
TENTANG CINTA
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
“Kamu tidak perlu menuntut apapun dari cinta. Karena dengan mencintai saja, kamu telah mendapatkan anugerah terbesar.”
♥
Little Star, Isola, Italy,
“Sekalipun lo sudah bercerai dengan wanita busuk itu, dan kami semua tahu alasan lo kenapa sampai menikahinya. Jangan punya harapan, kalau lo dan Val akan kembali selayaknya dulu bagaimana hubungan kalian. Karena sedikit banyak, kecewa dan sakit di hati kami atas apa yang terjadi pada Val, masih ada. Jadi andai Val siuman dan selamat, kehadiran lo sebagai someone special untuk Val, sampai dengan detik ini, kami belum dapat menerimanya. Apa lo paham maksud gue?”
“Iya Va, gue paham. Sangat paham dan sadar diri. Gue akan terima apapun resiko asal Val selamat. Cukup melihat Val hidup dengan sehat dan bahagia, begitu aja, gue pun bisa bahagia. Karena bagi gue Val itu anugrah, yang dengan hanya mencintainya aja, gue bisa merasakan lebih dari sekedar bahagia...“
Yang Kafeel katakan pada Varen dengan sorot ketulusan di matanya, menanggapi ucapan Varen padanya barusan itu. Setelahnya, Varen undur diri dari beberapa pria yang sedang bersamanya itu.
Dan para pria itu, kemudian saling diam dan sibuk dengan pikiran mereka masing-masing terkait Kafeel. Iba, pada Kafeel yang mereka tahu dan yakini jika cinta pria itu pada Val tidak berubah sedikitpun bahkan kian dalam. Tapi di satu sisi mereka yang lain terkecuali Arya, seperti yang Varen katakan, masih ada sejumput kekecewaan mereka pada Kafeel yang membuat Val begitu bersedih hati sampai tertekan.
Kemudian kekecewaan itu, membuat ada sebongkah rasa takut yang mengikutinya.
Takut, karena dari kejadian ini seluruh keluarga Val jadi tahu, bahwa Val mereka begitu rapuh.
Jadi andai Val selamat, mereka bertekad untuk melindungi dan menjaga Val lebih dari sebelumnya, termasuk soal cinta dan mencinta.
“Maaf nih, kepo...”
Arya yang bicara setelah Kafeel telah tidak ada lagi bersamanya dan dua belas pria anggota inti The Adjieran Smith pada satu ruangan itu.
“Kalau seandainya Val bisa bangun, selamat dan sehat... Aamiin Ya Allah...” lanjut Arya.
“Aamiin...” Yang kemudian kalimat terakhir Arya diaminkan oleh 12 pria yang sedang bersamanya itu.
“Kalian ga mau kasih kesempatan gitu buat Kak Kaf bisa sama-sama Val lagi kayak aku dan Mika?...” Arya kemudian bicara lagi.
“Bukan tidak ingin memberi kesempatan... Kami hanya takut Val terluka lagi.”
Daddy Dewa yang lalu menjawab.
Arya lalu manggut-manggut kecil.
“Ya kayaknya ga mungkin juga ada kejadian kayak gini buat yang ke 2 kali—“
“Never say never—“
“We don’t know what will happen tomorrow.”
(Kita tidak tahu apa yang akan terjadi esok hari)
“Lagipun, kita harus menunggu Val bangun terlebih dahulu.” Dad R menimpali ucapan Papa Lucca barusan. “Setelahnya, perkara jodoh—kita serahkan kembali kepada yang memiliki kuasa untuk itu.”
♥
Tepat seperti apa yang Kafeel rencanakan, di lusa hari, Kafeel akan terbang kembali ke Indo.
Namun Kafeel tidak kembali sendiri. Arya dan beberapa anggota keluarga The Adjieran Smith menemani, atas dasar beberapa hal yang harus diurus di negeri kaya budaya itu.
“Val, aku pergi dulu sebentar ya? Tapi nanti saat aku ga di sini dan kamu membuka mata lalu kamu teringat aku dan kamu merasa sangat benci, hubungi aku ya? Silahkan mengatakan apapun. Mencaci pun aku akan dengarkan dengan senang hati.”
Kafeel menyempatkan diri untuk berpamitan pada Val.
“Dan andai kamu bilang, aku ga boleh datang ke sini dan menunjukkan wajah aku di depan kamu... Aku akan ikuti kemauan kamu itu—“
Sedikit tercekat, namun Kafeel telah berjanji pada dirinya sendiri. Makanya Kafeel sedikit berat untuk meninggalkan Little Star Island saat ini.
“Aku sedikit jahat... Karena jauh di dalam lubuk hati aku, berharap kamu jangan bangun dulu sebelum aku datang lagi ke sini. Masalahnya aku takut, hari ini adalah hari terakhir aku bisa berdekatan dengan kamu andai kamu bangun saat aku ga di sini, lalu kamu bilang kamu benci aku, dan melarang aku untuk bertemu kamu lagi,” lirih Kafeel. "Tapi simalakama sih, saat kamu membuka mata nanti, aku juga tetap harus pergi. Tapi paling engga, aku bisa melihat kamu sebentar lagi, bila mata indah ini terbuka saat aku kembali ke sini... Walau setelahnya aku harus pergi..."
Ada airmata yang menggenang di pelupuk Kafeel.
“I love you, Baby... Cepet buka matanya ya? Meskipun aku ga ada di sini saat hal itu tiba, ga apa. Aku ikhlas menerima kalau kamu melarang aku menunjukkan wajah aku di depan kamu lagi.”
‘Sedih gue anjir!’ Ini Arya yang berucap dalam hatinya, karena dia juga ingin menengok Val sebelum ia pergi menyertai Kafeel kembali ke Indo.
♥
“Kamu mau duduk di sini, May?”
Kafeel dan mereka yang menyertainya telah berada di dalam sebuah jet pribadi milik The Adjieran Smith yang terparkir di sebuah hanggar pada sebuah landasan kecil di sebuah kota di Italia, yang tidak seberapa jauh dari Little Star Island.
Namun begitu, tetap saja harus menggunakan helikopter ke landasan kecil tersebut dari Little Star Island yang tersembunyi itu.
“Eeng.”
Dia yang ditanya oleh Kafeel, yakni Mika. Nampak ragu untuk menjawab.
♥
“Sini, May. Biar aku yang pindah ke sana.”
Kafeel telah berdiri dari duduknya.
“Bukannya tadi kata Aina, lo mau duduk sama dia?” Adalah Arya yang bicara.
“Oh, iya...“
♥
Jet pribadi yang ditumpangi oleh beberapa orang anggota keluarga The Adjieran Smith telah lepas landas. Sudah juga dalam posisi aman untuk melepaskan sabuk pengaman, jika memang ingin bangkit dari tempat duduk dan menikmati fasilitas yang ada di dalam jet tersebut.
“Gue denger kalian bukannya udah balikan?”
Adalah Kafeel yang mengajak Arya bicara dengan nada suara yang sedikit rendah.
Arya pun mengangguk.
__ADS_1
“Iya—“
“Tapi kenapa lo kesannya ga mau May duduk di sini sama lo?—“
“Bukannya ga mau...” Arya menukas pertanyaan Kafeel. “Gue udah janji sama Mika, kalau meskipun gue sama udah balikan, kita akan tetep menghargai Val walau Val masih begitu kondisinya...”
Arya sedikit menerangkan.
“Mika kan mutusin gue, karena dia ga mau bahagia di atas lukanya Val—“
“Sorry, ya?—“
“Ck. Santai, Kak...”
♥
“Seperti lo yang ikhlas, andai Val sadar nanti terus dia ga mau liat muka lo lagi----seperti itu juga gue, kurang lebihnya pada Mika...”
Arya lanjut bicara.
“Gue cuma ingin sama-sama, deket sama perempuan yang gue cinta, apapun konsekuensinya...”
Kafeel fokus mendengarkan Arya, tanpa sedikitpun menginterupsi.
“Gue dan Mika saling mencintai, tapi gue juga menghormati keinginannya untuk ga terlihat mesra di depan Val meski Val dalam kondisinya itu. Jadi solusi semacam ini yang gue tawarkan, gue hanya akan bermesraan dengan Mika, hanya jika kami sedang berduaan aja..”
“.........”
“Yang paling penting gue sama Mika udah sama-sama lagi, dan kami akan meraih bahagia dengan cara kami.. Gue pun ga penting status, terserah Mika mau nikah sama gue atau engga di kemudian hari. Yang penting satu, di hatinya cuma ada gue, selain keluarganya.”
Tentang cinta Arya pada Mika sesederhana itu saja.
Namun ketulusan dan keseriusan Arya, kiranya dapat dilihat dari setiap kata yang ia ucapkan pada Kafeel tentang bagaimana perasaan Arya—pemikirannya tentang hubungannya dan Mika.
“Persetan dengan status resmi. Karena bagi gue, cukup hati gue dan Mika yang saling mengerti dan percaya selain kami saling mencintai—bagi gue secara pribadi, begitu aja, cinta gue dan dia udah sempurna adanya—“
♥
“Eh, Ar?..”
Ada Mika yang sedikit terkejut ketika ia keluar dari dalam sebuah kamar dalam jet yang Mika gunakan kamar mandinya untuk memenuhi panggilan alam, dan Arya sedang berdiri tepat di depan pintu kamar tersebut saat Mika membukanya dikala ia hendak keluar dari dalam kamar tersebut.
Mika disambut dengan seulas senyuman dari Arya yang tatapannya tertuju hanya pada si Judesgirl itu,
“Soal tadi, sorry ya?..” Arya lalu bicara. “Gue ga ada maksud ketus sama lo.”
♥
“Gue hanya berusaha untuk konsisten sama kata-kata dan janji gue ke elo soal hubungan kita..”
Gantian Mika yang mengulas senyuman pada Arya.
“Gue bahkan udah ga mikirin soal yang tadi, Ar.”
Setelahnya Mika berujar, dan Arya tersenyum lagi.
♥
“Apaan sih lo ah, makasih terus,” tukas Arya. “Justru gue yang makasih karena lo mau balik lagi sama gue, Mi..”
“Ya habis, ada yang coba nyakitin dirinya sendiri?“ timpal Mika, dan Arya langsung terkekeh kecil.
“Ya udah, sana gih kalo lo mau balik ke tempat duduk lo..” ucap Arya. “Gue juga mau ke kamar mandi.”
“Iya.”
Mika mengangguk mengiyakan.
“Eh iya, Mi—“
“Kenapa?”
“Ngomong-ngomong lo ke Indo ada perlu apa?”
Arya bertanya ringan.
“Di setiap bulan dari sejak dua atau tiga bulan yang lalu, kami lebih rutin memberikan santunan dan hal-hal semacam itu, sekaligus menggelar doa untuk kesembuhan Val di beberapa yayasan yatim piatu. Baik yang memang yayasan milik kami sendiri, ataupun yayasan-yayasan baru..”
Lalu Mika menerangkan.
“Tiap bulan kami bergantian buat mengecek laporan tentang yayasan baru, termasuk mengurus yayasan kita orang pribadi. Sekaligus mengecek pembukuan restonya ake sama ene karena mereka ga mau jauh-jauh dari Val.”
Arya pun manggut-manggut, mendengar perkataan Mika.
“Waktu Kak Drea dan Abang beserta lainnya ke sini, kebetulan yang di urus sanggar dan studionya Mami dan Momma. Kalau The Dads, Abang dan Kak Tan-Tan, bergantian mengurus perusahaan. Gue sendiri juga kadang, nemuin dosen private gue, karena The Parents and The Olds ga mau sampai pendidikan gue, termasuk saudara-saudari gue yang lain sampai terbengkalai.”
“Kalau gitu, nanti gue ikut serta dalam tugas lo juga, ya?.. Boleh kan?..”
“Boleh banget, Ar,” jawab Mika. “Tapi lo kan juga harus ngurus perusahaannya Papa Rico bukannya?..”
“Gampang gue atur nanti jadwalnya.”
“Ya udah kalo gitu.. Gue balik ke kabin ya?” pamit Mika dan Arya mengangguk.
“Love you, Mi.”
“Love you more, Ar.”
“Nanti curi-curi waktu berduaan pas di Indo bisa kan?”
Mika mengulum senyum mendengar ucapan Arya yang berkesan sebuah permintaan.
“Iya, bisa,” jawab Mika kemudian, seraya ia mengangguk samar.
Dan Arya sumringah, lalu setelahnya ia yang berpamitan pada Mika untuk pergi ke kamar mandi.
♥
__ADS_1
Sebagaimana mana solusi Arya untuk menjalani hubungannya dengan Mika sampai dengan ada angin baik mengenai kondisi Val, seperti itu Arya dan Mika menjalani hubungan mereka dalam masa setelah sesi balikan mereka.
Bukan sembunyi-sembunyi, karena Arya dan Mika sudah sama-sama mengakui jika mereka balikan lagi kepada seluruh anggota keluarga mereka.
Hanya saja, demi Mika yang ingin dulu Val kembali merasakan bahagianya kembali baru dia menyusul nanti—maka solusi Arya dilakukan, walau kerap keluarga Mika mengatakan jika keduanya tidak perlu sampai seperti itu.
Namun Arya bersikukuh dia akan menjalankan komitmennya yang ia sudah cetuskan pada Mika, hingga sampai nanti Mika sendiri yang ingin menyudahi cara mereka menjalani hubungan mereka selama dua bulan terakhir ini.
Lalu menjalani dengan normal layaknya pasangan yang punya hubungan spesial, bagaimanapun kondisi Val ke depannya. Dan sampai masa itu tiba, Arya akan bersabar.
Selain si Recehboy itu memang orang yang santai, termasuk juga keluarga Arya yang tidak misuh-misuh soal Mika yang belum dapat move on—istilahnya, dari janjinya pada diri sendiri terkait kondisi Val.
Sekali lagi bagi Arya, Mika sudah menjadi kekasihnya lagi rasanya ia sudah cukup bersyukur. Karena cinta kan bukan berdasar status, melainkan bagaimana membuat cinta itu selalu ada di tempatnya.
Mika lemah—saat ini, jika menyangkut Val.
Namun kelemahan Mika itu akan Arya buat jadi satu kelebihan untuk tetap saling mencintai apapun yang terjadi nanti.
♥
Tentang cinta, masing-masing pribadi punya definisi sendiri-sendiri.
Arya dan Mika akan menemukan ujung jalan cinta mereka di kemudian hari.
Lalu bagaimana dengan dia yang menanti cintanya membuka mata, untuk bisa memandangnya lagi?
♥
Kafeel telah dua bulan kurang lebihnya berada di Little Star Island, setelah ia selesai dengan perceraiannya. Dan mantan istri berikut kedua orang tua wanita itu telah 'diurus' dengan baik oleh tiga orang kerabat dekat The Adjieran Smith yang paham bagaimana harus 'mengurus' tiga orang tersebut.
Kafeel dilarang keras untuk ikut campur mengenai tiga orang yang menjadi penyebab banyaknya kekacauan yang terjadi, baik pada diri Kafeel sendiri, keluarganya--berimbas pada ketentraman hati tiap-tiap anggota keluarga The Adjieran Smith--setelah ia selesai dengan perceraiannya dan wanita yang merupakan sepupu jauh Kafeel itu.
Dan selama waktu dua bulan itu, Kafeel begitu setia berada di sisi Val. Dimana satu bulan terakhir, adalah masa yang membuat hati Kafeel berkecamuk.
Karena dimasa itu, kelangsungan hidup Val akan ditentukan. “Ka, istirahat dulu. Biar Mom yang menjaga Val... Kamu juga sebaiknya makan dengan benar. Karena sudah dua bulan ini Mom perhatikan pola tidur dan makan kamu benar – benar sangat kacau, Kaka...”
Satu Mom of The Adjieran Smith yang berbicara pada Kafeel.
“Aku ga apa – apa kok Mom, sungguh...” Kafeel pun menjawab teguran lembut satu Mom of The Adjieran Smith itu.
“Seengganya lo jangan merepotkan kita orang yang ada di sini dengan lo yang jatuh sakit nanti, Sat.”
Dan kemudian jawaban Kafeel pada satu Mom of The Adjieran Smith itu, yakni Mommy Ara—ditimpali sinis oleh Nathan.
“Aku tinggal dulu ya, Val. Nanti aku kembali lagi. I love you.”
Kafeel yang memilih mengalah, atas dasar ia tidak ingin Nathan semakin jengkel padanya, maka ia pun berbisik di telinga Val untuk undur diri sementara waktu—sampai Nathan sudah tidak lagi ada di ruangan Val.
“Gue mau nemenin adek gue di sini tanpa ada lo! Sepet mata gue liat lo tau ga, Sat?!“
Dimana kalimat sarkas Nathan untuk yang kesekian kalinya pada Kafeel itu, ingin lagi Mommy Ara sergah.
“K-ak... Tan... Tan...”
Namun belum sempat Mommy Ara menyampaikan protesnya lagi pada sarkasme Nathan atas Kafeel, satu suara yang amat lemah terdengar—terbata.
Membuat Mommy Ara membeku di tempatnya, termasuk tiga orang yang sedang bersama wanita dengan julukan Ibu Peri itu.
“V – Val?...“
Ke empat orang yang ada di ruangan yang sama itu langsung tergugu bersamaan kemudian, menyebut dia gerangan yang barusan bersuara lemah dan terbata.
“Mom – my...”
“VAALL!!...”
Mommy Ara histeris, namun bahagia di saat yang bersamaan.
Dia gerangan yang menjadi sumber banyaknya air mata tertumpah selama beberapa bulan terakhir, kini membuat air mata semua anggota keluarganya kembali tertumpah ruah.
Namun bedanya, bukan air mata kesedihan yang kini tertumpah—melainkan air mata bahagia.
Karena dia yang tertidur cukup lama selama beberapa bulan, sudah benar-benar terjaga.
♥
Lebih dari bahagia, bagaimana menggambarkan keluarga The Adjieran Smith saat ini, setelah si ‘Putri Tidur’ terjaga dari tidurnya yang agak panjang. Dan kondisinya dinyatakan baik--hanya masih cukup lemah saja.
Namun tak hanya para anggota keluarga si ‘Putri Tidur’ dan kerabat dekatnya yang begitu bahagia ketika sang Putri membuka mata. Tapi sang pengagum dan pecinta sang Putri lebih-lebih bahagia.
Hanya saja, kebahagiaannya—Kafeel, sedikit terusik kala ia mengingat satu ucapan dari salah satu pria dominan di keluarga The Adjieran Smith.
“Seperti yang R katakan, jika Val tidak selamat, kau, akan kami sertakan bersamanya. Tapi jika Val selamat... Di hari dia membuka mata, kau, harus pergi sejauh-jauhnya...”
Jadi ketika sang ‘Putri Tidur’ yang telah terbangun itu dikerubungi oleh para anggota keluarga yang amat sangat menyayanginya itu, Kafeel memundurkan langkah.
Berat, tapi dirinya sudah berjanji pada dia gerangan yang mengeluarkan satu pernyataan itu padanya. Dan Kafeel akan menepati janjinya itu.
Jadi tak apa, seperti ini pun tak apa. Jika Kafeel harus pergi sejauh-jauhnya demi dia yang dijaga oleh para pria dalam keluarganya agar tak lagi terluka karena dirinya, Kafeel rela dan ikhlas.
Yang penting Val telah membuka mata, dan dia telah menyaksikannya sendiri.
Lega sudah hati Kafeel, selain ia begitu bahagia—namun sedih juga disaat yang sama.
Karena mau tidak mau, Kafeel harus menjauhi cintanya. Tak apa bagi Kafeel, yang penting dunianya telah kembali.
Biar saja kini ia yang terluka sendiri.
Toh cinta tidak seharusnya menuntut, namun memberi.
Kafeel memberikan semua cinta dalam hatinya pada Val, meski yang bersangkutan sudah tak ingin melihatnya lagi—bahkan tak lagi mencintai.
Jadi seperti ini yang Kafeel katakan dalam hati, saat langkahnya ia mundurkan dari tempatnya berdiri.
‘Sehat-sehat ya Baby? Aku pergi... Dan aku akan menunggu, waktu dimana kamu sudi lagi untuk bertemu denganku—‘
♥♥♥
__ADS_1
To be continue.....