yang bicara sambil memberengut barusan itu, dan sekarang masih memajukan bibirnya.
Ann melirik sebal pada Rery, dengan masih memberengut.
“Jadi?” goda Rery.
Sambil Rery berdiri di hadapan Ann yang bersedekap dengan ekpresi sebalnya.
“Aku sebenarnya tidak ikhlas berjanji seperti itu –“
“Tidak bisa memegang kata-kata, hem?..”
“Habis aku –“
“Ya sudah kalau begitu, aku minta ganti partner dalam olimpiade kimia nanti ..”
“Ih Re-Aannn –“
“Habis kamu mau mengingkari janji?”
“Iya sudah iya, aku janji tidak akan mengingkari janji yang itu!”
Ann menyahut cepat, dengan pasrah namun tetap memberengut.
“Nah begitu dooong..” tukas Rery. “Itu baru Ann-nya Rery!..” lanjut Rery sambil mengacak gemas rambut Ann.
“Tapi Re-An janji juga ya, kalau selamanya kamu juga akan menyayangi dan tidak pernah meninggalkan aku?”
Ann mengarahkan satu telunjuknya pada Rery yang tersenyum lebar.
“Re-An, jawab!”
“Heeem..”
Rery berdehem dengan wajah yang sedang dibuat-buat ekspresinya.
“Re-An ih, janji tidak?!”
“Hem, bagaimana ya??”
Rery menggantungkan ucapannya.
“Aku tidak mau tahu kamu harus berjanji untuk itu –“
“Kalau aku tidak mau???..” goda Rery.
“Berarti Re-An ingin aku mati –“
“Ann!”
Wajah Rery yang tadi dibuat konyol itu seketika berubah serius sembari mendelik pada Ann dan sedikit memekik.
“Tarik ucapan kamu!” tegas Rery.
“Ya habis Re –“
“Aku bilang tarik ucapan kamu yang barusan tadi!” Rery masih serius.
“Iya, iya, aku tarik ucapanku soal Re-An yang ingin aku mati..”
“Aku dengar kamu bicara seperti itu lagi, seumur hidup aku tidak akan bicara padamu lagi ya, Ann? –“
“Iya maaf..”
“Tidak usah kamu bertanya soal hal yang sudah pasti, Ann..” tukas Rery. “Aku sayang sama kamu. Dari semua saudari-saudariku, kamu yang paling aku utamakan, Ann.”
“.....”
__ADS_1
“Jadi tidak perlu ditanyakan terus seberapa sayangnya aku sama kamu.”
Rery memandang tajam pada Ann.
“Iya maaf..”
Ann melirih.
“Sudah ya, jangan seperti ini lagi? Kita saling sayang, ya sudah. Biarkan seperti itu adanya –“
“Iya, Re-An,” lirih Ann lagi dan Rery menghela nafasnya.
“Sorry sudah membentak kamu tadi –“
“I’m okay with that ( Aku tidak apa-apa dengan itu )” tukas Ann dengan tersenyum.
“Awas aja bicara mengada-ngada seperti tadi –“
“Iya, tidak akan lagi.”
“Baguslah kalau kamu mengerti...”
“.....”
“Kalau sampai aku dengar kamu bicara seperti tadi lagi. Sumpah, aku gigit pipi kamu sampai robek kulitnya...”
Ucapan Rery membuat Ann sedikit meringis karenanya.
“Kamu macam psychopath jika seperti itu, Re-An –“
“Biar saja.”
“Kejam...” desis Ann.
Namun kemudian tercetak senyuman di bibir Ann.
“Tapi aku suka...” ucap Ann kemudian. “Aku suka kalau Rery sampai menggigit pipiku, hingga robek pun tak apa,” tambah Ann, dan gantian Rery yang meringis kecil.
♥
Detik berjalan di The Great Mansion of Adjieran Smith yang berada di London.
“Colok nih ya matanya!”
Ada Arya yang sedang berjalan bersisian dengan Mika, sembari berketus ria dengan wajahnya yang nampak jengkel.
Mika yang mendengar Arya seperti sedang menggerutu kesal itu spontan menoleh ke arah pacarnya tersebut.
“Lo kenapa sih? –“
“Kenapa, kenapa ....”
Arya langsung menukas dengan gerutuan seperti orang sedang kumur-kumur.
Mika mengernyit. “Ga ngerti sumpah.”
Mika berucap kemudian sembari memandangi Arya.
“Ck!” decak Arya. “Ya elo ngapain ngeliatin itu pilot terus?”
Sambil Arya menggerutu dengan matanya mengarah pada satu objek.
Didetik dimana Mika pun sontak berkesah setelah mendengar ucapan Arya barusan.
Mika menampik tudingan Arya padanya itu.
“Nah mata lo kesana terus?” ketus Arya dan Mika geleng-geleng.
“Gue tuh lagi ngeliatin Elen bukan ngeliatin Kak Rei-nya!” bela Mika pada dirinya. “Mau kasih ini oleh-oleh pesanan dia, sekalian mau kasih tau dia kalo Kak Rei tuh udah nikah, secara dia kan macam Val yang suka sama laki-laki dengan usia matang.”
“Ngeles aja kek bajay!”
“Terserah kalo ga percaya!”
Mika berdecak kemudian.
“Lagian cemburuan banget jadi cowok.”
Mika melayangkan protes kecilnya. Dimana Arya langsung menghadapkan Mika dengannya. “Eh, denger ya Neng Judes,” kata Arya kemudian. “Gue begini itu artinya gue sayang mampus sama lo tau?”
Arya menegaskan pada Mika yang sedang dibuat berhadapan dengannya itu sambil Arya memegangi dua bahu Mika. “Masa?..” sahut Mika.
“Masa .. masa ..” gerutu Arya, dan Mika mengulum senyumnya. “Kalo temen-temen gue yang kenal gue kayak apa itu sampe tau gue begini ke cewe, bakal abis dikatain gue sama mereka!” cerocos Arya kemudian, dengan nampak sebal.
“Iya gitu?”
Mika menyahut iseng.
“Denger ya, Mikaela Finn Adjieran Smith,”
Arya menjepit dagu Mika dengan dua jarinya.
Sementara satu tangannya yang lain masih berada di satu bahu Mika. “Gue paling anti sama yang namanya cemburu waktu gue pacaran sama mantan-mantan gue sebelumnya. Baru sama lo aja nih gue bisa sampe cemburu bego kayak gini –“
“Masa?” tukas Mika.
Arya berdecak. “Perlu gue telfon salah satu temen gue, biar lo percaya?“
“Ih ngapain? Kerajinan!” cebik Mika.
“Ya abisnya lo ga percaya gue bilang baru ini gue begini sama pacar?! ---“
“Iya udah iya, gue percaya ---“
“Di mulut doang!”
Mika mengulum senyumnya, setelah Arya berucap setengah ketus padanya barusan dengan wajah yang agak jengkel.
“Termasuk omongan lo yang bilang katanya udah sayang sama gue tuh ---“
Cup!
“Bawel!” ucap Mika setelah ia membungkam Arya dengan kecupan singkat di bibir.
Yang mana kecupan singkat Mika di bibir Arya itu sukses menjinakkan si pacar yang tadi sempat merepet karena cemburu.
Dan orangnya sedang senyum-senyum bodoh memandang pada Mika. Sudah lupa kayaknya dengan cemburu buta yang Arya punya tadi.
♥
“Masih ditekuk saja wajahnya? ..” Ada Val yang sedang menggoda Kafeel kala esok hari telah tiba, dan mereka sedang berjalan bersama untuk pergi sarapan ke ruang jamuan. “Nanti hilang loh tampannya? ---“
“Terus kenapa kalo aku ga tampan lagi? ..” tukas Kafeel. “Mau pindah sayangnya ke itu pilot? ---“
__ADS_1
“Ululululu ..” goda Val, dengan mencubit gemas pipi Kafeel. “Masih cemburu saja dengan Kak Rei? ---“
“Mana ada aku cemburu?”
Kafeel menyanggah tudingan Val padanya.
Tapi Val terkekeh, melihat wajah memberengut Kafeel.
Cup.
Satu kecupan singkat mendarat di pipi Kafeel.
“Sudah tidak perlu cemburu pada Kak Rei .. Selain Kak Rei itu sudah menikah, hati Val hanya milik Kak Kafeel seorang kok ..”
“Bener nih? ..”
“Benar dong! .. Kan sudah terbukti dari umur Val empat belas tahun hingga sekarang, Val tetap padamu, because you always be my boo ( karena kamu akan selalu menjadi kekasihku ), hari ini, esok dan selamanya! ..” ucap Val dengan ceria.
Gantian Kafeel yang terkekeh, tersenyum hangat setelahnya. “Sini ---“
“Eh, K – kak ..”
Val terkesiap, sedikit tergugu.
Kala Kafeel dengan cepat menarik dirinya, lalu merapatkan punggung Val ke sebuah dinding di balik satu koridor Mansion.
“Kemarin mau merasakan ini, tapi tidak jadi karena disela Dad R.”
Kafeel juga sudah mengukung longgar tubuh Val, dengan ibu jarinya yang mengusap lembut bibir Val.
“Semalam pun tak sempat,” ucap Kafeel, sambil tetap mengusap lembut bibir Val yang dipandangi lekat orangnya oleh Kafeel. “Sekarang, boleh? ---“
“Eum ..”
Cup ..
Namun belum sempat Val memberikan jawaban, si AA udah keburu nyosor duluan.
♥
Bagi sebagian orang, cinta adalah suatu prioritas.
Sementara untuk sebagian orang lagi, yang namanya prioritas itu adalah masa depan yang cemerlang.
Namun baik cinta ataupun masa depan yang cemerlang, tetap saja harus ada satu yang terselip disana. Kebahagiaan.
Agar apa yang menjadi prioritas itu sempurna adanya.
Begitu juga dengan dua orang gadis yang sedang beranjak dewasa, yang saat ini telah menemukan pelabuhan cintanya.
Mika dan Val.
Yang satu sedang merajut asa atas sebuah hubungan.
Serius, tapi masih jauh berpikir untuk menikah diusia muda.
Yang satu kebalikannya.
Sedang merajut asa untuk mimpinya menikah diusia muda dengan sang pemilik hatinya.
Yang sedang ia tunggu momennya, kala sang kekasih hati datang bersama keluarga untuk resmi melamarnya.
Lalu kalender selalu ia tengok dan hitung disetiap harinya, menunggu saat bahagia itu datang-saat lamaran resmi datang, lalu berlanjut kepada puncak kebahagiaannya nanti, yakni menikah dengan sang kekasih hati.
Mimpinya Val, yang membuat angannya meluas sedemikian rupa untuk menjadi istri Kafeel. Hingga nama Kafeel yang selalu Val sebut dalam doanya, agar pria matang itu adalah jodohnya untuk bisa menua bersama dalam satu ikatan halal pernikahan yang begitu indahnya.
Doa yang kadang terdengar memaksa, namun tulus Val minta dengan segala kerendahan hatinya kepada Sang Maha Kuasa.
Karena satu saja pria yang Val inginkan untuk menjadi pasangan hidupnya, Kafeel Adiwangsa.
Yang orangnya sudah kembali ke tanah air setelah berada beberapa hari di London, dan kurang dari dua minggu akan Val temui lagi.
♥
Meninggalkan sejenak mereka yang berada di London sana, menyapa mereka yang berada di Jakarta dan sekitarnya.
Seminggu telah berlalu dari kepulangan anggota keluarga yang berdomisili di London, mereka yang berdomisil di Jakarta tetap berada di KUJ ( Kediaman Utama Jakarta ). Terkecuali Ake Herman dan Ene Bela, yang tetap tinggal di basecamp mereka, Rumah Keluarga Cemara.
“Mih, Ake sama Ene kenapa ga dibujuk aja tinggal disini sih?” ada Kevia yang sedang bersama Mami Prita.
“Ga betah mereka –“
“Ya kan kasian Ake sama Ene jadi kesepian. Dah lagi Ake kan masih harus terus diobservasi, terus Ene juga kasian nanti cape sendiri.”
Kevia berujar.
“Abis gimana? Mereka maunya gitu. Betahan disana daripada disini.”
“Ngerti sih, tapi Via kasian aja kalo mereka jadi kesepian disana karena kita semua disini –“
“Nanti abis selesai acara tahunan kita, Mami sama Papih juga balik kesana kok.”
“Via sebenarnya pengen deh tinggal disana sama Ake dan Ene ... Tapi Jo lagi sibuk banget juga, harus selalu berangkat lebih pagi karena ada turnamen, plus lagi hectic banget kayaknya di Perusahaan –“
“Iya udah nanti aja gampang ...” kata Mami Prita. “Lagian juga nanti tiga hari mau hari H itu festival mereka bakalan dijemput buat nginep disini ... Nah kalo mau bujuk deh tuh mereka nanti buat tinggal disindang –“
“Oke, Sip!”
♥
“Oh iya ngomong-ngomong Mih.”
Kevia berucap lagi pada Mami Prita yang sedang bersamanya di dapur itu.
“Kak Kaf, jadinya kapan sih mau melamar Val secara resmi?”
“Kenapa penasaran gitu?....”
“Ya habis Val suka tanya ke aku, ada omongan dari Kak Kaf ke Abang atau Jo soal keseriusan Kak Kaf untuk melamar dia secara resmi.”
“Yah, tunggu ajalah gimana. Tergantung Kafeelnya juga kan? –“
“Iya sih.... Cuma aku kasian aja sama Val yang sepertinya berharap banget kalau Kak Kaf itu akan lebih menunjukkan keseriusannya saat usia Val genap delapan belas tahun nanti....”
“Yah, jodoh ga akan kemana lah, Vi. Yang penting, kita doain aja terus yang terbaik buat hubungan Val dan Kaka ke depannya ---”
“Iya, mudah-mudahan deket garis jodoh mereka berdua ya, Mih?.... Supaya Val, bulet bahagianya ....”
“Aamiin –“
♥♥
To be continue.....
__ADS_1