
( Pada Suatu Hari )
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Little Star Island, Isola, Italia,
Beberapa orang anggota keluarga The Adjieran Smith sedang melakukan sarapan di ruang makan kastil. Sementara beberapa orang yang tidak ada di waktu itu, sedang menemani Val. Dan beberapa masih berada di dalam kamar mereka. Lalu diantara beberapa anggota keluarga The Adjieran Smith yang sedang sarapan itu, ada Kafeel dan Arya yang ikut serta.
Serta Celine yang kemudian datang bergabung untuk sarapan bersama beberapa orang yang sedang sarapan di ruang makan kastil tersebut, tak lama setelah Kafeel bergabung lebih dulu selepas pria itu keluar dari ruang rawat Val. Kemudian Mika melontarkan pertanyaan pada Kafeel, setelah pria itu mengambil tempat duduk di area ruang makan kastil. “Val udah bangun ya, Kak Kaf?”
Begitu Mika bertanya, dimana Kafeel dengan cepat menjawab pertanyaan Mika tersebut.
“Iya, udah, May. Baru beberapa menit yang lalu.”
Lalu beberapa timpalan pertanyaan lain, tercetus dari beberapa orang lain dalam ruang makan itu pada Kafeel.
“Apa sudah mulai berinteraksi dengan Val?”
Termasuk dari Dad R.
“Belum, Dad...” jawab Kafeel.
Dimana Dad R langsung memandang prihatin pada Kafeel, yang orangnya malah menerbitkan senyuman.
♥♥♥♥
“Semuanya, aku duluan.”
Mika kemudian bersuara, dimana terlihat jika ia telah menandaskan sarapannya.
Dimana ucapan Mika itu langsung disahuti ‘iya’, oleh mereka yang mendengarnya.
“Mau ke kamar rawat Val, Mi?”
“Iya, Ar...”
Mika langsung menanggapi Arya.
“Biar mereka yang belum sarapan, bisa gantian.”
“Gue ikut Mi...”
♥♥♥♥
“Morning, Val...” sapa Mika pada Val, saat dirinya telah berada di ruang rawat salah satu saudarinya itu. Setelah Mika yang kemudian berkata untuk mengambil alih mengurusi Val bersama Rery dan Isha kepada mereka yang sebelumnya ada di ruang rawat Val tersebut dan menyiapkan segala kebutuhan Val, seperti selalunya.
“Morning, May.”
“Halo, Val—“
“Eh, Kak Arya?”
Val sedikit terkejut melihat keberadaan Arya yang baru saja muncul di hadapannya, tak lama setelah Mika menyapanya.
Arya pun langsung tersenyum dan langsung mendekati Val dan berujar pede. “Alhamdulillah, aku masih diinget sama Val. Orang ganteng mah pasti sulit dilupain—“
♥♥♥♥
Val terkekeh kecil setelah mendengar celetukan Arya, yang sudah berada di dekatnya itu.
“Ya ga, Mi?” melanjutkan celetukannya, Arya pun iseng nyeletuk pada Mika kemudian, dimana Mika langsung saja menanggapinya.
“Dih pede!—“
♥♥♥♥
“Ya pede lah. Orang kenyataannya begitu—“
“Air laut siapa yang asinin?” tukas Mika pada ucapan Arya.
Dengan perumpamaan yang sering ia dengar dalam keluarganya, jika ada seseorang yang menunjukkan kepercayaan dirinya. Dimana kalimat itu tercetus dari Momma awalnya.
“Tuhan Yang Maha Esa yang ngasinin itu aer laut... tapi gue yang berhasil menaklukkan hati lo...”
♥♥♥♥
“Apaan coba?... Ga nyambung banget! ...” Mika yang menanggapi ucapan Arya. Sambil ia mencebik.
Arya dan Val langsung terkekeh kecil.
“Ugh, gemesin banget mukanya kalo kayak gini!”
♥♥♥♥
Arya yang seketika merasa gemas itu, langsung saja mencubit pipi Mika.
“Sakit Arya, ih ...”
Mika pun langsung merungut.
“Ululu, manja banget Neng Judes—“
“Ya emang sakit tau! Sini gantian! ...”
Mika menukas ucapan Arya. Dimana Arya langsung mencondongkan wajahnya kepada Mika.
“Ya udah nih kalo mau bales!” sekaligus Arya berkata. “Cium sekalian juga boleh,” tambahnya.
“Ngarep! ...”
♥♥♥♥
Val hanya tersenyum geli di tempatnya melihat interaksi Mika dan Arya di tempatnya itu.
Karena di mata Val, sejauh yang dia ingat.
Interaksi Mika dan Arya memang seperti itu jika bertemu.
“Udah merasa enakan Val? ...” setelah ribut kecil dengan Mika, yang mana keributan itu adalah candaan saja --- Arya beralih kepada Val.
“Sudah, Kak Arya,” jawab Val pada pertanyaan Arya barusan.
“Alhamdulillah kalo gitu ... sehat terus abis ini ya?” tulus Arya, sambil mengacak pelan rambut Val.
♥♥♥♥
Val tersenyum dan mengangguk menanggapi ucapan tulus Arya padanya, dengan Arya yang mengacak pelan rambut Val itu.
“Kak Arya, kapan datang? ...” Val lalu bertanya pada Arya. Setelah sebelumnya ia berterima kasih karena merasa Arya perhatian padanya.
Yang mana sikap Arya yang Val tahu sih memang seperti itu kalau berinteraksi dengannya, selalu lembut saja kalau bicara pada Val. Ya karena memang Val tidak seperti Mika yang seringnya ketus pada Arya.
__ADS_1
Dan memang Val menjadi cukup akrab dengan Arya dan kakak lelaki Arya, dari setelah liburan berpesiar besar – besaran empat tahun yang lalu. Namun Val tidak mengingat keakraban dirinya dan Arya serta kakak lelaki Arya tersebut yang sudah jauh lebih akrab dari empat tahun yang lalu --- saat ini.
♥♥♥♥
“Udah dari berapa bulan pas kamu koma, aku bolak – balik ke sini, Val—“
“Oh, ya? ...”
Menanggapi respons Val itu, Arya langsung mengangguk.
“Cuma setelah Val siuman dari koma, aku baru sempet ini nih ketemu kamu pas kamu bangun.” Arya lalu lanjut bicara. “Karena pas nyempetin waktu mau nengok kamu, kalo ga kamu lagi tidur, lagi diperiksa sama Kak Celine. Dan kadang aku juga ada urusan lain pas kamu lagi free.”
“Oh begitu. Maaf kalau begitu ya Kak Arya. Val pikir yang ada di sini hanya keluarga inti saja.”
“Kenapa harus minta maaf sih? Val juga kan harus banyak istirahat. Dan lagian juga aku kan harus memberikan kesempatan pada The Dads, Moms, Olds, serta kakak – kakak kamu berikut saudara – saudari kamu ini yang pasti ingin selalu ada di dekat kamu sehabis kamu siuman dari koma, Val.”
♥♥♥♥
“Jadi, Val benar – benar koma, ya? Dan Val yang katanya sekarang berusia delapan belas tahun, juga benar adanya?” ucap Val dengan sedikit kesenduan.
Arya sedikit tersenyum kikuk setelah mendengar perkataan Val barusan itu. Lalu Arya mengangguk setelahnya.
“Iya, Val.”
Arya menjawab kemudian.
Dimana Val, langsung menghela nafas frustasinya.
“Kenapa ya, Val bisa melupakan kalau Val sekarang sudah 18 tahun?—“
♥♥♥♥
Dan saat Val kemudian berkesah itu, mereka yang sedang berada di dekat Val, menatap agak prihatin dan mencelos padanya.
Lalu setelahnya, mereka yang sedang berada di dekat Val itu, saling tatap satu sama lain. Tanpa Val memperhatikan hal itu.
“Lalu katanya, Val ini amnesia? ...”
“Iya, Val. Kamu—“
“Tapi jika Val menderita amnesia, kenapa Val ingat kalian semua? ...”
Ucapan Arya sebelumnya terpotong, karena Val sudah lagi bicara.
“Seharusnya kan --- jika Val amnesia, seharusnya Val terbangun dengan keheranan yang teramat sangat ketika melihat kalian semua, bahkan seharusnya Val tidak ingat siapa diri Val, lalu berkata ‘dimana ini?’, ‘kalian siapa?’, ‘aku, siapa?’. Begitu kan kalau orang amnesia biasanya?---“
♥♥♥♥
Mereka yang sedang bersama Val itu kemudian mendengus geli bersama.
Disatu sisi, kebingungan untuk bagaimana menjelaskan bagaimana Val bisa menderita jenis amnesia yang ia alami sekarang --- ada di hati empat orang – orang terdekat Val yang sedang bersamanya itu.
Di sisi lain, mereka dibuat geli dan gemas atas kepolosan Val yang memang cara bicaranya seperti Val yang masih 14 tahun kala itu --- polos dan apa adanya.
Yah meskipun sampai dengan sebelum Val melakukan tindakan nekat hingga ia sempat mati suri --- katakanlah begitu, lalu koma selama berbulan – bulan --- kepolosan dan apa adanya Val memang masih menempel pada gadis itu, hanya nada bicara Val saja yang sudah tidak semanja dirinya saat berusia 14 tahun.
“Harusnya kamu bersyukur Val, masih punya ingatan yang menempel tentang siapa diri dan keluarga kamu ...” lalu Isha angkat suara. “Begini aja kamu udah bingung. Gimana kalo kamu amnesia total? Ga lebih bingung lagi kamunya? ...”
“Iya, sih, Isha ...”
Val pun langsung memberikan respons pada ucapan Isha barusan.
“Hanya saja aku bingung kenapa aku mengalami amnesia yang aneh.” Val menambahkan ucapannya.
“Sudahlah, kenapa kamu bisa begitu ga usah kamu pikirkan.”
“Iya, Val.”
Arya menimpali.
“Lebih baik kamu fokus pemulihan diri dulu sampai benar – benar sehat, kan kalau kamu udah sehat betul, ada kemungkinan bisa membuat amnesia kamu ini perlahan sembuh. Iya kan, Mika, Rery, Isha? ...”
“Yup!”
Mika, Rery dan Isha menyahut kompak --- menanggapi ucapan Arya itu.
♥♥♥♥
Val manggut – manggut antusias setelah mendengar ucapan Arya dan sahutan tiga saudara angkatnya itu, seraya Val tersenyum. “Kamu mau sarapan atau mandi dulu, Val? ...” Mika kemudian bertanya.
Val pun lekas menjawab, “Mandi saja dulu deh, May---“
“Okay, Rery --- dan lo Ar, out.”
Mika lantas berujar. Rery dan Arya pun mengangguk paham. Selanjutnya, kedua lelaki berparas rupawan itu lekas menyegerakan diri mereka untuk keluar dari ruang rawat intensif Val.
“Oh iya Rery---“
“Iya, Val? ...” tukas Rery cepat.
“Sepertinya semalam, aku ada meminta sesuatu ke kamu?---“
“Heemm.” Rery menukas lagi ucapan Val, kali ini dengan gumaman. “Buku Sang Alkemis? ...”
“Ah iya!---“
“Dipinjam Mika.”
“Oh kamu mau baca buku itu, Val?”
“Iya, May ... Habis aku bosan, tidak bisa main sosial media, tidak bisa bermain di luar lama – lama. Sekalipun di ajak keluar, hanya sebentar. Itu pun aku menggunakan kursi roda.”
Val pun berkesah. Sementara empat orang yang bersamanya menarik sudut bibir mereka.
“Kemarin aku lihat Rery membaca buku itu, dan dari judulnya terlihat menarik---“
“Ya sudah nanti aku berikan ke kamu buku itu .... ada---“
“Eh tapi kalau kamu sedang membacanya, nanti saja aku meminjamnya, May ....”
“Kamu saja baca duluan. Aku juga baru membaca beberapa halaman aja, Val. Jadi belum tanggung. Dan lagipula, ada materi perkuliahan yang ada tugasnya. So, buku itu akan terbengkalai juga. Jadi lebih baik kamu aja duluan yang baca ....”
“Ya sudah kalau begitu .... thanks ya, May---“
“You are very welcome, Val.”
♥♥♥♥
“Ah, itu sarapan kamu dateng, Val ....” cetus Isha, saat seorang maid masuk dengan troli dorong yang diatas permukaannya telah tersaji beberapa jenis makanan sebagai menu sarapan Val.
“Nah lebih baik kamu makan aja dulu deh Val, mandinya sehabis makan.”
Mika lalu menimpali cetusan Isha barusan.
“Jadi aku bisa ambilkan buku yang kamu mau baca ....”
__ADS_1
Mika berkata lagi.
“Rery, Isha, kalian yang bantu Val untuk sarapan ya? ....”
“Ih, aku sudah bisa makan sendiri---“
“Tapi paling tidak kami harus memastikan kamu menghabiskan makanan kamu.”
Mika menukas cebikan Val bernada sedikit protes itu, sambil Val agak juga merungut.
“Selain makan kamu kan lama? ....”
♥♥♥♥
“Ya udah, makan dulu itu sarapan kamu. Aku mau ambil itu buku Sang Alkemis---“
“Udah gue aja yang ambilin. Ada dimana itu buku?”
Arya berujar --- mengajukan diri, sambil menyergah Mika yang hendak beringsut dari kamar rawat intensif Val.
“Lo di sini aja sama Rery dan Isha temenin Val. Itu buku ada di kamar lo, kan? ....”
“Iya---“
“Ya udah. Gue aja yang ambilin ....”
Arya kembali berujar pada Mika.
“Itu aja, atau ada yang lain lagi yang lo perlukan dan mau dibawa ke sini? ....”
“Sama laptop gue juga, boleh?---“
“Oke---“
“Makasih, ya Ar? ....”
‘Eh? ....’
Ini Val yang membatin, ketika ia tak sengaja memperhatikan interaksi Mika dan Arya yang sudah berjalan bersama ke arah pintu ruang rawat intensifnya itu.
‘Seperti ada yang aneh dengan May? ....’
Mika dan Arya, --- setahu Val --- Mika terutama.
Selalunya bicara dan bersikap ketus pada Arya.
Bahkan saking antipatinya Mika pada Arya --- setahu Val juga, jangankan bicara --- memandang Arya saja selalu sinis adanya.
Tapi yang lihat Val sekarang cukup berbeda. Agak aneh sih, bagi Val yang mengingat bahkan Mika dan Arya ,masih adu mulut dengan saling mengejek saat di kapal pesiar.
Namun yang barusan Val lihat, Mika tersenyum manis pada Arya, serta mengucapkan terima kasih dengan lembut.
Dan lagi, sikap Arya yang juga tersenyum pada Mika --- dan sudah berada di dekat Mika itu, kemudian membuat Val agak tercengang.
Karena Arya mengacak pelan rambut Mika, dan Mika malah tersenyum dengan manisnya. Dan lagi, apa itu barusan yang Val lihat? ....
Mika memencet hidung Arya dengan gemas saat keduanya sedang berdiri di ambang pintu kamar rawat intensifnya, setelah Arya berkata pada Mika --- yang entah apa --- karena suara Arya pelan, dengan pandangannya yang fokus pada Mika saja sambil tersenyum ceria.
'Aku tidak percaya pandanganku ....' batin Val yang tercengang.
Val sampai melongo melihat Mika yang bersikap seperti itu pada Arya. “Kenapa, Val? ....” Isha yang menyadari Val sedang agak menganga itu, menegur Val.
Lalu Isha menoleh ke arah yang Val sedang pandangi, termasuk juga Rery yang latah ikut menoleh ke arah yang sedang dipandangi Val.
Mika dan Arya yang tadinya agak asyik sendiri itu, spontan menoleh setelah mendengar teguran Isha pada Val --- kiranya ada bentuk kekhawatiran yang secara spontan hadir, jika ada pertanyaan yang bernada heran atau khawatir --- bertanya pada Val.
♥♥♥♥
Mika dan Arya yang tadinya berdiri di ambang pintu ruang rawat Val, akhirnya kembali mendekati Val.
“Kenapa wajah kamu begitu, Val?” Mika pun lantas bertanya, setelah ia berada di dekat Val. Dengan Arya di sisinya. “Ada yang kamu rasa ga enak?---“
“Kalian .... sudah akur ya, sekarang? .... barusan tadi aku lihat, kalian nampak akrab? Malah lebih ke seperti sepasang kekasih?---“
“Eum, itu ....” gugu Mika. “Aku dan Arya memang .... sudah menjalin hubungan, Val---“
“Oh ya?!”
Val lebih melongo lagi dari sebelumnya, lalu Mika dan Arya sama mengangguk.
“Kan kamu yang comblangin kita, Val.”
Arya lalu berujar seraya tersenyum pada Val, karena menyadari jika Mika sepertinya bingung untuk memulai dari mana memberikan penjelasan pada Val.
Lalu Arya berinisiatif saja mengatakan hal yang ia katakan barusan pada Val.
“Benarkah??? ....”
Val nampak terkejut, namun senyuman lebarnya kini terpampang.
Mika dan Arya sekali lagi sama mengangguk, menanggapi Val yang bertanya dengan antusias untuk lebih mendapat keyakinan dari apa yang didengarnya soal Mika dan Arya itu.
“Oh – M – Geee!!! .... kejutan sekali! Tapi aku senang sekali mendengarnyaaa ....”
Val berlaku imut, sambil berseru girang. Heboh sendiri.
“Aaa .... kenapa aku melupakan momen bersejarah saat kalian jadian siiihhhh??? ....”
Sementara Mika – Arya, berikut Rery dan Isha --- tersenyum geli melihatnya.
“Ah tak apalah! Yang jelas aku bahagiaaa, karena pada akhirnya kalian menjadi sepasang kekasih juga!!!”
Lalu Val memeluk Mika dengan antusiasnya.
“Yee May punya pacar sekaraang!!! ....” seru Val sambil menggoyang – goyangkan tubuh Mika yang sedang ia peluk itu.
Membuat Mika, Arya, berikut Rery dan Isha jadi terkekeh kini karena tingkah polah Val yang heboh sendiri.
Namun tak lama, kekehan ke empat orang itu padam ketika Val bertanya,
“Lalu aku yang 18 tahun ini, memiliki kekasih tidak???”
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
To be continue ....
Hampir 2.500 kata.
Cukuplah ya, buat menambal sehari yang bolong update.
😉
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Jekardah, 26 Mei 2023.
__ADS_1
Written by 'Emaknya Queen'